24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banyumili, Karya Neo-Klasik Untuk Gamelan Selonding | Sublimasi Nilai Telaga Sebagai Benih Penciptaan

tatkala by tatkala
November 27, 2022
in Panggung
Banyumili, Karya Neo-Klasik Untuk Gamelan Selonding | Sublimasi Nilai Telaga Sebagai Benih Penciptaan

Latihan untuk pertunjukan seni di Ubud Campuhan budaya, ubud, Bali

PADA MALAM PENUTUPAN acara festival Ubud Campuhan Budaya di Museum Puri Lukisan, Minggu, 27 November 2022, dipentaskan  satu buah karya seni musik baru berjudul “Banyumili”. Pertunjukan ini dibawakan oleh Sekaa Teruna Udyana Taman Kelod di bawah asuhan komposer sekaligus editor buku macandetan, I Wayan Diana Putra.

Seperti apa pertunjukan seni musik Banyumili itu?

I Wayan Diana Putra memberi penjelasan, Gamelan Selonding merupakan salah barungan gamelan Bali yang berlaras tujuh nada. Secara organologi berbentuk bilah tanpa pencon berbahan besi. Teknik permainannya menggunakan dua tangan. Adapun susunan tungguhan dalam barungan gamelan Selonding terdiri dari tungguhan petuduh, peenem, nyong-nyong alit, nyong-nyong ageng, gong dan kempur.

Tungguhan petuduh dan peenem dalam sistem kerja musikalnya bertugas memainkan bantang gending (melodi) serta mempimpin arah progresi melodi dan struktur gending. Tungguhan nyong-nyong alit dan nyong-nyong ageng memainkan pepayasan (ornamentasi) progresi melodi dengan teknik ubitan yang disebut dengan “ngucek”.

“Ngucek adalah sebuah teknik memberikan pepayasan atas progresi melodi dengan mengisi sub divisi dari jarak antara nada satu dengan nada lainnya dalam alur melodi. Cara kerjanya adalah membagi melodi gending menjadi dua pola yang kemudian menjadi satu kaitan jalinan yang dapat memperkaya isian progresi melodi,” kata Diana.

Latihan pertunjukan seni musik Banyumili

Kemudian tungguhan gong dan kempur yang tidak berpencon namun berbilah serta bernada dalam barungan Gamelan Selonding bertugas ganda yaitu sebagai penanda frasa melodi dan berperan sebagai kolotomik struktur gending. Gamelan Selonding awalnya dikenal tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karangasem seperti di Desa Tenganan, Bebandem, Bongaya dan juga terdapat di pura-pura besar di Bali seperti Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Ulun Danu Batur.

Gamelan Selonding secara konvensional difungsikan sebagai ‘pengramen’ dari jalannya upacara yadnya khususnya Upacara Dewa Yadnya, bahkan beberapa daerah seperti di Desa Tenganan Pegringsingan barungan gamelan Selonding diposisikan sebagai benda sakral. Menurut laporan skripsi Komang Ayu Paramita di Desa Tenganan Pegringsingan gamelan Selonding diposisikan sebagai pretima.

“Semakin berkembangnya pemikiran yang berbasis teknologi dan kreativitas, gamelan Selonding mulai dilirik untuk dikaji lebih dalam lagi dari segi teori estetika, nilai penyajian bahkan formulasi komposisi gending-gending dari gamelan Selonding,” kata Diana Putra.

Lalu apa hubungannya dengan pertunjukan Banyumili?

I Wayan Diana Putra  mengatakan, Banyumili adalah salah satu bentuk karya atas intepretasi terhadap nilai musikal dari gamelan Selonding. Berpijak pada prinsik neo-klasik seperti yang diungkapkan oleh I Wayan Sudirana yaitu adalah sebuah bentuk karya baru yang dilandasi dari suatu yang sudah mapan (pakem) supaya memiliki nilai dan mutu yang bisa disepakati.

Beranjak dari pemikiran Sudirana tersebut karya Banyumili ini sangat jelas berpijak pada cara kerja penyajian gending-gending gamelan Selonding secara tradisi seperti menyajikan satu siklus bantang geding kemudian diberikan pepayasan dengan teknik ngucek adeng dan becat. Diawali oleh frasa melodi yang menuju akhir dan juga diakhir pada frasa melodi yang sama.

Prinsip itulah, kata Diana Putra, yang diambil sebagai pijakan karya Banyumili. Beranjak dari sebuah bantang gending yang diolah dengan cara memenggal frasa dari setiap perjalanan siklusnya, kemudian diberikan pepayasan ngucek sesuai dengan frasa-frasa genap dari bantang gending.

“Kemudian nama Banyumili itu sendiri dalam konteks karya neo-klasik gamelan Selonding ini sebagai sebuah arah dalam membuat melodi yang sifanta pendek dan kemudian dimainkan secara berulang-ulang,” kata Diana Putra.

Bentuk penyajian melodi berulang-ulang seperti itu dalam gamelan Bali disebut dengan ngubeng. Lebih lanjut korelasi antara Banyumili dengan cara bentuk melodi ngubeng adalah mengisi sesuatu ruang yang bersifat mengalir berputar dengan mengisinya dengan pola-pola pengramen yang dalam hal ini merujuk pada pepayasan.

Pemilihan judul Banyumili didasari atas pemikiran Ida Bagus Oka Manobhawa yang menyebutkan berintikan sebuah kebudayaan yang seperti halnya air yang mengalir kemudian mengalir ceruk-ceruk, pori-pori dan celah-celah terkecil kemudian memberikan stimulant untuk memunculnya benih-benih ciptaan.

Berdasakan atas pemikiran Oka Manobhawa tesebut karya neo-klasik gamelan Selonding ini mencoba untuk membuka ceruk-ceruk aliran kekayaan formulasi gending tradisi gamelan Selonding, dianalisis untuk dikembangkan serta diwujudkan dalam bentuk karya baru.

“Karya Banyumili ini terinspirasi dari filosofi telaga yaitu sebuah tempat genangan air yang dalam bentuknya didasari oleh lumpur sebagai penyangga ekosistem segala makhluk hidup yang berhabitat pada ruang tersebut,” ujar Diana Putra.

Latihan pertunjukan seni musik Banyumili

Dari pondasi lumpur sebagai penyangga kejernihan air pada permukaan merupakan sebuah konsepsi keseimbangan serta pertemuan untuk melahirkan benih-benih ‘reka’ atau penciptaan. Kemudian nilai filosofi telaga sebagai benih penciptaan ditarik menjadi arah penciptaan gending neo-klasik untuk gamelan Selonding berjudul Banyumili dengan menyajikan struktur komposisi yang berkembang dari frasa yang pendek-pendek.

Melodi didesain dengan konsep melodi ngubeng (progresi pendek yang berputar), pepayasan ngucek dengan cara kerja mejalan dan diberikan pepayasan berupa tembang palawakya dan chorus cecantungan barong landung dengan teks yang bersumber pada penggalan Kekawin Ramayana tentang keutamaan telaga.

Teks penggalan kekawin Ramayana ditembangkan dengan bentuk palawakya oleh Ida Ayu Komang Diana Pani. Selain itu dalam konteks nakeh nabuh (sikap memainkan gamelan) diinjeksi oleh Ida Ayu Wayan Arya Satyani dan Ida Ayu Prihandari.

“Karya Banyumili ini merupakan salah satu pergerakan untuk memunculkan tunas-tunas karya baru dalam konteks penciptaan gending gamelan,” kata Diana Putra.

Media Penyemai

Ketua Panitia Ubud Campuhan Budaya, Cokorda Gde Bayu Putra alias Cok Bayu, mengatakan, melalui karya Banyumili yang diprakarsai oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud sebagai media penyemaian benih-benih potensi gamelan Selonding untuk dikaji dan digarap kembali dalam bentuk baru berpijak pada akar gamelan Selonding yang telah tertancap dengan mapan.

Hal menarik lainnya menurut Cok Bayu, penabuh yang memainkan karya Banyumili adalah sekee Selonding Prami Prani dari Sekee Teruna Udyana Banjar Taman Kelod, Ubud. Antara konsep musikal dan penyaji musikal memiliki nilai benang merah yang menarik, gending Banyumili dengan spirit pergerakan yang mengaliri disajikan oleh tunas-tunas generasi pelanjut (Udyana) sehingga menemukan jalinan dalam bentuk karya neo-klasik gamelan Selonding.

Latihan pertunjukan seni musik Banyumili

Lebih lanjut Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud, Cokorda Agung Ichiro Sukawati menambahkan bahwa karya Banyumili ini merupakan sebuah penyeimbang dalam pergerakan kebudayaan gamelan mengingat sudah terpublikasi jalinan pemikiran dalam bentuk eksplanasi pengetahuan gamelan.

Cokorda Agung Ichiro Sukawati juga lebih lanjut mengatakan bahwa penciptaan karya untuk gamelan Selonding untuk mengaktualisasikan konsep Manacika, Wacika dan Kayika.

“Manacika berorientasi pada pengembangan kebudayaan gamelan, Wacika memberikan ruang persemaian gagasan dan terkahir harus berdasarkan laku kayika yaitu berbuat dengan aktualisasi penciptaan karya Banyumili,” kata Cok Ichiro. [T][ole]

Ubud Campuhan Budaya 2022: Ibarat Telaga Sebagai Ruang Imaji Demi Tumbuhnya Pusparagam Kreativitas
Tags: gamelan selondingmusikUbudUbud Capuhan Budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud Campuhan Budaya 2022: Ibarat Telaga Sebagai Ruang Imaji Demi Tumbuhnya Pusparagam Kreativitas

Next Post

“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha

“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co