2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan

I Made Jonita by I Made Jonita
April 8, 2022
in Khas
Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan

Pasar Desa Senganan, Penebel, Tabanan, titik berangkat perdagangan beras Tabanan-Buleleng

Kakek saya, almarhum Pekak Purug alias Pan Sembrog, dari Desa Senganan, Penebel, Tabanan, pernah bercerita. Bahwa sekitar satu abad lalu, atau sekitar tahun 1930, ia sering membawa beras untuk dijual ke Buleleng atau ke kota Singaraja. Jalur yang dilalui adalah jalur Desa Soka.

Jalur Desa Soka itu melewati Bukit Pohen atau Bukit Puwun, lalu tembus di Dasong, Tamblingan. Bisa juga tembus di Desa Gesing.

Artinya, sekitar satu abad lalu, perdagangan hasil pangan, terutama beras, dari Pasar Senganan, Penebel, ke kota Singaraja, Buleleng, sudah terjadi. Artinya lagi, dulu, pernah ada jalur shortcut dari Tabanan ke Buleleng.  

Beras hasil dari petani di Desa Senganan dan wilayah Penebel untuk dijual di Buleleng memang sudah terjadi sejak dulu. Pada tahun 1930-an itu, kakek saya membantu menjualkan hasil petani dari Desa Senganan agar lebih cepat laku dan bernilai jual yang lebih tinggi. Karena Singaraja saat itu adalah ibukota Sunda Kecil dan menjadi kota kolonial paling ramai di Bali. Untuk itulah ia mau bersusah-payah menempuh perbukitan untuk sampai di Singaraja.

Nilai jual di Singaraja memang lebih tinggi ibandingkan dijual pada saudagar yang mengambil beras ke Desa Senganan, Pengangkutan beras ke Singaraja menggunakan bantuan transportasi berupa kuda.

“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Kakek saya konon punya dua ekor kuda waktu itu. Seekor kuda katanya biasa mengangkut 1,5 pikul atau sekitar 150 kilogram beras. Kakek bisa mengirim sekitar 300 klilogram beras dalam sekali jalan. Angka itu sudah terhitung banyak saat itu, apalagi saat itu kebutuhan beras per keluarga per bulan tidak begitu banyak.

Rata-rata semua keluarga saat itu masih mengkonsumsi nasi oran atau nasi yang dimasak dengan campuran beras dan bahan lain seperti umbi ketela pohon atau buah pisang yang belum matang.

Beras yang ada saat itu adalah beras merah dan beras putih atau padi tahun, yakni padi yang ditanam setahun sekali yang umurnya 6 bulan sejak disemai. Juga beras padi cicih, baik yang merah atau yang putih. Padi cicih adalah  padi yang berumur 5 bulan sejak disemai. Karena saat itu bibit padi baru (PB) belum tersedia.

Saat itu belum ada yang menanam padi dengan umur 3 bulan di daerah kami. Hasil bumi selain beras yang tersedia saat itu adalah bawang putih dari Desa Babahan dan bawang merah dari Desa Senganan, juga sayur mayur, pisang, dan kacang-kacangan dari Desa Angseri, Desa Apuan, Desa Penebel dan sekitarnya.

Pasar Desa Senganan pagi hari

Pasar Desa Senganan ibarat terminal dan pintu perdagangan hasil bumi Penebel dan sekitarnya untuk dijual ke Buleleng dan begitupun sebaliknya. Hal ini masih sempat saya saksikan dengan mata kepala sendiri ketika saya kecil di tahun 1980-an. Pasar Senganan begitu ramainya.

Para pedagang berjejer sepanjang jalan menuju pasar 200 meter sebelum pasar dari arah barat dan arah timur. Pasar Senganan mulai dibuka pukul 04.00 WIB (saat itu belum WITA). Saya biasa diajak nenek berangkat ke Pasar Senganan jam 2 pagi.

Ramai dan padatnya Pasar Senganan bahkan sampai jauh ke areal luar pasar. Keramaiannya seperti dua kali lipat Pasar Dauhpala saat ini, atau sekitar 4 kali lipat Pasar Tabanan saat ini.

Bun Kekara Langka Selimuti Palinggih | Cerita dan Renungan Keajaiban dari Tabanan

Jalur perdagangan hasil pangan ke Buleleng melalui Senganan lebih dipilih karena jarak yang lebih dekat dan lebih mudah dilalui dibandingkan lewat Baturiti (Batu-Niti) yang lebih jauh menuju kota Singaraja dari Senganan.

Jalur Senganan dilalui lewat Desa Soka ini juga dinilai lebih mudah karena melewati Bukit Pohen atau Bukit Puwun yang tidak begitu tinggi dibandingkan lewat Gunung Batukau. Jika kita perhatikan lewat peta atau google map memang betul jalur ini seperti short-cut dari Tabanan ke Buleleng. Dari Bukit Puhun ini akan tembus di Dasong, Tamblingan. Juga bisa tembus ke Desa Gesing.

Menurut Kakek saya, lama perjalanan ditempuh sekitar 4-5 jam dengan jalan kaki sambil menuntun kuda yang memuat beras dari Desa Soka sampai di Dasong, Tamblingan. Bahkan teman kakek saya konon biasa sampai ke Pabean (Pelabuhan Buleleng) membawa barang dagangannya.

Keramaian Pasar Desa Senganan di Penebel, Tabanan

Ada banyak cerita tentang jalur perdagangan ini dari beberapa warga di Desa Senganan. Mulai dari mereka yang mendengar cerita dari kakek mereka juga dari mereka yang pernah melewati jalur ini.

Bahkan seorang warga yang sempat menempuh jalur Desa Soka, Senganan-Tabanan tembus ke Gesing, Buleleng, menceritakan keheranannya saat sampai di Gesing. Krama Gesing menyebut warga Desa Senganan adalah nyama (saudara) dan menanyakan kabar beberapa warga Desa Senganan yang konon, dulu, biasa berkunjung ke Gesing.

Sampai tahun 1991 warga Desa Soka yang suka memancing ke Danau Tamblingan masih biasa memanfaatkan jalur perdagangan ini dengan jalan kaki. Bahkan saat ini masih ada saja beberapa pendaki ataupun wisatawan yang tracking melewati jalur Senganan-Buleleng ini. Anda mau coba? [T]

Tags: Danau TamblinganDesa SengananGunung BatukaruJalur Perdagangan Tabanan-Bulelengketahanan pangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apel Krida, Apel Bahagia Bupati Agus Suradnyana Jelang Akhir Masa Jabatan

Next Post

Jadikan “Megangsing” Sebagai Agenda Rutin Kepariwisataan Buleleng

I Made Jonita

I Made Jonita

Dikenla dengan nama Dek Enjoy. Petani, tinggal di Banjar Pagi, Senganan, Penebel, Tabanan. Kini membuka warung dengan nama Warung Pisaga di Jalan Raya Desa Senganan

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jadikan “Megangsing” Sebagai Agenda Rutin Kepariwisataan Buleleng

Jadikan "Megangsing" Sebagai Agenda Rutin Kepariwisataan Buleleng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co