3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Banyumili, Karya Neo-Klasik Untuk Gamelan Selonding | Sublimasi Nilai Telaga Sebagai Benih Penciptaan

tatkala by tatkala
November 27, 2022
in Panggung
Banyumili, Karya Neo-Klasik Untuk Gamelan Selonding | Sublimasi Nilai Telaga Sebagai Benih Penciptaan

Latihan untuk pertunjukan seni di Ubud Campuhan budaya, ubud, Bali

PADA MALAM PENUTUPAN acara festival Ubud Campuhan Budaya di Museum Puri Lukisan, Minggu, 27 November 2022, dipentaskan  satu buah karya seni musik baru berjudul “Banyumili”. Pertunjukan ini dibawakan oleh Sekaa Teruna Udyana Taman Kelod di bawah asuhan komposer sekaligus editor buku macandetan, I Wayan Diana Putra.

Seperti apa pertunjukan seni musik Banyumili itu?

I Wayan Diana Putra memberi penjelasan, Gamelan Selonding merupakan salah barungan gamelan Bali yang berlaras tujuh nada. Secara organologi berbentuk bilah tanpa pencon berbahan besi. Teknik permainannya menggunakan dua tangan. Adapun susunan tungguhan dalam barungan gamelan Selonding terdiri dari tungguhan petuduh, peenem, nyong-nyong alit, nyong-nyong ageng, gong dan kempur.

Tungguhan petuduh dan peenem dalam sistem kerja musikalnya bertugas memainkan bantang gending (melodi) serta mempimpin arah progresi melodi dan struktur gending. Tungguhan nyong-nyong alit dan nyong-nyong ageng memainkan pepayasan (ornamentasi) progresi melodi dengan teknik ubitan yang disebut dengan “ngucek”.

“Ngucek adalah sebuah teknik memberikan pepayasan atas progresi melodi dengan mengisi sub divisi dari jarak antara nada satu dengan nada lainnya dalam alur melodi. Cara kerjanya adalah membagi melodi gending menjadi dua pola yang kemudian menjadi satu kaitan jalinan yang dapat memperkaya isian progresi melodi,” kata Diana.

Latihan pertunjukan seni musik Banyumili

Kemudian tungguhan gong dan kempur yang tidak berpencon namun berbilah serta bernada dalam barungan Gamelan Selonding bertugas ganda yaitu sebagai penanda frasa melodi dan berperan sebagai kolotomik struktur gending. Gamelan Selonding awalnya dikenal tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karangasem seperti di Desa Tenganan, Bebandem, Bongaya dan juga terdapat di pura-pura besar di Bali seperti Pura Penataran Agung Besakih dan Pura Ulun Danu Batur.

Gamelan Selonding secara konvensional difungsikan sebagai ‘pengramen’ dari jalannya upacara yadnya khususnya Upacara Dewa Yadnya, bahkan beberapa daerah seperti di Desa Tenganan Pegringsingan barungan gamelan Selonding diposisikan sebagai benda sakral. Menurut laporan skripsi Komang Ayu Paramita di Desa Tenganan Pegringsingan gamelan Selonding diposisikan sebagai pretima.

“Semakin berkembangnya pemikiran yang berbasis teknologi dan kreativitas, gamelan Selonding mulai dilirik untuk dikaji lebih dalam lagi dari segi teori estetika, nilai penyajian bahkan formulasi komposisi gending-gending dari gamelan Selonding,” kata Diana Putra.

Lalu apa hubungannya dengan pertunjukan Banyumili?

I Wayan Diana Putra  mengatakan, Banyumili adalah salah satu bentuk karya atas intepretasi terhadap nilai musikal dari gamelan Selonding. Berpijak pada prinsik neo-klasik seperti yang diungkapkan oleh I Wayan Sudirana yaitu adalah sebuah bentuk karya baru yang dilandasi dari suatu yang sudah mapan (pakem) supaya memiliki nilai dan mutu yang bisa disepakati.

Beranjak dari pemikiran Sudirana tersebut karya Banyumili ini sangat jelas berpijak pada cara kerja penyajian gending-gending gamelan Selonding secara tradisi seperti menyajikan satu siklus bantang geding kemudian diberikan pepayasan dengan teknik ngucek adeng dan becat. Diawali oleh frasa melodi yang menuju akhir dan juga diakhir pada frasa melodi yang sama.

Prinsip itulah, kata Diana Putra, yang diambil sebagai pijakan karya Banyumili. Beranjak dari sebuah bantang gending yang diolah dengan cara memenggal frasa dari setiap perjalanan siklusnya, kemudian diberikan pepayasan ngucek sesuai dengan frasa-frasa genap dari bantang gending.

“Kemudian nama Banyumili itu sendiri dalam konteks karya neo-klasik gamelan Selonding ini sebagai sebuah arah dalam membuat melodi yang sifanta pendek dan kemudian dimainkan secara berulang-ulang,” kata Diana Putra.

Bentuk penyajian melodi berulang-ulang seperti itu dalam gamelan Bali disebut dengan ngubeng. Lebih lanjut korelasi antara Banyumili dengan cara bentuk melodi ngubeng adalah mengisi sesuatu ruang yang bersifat mengalir berputar dengan mengisinya dengan pola-pola pengramen yang dalam hal ini merujuk pada pepayasan.

Pemilihan judul Banyumili didasari atas pemikiran Ida Bagus Oka Manobhawa yang menyebutkan berintikan sebuah kebudayaan yang seperti halnya air yang mengalir kemudian mengalir ceruk-ceruk, pori-pori dan celah-celah terkecil kemudian memberikan stimulant untuk memunculnya benih-benih ciptaan.

Berdasakan atas pemikiran Oka Manobhawa tesebut karya neo-klasik gamelan Selonding ini mencoba untuk membuka ceruk-ceruk aliran kekayaan formulasi gending tradisi gamelan Selonding, dianalisis untuk dikembangkan serta diwujudkan dalam bentuk karya baru.

“Karya Banyumili ini terinspirasi dari filosofi telaga yaitu sebuah tempat genangan air yang dalam bentuknya didasari oleh lumpur sebagai penyangga ekosistem segala makhluk hidup yang berhabitat pada ruang tersebut,” ujar Diana Putra.

Latihan pertunjukan seni musik Banyumili

Dari pondasi lumpur sebagai penyangga kejernihan air pada permukaan merupakan sebuah konsepsi keseimbangan serta pertemuan untuk melahirkan benih-benih ‘reka’ atau penciptaan. Kemudian nilai filosofi telaga sebagai benih penciptaan ditarik menjadi arah penciptaan gending neo-klasik untuk gamelan Selonding berjudul Banyumili dengan menyajikan struktur komposisi yang berkembang dari frasa yang pendek-pendek.

Melodi didesain dengan konsep melodi ngubeng (progresi pendek yang berputar), pepayasan ngucek dengan cara kerja mejalan dan diberikan pepayasan berupa tembang palawakya dan chorus cecantungan barong landung dengan teks yang bersumber pada penggalan Kekawin Ramayana tentang keutamaan telaga.

Teks penggalan kekawin Ramayana ditembangkan dengan bentuk palawakya oleh Ida Ayu Komang Diana Pani. Selain itu dalam konteks nakeh nabuh (sikap memainkan gamelan) diinjeksi oleh Ida Ayu Wayan Arya Satyani dan Ida Ayu Prihandari.

“Karya Banyumili ini merupakan salah satu pergerakan untuk memunculkan tunas-tunas karya baru dalam konteks penciptaan gending gamelan,” kata Diana Putra.

Media Penyemai

Ketua Panitia Ubud Campuhan Budaya, Cokorda Gde Bayu Putra alias Cok Bayu, mengatakan, melalui karya Banyumili yang diprakarsai oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud sebagai media penyemaian benih-benih potensi gamelan Selonding untuk dikaji dan digarap kembali dalam bentuk baru berpijak pada akar gamelan Selonding yang telah tertancap dengan mapan.

Hal menarik lainnya menurut Cok Bayu, penabuh yang memainkan karya Banyumili adalah sekee Selonding Prami Prani dari Sekee Teruna Udyana Banjar Taman Kelod, Ubud. Antara konsep musikal dan penyaji musikal memiliki nilai benang merah yang menarik, gending Banyumili dengan spirit pergerakan yang mengaliri disajikan oleh tunas-tunas generasi pelanjut (Udyana) sehingga menemukan jalinan dalam bentuk karya neo-klasik gamelan Selonding.

Latihan pertunjukan seni musik Banyumili

Lebih lanjut Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud, Cokorda Agung Ichiro Sukawati menambahkan bahwa karya Banyumili ini merupakan sebuah penyeimbang dalam pergerakan kebudayaan gamelan mengingat sudah terpublikasi jalinan pemikiran dalam bentuk eksplanasi pengetahuan gamelan.

Cokorda Agung Ichiro Sukawati juga lebih lanjut mengatakan bahwa penciptaan karya untuk gamelan Selonding untuk mengaktualisasikan konsep Manacika, Wacika dan Kayika.

“Manacika berorientasi pada pengembangan kebudayaan gamelan, Wacika memberikan ruang persemaian gagasan dan terkahir harus berdasarkan laku kayika yaitu berbuat dengan aktualisasi penciptaan karya Banyumili,” kata Cok Ichiro. [T][ole]

Ubud Campuhan Budaya 2022: Ibarat Telaga Sebagai Ruang Imaji Demi Tumbuhnya Pusparagam Kreativitas
Tags: gamelan selondingmusikUbudUbud Capuhan Budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud Campuhan Budaya 2022: Ibarat Telaga Sebagai Ruang Imaji Demi Tumbuhnya Pusparagam Kreativitas

Next Post

“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha

“Sakit Gegaen Anak” | Cerpen Putu Arya Nugraha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co