9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

Jaswanto by Jaswanto
October 29, 2024
in Liputan Khusus
Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

Seorang ibu sedang memeriksakan kesehatan anaknya | Foto: Dok. PPID Buleleng

PADA awal tahun, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Buleleng menggelar Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Pangan Lokal di kawasan Krisna Beach Street, Kamis (28/3/2024). Lomba tersebut diselenggarakan untuk menggali dan mempromosikan ragam inovasi kuliner yang bersumber dari bahan pangan lokal.

Selain itu, meski terkesan pragmatis dan seremonial, lomba inovasi kuliner berbahan pangan lokal ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pencegahan stunting di Kabupaten Buleleng. “Kami harap olahan pangan lokal ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting. Dengan kegiatan ini, masyarakat dapat berkreasi untuk memunculkan menu-menu baru yang bergizi, aman, dan sehat,” ungkap I Gede Sandhiyasa, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng.

Bahwa kesehatan gizi anak-anak merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal—dan berpengaruh sampai usia dewasa—, maka pemerintah, termasuk Pemerintah Buleleng, Bali, tak mau abai perihal tersebut. Sebab, memperlakukan kesehatan gizi anak balita dengan semena-mena bukan saja menyalahi aturan hak-hak sebagai warga negara, tapi juga bukti bahwa pemerintah sedang menggali lubang kuburnya sendiri—anak balita adalah masa depan bangsa.

Di daerah-daerah, di pelosok-pelosok desa, secara umum terdapat 3 masalah gizi utama yang sering terjadi kepada anak-anak balita, yaitu kekurangan gizi (wasting dan stunting), kekurangan zat gizi mikro (seperti anemia), dan kelebihan gizi (kegemukan dan obesitas).

Dalam hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2022 (SSGI 2022), terungkap bahwa 1 dari 12 anak balita di Indonesia mengalami wasting, dan1 dari 5 anak balita menderita stunting. Tentu saja Buleleng juga tak luput dari kondisi demikian.

Namun, program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng telah menunjukkan hasil yang melegakan—setidaknya angka stunting mengalami penurunan yang signifikan. Sebagaimana telah banyak dikabarkan, prevalensi stunting Buleleng yang tinggi menurut SSGI pada tahun 2021 silam—yakni sebesar 8,9%, dan meningkat pada tahun 2022 menjadi 11 %—, menurut data terakhir ePPGBM pada bulan Februari 2024, prevalensi stunting di kabupaten dengan wilayah terluas di Bali ini menunjukkan penurunan menjadi 3,5 %.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, dalam sambutannya pada kegiatan rembuk stunting pada awal tahun 2024 yang dilaksanakan di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja.

“Meski mengalami penurunan, usaha intervansi stunting harus tetap terlaksana bersama secara konvergensi antara pemerintah kabupaten, desa, lembaga swadaya, lembaga donor, dan seluruh masyarakat. Keberhasilan intervensi stunting memerlukan kerjasama lintas program dan lintas sektor, mulai dari perencanaan penganggaran, implementasi, monitoring, dan evaluasi,” tegas Suyasa, yang juga mantan Kadisdikpora Buleleng itu.

Suyasa menekankan, masalah stunting di Kabupaten Buleleng masih perlu mendapat perhatian serius. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan dapat berdampak pada perkembangan janin.

Sebagaimana telah banyak disampaikan ahli kesehatan, bahwa seribu hari pertama kehidupan adalah periode yang sensitif bagi seorang anak sebab dampak dari pemenuhan gizi dan nutrisi lain yang tidak terpenuhi akan bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki. “Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus untuk pemenuhan gizi anak pada periode ini,” Suyasa menambahkan.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng I Nyoman Riang Pustaka, Pemerintah Buleleng harus terus-menerus menggelar kegiatan rembuk stunting untuk memastikan sejauh mana perencanan dalam mengintervensi angka stunting di Buleleng dikatakan berhasil.

Riang Pustaka menyebut upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng akan terus berlanjut untuk mencapai target nasional yang telah ditetapkan. “Kerjasama antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, lembaga swadaya, dan seluruh masyarakat menjadi kunci dalam menangani masalah ini,” ujarnya.

Sekadar informasi, upaya Pemkab Buleleng menurunkan prevalensi stunting hingga mencapai 6,2 persen sesuai hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mendapatkan penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia.

Strategi  4T dan Program Lainnya

Selain komitmen seluruh jajaran Pemkab Buleleng yang bergotong royong dalam mencegah dan menangani stunting, strategi kampanye edukatif 4T—atau 4 Terlalu—juga menjadi program yang cukup efektif dan mengantarkan Buleleng menjadi salah satu dari 15 kabupaten/kota dengan angka prevalensi stunting terendah se-Indonesia dan berada pada nomor urut ke-3 prevalensi stunting terendah di Provinsi Bali.

“Buleleng menempati posisi ke-6 dari 15 kabupaten/kota se-Indonesia dengan prevalensi stunting 6,2 persen,” ungkap Kepala DP2KBP3A Buleleng I Nyoman Riang Pustaka usai menerima penghargaan serangkaian Hari Keluarga Nasional ke-31 tahun 2024 di Merapi Grand Ballroom, Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2024).

Penyuluhan edukatif dengan tema 4T menyasar calon penantin (catin), fokus pada 4 isu yang dianggap menjadi penyebab tingginya angka stunting di Buleleng, yaitu usia ibu yang terlalu muda dan terlalu tua, jarak persalinan yang terlalu sering, serta jumlah persalinan yang terlalu banyak.

Strategi 4T ini berkaitan erat dengan edukasi pra-nikah yang juga menjadi salah satu bagan dari kerja-kerja Pemkab Buleleng dalam mempercepat penurunan angka stunting. Edukasi pra-nikah termasuk bagian dari Program Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga Kependudukan Keluarga Berencana Dinas P2KBP3A Buleleng.

Menurut Riang Pustaka, program Bangga Kencana ini bertujuan menyiapkan keluarga yang berkualitas. Sebuah keluarga dianggap berkualitas jika sudah ada dimensi kemandirian, ketentraman, dan kebahagiaan di dalam keluarga tersebut. Dan untuk menjalankan program tersebut, dibentuklah Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang anggotanya ada di setiap desa di Buleleng.

“TPK inilah yang kemudian melakukan pendampingan terhadap pasangan yang akan berkeluarga maupun yang sudah berkeluarga. Mereka berkoordinasi dengan desa-desa adat dan lembaga lain untuk mengetahui siapa-siapa pasangan yang akan menikah, lalu diberikan pendampingan, terutama dalam pencegahan stunting,” Riang Pustaka menjelaskan.

TPK Buleleng beranggotakan 1.830 kader di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Pada tahun 2023, TPK Buleleng melaporkan telah mengedukasi 1.030 warga yang menikah dan hingga bulan Mei 2024, sebanyak 232 pasangan yang telah dibimbing dan diedukasi. Itu angka yang mengesankan.

Selain strategi 4T, sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, Pemerintah Buleleng juga membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S)—tim yang dibentuk pemerintah untuk mengatasi masalah stunting.

Tujuan TP2S adalah untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia dari 21% menjadi 14% pada tahun 2024. TP2S dikoordinasikan oleh Kedeputian Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia, Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia. Wakil Presiden RI menjabat sebagai Ketua Pengarah TP2S Pusat.

Di Buleleng, TP2S tak hanya dibentuk di kota saja, tapi juga di kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Buleleng. “Di tingkat desa/kelurahan bahkan sudah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara mengidentifikasi faktor risiko stunting, pelayanan KIE, kesehatan, dan lainnya,” ujar Riang Pustaka.

Sebagai bagian dari TP2S di pedesaan, ada 4 sasaran besar pendampingan TPK yakni calon pengantin (catin), ibu hamil, pasca persalinan, serta pengasuhan dan tumbuh kembang anak di bawah 5 tahun (balita). “Dari empat sasaran besar tersebut, kami fokus pada catin. Melakukan KIE, skrining minimal tiga bulan pranikah untuk mengetahui faktor risiko stunting,” kata Riang Pustaka.

Dalam mengatasi stunting, Pemerintah Buleleng cukup optimis, apalagi kini sudah ada rumah sakit khusus untuk ibu dan anak di Buleleng. “Dengan adanya rumah sakit khusus ibu dan anak di sini, semoga memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan kesehatan di Kabupaten Buleleng,” ujar Ketut Lihadnyana, Pj Bupati Buleleng, usai peresmian RSIA Puri Bunda Singaraja, Sabtu (30/3/2024) siang.

Sementara itu, Direktur Utama RSIA Puri Bunda Singaraja, dr. Ida Bagus Semadi Putra, Sp.OG., dengan tulus menerima ajakan Pemkab Buleleng untuk menurunkan stunting dan fokus pada kesehatan ibu dan anak pada umumnya. Ia berharap, hadirnya rumah sakit ini dapat memberikan sumbangsih bagi kesehatan dan kesejahteraan di Buleleng. “Kami berkomitmenuntuk membantu pemerintah dalam mengentaskan stunting di Buleleng,” ujar dr. Semadi Putra.

Kini, sebagaimana telah disampaikan di atas, prevalensi stunting Buleleng yang awalnya tinggi, 8,9 % tahun 2021 dan meningkat menjadi 11 % pada tahun 2022, menurut data mutakhir ePPGBM pada, menunjukkan penurunan menjadi 3,5 % per Februari 2024. Sebuah usaha yang melegakan, tentu saja.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Pemuda-Pemuda Buleleng Ukir Prestasi di Beragam Bidang: Dari Seni, Olahraga Hingga Pertanian
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Warga Buleleng Merayakan Hasil-Hasil Pembangunan di Hari Kemerdekaan
Jejak Ragam Patriotisme pada Hari Kemerdekaan di Buleleng
Tags: bulelengpenurunan stuntingstunting
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pentas Intim Maestro Kentrung Pati Mbah Djaswadi: Fase Rawat Pekan Kebudayaan Nasional

Next Post

Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails
Next Post
Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co