2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Aplikasi Android

Komang Ayu Tri Paramitha by Komang Ayu Tri Paramitha
January 31, 2022
in Esai
Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Aplikasi Android

Skema Pembelajaran Gamelan Selonding Dalam Aplikasi Android

Pendidikan Seni dalam lingkungan masyarakat umum, hingga di lingkungan sekolah merupakan bentuk proses aktif yang dilakukan oleh seseorang guna membangun pengetahuan dan menambah wawasan, khususnya dalam bidang seni. Pembelajaran seni, salah satunya seni karawitan Bali di lingkungan sekolah mempunyai kecenderungan yang kaku dan kurang dikenal oleh peserta didik sehingga hal ini membuat peserta didik menjadi jenuh karena tidak diimbangi dengan musik yang populer di dunia mereka pada zaman modern saat ini. Terlebih, seni karawitan tradisional, yang termasuk dalam gamelan klasifikasi kuna.

Dengan diterapkannya pendidikan seni di lingkungan sekolah, maka dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik dalam proses pengembangan diri untuk berjiwa mengkonstruksi pemikiran kreatif dengan mempelajari kesenian, termasuk seni karawitan bali khususnya gamelan yang tergolong kedalam gamelan klasifikasi kuna/jaman terdahulu. Salah satu gamelan klasifikasi kuna dan memiliki identitas musikal yang khas ialah Gamelan Selonding.

Foto 1. Wawancara Dengan Narasumber Gamelan Selonding di Desa Tenganan Pegringsingan. Dok: Komang Ayu Tri Paramitha (2021)

Gamelan Selonding adalah salah satu gamelan kuna yang masih sanggup bertahan di Bali dengan keasliannya sampai saat ini, walaupun telah sembilan abad berlalu secara tekstual muncul di Bali (Prasasti Campetan 1071S). Gamelan Selonding  merupakan  salah  satu  bagian  dari  khazanah  gamelan  Bali  yang  begitu  beragam.

Gamelan yang secara populasinya banyak ditemukan di Bali Timur (Karangasem dan sekitarnya) memiliki nilai vitalitas bagi keberlangsungan prosesi adat di setiap desa yang ada khusunya desa-desa Bali Aga (desa Bali kuna). Gamelan Selonding lahir sebagai suatu penuangan ide dan konsep-konsep yang cemerlang dari para leluhur yang diciptakan dalam suasana jiwa yang sedang menikmati rasa kedamaian dan kesucian yang tinggi (ekstasis), yang dipersembahkan sebagai sarana kebaktian (Yantra) kehadapan Sang Pencipta serta pengabdiannya kepada masyarakat (Tusan, 2001:190).

Kata Gamelan Selonding berasal dari kata Salon dan Ning yang artinya tempat suci. Dilihat dari fungsinya, Gamelan Selonding adalah sebuah gamelan yang dikeramatkan atau disucikan. Mengenai sejarah Gamelan Selonding ini belum diketahui secara jelas angka tahun kemunculan dan kronologisnya. Terdapat sebuah mitologi yang menyebutkan bahwa pada zaman dahulu di Desa Adat Tenganan Pegringsingan mendengar suara gemuruh dari angkasa dan suara itu terdengar datangnya secara bergelombang.

Pada gelombang pertama, suara itu turun di Bungaya (sebelah timur laut Tenganan) dan pada gelombang kedua, turun di Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang awalnya bersuara kecil, kemudian semakin lama suaranya menjadi semakin besar. Setelah sampai di bumi, ditemukan Gamelan Selonding yang berjumlah 3 (tiga) bilah besi.

Lalu, munculah sabda yang mengutus masyarakat Tenganan untuk membuat Gamelan Selonding. Bilah-bilah besi tersebut dikembangkan sehingga menjadi Gamelan Selonding seperti saat ini dengan laras7 (tujuh) nada. Namun, pada saat itu Gamelan Selonding di Desa Adat Tenganan Pegringsingan 3 (tiga) bilah tersebut tidak boleh dipukul, hanya dijadikan sebagai pretima. Gamelan Selonding di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, terdiri dari 40 (empat puluh) bilah, 6 (enam) tungguh masing-masing berisi 4 (empat) bilah dan 2 (dua) tungguh berisikan 8 (delapan) bilah. Gamelan Selonding dikalangan masyarakat Tenganan Pegringsingan, diberi nama Bhatara Bagus Gamelan Selonding.

Pembelajaran Gamelan Selonding melalui aplikasi berbasis android merupakan suatu terobosan baru yang menjadi alternatif dalam mempelajari Gamelan Selonding secara praktis. Aplikasi ini dapat membantu pengguna yang ingin belajar Gamelan Selonding hanya dengan memanfaatkan android, sehingga pengguna dapat belajar Gamelan Selonding melalui aplikasi ini. Terciptanya Pengembangan Aplikasi Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Android ini, proses belajar Gamelan Selonding akan menjadi fleksibel yaitu jika seseorang ingin mengetahui cara belajar Gamelan Selonding dapat diakses dimanapun dan kapanpun melalui sebuah aplikasi yang ada di android.

Dengan adanya aplikasi pembelajaran Gamelan Selonding yang dapat diakses melalui android sebagai bertujuan sebagai media tambahan (penunjang) dalam belajar Gamelan Selonding, dan sebagai bentuk inovasi di era revolusi 4.0, Gamelan Selonding tetap dapat dilestarikan untuk menunjang kesenian ini agar lebih diminati oleh masyarakat Bali khususnya generasi muda.

Foto 2. Skema Pembelajaran Gamelan Selonding Dalam Aplikasi Android. Dok: Komang Ayu Tri Paramitha  

Dalam aplikasi pembelajaran ini membahas tentang pengetahuan dasar Gamelan Selonding, masing-masing instrumentasi Gamelan Selonding, struktur nada, teknik dasar memainkan, saih (tugas-tugas nada), teknik permainan, gending Gamelan Selonding, kuis (soal latihan), dan profil pembuat aplikasi. Pembelajaran melalui aplikasi ini ditampilkan dengan desain animasi, gambar, video dan audio sehingga mudah untuk dipahami dan dipelajari oleh pengguna aplikasi.

Manfaat aplikasi ini tentunya sebagai media pembelajaran Gamelan Selonding bagi pengguna yang ingin mempelajari Gamelan Selonding, namun tidak memiliki seperangkat Gamelan Selonding. Selain itu, mempermudah seseorang dalam memantapkan dirinya kembali setelah praktik menggunakan tungguhan aslinya.

Besar harapan penulis dengan terciptanya aplikasi ini, penggiat Gamelan Selonding, salah satunya di kalangan muda dapat memanfaatkan teknologi di era revolusi 4.0 saat ini secara bijak untuk media pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan menggunakan aplikasi pembelajaran ini dengan baik dan bijak, tentunya dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengguna dalam bermain Gamelan Selonding. [T]

  • DAFTAR RUJUKAN

Tusan, Pande Wayan. 2001. Gamelan Selonding Tinjauan Gamelan Bali Kuna Abab X-XIV. Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Tags: baligamelan selondingISI Denpasarkarawitanseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membangun Diskusi dari Kisah-kisah Imajiner Desa Tani

Next Post

Weda Sanjaya, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022 | Ia Dengar Pengumuman Sambil Mengajar

Komang Ayu Tri Paramitha

Komang Ayu Tri Paramitha

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Weda Sanjaya, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022 | Ia Dengar Pengumuman Sambil Mengajar

Weda Sanjaya, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022 | Ia Dengar Pengumuman Sambil Mengajar

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co