4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Cane”, Karya Musik yang Mengeksplorasi “Patutan” atau “Modal System” pada Gamelan Saih Pitu

I Made Kartawan by I Made Kartawan
August 14, 2024
in Esai
“Cane”, Karya Musik yang Mengeksplorasi “Patutan” atau “Modal System” pada Gamelan Saih Pitu

Pertunjukan Musik ‘Cane’ | Dok. I Made Kartawan 2024

SEJAK akhir abad XVII, musik tradisional gamelan, tidak terkecuali gamelan Bali, telah menarik perhatian komposer Barat untuk dimanfaatkan dalam memperkaya warna dan elemen musikal kedalam membuat karya-karya baru musik mereka. Mereka diantaranya adalah Claude Debussy, Steve Reich, Collin McPhee, Lou Horison, Jack Body, Michael Tenzer, Gareth Farr, Wayne Vitale dan lain lainnya. Demikian pula sebaliknya, dimana pemanfaatan elemen-elemen musik Barat telah juga dilakukan oleh komponis-komponis Bali seperti I Wayan Gde Yudana, Dewa Alit, Wayan Balawan dan lainnya.

Persilangan budaya musik yang saling mempengaruhi ini adalah sebuah keniscayaan, dimana Bali sejak masa perjuangan kemerdekaan telah berhubungan dengan orang-orang dari negeri luar. Dalam konteks kebudayaan musik hal tersebut dapat membawa pada perubahan yang sangat esensial dan memberi dampak terhadap perkembangan musik gamelan Bali.

Proses latihan karya musik Cane | Foto: Dok. Kartawan 2024

Penciptaan karya musik baru melalui cross-culture approaches (pendekatan silang budaya) dapatmelibatkan berbagai cara seperti; mengadopsi, meminjam, mentranformasi, mengelaborasi, mengornamentasi, dan memadukan berbagai elemen-elemen musik—dapat terdiri dari dua atau lebih jenis dari genre atau dengan latar belakang budaya musik yang berbeda.

Bagi seniman musik, keadaan tersebut dapat memantik, menumbuhkan dan mengembangkan daya kreatifitas mereka karena dengan demikian mereka dapat beradaptasi secara luas melalui mengekplorasi musik mereka sendiri dan melibatkan musik orang lain. Hasil dari proses interaksi ini akan menghasilkan jenis-jenis ciptaan yang cendrung inovatif dan menemukan kemungkinan-kemungkinan bentuk-bentuk musik yang baru.

Pendekatan silang budaya musik memungkinkan para kreator musik inovasi musik dimana memadukan elemen musik dari genre dan latar belakang musik yang berbedan itu terwujud dalam karya musik dengan judul ‘Cane’.

Hibah P2DSD

Karya musik yang berujudul ‘Cane’ ini adalah salah satu pemenang hibah Penelitian, Penciptaan, Diseminasi, Seni – Desain  (P2DSD) Tahun 2024. Sebagai salah satu upaya mendorong tumbuhnya penciptaan seni berbasis penelitian di kalangan dosen, Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP), Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengakomodirnya melalui Skema  Hibah Penelitian, Penciptaan, Diseminasi, Seni – Desain (P2DSD) dengan menggunakan Dana DIPA Tahun 2024.

Hibah tersebut bertujuan untuk memotivasi para dosen menuangkan ekspresinya dalam berkarya seni, baik seni pertunjukan maupun seni rupa-desain.  Dalam hal ini dosen dapat menunjukan eksistensinya sebagai pencipta yang intelektual dan professional dan sekaligus memenuhi kewajibannya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Salah satu target luaran dari hasil karya yang tercipta adalah desiminasi hasil ciptaan melalui seminar international yang diselenggarakan di luar daerah Bali atau luar negeri. Melalui desiminasi tersebut diharapkan dapat mengangkat nilai kompetitif bangsa Indonesia dalam percaturan diplomasi internasional.

Tentang karya “Cane”

Gagasan dari karya musik “Cane” berawal dari keinginan mengangkat nilai-nilai tradisi musik Bali yang adi luhung dan diekspresikan ke dalam karya modern musik hibrid. Konsepnya mengangkat fenomena silang budaya yang terjadi antara gamelan Bali dan musik Barat.

Adapun anggota tim peneliti dalam karya ini terdiri dari I Made Kartawan, I Made Dwi Andika Putra dan Ni Putu Hartini yang merupakan dosen dari Program Seni Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan. Pertunjukan dan perekaman hasil akhir ciptaan karya musik ‘Cane’ telah dilakukan  pada tanggal 18 Juni 2024, bertempat di Studio I Wayan Beratha, ISI Denpasar.

Karya ini melibatkan perpaduan sejumlah aspek dalam musik, yaitu; teknis—seperti pengolahan motif, pola, ornamentasi yang bersumber dari musik tradisional Bali dan Barat ,dan instrumentasi—dimana memanfaatkan keunikan mood pada patutan/patet pada gamelan Semar Pagulingan Saih Pitu.

Adapun jenis patutan tersebut adalah selisir, sunaren, baro, tembung, patemon, pangenter alit dan pangenter ageng. Secara harfiah Cane adalah bentuk sesajen kecil yang biasanya persembahkan saat pesangkepan paripurna (rapat penting) di Bali. Ia terdiri dari berbagai unsur yang ditempatkan salam satu wadah.

Cane dipersembahkan sebagai wujud syukur dan permohonan agar rapat yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar serta akan menghasilkan keputusan yang dapat dihormati dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat setempat. Filosofi sesaji Cane, dalam konteks kegunaanya pada sangkep (rapat) penting tersebut, menjadi pemantik terhadap gagasan lahirnya karya musik ‘Cane’.

Sejumlah instrumen digunakan dalam karya musik ‘Cane’, yaitu kelompok melodic instrument yang terdiri dari sepasang jegogan, jublag dan penyacah. Instrumen tersebut merepresentasikan tiga oktaf dari yang terendah (jegogan) ke yang tertinggi (penyacah). Karya musik ‘Cane’ terdiri dari lima bagian dimana masing-masing bagian mengeksplorasi satu/lebih model patutan, kecuali bagian 1 yang menggunakan seluruh model, melalui pengolahan melodi, ritme, dinamika dan tempo.

Perpaduan elemen-elemen musikalnya meliputi;1)  tradisi musik Bali seperti motif kekenyongan, nyongcag, ngempyung, dan kekilitan, dan 2) elemen musik Barat diantaranya unison, harmony,  dissonance,  polyphonic dan imitation.  Melalui kombinasi elemen tersebut diharapkan karya ini dapat mencapai aspek musikal sebagaimana yang dikonsepkan sebagai musik hibrid.

Pertunjukan Musik ‘Cane’ | Foto: Dok. I Made Kartawan 2024

Satu hal yang menarik bahwa dalam proses penggarapan dan pertunjukknya melibatkan musisi dari luar yaitu Prof. Dr. Justin DeHart (Univeristy of Canterbury, New Zealand) dan Dr, Jonathan  Stuart Adams (University of Tennessee, Knoxville USA), yang secara kebetulan sedang melakukan penelitian di Bali.  Karya komposisi musik ‘Cane’ juga telah didesiminasikan pada ‘The 7th Symposium of the ICTDM Study Group of the Performing Arts of Southeast Asia, yang berlansung pada tanggal 20-26 Juni 2024, di Iloilo City, Philippines. Komposisi tersebut dipresentasikan pada tanggal 26 Juni 2024 di moderatori oleh R. Anderson Sutton dari University of Hawai’i at Manoa, USA.  

Presentasi Karya ‘Cane’ di PASEA | Foto: Dok. Kartawan 2024

Sebagai informasi “The International Council for Tradition of Music and Dance” (ICTMD) adalah organisasi ilmiah yang bertujuan untuk memajukan studi, praktik, dokumentasi, pelestarian, dan penyebaran musik dan tarian tradisional di semua negara. Untuk mencapai tujuan ini, Dewan menyelenggarakan Konferensi Dunia, Simposium, Kolokium, dan Fora, serta menerbitkan jurnal Traditions of Music and Dance dan Bulletin of the ICTMD.

ICTMD juga sebagai organisasi non-pemerintah yang memiliki hubungan konsultatif formal dengan UNESCO dan melalui perwakilan internasionalnya yang luas serta aktivitas  kelompok studinya, mereka bertindak sebagai penghubung antara masyarakat dari budaya yang berbeda dan dengan demikian berkontribusi pada kedamaian umat manusia.

Presentasi Karya ‘Cane’ di PASEA | Foto: Dok. Kartawan 2024

Pada konfrensi ke tujuh ini dihadiri lebih dari 250 peserta atau ilmuan yang berasal dari universitas sejumlah negara di dunia seperti Amerika, Jepang, Malaysia, Indonesia, Philippine, Taiwan, Thailand, Hongkong, Singapore, Austria, China, France, Slovenia, dan Canada.

Para ilmuan tersebut telah mepresentasikan paper mereka tentang seni pertunjukan dalam berbagai konteks. Bagi penulis hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk menimba pengalaman dalam kancah internasional sebagai perwakilan dari ISI Denpasar dan sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia. [T]

Perpaduan Gamelan Angklung dan Musik Tradisi Taiwan
Gong Tunas Mekar Pengosekan Ubud, Lahir 1958, Dibeli dari Hasil “Maderep” Padi
Pementasan “Lubuk Gandamayu”, Lelampahan Anyar untuk Napak Pertiwi Ratu Sakti
Tags: ISI Denpasarkarawitanmusikpenelitianpenelitian seni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kehilangan yang Memunculkan Kesedihan

Next Post

Kemeriahan Lomba  Agustusan dan Pergeseran dalam Inovasi | Opini Kecil dari Komentator Online

I Made Kartawan

I Made Kartawan

I Made Kartawan, S.Sn.M.Si.,MA., PhD., dosen di Program Studi Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Kemeriahan Lomba  Agustusan dan Pergeseran dalam Inovasi | Opini Kecil dari Komentator Online

Kemeriahan Lomba  Agustusan dan Pergeseran dalam Inovasi | Opini Kecil dari Komentator Online

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co