12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan

I Made Jonita by I Made Jonita
April 8, 2022
in Khas
Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan

Pasar Desa Senganan, Penebel, Tabanan, titik berangkat perdagangan beras Tabanan-Buleleng

Kakek saya, almarhum Pekak Purug alias Pan Sembrog, dari Desa Senganan, Penebel, Tabanan, pernah bercerita. Bahwa sekitar satu abad lalu, atau sekitar tahun 1930, ia sering membawa beras untuk dijual ke Buleleng atau ke kota Singaraja. Jalur yang dilalui adalah jalur Desa Soka.

Jalur Desa Soka itu melewati Bukit Pohen atau Bukit Puwun, lalu tembus di Dasong, Tamblingan. Bisa juga tembus di Desa Gesing.

Artinya, sekitar satu abad lalu, perdagangan hasil pangan, terutama beras, dari Pasar Senganan, Penebel, ke kota Singaraja, Buleleng, sudah terjadi. Artinya lagi, dulu, pernah ada jalur shortcut dari Tabanan ke Buleleng.  

Beras hasil dari petani di Desa Senganan dan wilayah Penebel untuk dijual di Buleleng memang sudah terjadi sejak dulu. Pada tahun 1930-an itu, kakek saya membantu menjualkan hasil petani dari Desa Senganan agar lebih cepat laku dan bernilai jual yang lebih tinggi. Karena Singaraja saat itu adalah ibukota Sunda Kecil dan menjadi kota kolonial paling ramai di Bali. Untuk itulah ia mau bersusah-payah menempuh perbukitan untuk sampai di Singaraja.

Nilai jual di Singaraja memang lebih tinggi ibandingkan dijual pada saudagar yang mengambil beras ke Desa Senganan, Pengangkutan beras ke Singaraja menggunakan bantuan transportasi berupa kuda.

“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Kakek saya konon punya dua ekor kuda waktu itu. Seekor kuda katanya biasa mengangkut 1,5 pikul atau sekitar 150 kilogram beras. Kakek bisa mengirim sekitar 300 klilogram beras dalam sekali jalan. Angka itu sudah terhitung banyak saat itu, apalagi saat itu kebutuhan beras per keluarga per bulan tidak begitu banyak.

Rata-rata semua keluarga saat itu masih mengkonsumsi nasi oran atau nasi yang dimasak dengan campuran beras dan bahan lain seperti umbi ketela pohon atau buah pisang yang belum matang.

Beras yang ada saat itu adalah beras merah dan beras putih atau padi tahun, yakni padi yang ditanam setahun sekali yang umurnya 6 bulan sejak disemai. Juga beras padi cicih, baik yang merah atau yang putih. Padi cicih adalah  padi yang berumur 5 bulan sejak disemai. Karena saat itu bibit padi baru (PB) belum tersedia.

Saat itu belum ada yang menanam padi dengan umur 3 bulan di daerah kami. Hasil bumi selain beras yang tersedia saat itu adalah bawang putih dari Desa Babahan dan bawang merah dari Desa Senganan, juga sayur mayur, pisang, dan kacang-kacangan dari Desa Angseri, Desa Apuan, Desa Penebel dan sekitarnya.

Pasar Desa Senganan pagi hari

Pasar Desa Senganan ibarat terminal dan pintu perdagangan hasil bumi Penebel dan sekitarnya untuk dijual ke Buleleng dan begitupun sebaliknya. Hal ini masih sempat saya saksikan dengan mata kepala sendiri ketika saya kecil di tahun 1980-an. Pasar Senganan begitu ramainya.

Para pedagang berjejer sepanjang jalan menuju pasar 200 meter sebelum pasar dari arah barat dan arah timur. Pasar Senganan mulai dibuka pukul 04.00 WIB (saat itu belum WITA). Saya biasa diajak nenek berangkat ke Pasar Senganan jam 2 pagi.

Ramai dan padatnya Pasar Senganan bahkan sampai jauh ke areal luar pasar. Keramaiannya seperti dua kali lipat Pasar Dauhpala saat ini, atau sekitar 4 kali lipat Pasar Tabanan saat ini.

Bun Kekara Langka Selimuti Palinggih | Cerita dan Renungan Keajaiban dari Tabanan

Jalur perdagangan hasil pangan ke Buleleng melalui Senganan lebih dipilih karena jarak yang lebih dekat dan lebih mudah dilalui dibandingkan lewat Baturiti (Batu-Niti) yang lebih jauh menuju kota Singaraja dari Senganan.

Jalur Senganan dilalui lewat Desa Soka ini juga dinilai lebih mudah karena melewati Bukit Pohen atau Bukit Puwun yang tidak begitu tinggi dibandingkan lewat Gunung Batukau. Jika kita perhatikan lewat peta atau google map memang betul jalur ini seperti short-cut dari Tabanan ke Buleleng. Dari Bukit Puhun ini akan tembus di Dasong, Tamblingan. Juga bisa tembus ke Desa Gesing.

Menurut Kakek saya, lama perjalanan ditempuh sekitar 4-5 jam dengan jalan kaki sambil menuntun kuda yang memuat beras dari Desa Soka sampai di Dasong, Tamblingan. Bahkan teman kakek saya konon biasa sampai ke Pabean (Pelabuhan Buleleng) membawa barang dagangannya.

Keramaian Pasar Desa Senganan di Penebel, Tabanan

Ada banyak cerita tentang jalur perdagangan ini dari beberapa warga di Desa Senganan. Mulai dari mereka yang mendengar cerita dari kakek mereka juga dari mereka yang pernah melewati jalur ini.

Bahkan seorang warga yang sempat menempuh jalur Desa Soka, Senganan-Tabanan tembus ke Gesing, Buleleng, menceritakan keheranannya saat sampai di Gesing. Krama Gesing menyebut warga Desa Senganan adalah nyama (saudara) dan menanyakan kabar beberapa warga Desa Senganan yang konon, dulu, biasa berkunjung ke Gesing.

Sampai tahun 1991 warga Desa Soka yang suka memancing ke Danau Tamblingan masih biasa memanfaatkan jalur perdagangan ini dengan jalan kaki. Bahkan saat ini masih ada saja beberapa pendaki ataupun wisatawan yang tracking melewati jalur Senganan-Buleleng ini. Anda mau coba? [T]

Tags: Danau TamblinganDesa SengananGunung BatukaruJalur Perdagangan Tabanan-Bulelengketahanan pangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apel Krida, Apel Bahagia Bupati Agus Suradnyana Jelang Akhir Masa Jabatan

Next Post

Jadikan “Megangsing” Sebagai Agenda Rutin Kepariwisataan Buleleng

I Made Jonita

I Made Jonita

Dikenla dengan nama Dek Enjoy. Petani, tinggal di Banjar Pagi, Senganan, Penebel, Tabanan. Kini membuka warung dengan nama Warung Pisaga di Jalan Raya Desa Senganan

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Jadikan “Megangsing” Sebagai Agenda Rutin Kepariwisataan Buleleng

Jadikan "Megangsing" Sebagai Agenda Rutin Kepariwisataan Buleleng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co