30 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Jaswanto by Jaswanto
October 8, 2024
in Persona
Mengenal Daneswara Satya Swandaru, Dalang Cilik Berprestasi dari Gunungkidul

Daneswara Satya Swandaru | Foto: Dok. Pribadi

LAKON “Wiratha Parwa” jelas bukan lakon yang ringan dalam pertunjukan wayang kulit, semua pecinta wayang purwa tahu itu. Lakon ini bercerita tentang persoalan Negara Wiratha dan seputar agenda (licik) Kurawa dalam mengalahkan kedigdayaan kerabat mereka sendiri, Pandawa—yang seumur hidup mereka anggap sebagai musuh itu. Muatan politik dan perebutan kekuasaan, pengaruh, sangat kental dalam cerita ini.

Tetapi, dengan mengejutkan, anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu, meski belum bisa dikatakan sempurna, berani membawakannya di depan umum dalam sebuah pertunjukan wayang ana-anak. Anak kecil itu bahkan suluk sebelum cerita dimulai. Dan betapa ia juga berusaha, dengan lugu, untuk bersuara berat dan besar saat memainkan Werkudara (Bima versi Jawa)—walaupun suaranya terdengar sangat menggemaskan.

Sebagai penikmat pertunjukan wayang, menurut saya, penampilan Daneswara Satya Swandaru di Festival Dalang Cilik ke-10 di Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2021 itu jelas tidak bisa dianggap remeh. Dalang cilik dari Gunungkidul, Yogyakarta, itu sangat baik—meski bukan yang terbaik—dalam memainkan cerita Wiratha Parwa. Bahkan, dalam festival tersebut, ia meraih juara ketiga.

Daneswara Satya Swandaru saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024 | Foto: Dok. Pribadi

Pada September kemarin, di Jakarta, remaja yang akrab dipanggil Daneswara itu duduk diam bersama Zakia Minang Ayu (pegiat seni dan sastra cilik dari Bangka) dan Nurul Khaerul Nisa (penyanyi dan penari cilik dari Cianjur). Ia dan kedua seniman cilik itu sama-sama mendapat Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024 kategori anak.

Sebagaimana telah disinggung di atas, Daneswara merupakan seorang dalang cilik yang lahir dan besar di Dusun Nogosari, Kalurahan Bandung Kapanewon, Gunungkidul, DIY. Menurut Yoseph Harjanto, ayah Daneswara, anak sematawayangnya ini memang memiliki komitmen dan semangat yang kuat dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Jawa, khususnya pedalangan wayang kulit.

“Daneswara sudah menggeluti seni pedalangan sejak berusia 5 tahun. Kegemarannya bermain wayang sebenarnya sudah tampak sejak balita,” kata Yoseph, Jumat (20/09/2024) bulan lalu. Lebih lanjut, Yoseph juga mengungkapkan, selain pandai mendalang wayang kulit dan golek Menak, Daneswara juga pintar soal karawitan.

Di tangan bocah yang saat ini duduk di bangku kelas I SMPN 2 Wonosari itu, wayang bisa tampak hidup. Gerakannya luwes, lentur, dan artikulasinya jelas. Bahasa Jawanya ngelothok. Dan penguasaan ceritanya tak perlu diragukan lagi. Walaupun saat melakukan adegan peperangan ia masih tampak ragu-ragu. Ia belum begitu tegen saat melakukan sabetan yang satu ini. Dan dalam seni olah suara, tampaknya ia harus belajar lebih giat lagi.

Teknik sabetan dalam pertunjukan wayang bukan hanya sekadar perkara teknis. Ia, sabetan, merupakan seni gerak yang harus dilatih terus menerus hingga dalang seolah menyatu dengan wayang yang dimainkan—hingga wayang seperti bergerak sendiri, berbicara, hidup, sampai penonton seperti tak melihat sosok dalang di baliknya.

Daneswara Satya Swandaru saat tampil di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2023 | Foto: Dok. Pribadi

Sabetan wayang seperti cepengan (teknik memegang wayang), tancepan (teknik menancapkan wayang pada batang pisang), solah ( teknis menggerakkan wayang), dedholan (teknik dalam sabetan wayang), entas-entasan (teknik mencabut dan gerak wayang keluar dari layar), dan seterusnya, adalah proses belajar terus-menerus selama dalang masih memantaskan wayang.

Tapi umurnya baru 13 tahun. Mana adil membandingkannya dengan sosok Ki Seno Nugroho atau Ki Enthus Susmono, misalnya. Apalagi dengan dalang kondang Ki Anom Suroto atau Ki Nartosabdo. Jelas, itu hanya akan sia-sia. Sebab, dalam khazanah pewayangan Jawa, nama Daneswara adalah masa depan. Perjalanannya masih panjang. Kesempatan belajarnya masih banyak. Pengalamannya, tentu saja, akan terus bertambah.

“Dia [Daneswara] berlatih seni pedalangan dan karawitan di Sanggar Pengalasan di Wiladeg Kapanewon, Karangmojo, pimpinan Pak Slamet Haryadi,” terang Yoseph.

Kepiawaiannya dalam seni pedalangan mampu menorehkan prestasi dalam berbagai ajang festival dalang cilik, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Daneswara tercatat dua kali menyabet juara di festival dalang cilik tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2021 dan 2023 yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dia juga meraih Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak dari Gubernur DIY (2023) dan Anugerah Bupati Gunungkidul kategori anak berprestasi bidang kebudayaan pada 2022—dan tentu saja masih banyak prestasi lomba yang tak dapat disebutkan satu per satu. Dan lihatlah, akhir Juli 2024 kemarin, dengan percaya diri, Daneswara mementaskan wayang golek dengan lakon “Iman Suwangsa Ngawu Sudarma” di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta. Ini sebuah pencapaian yang tak semua orang bisa meraihnya.

Kekonsistenan dan semangatnya ini telah menjadikannya sosok yang menginspirasi anak-anak lain untuk mencintai seni dan budaya, khususnya wayang. Kegemarannya sebagai dalang mencerminkan upaya generasi muda dalam melestarikan dan menjaga keberlangsungan budaya wayang di tengah masyarakat modern yang lebih banyak menganggap wayang hanya sekadar kelangenan masa lalu.

Daneswara Satya Swandaru saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024 | Foto: Dok. Pribadi

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, anak dari pasangan Yoseph Harjanto-Ratna Wijayanti ini juga tercatat aktif mengikuti berbagai kegiatan pelestarian budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul dan Provinsi DIY.

“Sering sebagai pengrawit pada festival-festival, seperti langen carita, langen sekar, karawitan anak, dan remaja, sendratari, teater, dan festival upacara adat serta uyon-uyon,” ujar Yoseph.

Kini Daneswara merupakan seniman cilik peraih Anugerah Kebudayaan Indonesia—penghargaan prestisius dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI bagi pelaku seni dan budaya.

Dan dari penghargaan tersebut ia berharap dapat menginspirasi generasi muda Indonesia agar semakin mencintai dan melestarikan seni budaya warisan leluhur—agar keberadaanya bisa tetap eksis dan berkembang di masa mendatang.

“Penghargaan yang istimewa ini, saya dedikasikan untuk seluruh generasi muda pegiat seni dan pelestari budaya, agar terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” ujar Daneswara, malu-malu.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Cak Kartolo, Legenda Hidup Ludruk Jawa Timur
Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”
Dua Jam Bersama Luh Menek
Tags: Dalang CilikDaneswara Satya SwandaruGunungkidulseni wayang kulitYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Odon dan Medali Emas Pertama untuk Tenis Meja Bali

Next Post

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails
Next Post
Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co