3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Aplikasi Android

Komang Ayu Tri Paramitha by Komang Ayu Tri Paramitha
January 31, 2022
in Esai
Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Aplikasi Android

Skema Pembelajaran Gamelan Selonding Dalam Aplikasi Android

Pendidikan Seni dalam lingkungan masyarakat umum, hingga di lingkungan sekolah merupakan bentuk proses aktif yang dilakukan oleh seseorang guna membangun pengetahuan dan menambah wawasan, khususnya dalam bidang seni. Pembelajaran seni, salah satunya seni karawitan Bali di lingkungan sekolah mempunyai kecenderungan yang kaku dan kurang dikenal oleh peserta didik sehingga hal ini membuat peserta didik menjadi jenuh karena tidak diimbangi dengan musik yang populer di dunia mereka pada zaman modern saat ini. Terlebih, seni karawitan tradisional, yang termasuk dalam gamelan klasifikasi kuna.

Dengan diterapkannya pendidikan seni di lingkungan sekolah, maka dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik dalam proses pengembangan diri untuk berjiwa mengkonstruksi pemikiran kreatif dengan mempelajari kesenian, termasuk seni karawitan bali khususnya gamelan yang tergolong kedalam gamelan klasifikasi kuna/jaman terdahulu. Salah satu gamelan klasifikasi kuna dan memiliki identitas musikal yang khas ialah Gamelan Selonding.

Foto 1. Wawancara Dengan Narasumber Gamelan Selonding di Desa Tenganan Pegringsingan. Dok: Komang Ayu Tri Paramitha (2021)

Gamelan Selonding adalah salah satu gamelan kuna yang masih sanggup bertahan di Bali dengan keasliannya sampai saat ini, walaupun telah sembilan abad berlalu secara tekstual muncul di Bali (Prasasti Campetan 1071S). Gamelan Selonding  merupakan  salah  satu  bagian  dari  khazanah  gamelan  Bali  yang  begitu  beragam.

Gamelan yang secara populasinya banyak ditemukan di Bali Timur (Karangasem dan sekitarnya) memiliki nilai vitalitas bagi keberlangsungan prosesi adat di setiap desa yang ada khusunya desa-desa Bali Aga (desa Bali kuna). Gamelan Selonding lahir sebagai suatu penuangan ide dan konsep-konsep yang cemerlang dari para leluhur yang diciptakan dalam suasana jiwa yang sedang menikmati rasa kedamaian dan kesucian yang tinggi (ekstasis), yang dipersembahkan sebagai sarana kebaktian (Yantra) kehadapan Sang Pencipta serta pengabdiannya kepada masyarakat (Tusan, 2001:190).

Kata Gamelan Selonding berasal dari kata Salon dan Ning yang artinya tempat suci. Dilihat dari fungsinya, Gamelan Selonding adalah sebuah gamelan yang dikeramatkan atau disucikan. Mengenai sejarah Gamelan Selonding ini belum diketahui secara jelas angka tahun kemunculan dan kronologisnya. Terdapat sebuah mitologi yang menyebutkan bahwa pada zaman dahulu di Desa Adat Tenganan Pegringsingan mendengar suara gemuruh dari angkasa dan suara itu terdengar datangnya secara bergelombang.

Pada gelombang pertama, suara itu turun di Bungaya (sebelah timur laut Tenganan) dan pada gelombang kedua, turun di Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang awalnya bersuara kecil, kemudian semakin lama suaranya menjadi semakin besar. Setelah sampai di bumi, ditemukan Gamelan Selonding yang berjumlah 3 (tiga) bilah besi.

Lalu, munculah sabda yang mengutus masyarakat Tenganan untuk membuat Gamelan Selonding. Bilah-bilah besi tersebut dikembangkan sehingga menjadi Gamelan Selonding seperti saat ini dengan laras7 (tujuh) nada. Namun, pada saat itu Gamelan Selonding di Desa Adat Tenganan Pegringsingan 3 (tiga) bilah tersebut tidak boleh dipukul, hanya dijadikan sebagai pretima. Gamelan Selonding di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, terdiri dari 40 (empat puluh) bilah, 6 (enam) tungguh masing-masing berisi 4 (empat) bilah dan 2 (dua) tungguh berisikan 8 (delapan) bilah. Gamelan Selonding dikalangan masyarakat Tenganan Pegringsingan, diberi nama Bhatara Bagus Gamelan Selonding.

Pembelajaran Gamelan Selonding melalui aplikasi berbasis android merupakan suatu terobosan baru yang menjadi alternatif dalam mempelajari Gamelan Selonding secara praktis. Aplikasi ini dapat membantu pengguna yang ingin belajar Gamelan Selonding hanya dengan memanfaatkan android, sehingga pengguna dapat belajar Gamelan Selonding melalui aplikasi ini. Terciptanya Pengembangan Aplikasi Pembelajaran Gamelan Selonding Berbasis Android ini, proses belajar Gamelan Selonding akan menjadi fleksibel yaitu jika seseorang ingin mengetahui cara belajar Gamelan Selonding dapat diakses dimanapun dan kapanpun melalui sebuah aplikasi yang ada di android.

Dengan adanya aplikasi pembelajaran Gamelan Selonding yang dapat diakses melalui android sebagai bertujuan sebagai media tambahan (penunjang) dalam belajar Gamelan Selonding, dan sebagai bentuk inovasi di era revolusi 4.0, Gamelan Selonding tetap dapat dilestarikan untuk menunjang kesenian ini agar lebih diminati oleh masyarakat Bali khususnya generasi muda.

Foto 2. Skema Pembelajaran Gamelan Selonding Dalam Aplikasi Android. Dok: Komang Ayu Tri Paramitha  

Dalam aplikasi pembelajaran ini membahas tentang pengetahuan dasar Gamelan Selonding, masing-masing instrumentasi Gamelan Selonding, struktur nada, teknik dasar memainkan, saih (tugas-tugas nada), teknik permainan, gending Gamelan Selonding, kuis (soal latihan), dan profil pembuat aplikasi. Pembelajaran melalui aplikasi ini ditampilkan dengan desain animasi, gambar, video dan audio sehingga mudah untuk dipahami dan dipelajari oleh pengguna aplikasi.

Manfaat aplikasi ini tentunya sebagai media pembelajaran Gamelan Selonding bagi pengguna yang ingin mempelajari Gamelan Selonding, namun tidak memiliki seperangkat Gamelan Selonding. Selain itu, mempermudah seseorang dalam memantapkan dirinya kembali setelah praktik menggunakan tungguhan aslinya.

Besar harapan penulis dengan terciptanya aplikasi ini, penggiat Gamelan Selonding, salah satunya di kalangan muda dapat memanfaatkan teknologi di era revolusi 4.0 saat ini secara bijak untuk media pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan menggunakan aplikasi pembelajaran ini dengan baik dan bijak, tentunya dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengguna dalam bermain Gamelan Selonding. [T]

  • DAFTAR RUJUKAN

Tusan, Pande Wayan. 2001. Gamelan Selonding Tinjauan Gamelan Bali Kuna Abab X-XIV. Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Tags: baligamelan selondingISI Denpasarkarawitanseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membangun Diskusi dari Kisah-kisah Imajiner Desa Tani

Next Post

Weda Sanjaya, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022 | Ia Dengar Pengumuman Sambil Mengajar

Komang Ayu Tri Paramitha

Komang Ayu Tri Paramitha

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Weda Sanjaya, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022 | Ia Dengar Pengumuman Sambil Mengajar

Weda Sanjaya, Peraih Hadiah Sastra Rancage 2022 | Ia Dengar Pengumuman Sambil Mengajar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co