23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serunya Lomba Ngibing PSB Buleleng: Dari Gaya Merayu Cewek, Odong-odong, hingga Macan Tutul

Son Lomri by Son Lomri
November 4, 2024
in Khas
Serunya Lomba Ngibing PSB Buleleng: Dari Gaya Merayu Cewek, Odong-odong, hingga Macan Tutul

Komang Hendi Darmawan ngibing bersama penari Komang Erni Sri Wahyuni | Foto: tatkala.co/Son

DI atas panggung, penari memiliki hak dalam mengeksplorasi gerakan dengan tubuh yang ia punya juga pakemnya sebagai penari. Dan pada perlombaan ngibing di Sasana Budaya oleh Paguyuban Seniman Bali (PSB) Buleleng pada Minggu, 3 November 2024 malam itu, seakan mengembalikan tarian Joged Bumbung dari nilai sempit, Joged Jaruh—alias porno itu, kepada ranahnya yang sesuai: keindahan dan hiburan rakyat.

Erotisme pada tubuh penari, terutama dalam tarian Joged Bumbung, tidak bisa dielakkan. Tapi, bagaimana cara pengibing memandang, adalah bagian terpenting menjadikan tarian itu sebagai gerak estetika dan merdeka.

Penari perempuan dan pengibing—yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan—umumnya membangun cerita di atas panggung secara spontan, dan menarik.

Di panggung Sasana Budaya malam itu, misalnya. Para penonton yang di dalamnya terdiri dari anak-anak dan para orang tua itu, seakan mendapat satu hiburan yang hidup. Mereka menebak-nebak cerita si penari dan si pengibing di atas panggung menceritakan apa.

Ketika alat musik gamelan (rindik) dari bambu itu sudah ditabuh, Komang Erni Sri Wahyuni (28), penari Joged dari Seka Joged Karya Remaja, Desa Sari Mekar, Buleleng, sebagai penampil pertama datang dengan gerakan yang realtif pelan, lemah gemulai.

Komang Hendi Darmawan ngibing bersama penari Komang Erni Sri Wahyuni | Foto: tatkala.co/Son

Tangannya meliuk dengan jari-jari yang lentik. Kakinya pelan, dengan anggun membawakan tarian dan tubuh cantiknya. Puspa Winangun, itulah nama tabuh yang mengiringi Komang Erni menari.

Tabuh dan tarian itu mempresentasikan gadis desa yang sedang kasmaran. Perawan. Komang Erni membawakannya dengan penuh perasaan dan penghayatan. Di tengah tarian, setelah ia menggibaskan slendangnya—yang seperti menggibaskan rambutnya yang panjang itu—kipas dikibarkannya di tengah tarian. Ia menari dengan kipas. Ia menari dengan cantik dengan jiwanya yang berbunga-bunga.

Sementara Erni masih menari, dari arah barat, Komang Hendi Darmawan (48), penonton, di dorong teman-temannya untuk segera ngibing. Tampaknya, ia agak malu-malu. Itulah barangkali cerita yang hendak dibangun.

Komang Erni Sri Wahyuni mendapat ibingan macan tutul dari seorang pengibing | Foto: tatkala.co/Son

Di atas panggung, beberapa langkah ia berjauhan dengan Komang Erni, seperti memberi space percakapan batin barangkali.

Lelaki paruh baya itu kemudian ngibing dengan lihai. Tangannya meliuk dengan badannya yang lincah berpindah pijak. Matanya penuh rayuan. Sebuah awalan yang bagus untuk menyambung cerita: didorong-dorong teman.

Sederhananya Etika Ngibing

“Saya suka ngibing. Tadi itu gaya merayu..” kata Komang Hendi. “Bahwa lelaki, saat mendekati perempuan, itu tidak boleh terburu-buru, kita harus memberikan waktu dan membuat penasaran si perempuan,” lanjutnya.

Pandangan Komang Erni seketika tajam, seperti mempertanyakan siapa lelaki yang datang itu, sebagaimana ia mencitrakan sebagai gadis desa dalam buruan lelaki yang misterius. Ia lalu menarikan, sesuai apa yang diwacanakan—cerita yang dibangun Komang Hendi.

Mula-mula mereka berjauhan, musik seketika berubah menjadi cepat. Mereka berdekatan kemudian, seakan memberi isyarat, lelaki itu telah berhasil membujuknya—untuk didekati. penonton bersorak, anak-anak bersorak. Tarian itu selesai dengan salaman.

Tu Meli ngibing dengan Fitri Yudiastuti | Foto: tatkala.co/Son

“Dalam ngibing, yang penting tidak boleh melakukan tindakan yang tidak senonoh. Itu gak boleh. Harus sopan, harus berseni, menghibur!” tegas Komang Hendi.

Berbeda dengan Dida (20) dalam gaya ngibing-nya. Ia justru melakukan gaya tarian macan tutul—istilahnya sendiri—yang agresif. Dari arah yang sama, barat, ia menekuk lututnya dan sorot matanya sangat tajam seakan macan sedang melihat mangsanya.

Tetabuhan semakin keras—melihat agresifitas Dida. Ia menarikan gaya macan kemudian. Tangan seperti hendak mencakar. Ia seperti mempresentasikan sebagai lelaki penuh energik dan kesatria. Sesekali ia mengelilingi tubuh sang penari. Ketika musik pelan, ia mendekati penari itu.

Di sini, Komang Erni seperti ketakuan. Ia mencitrakan gadis desa yang difensif. Tetapi di tengah cerita bahwa lelaki itu ksatria, ia menari mendekati Didu. Mereka menari dengan harmonis.

Ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak saat menonton lomba ngibing PSB | Foto: tatkala.co/Son

Di sini, gaya tarian pada pengibing dan penari, memiliki kontak sosial dalam membangun cerita, barangkali melalui batin tadi. Bagaimana konflik diciptakan dengan plot yang spontan. Tentu, ini tidak mudah dan di situlah salah satu bagian menghiburnya. Bercerita.

Seperti pada penari yang ke dua, Fitri Yudiastuti (40), di sana ia menarikkan tarian Sekarjepun lebih dulu.

Pada tarian yang ia bawakan, lebih energik dari tarian Puspa Winangun. Tarian Sekarjepun adalah tarian yang mengisahkan tentang bentuk kegembiraan para petani pasca panen. “Sebab itulah tariannya energik. Berbeda dengan tarian sebelumnya yang lebih lembut,” kata Fitri.

Sebagai peserta ngibing, Tu Meli (25) yang juga memiliki latar belakang penari, seolah tahu apa yang harus dilakukan. Ia ngibing dengan energik pula. Bahkan, di tengah mengibing, seperti sudah paham, si penari meladeni Tu Meli dengan gerakan odong-odong (numpak jaran), pergi mengitari space di panggung dengan cara berantai, atau sebagaimana odong-odong itu pergi berjalan. Hepi. Geyal-geyol, Semeton.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Kesenian Joged Bumbung, Warisan Budaya yang Populer dan Problematik
Belajar dari Penertiban Joged Era Belanda
Tari Joged, Dulu Dipingit, Kini Diumbar
Ratih Ayu Apsari Kampanye Joged Bumbung di Jalanan Berkeley, California
Seribu Mahasiswi Undiksha Menari Joged Bumbung Serentak, Bayangkan Betapa Hebohnya…
Tags: joged bumbungjoged jaruhngibingPaguyuban Seniman BaliTari Joged Bumbung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Bahasa Bali dari Komik Beluluk

Next Post

Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Merajut Keberagaman, Belajar Buddhisme Hingga ke Negeri Gajah Putih Bersama Para Bikkhu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co