24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Son Lomri by Son Lomri
October 28, 2024
in Khas
Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Pameran alat musik yang digelar Dinas Kebudaaan Buleleng di pelabuhan Buleleng

DI Vietnam, di Kawasan Songhong—sekitar abad 500 SM, terdetek sebuah peradaban Dong Son, yang sudah lebih dulu menggunakan logam sebagai kebudayaan fisik mereka. Berupa artefak alat musik seperti Nekara, Moko, dan alat-alat sehari-hari (dapur) telah ditemukan di sana, dan tercatat sebagai budaya logam pertama.

Kadek Anggara Rismandika, salah satu dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, bercerita soal peradaban Dong Son itu melalui Seminar Alat Musik Tradisioal Bali di Museum Sunda Ketjil, Rabu, 23 September 2024. Kata dia, peradaban Dong Son dari Vietnam itu telah memengaruhi juga kebudayaan logam di Nusantara, khususnya di Bali.

“Jadi jauh sebelum Majapahit. Kebudayaan itu (Dong Son) sudah masuk ke wilayah-wilayah Nuasantara, termasuk di Bali itu sendiri. Kita bisa mengenal uang kepeng, dan sebagainya..” Kata Kadek Anggara saat mengisi seminar.

Selain itu, di Bali, daerah Pejeng—Gianyar, di sebuah Pura, lanjut Kadek Anggara, terdapat peninggalan sejarah Dong Son, yaitu Nekara, Moko—gendang yang berbahan logam, tapi bentuknya lebih kecil dari pada bentuk khas daerah Dong Son.

“Nah ini diperkirakan, itu, pada masa-masa itu, dibawa, ke wilayah kita. Di sanalah masyarakat Nusantara mulai mengenal logam,” lanjut Kadek Anggara.

Pula tak hanya itu, lanjutnya, pengaruh musik tradisional Bali juga dapat dilihat pada relief Candi Borobudur. Yang menunjukkan bahwa budaya musik kuno Nusantara telah berkembang dan membentuk tradisi musik Bali—bahkan sampai sekarang.

Kemudian, instrumen-instrumen—yang asalnya dari mana saja memberikan warna dan ciri khas tersendiri pada musik Bali, yang sering kali terdengar dalam berbagai upacara adat maupun pertunjukan seni.

“Instrumen pertama yakni, jenis instrumen Membranophone. Instrumen ini biasanya terbuat dari kulit. Salah satu contohnya adalah kendang atau gendang.  Gendang menjadi salah satu instrumen dalam musik tradisional Bali. Alat musik ini sering digunakan untuk memberikan ritme yang dinamis pada gamelan Bali, serta mengiringi tarian dan ritual adat. Relief gendang yang ditemukan di Candi Borobudur menunjukkan bahwa alat musik ini telah lama digunakan dalam budaya kuno di Indonesia,” kata Kadek Anggara.

Kedua adalah jenis instrumen Chordophone yang biasanya alat musik tersebut dimainkan dengan cara dipetik. Di Bali alat musik yang menggunakan senar atau dawai pada rebab dan alat musik Penting. Rebab dimainkan dengan cara digesek sedangkan Penting dimainkan dengan cara dipetik.

Prof Bandem (tengah) dan Anggara (kanan) dalam seminar gamelan di Pelabuhan Buleleng | Foto: Disbud Buleleng

Di Bali, instrumen petik tradisional jenis ini dikenal memberikan sentuhan melodi yang halus dan khas. Alat musik petik yang digambarkan pada relief Candi Borobudur membuktikan adanya alat musik petik di masa lalu yang turut mempengaruhi musik tradisional Bali, terutama dalam alunan lagu-lagu ritual dan pertunjukan tari.

Selanjutnya adalah jenis instrumen Aerophone. Instrumen ini akan menghasilkan bunyi yang bersumber dari udara atau napas. Contohnya seperti suling atau seruling. Suling atau seruling bambu adalah alat musik tiup yang menghasilkan nada lembut dan menenangkan.

Dalam musik Bali, suling digunakan untuk menambah suasana magis, terutama pada upacara keagamaan. Keberadaannya pada relief Borobudur menunjukkan bahwa instrumen ini sudah menjadi bagian penting dari tradisi musik masyarakat sejak masa lampau.

Yang terakhir yakni jenis instrumen Idiophone. Instrumen ini dimainkan dengan cara dipukul. Seperti halnya gong. Dalam gamelan Bali, gong memainkan peran dalam menciptakan dinamika dan ketegangan dalam komposisi musik.

“Jejak keempat instrumen ini di Candi Borobudur mengisyaratkan betapa kayanya tradisi musik Nusantara yang telah ada sejak zaman kerajaan kuno. Musik tradisional Bali, dengan pengaruh dari alat-alat musik ini, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakatnya,” jelas Anggara.

Pernyataan itu pun dikuatkan oleh budayawan Bali, Prof. I Made Bandem. Dikatakan, perjalanan alat musik tradisional Bali, selain mengandung unsur instrumen tersebut, juga tercatat dalam catatan kuno. Dua manuskrip Bali yang menjadi acuan musik tradisional adalah Lontar Aji Gurnita dan Lontar Prakempa. Kedua lontar ini dikatakan sangat lengkap dalam menjabarkan khasanah musik tradisional Bali.

“Lontar Aji Gurnita yang merupakan koleksi satu-satunya di Gedong Kirtya isinya sangat lengkap. Tetapi tidak mengatur tentang teknik gamelan. Dan Lontar Prakempa itu tidak hanya bicara tentang keindahan musik. Tapi juga membahas gebugnya,” ujarnya.

Lontar Aji Gurnita sendiri lebih spesifik mengandung unsur filosofis dari asal suara yang berposisi pada Sembilan arah mata angin. Dalam hindu disebut Dewata Nawa Sanga.

“Dan dalam Lontar Prakempa yang saling berkaitan dengan Lontar Aji Gurnita itu, dikatakan setiap instrumen memiliki teknik tersendiri dalam menyuarakannya,” kata Prof. Bandem. [T]

Perpaduan Gamelan Angklung dan Musik Tradisi Taiwan
“Cane”, Karya Musik yang Mengeksplorasi “Patutan” atau “Modal System” pada Gamelan Saih Pitu
Gamelan Mulut Tour Eropa 2023, Dubes RI Brussel Ikut Menari
Banyumili, Karya Neo-Klasik Untuk Gamelan Selonding | Sublimasi Nilai Telaga Sebagai Benih Penciptaan
Gamelan Gambang di Banjar Gambang Munggu: Bangkit Lewat Pembinaan Gending Labdha Gaya Kwanji Sempidi
Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Aplikasi Android
Tags: alat musikbulelengDinas kebudayaan BulelenggamelanmusikProf Made Bandem
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

Next Post

Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika

Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co