2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
May 8, 2019
in Khas
“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Laklak gede berisi pisang di Pasar Penebel, Tabanan, Bali

Kalau pas melintas di Pasar Penebel, di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, mampirlah sebentar ke sebuah warung kecil. Lokasinya di utara pasar, tepatnya sebelah barat jalan.

Mencari Pasar Penebel tidaklah sulit. Dari kota Tabanan luruslah kea rah utara, lewat Tuakilang, lalu Wanasari, lalu Desa Buruan, lurus terus ke utara, bertemulah Pasar Penebel. Pasar Penebel biasa juga dilewati para pelancaong jika hendak ke obyek wisata lJatiluwih via Desa Babahan.  

Atau jika ingin ke obyek Yeh Panes Belumbang, di Pasar Penebel bisa belok kiri, Tapi sebelum menuju obyek-obyek terkenal itu, singahlah ke Pasar Penebel, tepatnya di utara pasar, di sebelah barat jalan.

Di situ ada sebuah warung kecil menjual laklak pisang yang enak, dengan bentuk yang unik dan  rasa yang khas. Namanya warung Laklak Biu Men Bayu. Laklak yang hangat, cocok ketika menemani secangkir kopi. Pemandangan orang yang ngantre membeli laklak sudah biasa di warung itu.

Laklak yang legit, dengan pisang manis dan parutan kelapa. Rasanya pas. Kuliner khas Bali yang digemari. Di warung itu tersedia dua kompor gerabah, yang menyerupai bungut paon, kompor tradisonal Bali kuno. Bahan bakarnya dari dahan kayu.

Proses pembuatan laklak biu Men Bayu

Ada beberapa alasan kenapa Men Bayu tidak menggunakan kompor modern untuk membuat laklak pisang itu. Dengan menggunakan kayu bakar, rasa laklak terasa lebih enak, beda dan khas. Ternyata bahan bakar yang digunakan mempengaruhi cita rasa kue.

Men Bayu dan suaminya konsisten menekuni bisnis kecil laklak pisang itu selama sepuluh tahun. Mereka memulai usaha sejak tahun 2009, dengan modal kecil. November 2012 untuk pertama kali diundang, diberi kesempatan pameran  kuliner pada acara HUT kota Tabanan.

Kemudian berlanjut tiap tahun ikut pameran kuliner sampai tahun 2016. Sampai saat ini, dari bisnis kecil ini Pan Bayu bisa membeli mobil tua, sebagai satu-satunya armada untuk membeli pisang ke pasar. UKM dengan modal kecil, kalau ditekuni bisa menghasilkan uang lumayan.

Laklak adalah kuliner khas Bali. Jadi harus dilestarikan, agar bisa sejajar dengan kuliner-kuliner dari daerah lain. Sebenarnya rasanya juga tak kalah dengan kue-kue impor yang sudah punya branding. Pemda setempat berperan memfasilitasi, melakukan promosi kuliner khas Bali ini ke tingkat nasional.

Men Bayu nomer dua dari kanan, saat mendapat kesempatan pameran kuliner di Taman Mini Indonesia Indah

Men Bayu dan Pan Bayu pernah diboyong oleh dinas terkait di Pemkab Tabanan, untuk diterbangkan ke Jakarta mengikuti pameran kuliner di Taman Mini Indonesia Indah. Mereka memperkenalkan laklak pisang dan juga jaje kelepon yang dibuat oleh pedagang lain. Foto mereka di depan Monas terpasang rapi di tembok warung Men Bayu, bagaikan kertas sertifikasi sebagai bukti pengakuan jaminan mutu laklak pisang yang dia buat sehari-hari.

Di warungnya yang kecil, dengan beberapa kursi plastik dan kursi kayu, kadang memang tidak bisa menampung pelanggan. Para pelanggan harus sabar menunggu proses pembuatan. Seperti membuat nasi goreng, laklak juga baru dibikin saat dipesan, untuk menjaga kehangatannya.

Lebih Besar

Pertama kali saya mencicipi laklak pisang Men Bayu ini, langsung jatuh cinta dengan rasanya. Rasa yang khas. Saya ketagihan. Setiap kali lewat di Penebel untuk urusan kerja, pasti saya mampir di warung Men Bayu ini. Membeli beberapa laklak pisang, dibungkus untuk oleh-oleh pulang. Anak-anak dan istri juga suka.

Beda dengan laklak biasa, bentuk laklak biu ini lebih besar. Harga per biji Rp 2.000.  Bedanya lagi, jika laklak biasa membutuhkan gula aren cair sebagai pemanis, laklak pisang ini tidak membutuhkan gula. Rasa manis didapat dari pisang yang diiris tipis-tipis dan ditaburi parutan kelapa. Rasa manis yang alami. Ini juga kue yang bagus untuk penderita diabetes.

Kalau kita bedah isinya, laklak pisang mengandung nutrisi yang sangat baik. Tepung sebagai bahan utama  mengandung karbohidrat. Pisang adalah buah yang mengandung banyak nutrisi, sejumlah vitamin dan potasium, dan juga serat yang baik untuk pencernaan. Pisang adalah makanan wajib untuk atlit sebelum bertanding. Itulah kenapa seorang atlit bulutangkis dunia memakan pisang saat istirahat sebentar sebelum memasuki rubber set yang melelahkan.

Pernah juga saya lihat seorang atlit sepeda Tour de Indonesia yang memakan pisang sambil tetap bersepeda. Sedangkan kelapa parut yang ditaburi pada laklak pisang juga tak kalah bergizinya. Pernah saya baca, satu sendok makan kelapa parut mengandung 1 gram protein. Jadi, lumayan kan kandungan nutrisi pada selembar laklak pisang ini. Maaf, saya pakai saja istilah selembar, karena bentuknya seperti lembaran…hehehe

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti dan Wabup Gede Sanjaya di stand laklak biu Men Bayu

Setiap hari minggu, pelanggan yang datang lebih banyak lagi. Para pesepeda yang kebetulan lewat gowes, mampir ke warung Men Bayu. Pemandangan sepeda yang parkir di sana-sini pun terlihat memenuhi warungnya yang kecil. Pelanggan laklak Men Bayu dari berbagai lapisan masyarakat. Beberapa pegawai pemda sering memesan laklak pisang untuk sebuah acara penting di kantor. Kadang-kadang Men Bayu dan suaminya harus buka pagi-pagi pukul 5, karena memenuhi pesanan yang akan diambil pukul 7 pagi.

Men Bayu dan suaminya sudah semakin tua. Pan Bayu sudah memasuki usia 71 tahun. Men Bayu juga sering sakit. Kadang Pan Bayu sendirian di warungnya melayani pelanggan, karena istrinya butuh istirahat untuk menurunkan tensi. Seperti siang itu, saya hanya bertemu Pan Bayu saat mengambil beberapa foto sambil wawancara.

Agaknya anak-anaknya tidak tertarik melanjutkan usaha kuliner itu. Padahal kalau anaknya mau, mereka bisa menata warung itu agar kelihatan lebih rapi, keren dan artistik. Bisa saja warung kecil itu ditata seperti kafe kopi. Menyediakan laklak pisang sebagai menu utama, dan kopi khas Bali sebagai pendamping menu.

Bukankah banyak kopi khas Bali yang bisa diperkenalkan, jebis robusta atau arabika. Seperti kopi Banyuatis itu, yang sudah melanglang buana ke mana-mana. Ada sebuah warung kecil di jantung kota Tabanan, yang setiap hari dikerubuti puluhan bahkan mungkin ratusan pelanggan setianya. Pemilik warung sukses hanya dengan berjualan kopi sebagai menu utama.

Sedikit menghayal, barangkali suatu ketika kuliner khas Bali seperti: laklak biu, jaje kelepon, jaje gadang, bisa go internasional seperti kue-kue impor yang menjajah kita selama ini. Semoga! [T]

Tags: kue tradisonalkulinerpasarPenebeltabanan
Share266TweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Dansa

Next Post

“Harusnya Drama Gong Ne!” – Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Harusnya Drama Gong Ne!” – Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

“Harusnya Drama Gong Ne!” - Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co