2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Odon dan Medali Emas Pertama untuk Tenis Meja Bali

Jaswanto by Jaswanto
October 7, 2024
in Persona
Odon dan Medali Emas Pertama untuk Tenis Meja Bali

Komang Sugita (Odon) | Foto: tatkala.co/Son

TANPA ampun, atlet muda berbakat itu mengayunkan bet ke arah bola dengan keras dan menukik. Melihat gayanya melakukan gerakan “mematikan” tersebut, jelas ia bukan seorang amatir. Bola itu melesat dan membuat lawannya kedodoran. Bola itu liar, tak dapat dikendalikan. Lalu ia berlonjak-girang, mengakhiri pertandingan final yang sengit dan terasa panjang itu dengan teriakan kemenangan.

Odon, begitu ia akrab dipanggil, menumbangkan pasangan tenis meja pilih tanding dari Jawa Timur, Affan Mauluduna-Dwi Oktaviani (atlet ganda campuran favorit yang banyak dijagokan), di partai final cabang olahraga (cabor) tenis meja ganda campuran di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, bulan lalu.

Komang Sugita, nama aslinya, tak menyangka bahwa itu adalah smash-an terakhir dan menjadi kunci kemenangan bagi Bali. Ia, bersama Made Sisca Pratiwi, memang tampil mengesankan sejak awal turnamen—walaupun Bali, di cabang tenis meja, sama sekali tak diperitungkan. Bisa dibilang, Odon dan Sisca merupakan atlet tenis meja kuda hitam di PON kali ini.

Kemenangan Odon dan Sisca memang patut dirayakan dan dikenang. Mengingat, ini adalah medali emas pertama untuk Bali di cabang tenis meja setelah 76 tahun puasa gelar. Sejak tenis meja dimasukkan sebagai cabang olahraga di PON pada 1948, sejak itu pula Bali tak pernah menggondol gelar juara di semua kategori yang dipertandingkan.

Oleh sebab itu, Odon, juga Sisca, telah memecahkan telur kejuaraan itu dan mencetak sejarah dengan menjadi atlet pertama yang mempersembahkan emas PON cabang tenis meja kepada Bali. Dan yang lebih mengagetkan, ini merupakan PON pertama bagi Odon, pula Sisca. Tak main-main, memang.

“Untuk PON ini, saya izin tidak masuk kerja selama setahun,” terang Odon sembari tertawa. Ia mengungkap hal tersebut kepada tatkala.co saat ditemui di acara pembagian bonus kepada atlet dan pelatih Buleleng yang berhasil meraih medali di PON XXI, Kamis (3/10/2024) malam. Saat ini Odon tercatat sebagai pegawai di kantor PDAM, Buleleng.

Dalam dunia tenis meja di Bali, nama Odon sebenarnya bukan nama baru. Pemuda kelahiran Banyuning, 11 Januari 1996, ini merupakan langganan juara di Porprov Bali. Ia memiliki teknik yang mengesankan. Gerakannya cepat dan bertenaga. Saat bermain, bet seperti anggota tubuhnya sendiri.

Yang dibutuhkan atlet tenis meja, seperti power otot lengan, waktu reaksi, koordinasi, kelincahan, dan daya tahan kardiorespirasi—kemampuan sistem kardiovaskuler dan pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen otot saat tubuh beraktivitas—ada dalam diri Odon. Dan dia sangat serius saat latihan.

Komang Sugita (Odon) dan Made Sisca Pratiwi | Foto: tatkala.co/Son

Mantan mahasiswa Universitas Panji Sakti, Singaraja, ini, dari 2017 sampai 2022, nyaris selalu mendapat medali emas di Pekan Olahraga Provinsi Bali. Ia hanya dua kali mendapat perunggu pada tahun 2017 dan 2019 untuk kategori beregu (2017) dan tunggal putra (2019). Sisanya, tunggal putra, ganda putra, dan beregu, dari 2017 sampai 2019, Odon selalu mendapat emas. Jadilah ia salah satu atlet kebanggaan Buleleng.

“Saya belajar tenis mejad dari paman,” akunya, singkat dan padat. Odon memang lelaki pendiam. Ia tak banyak omong. Lebih suka beraksi, bertindak.

PON kali ini tidak akan Odon lupakan. Bukan saja karena ia berhasil menggondol emas untuk kategori ganda campuran dan perunggu untuk ganda putra, pula dengan ini pengalaman bertandingnya melesat begitu jauh. Pada babak delapan besar, misalnya, saat ia dan Sisca harus berjibaku menumbangkan kontingen Jawa Timur, Odon tak dapat membendung rasa harunya.

Dan medali emas terasa semakin dekat saja, setelah ia dan Made Sisca Pratiwi memaksa pasangan Jawa Barat, Taufik-Winda, mengakhiri laga dengan skor 3-1 di laga semifinal, Minggu (15/9/2024) yang lalu. Usai laga, Odon mengaku tidak percaya karena awalnya sempat tertinggal di set pertama. Beruntung, di set berikutnya, berkat doa dan usaha, ia dan Sisca dapat mengunci pertandingan dengan kemenangan yang mengesankan.

“Pada set ketiga kami sempat tegang karena ketinggalan. Beruntung, kami bisa membalikkan keadaan dan unggul 2-1—meski set keempat sempat unggul lagi dan dikejar empat poin beruntun,” ujar alumni SMA Negeri 4 Singaraja itu, masih terengah-engah dan tidak percaya ia dan Sisca melaju ke final.

Di laga final, Odon dan Sisca kembali bertemu atlet perwakilan Jawa Timur yang lain, yakni Affan Mauluduna dan Dwi Oktaviani. Tidak mudah untuk menumbangkan sosok Affan-Vita. Ia dan Sisca membutuhkan usaha lebih keras dari biasanya.

Dan benar. Kejar-kejaran poin menghiasi laga. Silih-berganti kemenangan di setiap set membuat jantung semua orang yang menonton berdebar lebih kencang. Tapi Odon dan Sisca tak mau dipecundangi. Mereka berdua melakukan perlawanan sengit—dan begitulah seharusnya mental juara ditunjukkan, memang.

Pada set pamungkas, Odon-Sisca menggila. Smash tajam menukik dan keras mereka lancarkan, seperti tak memberi kesempatan lawan untuk bernapas sedetik pun. Affan-Vita keteteran, Odon-Sisca tak peduli. Mereka tetap mengayunkan bet ke arah bola dengan kuat dan menukik. Teknik dan strategi Dedy Dacosta, pelatih Odon dan Sisca, juga legenda tenis meja yang pernah mengharumkan nama Indonesia itu, mereka jalankan dengan baik.

Hingga smash keras Odon tak mampu dibendung oleh Vita, dan itu memastikan Bali meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut. Bali menutup laga final—yang oleh Ketua KONI Bali sangat menegangkan itu—dengan skor 11-6 di set terakhir dan total skor 3-2. Odon mengharumkan nama Bali.

Di Buleleng, beberapa minggu setelah momen dramatik sekaligus mengharukan itu, Odon berseri-seri. Malam itu, ia duduk dan berbincang dengan Sisca di Krisna Beach Street setelah KONI Buleleng mengumumkan besaran bonus yang akan ia terima berkat prestasinya. “Saya bersyukur, dan terima kasih untuk semuanya,” ujarnya, dengan senyum kemenangan yang masih tergores jelas di bibirnya.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Setelah 76 Tahun, Cabor Tenis Meja Bali Akhirnya Meraih Emas di PON 2024
Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
I Ketut Suwela, Atlet Atletik 80-an, Berlari Sampai Thailand
Tags: Komang SugitaKONI BulelengPekan Olahraga NasionalPON XXItenis meja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemudahan Gen Z dalam Menulis Aksara Bali di Era Perkembangan Teknologi-AI

Next Post

Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co