16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timbis Paragliding di Atas Ngampan     

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 21, 2024
in Khas
Timbis Paragliding di Atas Ngampan     

I Ketut Manda master tandem Timbis Paragliding sekaligus istruktur bersertifikat Nasional ( Foto : I Ketut Manda)

TIMBIS Paragliding (Paralayang Timbis)di atas ngampan adalah sport tourism yang ditawarkan Desa Adat Kutuh di Gumi Delod Ceking, Kuta Selatan. Atraksi wisata terbang layang ini menawarkan tantangan petualangan untuk uji nyali. Olahraga terbang layang ini  mulai diperkenalkan pada akhir  1980-an oleh Bernad Fode dari Prancis. Ia meninggal (2011) setelah mendaki di Gunung dan dikremasi di Bali.

Terbang layang sebagai atraksi sport tourism makin berkembang sejak awal 1990-an hanya dengan bermodalkan payung  parasut mengandalkan  bantuan Sang Bayu dari laut. Perkembangan Timbis Paragliding makin pesat setelah adanya Event National Paragliding  (1996, 1998,1999) yang dipusatkan di Pantai Timbis.

Pantai Timbis makin mendunia sejak digelarnya Asean Beach Game (ABG, 2008) dan Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC, 2014). Di Pantai Timbis juga pecah Rekor Muri dengan penampilan penerbang terbanyak dalam sejarah Paralayang Nasional dengan formasi 88 dan 99 penerbang pada 2008 dan 2009.

Mencermati data sejarah itu, Timbis Paragliding yang dirintis I Ketut Manda adalah awal mulainya pariwisata di Desa Adat Kutuh. Nama Timbis adalah nama klasiran dalam peta wilayah Desa Kutuh, sedangkan nama Pantai Pandawa tidak ada dalam nama klasiran peta wilayah Desa Kutuh.

Nama Pantai Pandawa adalah hasil rekayasa  untuk mempromosikan kawasan sejak 2012. Sejak itu, Pantai Pandawa makin dikenal dan pengunjung makin membludak. Sementara itu, Pantai Timbis yang sudah dikenal sejak leluhur Desa Kutuh ada, telah dikenal lebih dahulu di mancanegara melalui atraksi sport tourism, paragliding.

Kala Timbis Paragliding dirintis, akses  menuju pantai adalah jalan setapak, sangat alami. Hal yang sangat disukai para tamu. Pantainya masih perawan dan menawan. Penuh sensasi. Sebagian anak-anak pantai yang membantu orang tua membudidayakan rumput laut kala itu mulai ikut bekerja sebagai porter membantu melipat payung parasut di tempat landasan pacu di Daratan Timbis dan  kadang-kadang di tepi pantai, bergantung pada angin. Menggendong payung dari Pantai ke atas tebing dengan bayaran tidak lebih dari Rp 1.000,00 pada 1990-an dan kini 2024 sudah mencapai Rp 30.000,00.

Terbang di atas Ngampan bermusik ombak berbuih putih ibarat alunan genta yang meneduhkan hati penerbang dan penumpang menjelajahi tebing-tebing perkasa dari udara sepanjang Gunung Payung hingga mendekati Uluwatu. Hal ini mengingatkan saya dengan orang tua,  yang  dulu menjadi bandega, berjukung  secara  tradisional memancing ikan dari jalur Loloan Sawang Melang Pasih Kutuh menuju laut dekat Pura Uluwatu, yang disebut ngulur. Kata ngulur dekat dengan ngeluhur. Tetua Kutuh  tempo doeloe menyebut Pura Uluwatu sebagai Pura Luhur.  Bendega Kutuh yang ngulur  artinya memancing ikan sampai dekat Pura Uluwatu. Begitulah perjuangan bandega Kutuh, mayasa lacur di tengah laut yang mahaluas, penuh risiko. Hasilnya pun dipersembahkan kembali ke Luhur  sebagai ucapan terima kasih.

Jika kini anaknya terbang ngindang ”melayang” di udara menjelajah dari Gunung Payung hingga mendekati Uluwatu, sesungguhnya adalah  proses napak tilas melalui jalur udara dengan penuh risiko seraya berdoa berharap Sang Bayu dari Laut berpihak pada penerbang dan penumpang agar angin baik-baik saja. Ibarat bermain layang-layang, penerbang mengundang angin melalui siulan sebagai mantra.

Betapa indahnya memanggil angin di atas tebing yang disebut ngampan yang berwibawa itu.  Untuk sampai pada tahap itu, penerbang lokal seperti I Ketut Manda perlu berlatih dengan tekun penuh kesabaran dan kesadaran berguru pada Bernard Fode. Ibarat meditasi, seorang murid menjadi pembelajar dengan tekad kuat untuk menguasai materi pelajaran agar berhasil naik kelas bisa terbang, mengudara dengan keseimbangan dan kesetimbangan.

Oleh karena itu, I Ketut Manda dari Desa Adat Kutuh berutang budi pada Bernard Fode, yang berhasil mengembangkan olah raga Paralayang  berpusat di Pantai Timbis. I Ketut Manda lalu memperkenalkan nama Timbis Paragliding dengan membuka website (1999) atas bantuan seorang bule dari Australia, Ata Kivilkim di alamat www.flybali.info atau www.timbis.com.

Melalui web ini, Timbis Paragliding makin dikenal dunia, bahkan Timbis menjadi idolanya para para penerbang kelas dunia dengan mengatakan “Amazing” sebagaimana dikatakan Max Ammann (Swiss) dan Deringer (AS) seperti dituturkan I Ketut Manda dalam sebuah wawancara dengan penulis.

Timbis Paragliding | Foto: I Ketut Manda

Bernard Fode berhasil menjadikan I Ketut Manda sebagai pembelajar yang tekun dan sungguh-sungguh menjaga integritas dalam berparalayang. I Ketut Manda sejak 1995 memulai kariernya menjadi porter lalu belajar terbang. Mulai dari terbang untuk kesenangan, lalu beralih ke master tandem, lantas menjadi guru (instruktur bersertifikat Nasional)  yang berhak melatih tetamu domestik dan mancanegara untuk belajar terbang layang. Salah satu dari murid I Ketut Manda dari Malaysia bernama Mohammad Adam Bin Mohd Yusoh sekarang sudah menjadi pilot Qatar Airways.

Begitulah proses berguru bergulir. Dari murid menjadi guru. Dari guru menjadi murid. Dari guru menjadi penumpang. Dari penumpang jadi pilot. Semua guru semua murid. Siapa yang diuntungkan?

Pertama, I Ketut Manda sebagai pembelajar yang berhasil mengembangkan  Paragliding sebagai sport tourism dan  menjadi idola bagi sejumlah anak muda Desa Kutuh. Mereka pun dapat keuntungan secara finansial dan orang tua mereka berdagang menjual makanan dan minuman di tempat operasional Timbis Paragliding, dengan dua landasan pacu : di Timbis dan di Gunung Payung.

Kedua, Desa Adat Kutuh juga mendapat keuntungan secara finansial terutama sejak Timbis Paragliding dikelola oleh Desa Adat melalui Baga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Kutuh sejak 2015. Keuntungan dari Unit Usaha Timbis Paragliding pada tahun 2023 mencapai Rp 600 juta  lebih. Angka yang fantastis bila melihat musim terbang yang tidak lebih dari 6 bulan pada musim kemarau (Maret – Oktober) setiap tahun dengan mengandalkan kekuatan Sang Bayu yang berhembus dari laut.

Bahkan saat Pandemi Covid-19, hanya unit Timbis Paragliding yang secara signifikan berkontribusi bagi BUMDA. Sebagai catatan, BUMDA Kutuh memunyai beberapa unit usaha : Unit Pantai Pandawa, Unit Pantai Gunung Payung, Unit Timbis Paragliding, Unit Barang Jasa, dan Unit LPD.

Timbis Paragliding | Foto: I Ketut Manda

Ketiga, Citra Desa Adat Kutuh makin terangkat dan dikenal orang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Timbis Paragliding telah berkontribusi pula menerbangkan tim penilai lomba desa tingkat nasional dan menjadikan Desa Kutuh sebagai Desa Juara Tingkat Nasional (2009, 2011) berkolaborasi dengan petani rumput laut yang kini ditinggal petani.

Dampak dari keberhasilan sebagai juara nasional, banyak kunjungan yang diterima desa dari berbagai wilayah di Indonesia dari level Pemerintah Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, bahkan Provinsi dan Kementerian. Semua itu berstatus tamu (wisatawan) yang membelanjakan sebagian  koceknya di Desa Kutuh.

Pemerintah Desa Dinas dan Adat pasti disibukkan. Namun, sebagai titisan anak yang berguru di Batu Karang Delod Ceking, mesti memaknai sebagai berkah pantang untuk menyerah. Kuat kokoh sebagai mana batu karang yang diterjang ombak. Tegar berdiri. Begitulah seharusnya. Petarung yang gigih melawan panas terik matahari tanpa takut kulit hitam, yang penting hati selembut salju, seperti judul lagu  Jamal Mirdad.

Oh, ya pembaca yang budiman. Bila ingin merasakan sensasi berparalayang di atas Ngampan Delod Ceking bisa reservasi lebih dulu, ke ketuttimbis@hotmail.com atau ke WA 08123916918. Kalau angin lagi berpihak bisa terbang bersama master tendem dengan harga domestik Rp 850.000/00 per 15 menit, sedangkan untuk tamu mancanegara dibandrol harga Rp 1.200.000,00 per 15 menit. Harga sudah termasuk  asuransi. Mari mencoba terbang! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Di Puncak Tegeh Kepah  
Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
Tags: desa adat kutuhGumi Delod CekingPantai PandawaPariwisatapariwisata baliTimbis Paragliding
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semaraknya Ogoh-Ogoh Mini dan Kreativitas Tanpa Batas pada Tirta Gangga Festival

Next Post

Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi

Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co