23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setelah 76 Tahun, Cabor Tenis Meja Bali Akhirnya Meraih Emas di PON 2024

Jaswanto by Jaswanto
October 7, 2024
in Khas
Setelah 76 Tahun, Cabor Tenis Meja Bali Akhirnya Meraih Emas di PON 2024

Sugita dan Sisca, atlet tenis meja Bali peraih emas di PON XXI | Foto: tatkala.co/Son

TANGIS haru pecah di Gedung Olahraga Angsapura, Medan, setelah Sugita dan Sisca menumbangkan atlet ganda campuran tenis meja Jawa Timur di delapan besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Setelah mengakhiri pertandingan dengan sengit dan ketat, dengan skor tipis 3-2, Sisca berlari dan memeluk pelatihnya, Dedy Dacosta.

Dedy, pria berkacamata dan berambut putih itu, dengan haru, seperti tak mau melepas pelukan kedua atlet muda yang ia latih. Adegan tersebut terekam oleh panitia penyelenggara. Dan, bisa jadi, momen itu akan selalu diingat, selamanya, dalam sejarah cabang olahraga tenis meja di Bali.

Ya, saat itu, tenis meja ganda campuran Bali melenggang ke semifinal. “Setelah ini kami optimis meraih emas,” ujar Dedy dengan kepercayaan diri yang tak dapat dibendung, Sabtu (14/9/2024) yang lalu.

Dan sehari setelah momen mengharukan itu lewat, di tempat yang sama, medali emas seolah semakin dekat saja, setelah Komang Sugita dan Made Sisca Pratiwi memaksa pasangan Jawa Barat, Taufik-Winda, mengakhiri laga dengan skor 3-1 di laga semifinal, Minggu (15/9/2024) siang yang lalu.

Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru, untuk pertama kalinya, Bali lolos ke final sejak PON diselenggarakan tahun 1948. Artinya, selama 76 tahun, baru kali ini tenis meja Bali lolos ke babak final. Namun sayang, nomor beregu putra, gagal ke semifinal.

Usai laga, Komang Sugita mengaku tidak percaya karena sempat tertinggal di set pertama. Beruntung, di set berikutnya, berkat doa dan usaha, Sugita dan Sisca dapat mengunci pertandingan dengan kemenangan yang mengesankan.

“Pada set ketiga kami sempat tegang karena ketinggalan. Beruntung, kami bisa membalikkan keadaan dan unggul 2-1—meski set keempat sempat unggul lagi dan dikejar empat poin beruntun,” ujar Sugita, masih terengah-engah dan tidak percaya ia dan Sisca melaju ke final.

Di laga final, Sugita dan Sisca kembali bertemu atlet perwakilan Jawa Timur yang lain, yakni Affan Mauluduna dan Dwi Oktaviani. Affan-Vita, tentu saja, sangat diunggulkan dalam laga final kali ini. Mengingat, selain jam terbang, mereka berdua merupakan atlet favorit. Sementara PON 2024 ini merupakan debut bagi Sugita dan Sisca. Mereka berdua dianggap atlet kuda hitam.

Dan benar. Tidak mudah untuk mengalahkan Affan-Vita. Sugita dan Sisca membutuhkan usaha lebih keras dari biasanya. Kejar-kejaran poin menghiasi laga. Silih-berganti kemenangan di setiap set membuat jantung semua orang yang menonton berdebar lebih kencang. Tapi Sugita dan Sisca tak mau dipecundangi. Mereka berdua melakukan perlawanan sengit.

Pada set pamungkas, Sugita-Sisca menggila. Smash tajam menukik dan keras mereka lancarkan, seperti tak memberi kesempatan lawan untuk bernapas. Affan-Vita keteteran, Sugita-Sisca tak peduli. Mereka tetap mengayunkan bet ke arah bola dengan kuat dan menukik. Teknik dan strategi Dedy Dacosta, legenda tenis meja yang pernah mengharumkan nama Indonesia itu, mereka peragakan dengan baik.

Hingga smash keras Odon—panggilan akrab Komang Sugita—tak mampu dibendung oleh Vita, dan itu memastikan Bali meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut. Bali menutup laga final—yang oleh Ketua KONI Bali sangat menegangkan itu—dengan skor 11-6 di set terakhir dan total skor 3-2.

Mencetak Sejarah

Sebagaimana telah disinggung di atas, sejak 1948, cabang olahraga tenis meja Bali tak pernah mendapat medali emas sekali pun. Tapi telur itu akhirnya pecah setelah 76 tahun. Komang Sugita dan Made Sisca Pratiwi menjadi dua atlet pertama yang mencatatkan namanya dalam sejarah tenis meja di Bali—yang berhasil meraih medali emas di pagelaran Pekan Olahraga Nasional.

Tenis meja masuk ke Indonesia pada kisaran tahun 1930-an. Pada masa itu, ping pong dimainkan oleh orang-orang Belanda sebagai sarana hiburan. Baru pada tahun 1939, pemain-pemain tenis meja Indonesia mendirikan organisasi yang disingkat PPPSI atau Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia.

Kemudian PPPSI berubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) pada tahun 1958 saat kongres di Surakarta. Olahraga tenis meja ini pertama kali dilombakan di Indonesia saat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Solo, Jawa Tengah, tahun 1948.

Namun, untuk jejak sejarah tenis meja di Bali sendiri sangat sulit dilacak atau di temukan. Mengingat tak banyak—atau bahkan tak ada sama-sekali—catatan mengenai hal tersebut. Walaupun banyak orang percaya bahwa olahraga ini sudah ada di Bali sejak 1948—untuk pertama kalinya dilombakan di PON.

Tenis meja memang bukan olah raga yang populer layaknya voli atau sepak bola—yang begitu menyita banyak massa. Tapi di kalangan tertentu, termasuk di lingkungan Sugita dan Sisca, tenis meja adalah olahraga favorit. Di Buleleng, tempat asal mereka berdua, tenis meja memiliki tempat tersendiri.

Sugita dan Sisca memang lahir di lingkungan penghobi tenis meja. Sugita karena pamannya. Sedangkan Sisca karena ayahnya. Sejak masih remaja mereka berdua memang sudah intens dengan olahraga yang muncul di Inggris pada abad ke-19, sekitar tahun 1880-an itu. Dan kini, siapa sangka, mereka berdua mempersembahkan emas PON untuk Bali.

“Ini PON pertama kami berdua,” ujar Sisca saat ditemui di acara pembagian bonus kepada atlet dan pelatih Buleleng yang berhasil meraih medali di PON XXI, Kamis (3/10/2024) malam. Benar. Sugita dan Sisca memang atlet debutan di PON. Tapi itu tak membuat nyali mereka ciut. Justru, di luar dugaan, mereka, sekali lagi, dapat mencetak sejarah.

Hal tersebut, tentu saja, membuat Sisca dan Sugita tidak dapat memendam rasa harunya dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung mereka selama ini, baik itu dari pelatih, cabor, KONI, rekan-rekan kerjanya di BPKPD dan PDAM Buleleng, dan semua pihak. Karena, prestasi ini, menurut mereka, tidak bisa diraih tanpa dukungan dari banyak pihak.

“Saya dan Kak Odon [Komang Sugita] sudah izin setahun di tempat kerja kami,” kata Sisca dengan tawa yang renyah. Saat menjadi atlet, Sisca tercatat sebagai pegawai di BPKPD; sedangkan Sugita merupakan karyawan di PDAM Buleleng.

Dengan raihan emas di cabor tenis meja ini, mereka berdua berharap ini menjadi motivasi bagi atlet lainnya. “Semoga ini menjadi semangat untuk kita semua. Karena emas ini merupakan sejarah untuk tenis meja Bali selama mengikuti PON,” ujar Sisca.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Lovely Shira Aurelia, Gadis Penembak dari Kampung Kajanan
I Ketut Suwela, Atlet Atletik 80-an, Berlari Sampai Thailand
Dewa Nyoman Sumarsana: Sang Jawara Pencak Silat Bakti Negara
Tags: balibulelengPekan Olahraga NasionalPON XXItenis meja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Next Post

Kemudahan Gen Z dalam Menulis Aksara Bali di Era Perkembangan Teknologi-AI

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kemudahan Gen Z dalam Menulis Aksara Bali di Era Perkembangan Teknologi-AI

Kemudahan Gen Z dalam Menulis Aksara Bali di Era Perkembangan Teknologi-AI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co