2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serunya Lomba Ngibing PSB Buleleng: Dari Gaya Merayu Cewek, Odong-odong, hingga Macan Tutul

Son Lomri by Son Lomri
November 4, 2024
in Khas
Serunya Lomba Ngibing PSB Buleleng: Dari Gaya Merayu Cewek, Odong-odong, hingga Macan Tutul

Komang Hendi Darmawan ngibing bersama penari Komang Erni Sri Wahyuni | Foto: tatkala.co/Son

DI atas panggung, penari memiliki hak dalam mengeksplorasi gerakan dengan tubuh yang ia punya juga pakemnya sebagai penari. Dan pada perlombaan ngibing di Sasana Budaya oleh Paguyuban Seniman Bali (PSB) Buleleng pada Minggu, 3 November 2024 malam itu, seakan mengembalikan tarian Joged Bumbung dari nilai sempit, Joged Jaruh—alias porno itu, kepada ranahnya yang sesuai: keindahan dan hiburan rakyat.

Erotisme pada tubuh penari, terutama dalam tarian Joged Bumbung, tidak bisa dielakkan. Tapi, bagaimana cara pengibing memandang, adalah bagian terpenting menjadikan tarian itu sebagai gerak estetika dan merdeka.

Penari perempuan dan pengibing—yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan—umumnya membangun cerita di atas panggung secara spontan, dan menarik.

Di panggung Sasana Budaya malam itu, misalnya. Para penonton yang di dalamnya terdiri dari anak-anak dan para orang tua itu, seakan mendapat satu hiburan yang hidup. Mereka menebak-nebak cerita si penari dan si pengibing di atas panggung menceritakan apa.

Ketika alat musik gamelan (rindik) dari bambu itu sudah ditabuh, Komang Erni Sri Wahyuni (28), penari Joged dari Seka Joged Karya Remaja, Desa Sari Mekar, Buleleng, sebagai penampil pertama datang dengan gerakan yang realtif pelan, lemah gemulai.

Komang Hendi Darmawan ngibing bersama penari Komang Erni Sri Wahyuni | Foto: tatkala.co/Son

Tangannya meliuk dengan jari-jari yang lentik. Kakinya pelan, dengan anggun membawakan tarian dan tubuh cantiknya. Puspa Winangun, itulah nama tabuh yang mengiringi Komang Erni menari.

Tabuh dan tarian itu mempresentasikan gadis desa yang sedang kasmaran. Perawan. Komang Erni membawakannya dengan penuh perasaan dan penghayatan. Di tengah tarian, setelah ia menggibaskan slendangnya—yang seperti menggibaskan rambutnya yang panjang itu—kipas dikibarkannya di tengah tarian. Ia menari dengan kipas. Ia menari dengan cantik dengan jiwanya yang berbunga-bunga.

Sementara Erni masih menari, dari arah barat, Komang Hendi Darmawan (48), penonton, di dorong teman-temannya untuk segera ngibing. Tampaknya, ia agak malu-malu. Itulah barangkali cerita yang hendak dibangun.

Komang Erni Sri Wahyuni mendapat ibingan macan tutul dari seorang pengibing | Foto: tatkala.co/Son

Di atas panggung, beberapa langkah ia berjauhan dengan Komang Erni, seperti memberi space percakapan batin barangkali.

Lelaki paruh baya itu kemudian ngibing dengan lihai. Tangannya meliuk dengan badannya yang lincah berpindah pijak. Matanya penuh rayuan. Sebuah awalan yang bagus untuk menyambung cerita: didorong-dorong teman.

Sederhananya Etika Ngibing

“Saya suka ngibing. Tadi itu gaya merayu..” kata Komang Hendi. “Bahwa lelaki, saat mendekati perempuan, itu tidak boleh terburu-buru, kita harus memberikan waktu dan membuat penasaran si perempuan,” lanjutnya.

Pandangan Komang Erni seketika tajam, seperti mempertanyakan siapa lelaki yang datang itu, sebagaimana ia mencitrakan sebagai gadis desa dalam buruan lelaki yang misterius. Ia lalu menarikan, sesuai apa yang diwacanakan—cerita yang dibangun Komang Hendi.

Mula-mula mereka berjauhan, musik seketika berubah menjadi cepat. Mereka berdekatan kemudian, seakan memberi isyarat, lelaki itu telah berhasil membujuknya—untuk didekati. penonton bersorak, anak-anak bersorak. Tarian itu selesai dengan salaman.

Tu Meli ngibing dengan Fitri Yudiastuti | Foto: tatkala.co/Son

“Dalam ngibing, yang penting tidak boleh melakukan tindakan yang tidak senonoh. Itu gak boleh. Harus sopan, harus berseni, menghibur!” tegas Komang Hendi.

Berbeda dengan Dida (20) dalam gaya ngibing-nya. Ia justru melakukan gaya tarian macan tutul—istilahnya sendiri—yang agresif. Dari arah yang sama, barat, ia menekuk lututnya dan sorot matanya sangat tajam seakan macan sedang melihat mangsanya.

Tetabuhan semakin keras—melihat agresifitas Dida. Ia menarikan gaya macan kemudian. Tangan seperti hendak mencakar. Ia seperti mempresentasikan sebagai lelaki penuh energik dan kesatria. Sesekali ia mengelilingi tubuh sang penari. Ketika musik pelan, ia mendekati penari itu.

Di sini, Komang Erni seperti ketakuan. Ia mencitrakan gadis desa yang difensif. Tetapi di tengah cerita bahwa lelaki itu ksatria, ia menari mendekati Didu. Mereka menari dengan harmonis.

Ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak saat menonton lomba ngibing PSB | Foto: tatkala.co/Son

Di sini, gaya tarian pada pengibing dan penari, memiliki kontak sosial dalam membangun cerita, barangkali melalui batin tadi. Bagaimana konflik diciptakan dengan plot yang spontan. Tentu, ini tidak mudah dan di situlah salah satu bagian menghiburnya. Bercerita.

Seperti pada penari yang ke dua, Fitri Yudiastuti (40), di sana ia menarikkan tarian Sekarjepun lebih dulu.

Pada tarian yang ia bawakan, lebih energik dari tarian Puspa Winangun. Tarian Sekarjepun adalah tarian yang mengisahkan tentang bentuk kegembiraan para petani pasca panen. “Sebab itulah tariannya energik. Berbeda dengan tarian sebelumnya yang lebih lembut,” kata Fitri.

Sebagai peserta ngibing, Tu Meli (25) yang juga memiliki latar belakang penari, seolah tahu apa yang harus dilakukan. Ia ngibing dengan energik pula. Bahkan, di tengah mengibing, seperti sudah paham, si penari meladeni Tu Meli dengan gerakan odong-odong (numpak jaran), pergi mengitari space di panggung dengan cara berantai, atau sebagaimana odong-odong itu pergi berjalan. Hepi. Geyal-geyol, Semeton.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Kesenian Joged Bumbung, Warisan Budaya yang Populer dan Problematik
Belajar dari Penertiban Joged Era Belanda
Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar
Ratih Ayu Apsari Kampanye Joged Bumbung di Jalanan Berkeley, California
Seribu Mahasiswi Undiksha Menari Joged Bumbung Serentak, Bayangkan Betapa Hebohnya…
Tags: joged bumbungjoged jaruhngibingPaguyuban Seniman BaliTari Joged Bumbung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

Next Post

Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co