2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika

Son Lomri by Son Lomri
October 29, 2024
in Khas
Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika

Prof Pageh dan Prof Sendratari dalam acara bedah buku Representasi Ideologi dalam Sastra Lekra

DISKUSI atau Ulas Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” karya I Wayan Artika, setidaknya telah memperkenalkan sastrawan-sastrawan Lekra dahulu, di mana karya-karya mereka memiliki muatan perjuangan atau perlawanan rakyat, terutama buruh melalui puisi dan cerpen.

Para peserta diskusi, yang kebanyakan mahasiswa itu, setidakna mengetahui adanya pergulatan ideologi dalam karya-pengarang puisi dan cerpen, terutama ideologi yang berkaitan dengan sejarah politik dan kebangsaan di masa lalu. Dengan begitu, generasi masa kini bisa terbebaskan dari tuduhan sebagai ahistoris, melainkan generasi ang punya keingintahuan besar tentang sejarah, setidaknya melalui karya-karya sastra,   

Diskusi itu sendiri menghadirkan pembicara sosiolog Prof. Dr. Luh Sendratari, M.Hum. dan dosen sejarah Prof. I Made Pageh, M.Hum. Diadakan Rabu, 23 September 2024 di Gedung Auditorium SMA Lab Undiksha.

Acara itu diselenggarakan berkaitan dengan Festival Literasi Akar Rumput 2024 ang digelar Komunitas Desa Belajar Bali berkolaborasi dengan Clio Club dan Komunitas Literasi Bali Utara.

Peserta yang kebanyakan mahasiswa dalam acara Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” | Foto; tatkala.co/Son

Bolehlah—untuk sementara waktu—kita tidak khawatir bahwa sejarah akan diabaikan oleh generasi masa kini. Peserta tampak antusias mengikuti diskusi itu, meski barangkali mereka tak sepenuhnya paham tentang apa yang dibahas dalam diskusi itu.

Sebelum sore benar-benar dirundung gelap, Rabu 23 Oktober itu, para peserta mulai berdatangan—mengisi registrasi dan mengambil buku yang akan didiskusikan itu secara cuma-cuma.

Sambil memegang buku yang akan didiskusikan, mereka memilih tempat duduknya sendiri-sendiri di dalam gedung.

Ricky Abdulah (20), mahasiswa semester 5 dari prodi Manajemen itu, misalnya. Sejak pukul 05.35 WITA—ia datang. Dengan memperlihatkan wajah gembiranya saat bertemu teman lama juga bertemu tema baru di sana. Tegur sapa.

“Buku dan diskusi ini, telah membuka pemahaman saya tentang perlawanan yang terjadi di kalangan bawah melalui karya-karya sastra,” kata Ricky, memberi terstimoni.

Ricky berusaha menjelaskan tentang apa yang sempat ia baca dalam buku itu, karena setidaknya beberapa halaman telah ia baca, meski belum tuntas.

Untuk menenggelaminya lebih dalam, ia kemudian duduk dengan santai di kursi belakang—lalu menyimak diskusi dari dua profesor kawakan Undiksha yang kemudian dimulai.

I Wayan Artika, dalam bukunya yang dibedah: Representasi Ideologi dalam Sastra Lekra (Pustaka Larasan, 2024) itu merupakan buah hasil dari disertasinya. Artika adalah dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, dan sudah banyak menerbitkan buku-buku sastra dan pengajaran sastra.

I Wayan Artika (kiri) | Foto: tatkala.co/Son

Sejak tahun 2013, ia telah dengan mantapnya mengumpulkan data-data terkait Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) dari tahun 1950-1965. Yang kemudian diujikannya tahun 2014 sebagai syarat doktoral akademiknya.

Di sini, selain karena data-datanya sangat lengkap, buku itu juga mendapat pujian lebih dari Prof. Sendratari tentang bagaimana penulisnya itu telah membuat pemahaman yang menggairahkan terkait Lekra, banyak mengeksplor ketertindasan sebagai musuhnya. Orang-orang bisa paham terkait Lekra, dan ideologis yang melatar belakanginya. Marxis.

Lembaga Kebudayaan Rakyat, atau dikenal Lekra itu, adalah bagian dari sejarah penting bangsa ini. Memuat perjuangan kelas rakyat—dengan background sosial buruh, atau petani. namun tragedi 1965 menjadikan sastra Lekra tak lagi banyak dibahas bahkan—mencoba ditutup-tutupi oleh rezim Orba (Orde Baru) pada masanya. Atau mungkin sampai sekarang melalui TAP MPR No.XVIII/98?

Dari sanalah, bagaimana Prof. Sendratari menilai, bahwa Lekra menjadi bagian terpenting untuk terus dibahas di republik ini walaupun telah lampau itu. Karena memiliki spirit perjuangan dari setiap karya dalam hal ini sastra, harus tetap dihidupkan dalam kreatifitas yang lain.

“Karya ini mengajarkan kita, betapa pentingnya berpikir seimbang. Betapa pentingnya kita memahami hitam-putih itu, dalam artian lebih proporsional. Betapa pentingnya kita punya pemahaman tidak mudah mendikreditkan sesuatu,” kata Prof Sendratari.

Guru Besar yang memiliki konsen pada Bidang Kajian Gender dan Gerakan feminis itu juga menegaskan spirit pembelaan terhadap mereka yang tertindas, sebagaimana yang digaungkan oleh para seniman Lekra, itulah—yang seharusnya dipegang oleh seorang intelektual.

Mau bagaimanapun, katanya lagi, penindasan itu adalah dehumanisasi. “Jiwa Lekra yang mana yang kita mesti terapkan? Tentu, jiwa Lekra, yang berpihak kepada mereka-mereka yang terpinggirkan!” kata Prof Sendratari dengan mantap.

Sejauh diskusi berlangsung, Diwan Ghautsi Ibrahim (20), Prodi Pendikan Sejarah itu menyimak dengan paten. Tak sedikitpun ia tak fokus. Ia menyimak dengan baik untuk menghilangkan rasa penasarannya, karena barangkali ia baru saja semester 1 (satu).

“Kaget! Karena hal ini adalah hal baru yang aku ketahui bahwa, ada sebuah sastra yang berhaluan kiri dan sempat hilang,” kata Diwan.

Diwan juga mengatakan bahwa dirinya mulai tersadarkan kalau yang kiri-kiri itu—katanya memberi jeda—tak harus meledak-ledak, merusak atau berbuat anarkis, tetapi juga bisa melalui seni. Seperti sastra Lekra contohnya. Tapi Diwan, apa itu Kiri dan Anarkis? Hehe

O, iya, di dalam diskusi, ruangan yang digunakan kurang menyenangkan. Terutama pengeras suara yang kacau, menjadikan materi menjadi setengah-setengah terdengar dan terserap oleh peserta saat diskusi berlangsung. Semoga selanjutnya, diskusi semacam ini bisa dipikirkan ulang tentang tempat dan setting panggungnya. Sebab bukunya bagus sekali.

Mahasiswa membaca buku dalam acara Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” | Foto; tatkala.co/Son

Sampai di sini, bagaimana cara berpikir Lekra-yang kritis itu nyaris semua sepakat untuk ditebar. Bila perlu diterorkan kepada mereka yang merasa tertindas hidupnya. Lebih-lebih terkait buku karya I Wayan Artika berjudul Representasi Ideologi Dalam Sastra Lekra ini, dapat menjadi rujukkan mahasiswa menjadi sumber skripsi. Datanya sangat lengkap.

Tapi apakah penulisnya sendiri, atau dosen pembicara dalam diskusi itu sendiri akan mampu “meneror” mahasiswanya menjadi mahasiswa yang kritis dan peduli terhadap penindasan dan ketimpangan sosial, di zaman tiktok ini?

Jangan lupa skripsian, Semeton. Biar cepet wisudah… Lesgooo…. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Membaca Ulang “Ronggeng Dukuh Paruk, Catatan Buat Emak”, Pergulatan Batin Rasus Dalam Menemukan Ibunya
Analisis Strukturalisme Dinamik dalam Novel “Sentana Cucu Marep” Karya I Made Sugianto
Pesan Kemanusiaan dalam Cerita Pendek “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Seno Gumira Ajidarma
Tags: bedah bukuBukuI Wayan Artikalekra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Next Post

Pentas Intim Maestro Kentrung Pati Mbah Djaswadi: Fase Rawat Pekan Kebudayaan Nasional

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pentas Intim Maestro Kentrung Pati Mbah Djaswadi: Fase Rawat Pekan Kebudayaan Nasional

Pentas Intim Maestro Kentrung Pati Mbah Djaswadi: Fase Rawat Pekan Kebudayaan Nasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co