3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Slamat Trisila by Slamat Trisila
October 29, 2024
in Historia
Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Slamat Trisila

“A historis!” demikian penilaian seorang dosen penguji terhadap tulisan mahasiswa sejarah dalam suatu ujian skripsi pada perguruan tinggi negeri di Bali di ujung senja era Orde baru. Penilaian itu tidak luput sasaran karena sang mahasiwa tidak menulis sejarah layaknya historiografi yang kronologis dan tentunya bersifat prosesual yang terlanjur menjadi pakem penulisan sejarah di Indonesia.

Kecerobohan mahasiswa di mata dosen penguji adalah abai terhadap pentingnya urutan waktu apalagi dalam rentangan waktu yang cukup lama. Sejarah yang konvensional memang disandarkan untuk dikenang sebagai peristiwa yang teruntai dari masa lampau pada waktu (zaman) tertentu. Alhasil skripsi yang agak ambisius itu direparasi hingga lebih santun untuk dikonsumsi untuk lingkungan terbatas.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebenarnya karya Denys Lombard telah diterbitkan dengan judul Nusa Jawa Silang Budaya: Kajian Sejarah Terpadu (1996) dari tulisan aslinya Le Carrefour Javanais: Essai d’histoire globale dalam 3 jilid telah terbit tahun 1990.

Sang mahasiswa baru sadar bahwa skripsinya ada beberapa kemiripan bentuk penulisan -walaupun tidak bisa dibilang percis dan menandingi- dengan karya Denys Lombard. Sebuah pledoi yang terlambat!

***

Denys Lombard dalam mengeksplanasikan penulisannya pada tataran temporal bersifat acak, namun mempunyai kekuatan urutan waktu berdasarkan tematis yang sangat digandrungi di belahan Eropa. Penulisan tersebut lebih dikenal dengan sejarah total atau l’histoire totale. Sejarah total lebih agresif didengungkan para sejarawan Prancis yang tergabung dalam wadah mazab Annales yang didirikan oleh Marc Bloch dan Lucian Febre tahun 1929.

 Gaungnya lebih semakin nyaring dengan penerbitan junal jurnal Annales d’Histoire Economique et Sociale (“Annals Sejarah Ekonomi dan Sosial”), dan semakin populer ketika Fernand Braudel menulis La Mediterrane et le monde mediterraneen a l’epoque de philippe II (Mediterania da Dunia Mediterania pada masa Philip II). Pada era kontemporer, selain Denys Lombard berhasil dengan Sejarah Jawa a la sejarah total, sementara dari kalangan akademisi non-Madzab Annales, yakni Antony Reid bereksperimen dengan sejarah total dalam melihat kurun niaga di Asia Tenggara dengan label tulisannya, Shoutheast Asia in the Age of Commerce 1450-1680 vol. I & II (1988 dan 1993).

Ruh penulisan sejarah total terletak pada kekuatan dan kekayaan data untuk memberi tekanan eksplanasi, terutama pada sudut struktural. Umumnya warna yang mendominasi bersifat monografis, yang telah ditentukan dengan kerangka yang sistematis. Penulisan sejarah total merupakan karya akbar yang –benar-benar total- selalu tidak cukup ditulis dalam satu jilid dan tidak jarang hasil akhirnya seperti karya “ensiklopedis,” tetapi bukan ensiklopedia. Karena semua aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya, etnik dan agama terkaver dalam stigma historisitas. Kekayaan data yang melimpah ruah untuk menopang bangunan sebuah rekonstruksi sejarah total yang terkadang sebuah jebakan yang menggiring penulisnya memasuki wilayah narrative history daripada yang diharapkan sebagai tulisan analityc history.

Beberapa hal yang seharusnya mendukung penulisan sejarah total justru menjadi tikungan yang menjatuhkan. Misalnya, tradisi penulisan sejarah di Indonesia memperlakukan ilmu geografi melulu sebagai latar belakang historis yang bersifat pasif. Padahal mazab Annales sangat mengandalkan pentingnya pendekatan ruang atau geografis. Celakanya, di Indonesia juga masih sumbang untuk memadukan proses diakronis dengan sinkronis, dengan kata lain sangat muskil untuk mempertautkan tulisan sejarah yang bersifat prosesual dengan struktural. Dan memang sejarawan Indonesia belum ada (sepanjang yang penulis ketahui) yang mencoba untuk menulis dengan “pena” sejarah total.

***

Bali tak ubahnya Pulau Jawa yang secara geografis merupakan pemadatan teritorial yang dibatasi oleh lautan tanpa dikurangi sejengkalpun untuk daerah lain. Sebagai satu kesatuan wilayah dalam ukuran kecil, dengan segala potensinya, seperti sosial, ekonomi, bahasa, budaya, dan agama sangat mendukung penggarapan tulisan yang bernuansa sejarah total. Jika Denys Lombard bisa menoreh karya agung (bukunya sudah cetak ulang kelima tahun 2018) dengan mengekploitasi dan mengekplorasi dari kekuatan yang dalam pada sejarah Jawa. Kenapa Bali tidak? 

Tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas historiografi tentang Bali yang telah dilakukan oleh penulis asing hingga sejarawan nasional ataupun lokal -sampai kini- belum terbingkai dalam sejarah total. Penulisan sejarah total untuk merekonstruksi peristiwa masa lampau sebuah pilihan bukan suatu keharusan untuk memperlakukan histosisitas Bali sebagai aset dan bahan riset akademis.

Buku Sejarah Bali: Dari Prasejarah Hingga Modern (2015) karya berbersama yang dieditori oleh I Wayan Ardika dan I Gde Parimartha. Buku dengan ketebalan 700-an halaman merupakan proyek ambisius dari penerbit Udayana University Press. Sayangnya, buku tersebut bukan karya utuh, namun karya kompilasi. Sehingga ada beberapa tema atau sudut sejarah Bali yang tidak terekam dalam buku tersebut. Terlepas dari kekurangannya, buku ini masih satu-satunya saat ini yang terpublikasi dengan “semangat” sejarah total dalam melihat sejarah Bali dalam rentang waktu yang panjang.

Kegamangan setiap sejarawan dalam mencoba menulis secara utuh adalah keandalan data yang dimiliki. Bukti keras memang penting, tetapi lebih penting adalah mengungkap sebuah peristiwa dengan bukti yang ada. Penulisan sejarah tidak pernah final dan terus menjadi bagian dari proses perubahan yang memungkinkan bisa diperbaiki jika ditemukan bukti-bukti baru yang lebih valid. Dukungan sumber literer tradisonal dan sumbangan tradisi lisan yang masih terekam dalam ingatan kolektif masyarakat merupakan bagian dari sumber-sumber berserakan, yang cukup untuk membangun peristiwa sejarah.

Merintis sebuah penulisan baru bukan berarti menjustikasi secara absolut terhadap penemuan (sejarah) baru. Yang terpenting dalam penulisan sejarah total Pulau Dewata memberikan landasan esprite de suite untuk membuka ruang diskusi bagi publik agar intens terlibat dalam wacana kritis dan akademis, sehingga cepat atau lambat akan menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk menggarap secara utuh buku babon sejarah Bali. [T]

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX
Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika
Mengkomunikasikan Sejarah dengan Nurani
Pertemuan Sejarah dan Pariwisata: Perihal Kebebasan Sejarah
Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan
Sejarah Panjang Kemunculan Wayang
Merevisi Nukilan Sejarah Visual | “Erotic Relief” Karya Nieuwenkamp & Relief Bale Kulkul di Klungkung
Sejarah Kesehatan dan Kebangkitan Nasional(isme) Indonesia
Selintas Sejarah Berdirinya Patung Singa Ambara Raja, Maskot Kota Singaraja
Sirih dan Sejarah Budaya Kita
Tags: Pendidikanpendidikan sejarahpenulisan sejarahsejarahsejarah baliSlamat Trisila
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

Next Post

Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Slamat Trisila

Slamat Trisila

Pegiat perbukuan dan sejarawan yang lahir di Surabaya, menyelesaikan S-1 Sejarah dan S-2 Kajian Budaya di Universitas Udayana. Merambah ke dunia kepenulisan melalui Penelitian Sejarah Korban Peristiwa G-30-S 1965 untuk wilayah Bali-Lombok diselenggarakan oleh Ford Foundation dan Yayasan Lontar Jakarta. Sejak tahun 2001 hingga sekarang mengelola Pustaka Larasan yang sudah menerbitkan sekitar 700-an judul buku.

Related Posts

Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

by Jaswanto
October 17, 2023
0
Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

TIGA HARI sebelum berpulang ke asal, sangkan paraning dumadi, salah seorang pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta, Hamdi El Gumanti, memberinya...

Read moreDetails

Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

by Jaswanto
October 11, 2023
0
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

ADA pertanyaan menarik dari Muhiddin M. Dahlan dalam program JASMERAH di kanal YouTube Mojokdotco setahun yang lalu. “Biasanya Aidit itu...

Read moreDetails

Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

by tatkala
February 9, 2023
0
Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

SEJARAH PERS tak lepas dari sejarah kelahiran dan perkembangan media di Bali. Dan, sejarah media di Bali dimulai dari Buleleng,...

Read moreDetails
Next Post
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co