25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ratih Ayu Apsari Kampanye Joged Bumbung di Jalanan Berkeley, California

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
September 24, 2022
in Persona, Pilihan Editor
Ratih Ayu Apsari Kampanye Joged Bumbung di Jalanan Berkeley, California

Ratih Ayu Apsari menari joged dalam festival Solano Stroll, di perbatasan kota Albany dan Berkeley, California, AS, | Foto: Akun FB Ratih Ayu Apsari

Di jalanan terbuka, di tengah gemuruh festival Solano Stroll, di perbatasan kota Albany dan Berkeley, California, AS, suasana cerah di bawah langit cerah berawan. Terlihatlah di antara keramaiian sejumlah penari joged bumbung diiringi jegog khas Jembrana.

Orang-orang dari Albany atau dari Berkley, atau dari luar dua kota itu, menyaksikan tari joged khas Bali dengan pernari ngengol gemulai sambil berdiri atau duduk. Atau sambil berlalu. Hari itu, 11 September 2022.

Salah satu penari joged itu adalah Ratih Ayu Apsari. Kenal dia? Ia adalah perempuan dari Bali. Ia pernah menjadi dosen ilmu matematika di Undiksha Singaraja, lalu diangkat jadi dosen tetap di Universitas Mataram (Unram), Lombok, NTB.

Ratih Ayu Apsari berpose usai menari di festival Solano Stroll, di perbatasan kota Albany dan Berkeley, California, AS | Foto: Akun FB Ratih Ayu Apsari

Tahun 2021 ia ke Berkeley, California, untuk melanjutkan studi PhD in Education di University of California, Berkeley. Bidang keilmuan yang ditekuninya adalah pembelajaran matematika.

Kenapa kemudian suka menari di negeri orang?

“Tanpa disangka sebelumnya, saya bertemu dengan kelompok musik dan tari tradisional Bali yang bernama Gamelan Sekar Jaya (GSJ), berlokasi di Berkeley, hanya 15 menit jalan kaki dari tempat tinggal saya,” kata Ratih dalam percakapan melalui WA, Sabtu 17 September malam.

Perkenalannya dengan GJS itu membawanya kemudian ke atas pentas tari dari acara ke acara, dari festival ke festival di California.

Pada festival Solano Stroll itu ia menari bersama Cok Istri Putri Rukmini yang merangkap sebagai koreografer, Luh Andrawati dan Monali Varaiya. Iringan musiknya bukan rindik atau tingklik, melainkan jegog Gamelan Sekar Jaya dengan aransemen: Gede Oka Negara yang memang berasal dari Jembrana, Bali..

Mulai dari Gamelan Sekar Jaya

Ratih Ayu Apsari pun menjadi penari di Gamelan Sekar Jaya. GSJ (gsj.org) berdiri sejak 1979 dan merupakan salah satu kelompok pegiat seni dan budaya Bali yang sangat terkenal di Amerika Serikat.

Konsistensi GJS dalam mempelajari dan menyebarluaskan kecantikan budaya Bali, terutama musik dan tari, membuat komunitas ini selalu dinanti-nanti penampilannya. Anggotanya terdiri dari siapa saja yang ingin belajar dan mencintai budaya Bali.

Sejak tahun lalu, kelompok gamelan dan tari sudah mulai aktif pentas lagi setelah sebelumnya hanya melalui zoom karena pandemi.

“Karena beberapa kali pentas dengan GSJ sepanjang Agustus dan September, saya jadi terkoneksi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco, dengan kelompok-kelompok gamelan lain di California, dan terhubung juga dengan komunitas diaspora Indonesia di California,” kata Ratih.

Ratih Ayu Apsari berpose bersama pengunjung festival | Foto: Akun FB Ratih Ayu Apsari

Sepanjang Agustus  hingga September 2022 ini, Ratih mencoba membawakan sekaligus memperkenalkan tarian joged di kota-kota di California, baik secara sendiri maupun berkelompok. Kenapa joged?

“Awalnya karena ada event diaspora Indonesia di Sacramento di mana KJRI meminta saya membantu mengisi acara dan membawakan dua tari. Saya pilih condong dan joged karena riasan rambutnya tidak sulit dan konsepnya sesuai untuk festival rakyat,” kata Ratih.

Event diaspora Indonesia itu berlangsung 20 Agustus 2022 di Sacramento, California. Nama acaranya, Pesta Rakyat-Bazaar Nusantara. Saat itu Ratih menari joged sendirian dengan diiringi musik rekaman tabuh joged bumbung.

Dan sungguh membanggakan, antusiasme penonton untuk menyaksikan joged dalam acara itu membuat KJRI ingin menampilkan joged kembali untuk acara resepsi yang mengundang perwakilan negara tetangga.

Di lain pihak, bersama dengan GSJ ia juga menyiapkan penampilan joged dengan diiringi jegog. Sekaa jegog GSJ berlatih di bawah pimpinan Bapak Gede Oka Negara, yang merupakan putra dari almarhum Pekak Jegog Suar Agung, Negara-Bali.

“Nah, pentas joged di festival Solano Stroll itu adalah pentas joged pertama bersama GJS,” ujar Ratih.

Festival Solano Stroll adalah jalanan terbesar yang diadakan setiap tahunnya oleh dua kota yang bertetangga: Berkeley dan Albany. Festival ini dimaksudkan untuk mempromosikan bisnis lokal, artis, kesenian, komunitas, merayakan keberagaman yang mewarnai kota.

Sukses dari festival Solano Stroll, Ratih kembali diundang dalam acara resepsi KJRI, Jumat 16 September 2022. Undangan yang menonton saat itu pejabat kota setempat, diplomat dari berbagai negara sahabat, pimpinan asosiasi bisnis, pemerhati dan penggiat budaya dan seni dari museum dan perguruan tinggi, pengusaha, dan diaspora Indonesia  lokasi.

Persiapan menari dalam acara resepsi di Wisma KJRI San Francisco | Foto: Akun FB Ratih Ayu Apsari

Dalam acara resepsi di Wisma KJRI San Francisco itu,  Ratih menari dengan diiringi musik angklung dari Gamelan Sekar Swarasanti, Santa Cruz. Saat itu Ratih Ayu Apsari menari bersama I Made Moja.

Tidak sampai di situ, Minggu 24 September 2022 kelompok GJS juga akan pentas di Nevada City dan salah satu tari yang dibawakan adalah joged. Koreografi ‘ngelembar’ terbaru untuk joged GSJ yang diaransemen berdasarkan jegog GSJ dari Pak Gede Oka Negara, digubah oleh Cok Istri Putri Rukmini atau biasa dipanggil Cok Pring dari Singapadu Gianyar.

Cok Istri Putri Rukmini merupakan guru tari tamu di GJS yang diundang untuk mengajar menari selama 10 bulan atau sampai dengan Juni 2023.

Joged dalam Pandangan Ratih

Menurut Ratih, menarikan tari joged memang punya tantangannya sendiri. Dan ia senang bisa menaklukkan tantangan itu sekaligus melakukan semacam kampanye joged bumbung yang cantik, menarik, dan sesuai pakem joged bumbung yang dicintai di Bali.

Apa tantangan menari joged bumbung?

Pertama, kata Ratih, sangat banyak improvisasi karena tarian ini mengedepankan interaksi dengan penonton. Biasanya penari punya 2-3 menit untuk mempertunjukkan gerakan pembuka, lalu berikutnya begerak bebas menurut irama yang disesuaikan dengan penonton yang ikut menari– ‘pengibing’.

Walaupun bebas, gerakannya juga masih terikat pakem tari pun menyesuaikan juga dengan alunan musik. Komunikasi antara pemain musik—seperti musek angklung, rindik, atau jegog—  dan penari dilakukan dalam nada dan gerak, serta menyesuaikan animo penonton.

Tantangan yang kedua adalah dalam mengajak penonton untuk ikut menari. Oleh karena itu, penari joged harus terlihat ceria dan manis, agar yang melihat juga ingin serta menari. Tak jarang, imej centil juga disematkan pada penari joged– karena vibrasi ramah tamah yang ingin disajikan.

Perempuan cantik dan ramah adalah kombinasi cemerlang yang ironisnya sering disalahterjemahkan sebagai nakal. Inilah yang membawa tarian ini pada masalah ketiga.

Ratih menari dengan riang | Foto: Akun FB Ratih Ayu Apsari

Sebagai tari sosial yang mengajak penonton ikut menari, tujuannya tentu adalah untuk menghibur dan memberi pengalaman bergerak mengikuti irama– selain meningkatkan rasa percaya diri juga bertujuan untuk menghibur hati yang gundah. Sayangnya, oleh beberapa oknum, tari ini kemudian dibawakan dengan tidak senonoh.

“Inilah tantangannya. Ketika citra negatif disematkan pada tari yang sebenarnya tidak digubah untuk tujuan negatif, penari yang tidak setuju punya dua opsi: menjauhi atau memperkenalkan versi yang santun,” kata Ratih.

Untuk melawan stigma itu,  Ratih menyatakan sangat senang bisa bersama-sama mempopulerkan tari joged yang sesuai pakem, menghibur, dan cantik.

“Di California, pengibing kami terdiri dari berbagai golongan dan usia, tua muda, laki-laki, perempuan, dan mungkin ada non-biner gender,” katanya.

Pengibing termuda yang pernah diajak menari adalah anak laki-laki yang kira-kira berusia dua atau tiga tahun.

“Anak itu lama diam memandangi saya, akhirnya ia tertawa dan ikut bergerak– bahkan berputar walau langkahnya pelan,” cerita Ratih.

Ketika penari menarikannya dengan santun, pengibing pun demikian. “Rasanya senang melihat penonton terhibur, apalagi jika berhasil membuat mereka merasa puas dengan dirinya sendiri yang mencoba menari,” ujar Ratih. [T]

Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Tags: Californiajoged bumbungseni tariUndikshaUniversitas Mataram
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rumah Tubuh Puri Senja

Next Post

Peradah Bali “Baca” Arah Masa Depan Bali: Berapa Tanah Tersisa, Berapa Sungai Berair

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Peradah Bali  “Baca” Arah Masa Depan Bali: Berapa Tanah Tersisa, Berapa Sungai Berair

Peradah Bali “Baca" Arah Masa Depan Bali: Berapa Tanah Tersisa, Berapa Sungai Berair

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co