23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Badan Intelijen Keuangan: Urgensi dan Tantangan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
November 12, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRESIDEN Prabowo Subianto telah membentuk Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan. Pembentukan badan yang beraroma intelijen itu termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 158 tahun 2024 tentang Kementerian Keuangan. Publik dan media lebih mengenalnya sebagai Badan Intelijen Keuangan.

Badan yang baru diumumkan beberapa hari lalu tersebut berada dalam struktur organisasi di bawah Kementerian Keuangan, bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan. Tugas badan itu adalah menyelenggarakan pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan.

Sedangkan fungsinya adalah menyusun kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pengelolaan teknologi dan komunikasi, pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan. Selain itu juga melakukan transformasi digital dan manajemen perubahan. Sepintas, badan tersebut menyerupai badan intelijen dalam tugas dan fungsinya.

Lantas, apa urgensi Presiden Prabowo membentuk badan telik sandi keuangan itu? Menyimak dari beberapa pernyataan Prabowo, masalah ekonomi dan keuangan merupakan persoalan serius pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinannya. Tidak heran jika posisi Kementerian Keuangan saat ini langsung berada di bawah Presiden, bukan lagi di bawah Menko Perekonomian.

Urgensi lain terkait pembentukan badan intelijen di bidang keuangan itu adalah target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang telah ditetapkan sebesar 8 %. Target yang sangat ambisius. Selain itu juga harus memastikan pengelolaan dan pemanfaatan APBN sebesar Rp 3.005,1 triliun.

Masalah ekonomi Indonesia ke depan semakin berat tantangannya. Bukan hanya seputar target pertumbuhan dan APBN saja. Pemerintah harus bekerja keras untuk urusan pendapatan negara, devisa, investasi, inflasi, hutang luar negeri, dan keamanan keuangan negara. Akankah badan ini dapat bekerja sebagai supporting system bagi Kementerian Keuangan?

Tantangan

Sebagai badan baru dalam Kementerian Keuangan, lembaga ini tentu saja banyak tantangan. Apakah Badan Intelijen Keuangan itu nantinya juga akan berkiprah seperti halnya badan intelijen lainnya? Jika demikian, tentu akan banyak tantangan seiring dengan dinamika ekonomi dan politik nasional serta internasional.

Tantangan pertama berkaitan dengan tugas dan fungsi Badan Intelijen Keuangan. Tumpang tindih atau overlapping dalam tugas di lapangan kemungkinan terjadi antara badan ini dengan Badan Intelijen Negara (BIN), karena BIN juga memiliki Deputi Bidang Intelijen Ekonomi atau Deputi IV BIN.

 Terkait dengan teknologi informasi, komunikasi, dan transformasi digital, BIN juga memiliki Deputi Bidang Teknologi atau Deputi V BIN. Mengapa pemerintah tidak mengoptimalkan kinerja BIN saja? Tentu hanya Presiden Prabowo yang bisa menjawab.

Tantangan kedua adalah masalah kredibilitas laporan intelijen yang diterima Presiden sebagai user semua informasi intelijen. Manakah laporan informasi intelijen keuangan yang akan dipercaya Presiden? Apakah laporan dari Badan Intelijen Keuangan ataukah laporan Badan Intelijen Negara?

Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Laporan intelijen yang bernilai Akurat 1 atau A1 yang diperoleh Badan Intelijen Keuangan ternyata oleh BIN dianggap bernilai Akurat 2 atau A2. Laporan Badan Intelijen Keuangan yang Sangat Dipercaya (completely reliable ) dapat menjadi Biasanya Dapat Dipercaya (usually reliable). Itu semua lantaran laporan tidak dikuatkan oleh sumber lain (confirmed by other sources), sehingga hanya bernilai Benar (probably true).  

Tantangan ketiga menyangkut masalah komunikasi dan koordinasi. Hal ini menjadi masalah klasik di lapangan dalam dunia intelijen. Sikap sektoral masih sering terjadi pada aparat intelijen. Mereka tidak bersedia berbagi informasi intelijen. Informasi intelijen ditahan sendiri. Aparat intelijen juga saling mencuri informasi. Bahkan Kepala BIN, Muhammad Herindra sempat melontarkan sindiran bahwa aparat intelijen saling “menginteli” ( Merdeka.com, 7/11/2024).

Persoalan Human Intelligence

Badan Intilijen Keuangan tentunya akan menjalankan fungsi intelijen pada umumnya. Selain penyelidikan dan penggalangan, badan itu juga akan melakukan pengamanan keuangan negara. Kegiatan pengumpulan dan pengolahan data (Pulahta) keuangan menjadi kegiatan keseharian.

Persoalannya, apakah badan intelijen milik Kementerian Keuangan itu sudah memikirkan persoalan human intelligence ( Humint) mereka? Ini berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM) aparat intelijen keuangan. Apakah Humint akan disiapkan dari dalam Kementerian Keuangan sendiri?

Secanggih apa pun teknologi yang digunakan oleh Badan Intelijen Keuangan, faktor manusia akan sangat menentukan. Kendala kinerja dapat saja terjadi jika kualitas Humint buruk. Operasi intelijen bidang keuangan dapat gagal jika aparat di lapangan tidak memiliki sense of intelligence.

Menjadi aparat intelijen tidak hanya diperoleh melalui pelatihan dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Diperlukan waktu dan pengalaman panjang dalam berbagai aktivitas dan operasi intelijen. Idealnya, badan intelijen milik Kementerian Keuangan itu juga merekrut aparat intelijen dari BIN.

Agen-agen intelijen BIN sudah memiliki conditioning yang panjang, bukan hanya mengumpulkan dan menganalisis informasi, tetapi juga menghasilkan produk intelijen. Selebihnya, aparat intelijen itu bisa direkrut dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kajian strategis di bidang intelijen ekonomi.

Persoalan Komunikasi

Komunikasi merupakan titik lemah dalam kegiatan intelijen, termasuk nantinya dalam intelijen keuangan. Banyak kasus, sebuah operasi intelijen mengalami kegagalan hanya karena masalah yang sepele, seperti cover aparat intelijen. Diperlukan rencana strategi komunikasi serta perkiraan risiko yang terjadi jika berhadapan dengan kegagalan.

Prinsip Velox et Exactus perlu diterapkan dalam intelijen keuangan, yaitu kecepatan dan ketepatan. Kesegeraan dan ketepatan informasi intelijen sangat dibutuhkan pemerintah. Pola dan metode komunikasi intelijen akan sangat menentukan sejauhmana aparat intelijen keuangan melihat, mendengar, menulis, dan menyampaikan informasi secara cepat dan tepat.

Metode terbuka dan tertutup, langsung dan tidak langsung (cut out) menjadi pilihan dalam komunikasi intelijen. Potensi terjadinya laporan informasi intelijen yang salah dan bias sangat besar. Laporan intelijen lebih cenderung menjadi cooked intelligence atau witchcraft intelligence, karena tidak dilakukan berdasarkan komunikasi dan administrasi intelijen yang benar serta hanya untuk menyenangkan atasan.

Prinsip intelijen adalah kerahasiaan. Artinya, intelijen keuangan harus bekerja dalam kesenyapan. Namun bukan berarti komunikasi intelijen hanya diperoleh melalui open source intelligence, tetapi juga berbagai saluran komunikasi seperti signal intelligence, electronic intelligence, maupun imagery intelligence. Tidak tertutup kemungkinan juga aparat intelijen keuangan dibekali intelligence device dalam berkomunikasi.

Harapan besar tentu tertuju pada Badan Intelijen Keuangan. Lembaga baru ini diharapkan tidak sekadar melakukan rutinitas sebagaimana pegawai negeri biasa. Lembaga ini harus mampu mencegah kebocoran anggaran kementerian hingga membongkar kasus-kasus penyelewengan keuangan negara.       

Tidak ada yang sulit bagi intelijen keuangan untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Serapat dan setertutup apa pun informasi itu harus dapat diperoleh. Filosofi intelijen mengatakan, “Jika ada sebuah pintu tertutup rapat, ada angin di sana, maka di sana ada intelijen”.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Menguak Janji Prabowo jadikan Bali sebagai “The New Hong Kong”
Wisata Halal, untuk Siapa?
Harapan Pariwisata Indonesia di Tangan Prabowo-Gibran
Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah
Wisata Massal: Godaan Mengundang Kesal
Tags: Badan Intelijen KeuanganGibranPrabowo Subianto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bumerang Disrupsi Teknologi dan Informasi: Habis “FoMO”, Terbitlah “Doom Spending”

Next Post

Melihat Jatayu Menari di Jatiluwih

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Jatayu Menari di Jatiluwih

Melihat Jatayu Menari di Jatiluwih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co