2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timbis Paragliding di Atas Ngampan     

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 21, 2024
in Khas
Timbis Paragliding di Atas Ngampan     

I Ketut Manda master tandem Timbis Paragliding sekaligus istruktur bersertifikat Nasional ( Foto : I Ketut Manda)

TIMBIS Paragliding (Paralayang Timbis)di atas ngampan adalah sport tourism yang ditawarkan Desa Adat Kutuh di Gumi Delod Ceking, Kuta Selatan. Atraksi wisata terbang layang ini menawarkan tantangan petualangan untuk uji nyali. Olahraga terbang layang ini  mulai diperkenalkan pada akhir  1980-an oleh Bernad Fode dari Prancis. Ia meninggal (2011) setelah mendaki di Gunung dan dikremasi di Bali.

Terbang layang sebagai atraksi sport tourism makin berkembang sejak awal 1990-an hanya dengan bermodalkan payung  parasut mengandalkan  bantuan Sang Bayu dari laut. Perkembangan Timbis Paragliding makin pesat setelah adanya Event National Paragliding  (1996, 1998,1999) yang dipusatkan di Pantai Timbis.

Pantai Timbis makin mendunia sejak digelarnya Asean Beach Game (ABG, 2008) dan Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC, 2014). Di Pantai Timbis juga pecah Rekor Muri dengan penampilan penerbang terbanyak dalam sejarah Paralayang Nasional dengan formasi 88 dan 99 penerbang pada 2008 dan 2009.

Mencermati data sejarah itu, Timbis Paragliding yang dirintis I Ketut Manda adalah awal mulainya pariwisata di Desa Adat Kutuh. Nama Timbis adalah nama klasiran dalam peta wilayah Desa Kutuh, sedangkan nama Pantai Pandawa tidak ada dalam nama klasiran peta wilayah Desa Kutuh.

Nama Pantai Pandawa adalah hasil rekayasa  untuk mempromosikan kawasan sejak 2012. Sejak itu, Pantai Pandawa makin dikenal dan pengunjung makin membludak. Sementara itu, Pantai Timbis yang sudah dikenal sejak leluhur Desa Kutuh ada, telah dikenal lebih dahulu di mancanegara melalui atraksi sport tourism, paragliding.

Kala Timbis Paragliding dirintis, akses  menuju pantai adalah jalan setapak, sangat alami. Hal yang sangat disukai para tamu. Pantainya masih perawan dan menawan. Penuh sensasi. Sebagian anak-anak pantai yang membantu orang tua membudidayakan rumput laut kala itu mulai ikut bekerja sebagai porter membantu melipat payung parasut di tempat landasan pacu di Daratan Timbis dan  kadang-kadang di tepi pantai, bergantung pada angin. Menggendong payung dari Pantai ke atas tebing dengan bayaran tidak lebih dari Rp 1.000,00 pada 1990-an dan kini 2024 sudah mencapai Rp 30.000,00.

Terbang di atas Ngampan bermusik ombak berbuih putih ibarat alunan genta yang meneduhkan hati penerbang dan penumpang menjelajahi tebing-tebing perkasa dari udara sepanjang Gunung Payung hingga mendekati Uluwatu. Hal ini mengingatkan saya dengan orang tua,  yang  dulu menjadi bandega, berjukung  secara  tradisional memancing ikan dari jalur Loloan Sawang Melang Pasih Kutuh menuju laut dekat Pura Uluwatu, yang disebut ngulur. Kata ngulur dekat dengan ngeluhur. Tetua Kutuh  tempo doeloe menyebut Pura Uluwatu sebagai Pura Luhur.  Bendega Kutuh yang ngulur  artinya memancing ikan sampai dekat Pura Uluwatu. Begitulah perjuangan bandega Kutuh, mayasa lacur di tengah laut yang mahaluas, penuh risiko. Hasilnya pun dipersembahkan kembali ke Luhur  sebagai ucapan terima kasih.

Jika kini anaknya terbang ngindang ”melayang” di udara menjelajah dari Gunung Payung hingga mendekati Uluwatu, sesungguhnya adalah  proses napak tilas melalui jalur udara dengan penuh risiko seraya berdoa berharap Sang Bayu dari Laut berpihak pada penerbang dan penumpang agar angin baik-baik saja. Ibarat bermain layang-layang, penerbang mengundang angin melalui siulan sebagai mantra.

Betapa indahnya memanggil angin di atas tebing yang disebut ngampan yang berwibawa itu.  Untuk sampai pada tahap itu, penerbang lokal seperti I Ketut Manda perlu berlatih dengan tekun penuh kesabaran dan kesadaran berguru pada Bernard Fode. Ibarat meditasi, seorang murid menjadi pembelajar dengan tekad kuat untuk menguasai materi pelajaran agar berhasil naik kelas bisa terbang, mengudara dengan keseimbangan dan kesetimbangan.

Oleh karena itu, I Ketut Manda dari Desa Adat Kutuh berutang budi pada Bernard Fode, yang berhasil mengembangkan olah raga Paralayang  berpusat di Pantai Timbis. I Ketut Manda lalu memperkenalkan nama Timbis Paragliding dengan membuka website (1999) atas bantuan seorang bule dari Australia, Ata Kivilkim di alamat www.flybali.info atau www.timbis.com.

Melalui web ini, Timbis Paragliding makin dikenal dunia, bahkan Timbis menjadi idolanya para para penerbang kelas dunia dengan mengatakan “Amazing” sebagaimana dikatakan Max Ammann (Swiss) dan Deringer (AS) seperti dituturkan I Ketut Manda dalam sebuah wawancara dengan penulis.

Timbis Paragliding | Foto: I Ketut Manda

Bernard Fode berhasil menjadikan I Ketut Manda sebagai pembelajar yang tekun dan sungguh-sungguh menjaga integritas dalam berparalayang. I Ketut Manda sejak 1995 memulai kariernya menjadi porter lalu belajar terbang. Mulai dari terbang untuk kesenangan, lalu beralih ke master tandem, lantas menjadi guru (instruktur bersertifikat Nasional)  yang berhak melatih tetamu domestik dan mancanegara untuk belajar terbang layang. Salah satu dari murid I Ketut Manda dari Malaysia bernama Mohammad Adam Bin Mohd Yusoh sekarang sudah menjadi pilot Qatar Airways.

Begitulah proses berguru bergulir. Dari murid menjadi guru. Dari guru menjadi murid. Dari guru menjadi penumpang. Dari penumpang jadi pilot. Semua guru semua murid. Siapa yang diuntungkan?

Pertama, I Ketut Manda sebagai pembelajar yang berhasil mengembangkan  Paragliding sebagai sport tourism dan  menjadi idola bagi sejumlah anak muda Desa Kutuh. Mereka pun dapat keuntungan secara finansial dan orang tua mereka berdagang menjual makanan dan minuman di tempat operasional Timbis Paragliding, dengan dua landasan pacu : di Timbis dan di Gunung Payung.

Kedua, Desa Adat Kutuh juga mendapat keuntungan secara finansial terutama sejak Timbis Paragliding dikelola oleh Desa Adat melalui Baga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Kutuh sejak 2015. Keuntungan dari Unit Usaha Timbis Paragliding pada tahun 2023 mencapai Rp 600 juta  lebih. Angka yang fantastis bila melihat musim terbang yang tidak lebih dari 6 bulan pada musim kemarau (Maret – Oktober) setiap tahun dengan mengandalkan kekuatan Sang Bayu yang berhembus dari laut.

Bahkan saat Pandemi Covid-19, hanya unit Timbis Paragliding yang secara signifikan berkontribusi bagi BUMDA. Sebagai catatan, BUMDA Kutuh memunyai beberapa unit usaha : Unit Pantai Pandawa, Unit Pantai Gunung Payung, Unit Timbis Paragliding, Unit Barang Jasa, dan Unit LPD.

Timbis Paragliding | Foto: I Ketut Manda

Ketiga, Citra Desa Adat Kutuh makin terangkat dan dikenal orang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Timbis Paragliding telah berkontribusi pula menerbangkan tim penilai lomba desa tingkat nasional dan menjadikan Desa Kutuh sebagai Desa Juara Tingkat Nasional (2009, 2011) berkolaborasi dengan petani rumput laut yang kini ditinggal petani.

Dampak dari keberhasilan sebagai juara nasional, banyak kunjungan yang diterima desa dari berbagai wilayah di Indonesia dari level Pemerintah Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, bahkan Provinsi dan Kementerian. Semua itu berstatus tamu (wisatawan) yang membelanjakan sebagian  koceknya di Desa Kutuh.

Pemerintah Desa Dinas dan Adat pasti disibukkan. Namun, sebagai titisan anak yang berguru di Batu Karang Delod Ceking, mesti memaknai sebagai berkah pantang untuk menyerah. Kuat kokoh sebagai mana batu karang yang diterjang ombak. Tegar berdiri. Begitulah seharusnya. Petarung yang gigih melawan panas terik matahari tanpa takut kulit hitam, yang penting hati selembut salju, seperti judul lagu  Jamal Mirdad.

Oh, ya pembaca yang budiman. Bila ingin merasakan sensasi berparalayang di atas Ngampan Delod Ceking bisa reservasi lebih dulu, ke ketuttimbis@hotmail.com atau ke WA 08123916918. Kalau angin lagi berpihak bisa terbang bersama master tendem dengan harga domestik Rp 850.000/00 per 15 menit, sedangkan untuk tamu mancanegara dibandrol harga Rp 1.200.000,00 per 15 menit. Harga sudah termasuk  asuransi. Mari mencoba terbang! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Di Puncak Tegeh Kepah  
Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
Tags: desa adat kutuhGumi Delod CekingPantai PandawaPariwisatapariwisata baliTimbis Paragliding
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semaraknya Ogoh-Ogoh Mini dan Kreativitas Tanpa Batas pada Tirta Gangga Festival

Next Post

Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi

Soal Wisata Desa, Bali Bisa Belajar dari Banyuwangi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co