22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

tatkala by tatkala
February 9, 2023
in Historia
Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

SEJARAH PERS tak lepas dari sejarah kelahiran dan perkembangan media di Bali. Dan, sejarah media di Bali dimulai dari Buleleng, pada 1923.

Zaman Kolonial

Pada zaman kolonial, tahun 1923 itu, di Buleleng lahir Shanti Adnyana dalam bentuk kalawarta (newsletter). Pada 1 Januari 1924 majalah Shanti Adnyana berubah nama menjadi Bali Adnyana. Sedangkan di sisi yang berbeda, pada 1 Oktober 1925, berdiri majalah Surya Kanta sebagai tandingan Bali Adnyana.

Surya Kanta berhenti terbit pada September 1927. Sementara itu, Bali Adnyana lenyap dari peredaran tahun 1929.

Pada 1931, berdiri Bhãwanãgara. Menurut Robinson, majalah berbahasa Melayu ini diterbitkan Yayasan Kirtija Liefrinck van der Tuuk. Bhãwanãgara terbit sampai 1935.

Setahun kemudian, pada 1936, terbit majalah kebudayaan bulanan bernama Djatajoe. Pemimpin redaksi pertamanya, I Goesti Nyoman Pandji Tisna, meraih reputasi sebagai sastrawan nasional lewat novelnya Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935) dan termasuk dalam sastrawan Angkatan Poedjangga Baroe.

Zaman Penjajahan Jepang

Hanya ada satu media massa di Bali saat Jepang mulai menduduki Hindia Belanda. Jepang membuat media massa bernama Bali Shimbun bersamaan dengan Sumatera Shimbun, Palembang Shimbun, Lampung Shimbun, dan Sinar Matahari di Ambon. Koran Bali Shimbun mulai terbit sejak 8 Maret 1944 dan berhenti terbit ketika Jepang dikalahkan Sekutu pada 1945.

Pada 16 Agustus 1948, Ketut Nadha bersama dua temannya ketika di Bali Shimbun, I Gusti Putu Arka dan Made Sarya Udaya, menerbitkan Suara Indonesia dalam bentuk majalah. Dalam perjalanannya, Suara Indonesia beberapa kali mengalami perubahan nama antara lain menjadi Suluh Indonesia dan Suluh  Marhaen sebelum pada akhirnya benama Bali Post.

Zaman Orde Lama

Geoffrey Robinson dalam Sisi Gelap Pulau Dewata (2006), menyebut adanya beberapa media lokal pada masa peralihan dari Jepang ke Republik Indonesia. Media itu antara lain Suara Rakjat, Berita Nusantara, dan Penindjau.

Pada 1952 terbit majalah Bhakti. Majalah ini diterbitkan oleh Yayasan Kebhaktian Pejuang. Majalah Bhakti hanya terbit sampai 1954.

Antara 1953 hingga 1955, di Denpasar terbit Majalah Damai. Lalu pada periode 1960 hingga 1965 terbit Mingguan Fajar dan Harian Bali Dwipa di Denpasar─yang masing-masih berafiliasi dengan partai politik, PKI dan Partindo.

Zaman Orde Baru

Pada tahun 1966 Yayasan Penerbitan dan Pecetakan di Denpasar menerbitkan Harian Angkatan Bersenjata Edisi Nusa Tenggara yang pada tahun 1978, Harian Angkatan berubah nama menjadi Harian Umum Nusa Tenggara. Tahun 2001 berubah menjadi Harian Umum Nusa, dan sejak 2005 berubah lagi jadi Harian Umum NusaBali.

Tahun 1980 di Denpasar terbit Mingguan Karya Bhakti. Semula terbit dalam format koran masuk desa mingguan, tetapi kemudian berkembang menjadi harian.

>>>

Bali Post, Nusa Tenggara, dan Karya Bhakti merupakan tiga koran yang mewarnai Bali pada masa Orde Baru. Oleh Pemerintah Provinsi Bali waktu itu, ketiganya dimasukkan pada program Koran Masuk Desa.

Di tengah persaingan bisnis pers yang makin tajam, Harian Karya Bhakti berhenti terbit setelah mengalami beberapa kali pergantian pengasuhnya.

Maraknya pariwisata di Bali membuat Bali juga dipenuhi beberapa media yang intens di bidang pariwisata. Sejak 1970-an hingga 1980-an, ada beberapa media berbahasa Inggris seperti Sunday Bali Post, Bali Tourist Guide, This Week in Bali, dan Bali This Month.

Pada 1987 terbit majalah bulanan Warta Hindu Dharma. Majalah yang diterbitkan Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat ini sebagian besar berita dan artikelnya tentang perkembangan agama Hindu.

Zaman Reformasi

Pada masa ini terbit beberapa media seperti Bali Tribune, The Echo, Latitudes, Bali Lain, dan sebagainya. Majalah bulanan ini memfokuskan diri pada liputan pariwisata dengan kemasan seni atau budaya lebih kental. Meski berumur tak sampai lima tahun, Latitudes menawarkan konsep agak berbeda. Liputan media berbahasa Inggris ini lebih banyak tentang antropologi. Penulis seperti Goenawan Mohamad dan Adrian Vickers termasuk yang pernah menulis di media ini.

Pada 12 Oktober 2002 sampai 1 Oktober 2005, Bali Tribune, The Echo, dan Latitudes pun tutup. Saat ini mereka sudah tidak terbit lagi.

Mudahnya pendirian koran pun melahirkan beberapa media yang terbit pada zaman Reformasi. Di antaranya Koran Bali, Patroli, Fajar Bali, Warta Bali, dan Radar Bali. Koran Bali saat ini sudah tidak terbit.

Hingga Maret 2007, koran harian yang masih terbit di Bali adalah Bali Post, Denpost, BisnisBali, NusaBali, Radar Bali, Warta Bali, Fajar Bali, dan Patroli Post. Selain itu ada majalah bulanan Sarad dan Raditya yang lebih banyak menulis masalah agama Hindu dan adat Bali. Majalah Sarad kini sudah tak ada lagi.

Di zaman reformasi juga lahir surat kabar Pos Bali. Surat kabar ini digawangi oleh sejumlah jurnalis yang keluar dari Bali Post  Surat kabar Pos Bali masih eksis hingga kini. Yang belum disebut adalah lahirnya surat kabar Tribun Bali yang masih berada dalam asatu kelompok dengan Kompas Gramedia.

Zaman Digital

Sekitar sepuluh tahun melewati zaman reformasi, tumbuhnya kemudian media-media online  di Bali seiring dengan makin majunya dunia digital. Awalnya media online masih dianggap pelengkap dari media cetak, namun belakangan media online tumbuh subur dan diperkirakan jumlah ratusan di Bali.  [T][Jas/Ole]

Catatan:

  • Artikel ini diringkas (dengan sejumlah tambahan) dari artikel Sejarah Perkembangan Media di Bali yang artikel lengkapnya bisa dibaca di rumahtulisan.wordpress.com
Para Perintis Pers Bali & Kaum Intelek Bali Utara
Tags: bulelengHari Pers Nasionalperspers di balisejarah pers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Next Post

Dwi Adelina dari SMPN 2 Sawan, Wakil Bali di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

by Slamat Trisila
October 29, 2024
0
Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

“A historis!” demikian penilaian seorang dosen penguji terhadap tulisan mahasiswa sejarah dalam suatu ujian skripsi pada perguruan tinggi negeri di...

Read moreDetails

Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

by Jaswanto
October 17, 2023
0
Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

TIGA HARI sebelum berpulang ke asal, sangkan paraning dumadi, salah seorang pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta, Hamdi El Gumanti, memberinya...

Read moreDetails

Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

by Jaswanto
October 11, 2023
0
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

ADA pertanyaan menarik dari Muhiddin M. Dahlan dalam program JASMERAH di kanal YouTube Mojokdotco setahun yang lalu. “Biasanya Aidit itu...

Read moreDetails
Next Post
Dwi Adelina dari SMPN 2 Sawan, Wakil Bali di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Dwi Adelina dari SMPN 2 Sawan, Wakil Bali di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co