2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

tatkala by tatkala
October 28, 2024
in Budaya
PKM ISI Denpasar: “Ngodakin” Bersama Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” di Kerambitan

Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong”

JANGAN kaget kalau sering menyaksikan pementasan Okokan dalam pawai budaya, festival atau acara penyambutan tamu penting. Termasuk hiburan kepada para turis. Okokan sebagai salah satu kesenian tradisional Bali, memang memiliki keunikan, baik bentuk, cara memainkan serta suara yang dihasilkan.

Okokan sebagai alat musik tradisi terbuat dari bahan kayu menyerupai kentongan yang bagian dalamnya dilobangi sebagai sumber bunyi, kemudian diisi pemukul yang disebut palit. Kesenian ini dimainkan secara masal, sehingga dalam satu barungan itu terdiri dari okokan yang besar dan ada yang berukuran kecil.

Okokan dimainkan dengan cara menggantungkan pada leher, lalu mengayunkan ke depan dan ke belakang, sehingga mengeluarkan suara “klok, klok, klok” yang saling bersautan antara yang satu dengan lainnya. Kalau, okokan yang kecil disebut keroncongan yang biasa dikalungkan pada hewan sapi atau kerbau.

Kesenian okokan dimainkan oleh beberapa orang dilengkapi dengan permainan kendang untuk menghasilkan suara yang lebih indah. Kesenian okokan, pada awalnya digunakan sebagai sarana hiburan saat menunggu panen padi tiba, selanjutnya dipercaya sebagai sarana untuk mengusir wabah penyakit.

Sekaa kesenian okokan lebih banyak ditemukan di Kabupaten Tabanan yang merupakan daerah agraris di Bali. Sebut saja, Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” yang berada di Banjar Dinas Kukuh Kangin, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan masih lestari hingga kini.

Sayangnya, kesenian okokan “Omelan I Kayu Bolong” mengalami kendala, sehingga perlu upaya peningkatan kualitas visual alat musik untuk menjaga kelestariannya. “Karena itu, kami melakukan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) pada kelompok seni okokan ini,” kata Ketua PKM Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Wayan Swandi, M.Si.

Kelompok Seni Okokan Omelan I Kayu Bolong biasa dipentaskan pada acara-acara penting, seperti lomba desa, perayaan 17 Agustus, penyambutan pejabat, serta pementasan untuk wisatawan. Okokan juga dipentaskan pada ritual mengusir wabah penyakit disebut “ngerebeg” sebuah  memainkan okokan mengelilingi desa.

Sayangnya, kondisi catnya sudah memudar, sehingga perlu penyempurnaan dan memerlukan pemeliharaan lanjutan. Sebab, umurnya sudah tua, serta intensitas kegiatan cukup tinggi. “Kami merasa perlu tindakan untuk melakukan perbaikan terutama dalam mengembalikan visual ornamen okokan yang sudah mulai meredup,” paparnya.

Apalagi, para pendukung kesenian ini, masih mengandalkan pertanian sebagai sumber kehidupan utama. “Kami memilih Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” menjadi mitra dalam usulan pengabdian ISI Denpasar kali ini,” ujar Prof. Swandi.

Okokan milik Kelompok Seni Okokan “Omelan I Kayu Bolong” | Foto: Ist

Dalam PKM ini, melibatkan mahasiswa ISI Denpasar karena terkait dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keterlibatan mahasiswa ini, untuk dapat memberikan mereka kesempatan untuk belajar di luar kampus, dan menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan pemecahan kasus (case method dan project base) yang signifikan.

Pendanaan PKM berasal dari hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2024.

PKM ini melibatkan keilmuan Desain Komunikasi Visual, terkait budaya visual dan desain merchandise, dan seni kriya untuk peningkatan kualitas visual. “Dalam PKM ini, kami berupaya mengatasi dua jenis permasalahan yang dihadapi, yakni upaya peningkatan kualitas visual alat musik, dan menumbuhkan kemampuan kreatif para pelaku,” ucapnya.

Dengan begitu, para pelaku dapat membiayai upaya pelestariannya tersebut secara mandiri, dan membawa citra (image) desa sebagai pelestari kesenian langka. “Pertama, kami meredesain ornamen visual pada alat musik Okokan yang kondisi existing terlihat kurang estetik.

Penerapan teknik sigar (gradasi) untuk menjadikan desain lebih estetik. Termasuk menghasilkan desain merchandise, sehingga dapat dijual. Upaya ini menumbuhkan kemampuan kreatif para pelaku agar dapat membiayai upaya pelestariannya secara mandiri.

“Hasil penjualan nantinya dapat digunakan sebagai modal perawatan alat musik ataupun pengadaan seragam komunitas yang lebih tematik. Konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan upaya pelestarian kesenian langka yang berkelanjutan secara mandiri,” sebutnya.

Karena itu, Tim PKM melakukan rekonstruksi alat musik Okokan dengan melakukan pengecatan ulang pada dasarnya, kemudian memberikan ornamen kembali sesuai objek ornamen sebelumnya dengan teknik sigar, namun dibuat lebih detail tanpa menghilangkan unsur lamanya. Jumlah alat musik Okokan yang akan di rekonstruksi berjumlah total 30 buah.

Okokan dibuat dalam bentuk miniatur yang dapat dijadikan souvenir atau merchandise kepada wisatawan yang berkunjung ke wilayah Desa Kukuh Kerambitan. “Kami menawarkan solusi untuk membuat okokan dalam versi mini sebagai benda oleh-oleh,” tegasnya.

Souvenir okokan ditargetkan berjumlah 30 buah dari 3 varian ukuran dan ilustrasi ornamennya. Merchandise yang ditargetkan adalah 5 jenis varian dari identitas visual Okokan berdasarkan ukuran dan jenis ornamen yang diterapkan. “Masing-masing varian menghasilkan 6 buah sampel yang siap sebagai percontohan untuk dapat diproduksi secara massal,” imbuhnya.

Prof. Dr. Drs. I Wayan Swandi, M.Si, yang memiliki kepakaran dibidang Budaya Visual yang berfokus pada Estetika Visual menerjemahkan konsep desain merchandise dalam konteks kekinian. Prof. Dr. Drs. I Wayan Mudra, M.Sn yang memiliki kepakaran di bidang Kriya Produk berfokus pada penyelesaian rekonstruksi alat musik Tari Okokan dan ilustrasi ornament.

Sedangkan Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds memiliki kepakaran di bidang Desain berfokus pada Visual Branding dan Interaksi Visual, sehingga mampu menerjemahkan konsep desain merchandise dalam konteks kekinian berbasis identitas visual Tari Okokan Desa Kukuh Kerambitan.

Proses pewarnaan alat Musik Tari Okokan disebut dengan istilah “ngodakin”, sebagai tahap pewarnaan ulang. Mulai dari pemberian warna dasar, pemberian warna pengawak, pemberian warna dradasi, lalu tahap nyawi dan manyu selanjutnya prada penggunaan warna emas sesuai karakter dan tingkatan topeng yang dibuat.

Untuk hiasan ornamen dilihat dari kepentingannya, yaitu untuk kepentingan keagamaan Hindu, kepentingan pementasan, dan untuk kepentingan masyarakat umum sebagai souvenir. “Alat musik okokan sebagai souvenir  dibuat menarik dan memiliki kekhasan,” sebutnya. [T]

Kolaborasi ISI Denpasar dengan Dollina Charlotty Resort and Spa pada Program Magang MBKM di Polandia
PKM ISI Denpasar : Pembinaan Gending Bopong Gaya Kayumas di Sanggar Tabuh Kembang Waru Denpasar
Drama Tari “Kesempatan Kedua” dari ISI Denpasar di Living World
Tags: Desa Kukuh KerambitanISI DenpasarKerambitanseni okokantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Percakapan Invisible” Karya Emi Suy: Berbisik dengan Bayang, Bercengkerama dengan Masa Lalu

Next Post

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Menyusuri Alat Musik Tradisional Bali : Dari Vietnam Hingga Candi Borobudur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co