12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Slamat Trisila by Slamat Trisila
October 29, 2024
in Historia
Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Slamat Trisila

“A historis!” demikian penilaian seorang dosen penguji terhadap tulisan mahasiswa sejarah dalam suatu ujian skripsi pada perguruan tinggi negeri di Bali di ujung senja era Orde baru. Penilaian itu tidak luput sasaran karena sang mahasiwa tidak menulis sejarah layaknya historiografi yang kronologis dan tentunya bersifat prosesual yang terlanjur menjadi pakem penulisan sejarah di Indonesia.

Kecerobohan mahasiswa di mata dosen penguji adalah abai terhadap pentingnya urutan waktu apalagi dalam rentangan waktu yang cukup lama. Sejarah yang konvensional memang disandarkan untuk dikenang sebagai peristiwa yang teruntai dari masa lampau pada waktu (zaman) tertentu. Alhasil skripsi yang agak ambisius itu direparasi hingga lebih santun untuk dikonsumsi untuk lingkungan terbatas.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebenarnya karya Denys Lombard telah diterbitkan dengan judul Nusa Jawa Silang Budaya: Kajian Sejarah Terpadu (1996) dari tulisan aslinya Le Carrefour Javanais: Essai d’histoire globale dalam 3 jilid telah terbit tahun 1990.

Sang mahasiswa baru sadar bahwa skripsinya ada beberapa kemiripan bentuk penulisan -walaupun tidak bisa dibilang percis dan menandingi- dengan karya Denys Lombard. Sebuah pledoi yang terlambat!

***

Denys Lombard dalam mengeksplanasikan penulisannya pada tataran temporal bersifat acak, namun mempunyai kekuatan urutan waktu berdasarkan tematis yang sangat digandrungi di belahan Eropa. Penulisan tersebut lebih dikenal dengan sejarah total atau l’histoire totale. Sejarah total lebih agresif didengungkan para sejarawan Prancis yang tergabung dalam wadah mazab Annales yang didirikan oleh Marc Bloch dan Lucian Febre tahun 1929.

 Gaungnya lebih semakin nyaring dengan penerbitan junal jurnal Annales d’Histoire Economique et Sociale (“Annals Sejarah Ekonomi dan Sosial”), dan semakin populer ketika Fernand Braudel menulis La Mediterrane et le monde mediterraneen a l’epoque de philippe II (Mediterania da Dunia Mediterania pada masa Philip II). Pada era kontemporer, selain Denys Lombard berhasil dengan Sejarah Jawa a la sejarah total, sementara dari kalangan akademisi non-Madzab Annales, yakni Antony Reid bereksperimen dengan sejarah total dalam melihat kurun niaga di Asia Tenggara dengan label tulisannya, Shoutheast Asia in the Age of Commerce 1450-1680 vol. I & II (1988 dan 1993).

Ruh penulisan sejarah total terletak pada kekuatan dan kekayaan data untuk memberi tekanan eksplanasi, terutama pada sudut struktural. Umumnya warna yang mendominasi bersifat monografis, yang telah ditentukan dengan kerangka yang sistematis. Penulisan sejarah total merupakan karya akbar yang –benar-benar total- selalu tidak cukup ditulis dalam satu jilid dan tidak jarang hasil akhirnya seperti karya “ensiklopedis,” tetapi bukan ensiklopedia. Karena semua aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya, etnik dan agama terkaver dalam stigma historisitas. Kekayaan data yang melimpah ruah untuk menopang bangunan sebuah rekonstruksi sejarah total yang terkadang sebuah jebakan yang menggiring penulisnya memasuki wilayah narrative history daripada yang diharapkan sebagai tulisan analityc history.

Beberapa hal yang seharusnya mendukung penulisan sejarah total justru menjadi tikungan yang menjatuhkan. Misalnya, tradisi penulisan sejarah di Indonesia memperlakukan ilmu geografi melulu sebagai latar belakang historis yang bersifat pasif. Padahal mazab Annales sangat mengandalkan pentingnya pendekatan ruang atau geografis. Celakanya, di Indonesia juga masih sumbang untuk memadukan proses diakronis dengan sinkronis, dengan kata lain sangat muskil untuk mempertautkan tulisan sejarah yang bersifat prosesual dengan struktural. Dan memang sejarawan Indonesia belum ada (sepanjang yang penulis ketahui) yang mencoba untuk menulis dengan “pena” sejarah total.

***

Bali tak ubahnya Pulau Jawa yang secara geografis merupakan pemadatan teritorial yang dibatasi oleh lautan tanpa dikurangi sejengkalpun untuk daerah lain. Sebagai satu kesatuan wilayah dalam ukuran kecil, dengan segala potensinya, seperti sosial, ekonomi, bahasa, budaya, dan agama sangat mendukung penggarapan tulisan yang bernuansa sejarah total. Jika Denys Lombard bisa menoreh karya agung (bukunya sudah cetak ulang kelima tahun 2018) dengan mengekploitasi dan mengekplorasi dari kekuatan yang dalam pada sejarah Jawa. Kenapa Bali tidak? 

Tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas historiografi tentang Bali yang telah dilakukan oleh penulis asing hingga sejarawan nasional ataupun lokal -sampai kini- belum terbingkai dalam sejarah total. Penulisan sejarah total untuk merekonstruksi peristiwa masa lampau sebuah pilihan bukan suatu keharusan untuk memperlakukan histosisitas Bali sebagai aset dan bahan riset akademis.

Buku Sejarah Bali: Dari Prasejarah Hingga Modern (2015) karya berbersama yang dieditori oleh I Wayan Ardika dan I Gde Parimartha. Buku dengan ketebalan 700-an halaman merupakan proyek ambisius dari penerbit Udayana University Press. Sayangnya, buku tersebut bukan karya utuh, namun karya kompilasi. Sehingga ada beberapa tema atau sudut sejarah Bali yang tidak terekam dalam buku tersebut. Terlepas dari kekurangannya, buku ini masih satu-satunya saat ini yang terpublikasi dengan “semangat” sejarah total dalam melihat sejarah Bali dalam rentang waktu yang panjang.

Kegamangan setiap sejarawan dalam mencoba menulis secara utuh adalah keandalan data yang dimiliki. Bukti keras memang penting, tetapi lebih penting adalah mengungkap sebuah peristiwa dengan bukti yang ada. Penulisan sejarah tidak pernah final dan terus menjadi bagian dari proses perubahan yang memungkinkan bisa diperbaiki jika ditemukan bukti-bukti baru yang lebih valid. Dukungan sumber literer tradisonal dan sumbangan tradisi lisan yang masih terekam dalam ingatan kolektif masyarakat merupakan bagian dari sumber-sumber berserakan, yang cukup untuk membangun peristiwa sejarah.

Merintis sebuah penulisan baru bukan berarti menjustikasi secara absolut terhadap penemuan (sejarah) baru. Yang terpenting dalam penulisan sejarah total Pulau Dewata memberikan landasan esprite de suite untuk membuka ruang diskusi bagi publik agar intens terlibat dalam wacana kritis dan akademis, sehingga cepat atau lambat akan menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk menggarap secara utuh buku babon sejarah Bali. [T]

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX
Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika
Mengkomunikasikan Sejarah dengan Nurani
Pertemuan Sejarah dan Pariwisata: Perihal Kebebasan Sejarah
Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan
Sejarah Panjang Kemunculan Wayang
Merevisi Nukilan Sejarah Visual | “Erotic Relief” Karya Nieuwenkamp & Relief Bale Kulkul di Klungkung
Sejarah Kesehatan dan Kebangkitan Nasional(isme) Indonesia
Selintas Sejarah Berdirinya Patung Singa Ambara Raja, Maskot Kota Singaraja
Sirih dan Sejarah Budaya Kita
Tags: Pendidikanpendidikan sejarahpenulisan sejarahsejarahsejarah baliSlamat Trisila
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

Next Post

Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Slamat Trisila

Slamat Trisila

Pegiat perbukuan dan sejarawan yang lahir di Surabaya, menyelesaikan S-1 Sejarah dan S-2 Kajian Budaya di Universitas Udayana. Merambah ke dunia kepenulisan melalui Penelitian Sejarah Korban Peristiwa G-30-S 1965 untuk wilayah Bali-Lombok diselenggarakan oleh Ford Foundation dan Yayasan Lontar Jakarta. Sejak tahun 2001 hingga sekarang mengelola Pustaka Larasan yang sudah menerbitkan sekitar 700-an judul buku.

Related Posts

Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

by Jaswanto
October 17, 2023
0
Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

TIGA HARI sebelum berpulang ke asal, sangkan paraning dumadi, salah seorang pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta, Hamdi El Gumanti, memberinya...

Read moreDetails

Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

by Jaswanto
October 11, 2023
0
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

ADA pertanyaan menarik dari Muhiddin M. Dahlan dalam program JASMERAH di kanal YouTube Mojokdotco setahun yang lalu. “Biasanya Aidit itu...

Read moreDetails

Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

by tatkala
February 9, 2023
0
Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

SEJARAH PERS tak lepas dari sejarah kelahiran dan perkembangan media di Bali. Dan, sejarah media di Bali dimulai dari Buleleng,...

Read moreDetails
Next Post
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co