2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Odon dan Medali Emas Pertama untuk Tenis Meja Bali

Jaswanto by Jaswanto
October 7, 2024
in Persona
Odon dan Medali Emas Pertama untuk Tenis Meja Bali

Komang Sugita (Odon) | Foto: tatkala.co/Son

TANPA ampun, atlet muda berbakat itu mengayunkan bet ke arah bola dengan keras dan menukik. Melihat gayanya melakukan gerakan “mematikan” tersebut, jelas ia bukan seorang amatir. Bola itu melesat dan membuat lawannya kedodoran. Bola itu liar, tak dapat dikendalikan. Lalu ia berlonjak-girang, mengakhiri pertandingan final yang sengit dan terasa panjang itu dengan teriakan kemenangan.

Odon, begitu ia akrab dipanggil, menumbangkan pasangan tenis meja pilih tanding dari Jawa Timur, Affan Mauluduna-Dwi Oktaviani (atlet ganda campuran favorit yang banyak dijagokan), di partai final cabang olahraga (cabor) tenis meja ganda campuran di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, bulan lalu.

Komang Sugita, nama aslinya, tak menyangka bahwa itu adalah smash-an terakhir dan menjadi kunci kemenangan bagi Bali. Ia, bersama Made Sisca Pratiwi, memang tampil mengesankan sejak awal turnamen—walaupun Bali, di cabang tenis meja, sama sekali tak diperitungkan. Bisa dibilang, Odon dan Sisca merupakan atlet tenis meja kuda hitam di PON kali ini.

Kemenangan Odon dan Sisca memang patut dirayakan dan dikenang. Mengingat, ini adalah medali emas pertama untuk Bali di cabang tenis meja setelah 76 tahun puasa gelar. Sejak tenis meja dimasukkan sebagai cabang olahraga di PON pada 1948, sejak itu pula Bali tak pernah menggondol gelar juara di semua kategori yang dipertandingkan.

Oleh sebab itu, Odon, juga Sisca, telah memecahkan telur kejuaraan itu dan mencetak sejarah dengan menjadi atlet pertama yang mempersembahkan emas PON cabang tenis meja kepada Bali. Dan yang lebih mengagetkan, ini merupakan PON pertama bagi Odon, pula Sisca. Tak main-main, memang.

“Untuk PON ini, saya izin tidak masuk kerja selama setahun,” terang Odon sembari tertawa. Ia mengungkap hal tersebut kepada tatkala.co saat ditemui di acara pembagian bonus kepada atlet dan pelatih Buleleng yang berhasil meraih medali di PON XXI, Kamis (3/10/2024) malam. Saat ini Odon tercatat sebagai pegawai di kantor PDAM, Buleleng.

Dalam dunia tenis meja di Bali, nama Odon sebenarnya bukan nama baru. Pemuda kelahiran Banyuning, 11 Januari 1996, ini merupakan langganan juara di Porprov Bali. Ia memiliki teknik yang mengesankan. Gerakannya cepat dan bertenaga. Saat bermain, bet seperti anggota tubuhnya sendiri.

Yang dibutuhkan atlet tenis meja, seperti power otot lengan, waktu reaksi, koordinasi, kelincahan, dan daya tahan kardiorespirasi—kemampuan sistem kardiovaskuler dan pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen otot saat tubuh beraktivitas—ada dalam diri Odon. Dan dia sangat serius saat latihan.

Komang Sugita (Odon) dan Made Sisca Pratiwi | Foto: tatkala.co/Son

Mantan mahasiswa Universitas Panji Sakti, Singaraja, ini, dari 2017 sampai 2022, nyaris selalu mendapat medali emas di Pekan Olahraga Provinsi Bali. Ia hanya dua kali mendapat perunggu pada tahun 2017 dan 2019 untuk kategori beregu (2017) dan tunggal putra (2019). Sisanya, tunggal putra, ganda putra, dan beregu, dari 2017 sampai 2019, Odon selalu mendapat emas. Jadilah ia salah satu atlet kebanggaan Buleleng.

“Saya belajar tenis mejad dari paman,” akunya, singkat dan padat. Odon memang lelaki pendiam. Ia tak banyak omong. Lebih suka beraksi, bertindak.

PON kali ini tidak akan Odon lupakan. Bukan saja karena ia berhasil menggondol emas untuk kategori ganda campuran dan perunggu untuk ganda putra, pula dengan ini pengalaman bertandingnya melesat begitu jauh. Pada babak delapan besar, misalnya, saat ia dan Sisca harus berjibaku menumbangkan kontingen Jawa Timur, Odon tak dapat membendung rasa harunya.

Dan medali emas terasa semakin dekat saja, setelah ia dan Made Sisca Pratiwi memaksa pasangan Jawa Barat, Taufik-Winda, mengakhiri laga dengan skor 3-1 di laga semifinal, Minggu (15/9/2024) yang lalu. Usai laga, Odon mengaku tidak percaya karena awalnya sempat tertinggal di set pertama. Beruntung, di set berikutnya, berkat doa dan usaha, ia dan Sisca dapat mengunci pertandingan dengan kemenangan yang mengesankan.

“Pada set ketiga kami sempat tegang karena ketinggalan. Beruntung, kami bisa membalikkan keadaan dan unggul 2-1—meski set keempat sempat unggul lagi dan dikejar empat poin beruntun,” ujar alumni SMA Negeri 4 Singaraja itu, masih terengah-engah dan tidak percaya ia dan Sisca melaju ke final.

Di laga final, Odon dan Sisca kembali bertemu atlet perwakilan Jawa Timur yang lain, yakni Affan Mauluduna dan Dwi Oktaviani. Tidak mudah untuk menumbangkan sosok Affan-Vita. Ia dan Sisca membutuhkan usaha lebih keras dari biasanya.

Dan benar. Kejar-kejaran poin menghiasi laga. Silih-berganti kemenangan di setiap set membuat jantung semua orang yang menonton berdebar lebih kencang. Tapi Odon dan Sisca tak mau dipecundangi. Mereka berdua melakukan perlawanan sengit—dan begitulah seharusnya mental juara ditunjukkan, memang.

Pada set pamungkas, Odon-Sisca menggila. Smash tajam menukik dan keras mereka lancarkan, seperti tak memberi kesempatan lawan untuk bernapas sedetik pun. Affan-Vita keteteran, Odon-Sisca tak peduli. Mereka tetap mengayunkan bet ke arah bola dengan kuat dan menukik. Teknik dan strategi Dedy Dacosta, pelatih Odon dan Sisca, juga legenda tenis meja yang pernah mengharumkan nama Indonesia itu, mereka jalankan dengan baik.

Hingga smash keras Odon tak mampu dibendung oleh Vita, dan itu memastikan Bali meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut. Bali menutup laga final—yang oleh Ketua KONI Bali sangat menegangkan itu—dengan skor 11-6 di set terakhir dan total skor 3-2. Odon mengharumkan nama Bali.

Di Buleleng, beberapa minggu setelah momen dramatik sekaligus mengharukan itu, Odon berseri-seri. Malam itu, ia duduk dan berbincang dengan Sisca di Krisna Beach Street setelah KONI Buleleng mengumumkan besaran bonus yang akan ia terima berkat prestasinya. “Saya bersyukur, dan terima kasih untuk semuanya,” ujarnya, dengan senyum kemenangan yang masih tergores jelas di bibirnya.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Setelah 76 Tahun, Cabor Tenis Meja Bali Akhirnya Meraih Emas di PON 2024
Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
I Ketut Suwela, Atlet Atletik 80-an, Berlari Sampai Thailand
Tags: Komang SugitaKONI BulelengPekan Olahraga NasionalPON XXItenis meja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kemudahan Gen Z dalam Menulis Aksara Bali di Era Perkembangan Teknologi-AI

Next Post

Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co