3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Puncak Tegeh Kepah  

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 20, 2024
in Esai
Di Puncak Tegeh Kepah  

Di Puncak Tegeh Kepah ( Foto : I Nyoman Tingkat)

 PERJALANAN pulang pergi dari Desa Adat Kutuh ke Desa Adat Bualu untuk mabraya pada era sebelum 1980-an hanya satu jalan dan satu jalur, yaitu  Jalan Darmawangsa namanya, kini. Seingat saya, sebelumnya jalan ini tanpa nama. Yang ada petunjuk jarak ke Denpasar, 25 km. Kala itu, jalur Gumi Delod Ceking  ke Peken Badung di Denpasar hanya ada satu, dari Denpasar melalui Jalan Imam Bonjol – Jalan Raya Kuta – Tuban — Kedonganan – Jimbaran – Tegeh Sari – Tegeh Buhu sampai simpang Nirmala kini. Jalur lurus menuju Pecatu hingga Uluwatu, sedangkan ke kiri melewati Ungasan – Kutuh – Kampial–Bualu – Tanjung.

Puncak Tegeh Kepah adalah batas antara Desa Adat Kampial dan Desa Adat Bualu di wilayah Kuta Selatan.  Pada zaman Orde Baru, di Puncak Tegeh Kepah dibangun tempat suci 5 agama yang disebut Puja Mandala. Di Kawasan Puja Mandala berdiri Pura, Gereja Katolik, Geraja Kristen, Wihara, dan Masjid. Berdirinya Puja Mandala menjelang Orde Baru tumbang ketika Menteri Pariwisata,Pos, dan Telekomunikasi dijabat Joop  Ave sebagai lambang toleransi beragama yang diimani dan diamini para pemeluknya. Kini, Puja Mandala malah menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi para pelancong dari Jawa umumnya untuk mampir sekaligus bersembahyang sesuai dengan agama yang dianutnya. Di Puncak Tegeh Kepah ini mereka menemui Tuhannnya masing-masing dengan suntuk mohon keselamatan dalam  perjalanan selanjutnya.

Berdekatan dengan Puja Mandala, tepatnya di sebelah timur berdiri bak penampungan air.  Airnya itu untuk kawasan ITDC Nusa Dua. Dibangunnya  bak penampungan air itu melengkapi sumur peradaban tua, yang sudah ada sebelumnya  disebut suukan. Jika suukan adalah simbol peradaban kuno, bak menjadi simbol peradaban modern seiring dengan pengembangan kawasan Nusa Dua menjadi kawasan pariwisata elit sejak Orde Baru berkuasa, pada awal dekade 1970-an.

 Puncak Tegeh Kepah sebagaimana namanya mengacu pada dua makna. Pertama, Kepah berarti peralihan dari Desa Adat Kampial ke Desa Adat Bualu. Sebagai catatan, Desa Adat Bualu berdiri sekitar 1958 yang sebelumnya merupakan bagian dari Desa Adat Kampial. Itu pula sebabnya, setra Desa Adat Bualu menjadi satu dengan setra Desa Adat Kampial. Selain itu, Pura Penataran Desa Adat Kampial juga merupakan bagian ayah-ayahan dari Desa Adat Bualu. Namun, Desa Adat Bualu memunyai Pura Desa dan Pura Puseh tersendiri.

Kedua, Kepah berarti Pohon Kepuh atau pohon rangdu. Pohon Kepah biasanya  sebagai penanda desa dan tenget. Pohon besar itu kini masih ada dan di bawahnya berdiri Pura Tegal Penangsaran Desa Adat Bualu. Di sanalah tempat permakluman bila ada upacara ngaben/mengubur bagi yang meninggal di Desa Adat Bualu dengan menggunakan banten, minimal canang asebit sari. Di desa-desa adat di Bali, pohon besar adalah penanda desa yang berfungsi sebagai peneduh sekaligus sebagai ciri pusat desa dengan pasar desanya.

Di Puncak Tegeh Kepah, para pejalan kehidupan yang berjalan kaki tempo doeloe maentegan menarik nafas sejenak, melakukan pranayama. Pertama,menyaksikan kawasan Nusa Dua dan sekitarnya dengan nyiur melambai-lambai di arah timur. Ke situlah, arah yang dituju orang-orang dari desa Delod Ceking khususnya Kampial, Kutuh, Ungasan, dan Pecatu. Mereka maurup-urup melakukan barter alakadarnya membawa palawija dan palagantung selain gerang. Maurup-urup adalah strategi berkomunikasi berkearifan lokal dengan mengedepankan manyama braya yang lebih dikenal dengan tetawangan ’kenalan’ yang dirawat dan diwariskan ke anak cucu hingga kini. Dalam konteks kekinian, inilah yang disebut ekonomi kerakyatan.

Kedua, di Puncak Tegeh Kepah para pejalan kehidupan yang berjalan kaki berkilo-kilo jaraknya tanpa bersandal di tengah debu dan panas menyengat semangat tiadalah patah. Di kejauhan dari balik kawasan Nusa Dua yang kini berdiri hotel berbintang mewah tempat para pemimpin dunia mengambil keputusan tentang iklim global, air, ekonomi, dan lain-lain yang menyangkut politik global, di tempat inilah diputuskan. Nusa Dua Bali  menjadi tempat memutuskan kebijakan politik dunia yang menghasilkan piagam atau dokumen tertulis. Dalam arti luas, itulah sastra dunia sebagai pegangan para pemimpin dunia becermin. Pilihan yang tepat bila pujangga Jawa yang dikenal dengan Dang Hyang Dwijendra melahirkan karya sastra monumental di sini. Dari sini pula, para pemimpin dunia melaksanakan dharma wiweka untuk memilah dan memilih “ngepah” kebijakan yang memuliakan manusia, alam, dan lingkungan dengan pembangunan berkelanjutan. Inilah yang disebut kontinuitas oleh Ki Hadjar Dewantara.

Ketiga, dari Puncak Tegeh Kepah, para pejalan kehidupan juga dapat menyaksikan Pulau Nusa Penida di kejauhan seakan berdiri di atas  laut biru yang damai. Penampakan Nusa Penida di kejauhan melengkapi Nusa Dua di kedekatan, tampak berhadap-hadapan. Lebih-lebih di antara  Nusa Dua (Nusa Darma dan Nusa Paninsula yang dulu disebut Nusa Gede)  terdapat Batu Capil seakan menjadi pintu gerbang tempat memanggil para nelayan dari Nusa Penida untuk mampir. Utusan dari Nusa Penida diyakini membawa dua kabar, berkah atau musibah. Dalam konteks inilah, maka di Gumi Delod Ceking menjelang peralihan musim dari Kemarau ke Hujan digelar upacara Nangluk Merana ‘upacara menangkal gering’ dalam perspektif agraris berbasis maritim. Dalam tradisi di Desa Adat Kutuh, prosesi Merana Nangluk itu disebut mamendak. Harapannya, petani dan nelayan selamat dari gering ‘wabah’ tanpa   paceklik dan terhindar dari situasi sayah ‘gagal panen’.

Keempat, tidak jauh dari Puncak Tegeh Kepah dulu berdiri Bioskop Glory sebagai tempat hiburan bagi kaula muda dengan layar tancap. Belakangan, bioskop berada di area Pasar Central dekat Tragia bersebelahan dengan lokasi SMP Negeri 4 Kuta Selatan. Jika Bioskop Glory berbasis layar tancap, bila hujan penonton bubar menyelamatkan diri masing-masing, disingkat misbar : gerimis bubar.  Berbeda dengan bioskop di Pasar Central berbasis gedung representatif, penonton bisa berlama-lama di dalam gedung tidak terpengaruh cuaca.

Begitulah Puncak Tegeh Kepah adalah puncak terusan dari Puncak Tegeh Buhu dan Puncak Tegeh Kaman. Sebagai puncak terusan, Puncak Tegeh Kepah adalah puncak terendah menuju turunan ke arah Nusa Dua. Namun demikian, keindahannya pun menawan dan sungguh inspiratif. Banyak kisah dan narasi terbangun dari sini lantaran inilah akses satu-satunya dari Bualu menuju desa-desa di Kawasan Bukit Badung, di Kaki Pulau Bali yang dulu dikenal dengan nama Gumi Delod Ceking. Dulu kawasan ini sulit nasi tetapi kaya narasi yang pantas dikenang dan dicatat sebagai pangeling-eling.

Pada mulanya,  Puncak Tegeh Kepah adalah kawasan bengang seperti di Tegeh Buhu yang sepi. Namun, kini Puncak Tegeh Kepah adalah jalur supermacet bin bising. Diperlukan kesadaran dan kebijaksanaan menyikapi sehingga terhindar dari silang wacana yang menyebabkan hubungan disharmoni. Sugi Tenten pada Rabu Pon Sungsang, Sugi Jawa pada Kamis Wage Sungsang , dan Sugi Bali pada Jumat Kliwon Sungsang  adalah alur waktu untuk merenung menyambut Galungan tiba dengan kesadaran untuk menemukan keindahan sebagaimana di Puncak Tegeh Kepah tempo doeloe.

 Selamat menyambut Hari Galungan dan Kuningan. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Rumput Laut Delod Ceking, Nasibmu Kini   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
Tags: desa adat bualudesa adat kutuhGumi Delod Cekingkuta selatanNusa Dua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Rilis “Lebih Dekat” Nosstress: Membawa Lagu ke Rumah-rumah Pendengar

Next Post

Anugerah Kebudayaan Indonesia dan Para Teladan dalam Pemajuan Kebudayaan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Anugerah Kebudayaan Indonesia dan Para Teladan dalam Pemajuan Kebudayaan

Anugerah Kebudayaan Indonesia dan Para Teladan dalam Pemajuan Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co