23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

M Musa Al Hasyim by M Musa Al Hasyim
September 9, 2024
in Opini
Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

M Musa Al Hasim

KEMESRAAN Pyongyang dan Moskow yang dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada 19 Juni 2024 menambah daftar panjang sejarah perseturuan antara blok timur dengan blok barat. Beberapa hari setelah perjanjian itu, blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat bersama Korea Selatan dan Jepang mengadakan latihan militer bersama bernama Freedom Edge di perairan internasional dekat Pulau Jeju Korea Selatan.

Dalam pertemuan trilateral tersebut, Washington menurunkan kapal induk nuklir USS Theodore Roosevelt, Tokyo mengeluarkan kapal perusak berpeluru kendali JS Atago, dan Seoul mengerahkan jet tempur KF-16. Blok barat menyalakan alarm kewaspadaan akan potensi ancaman dari aliansi Korea Utara dan Rusia yang dianggap sebagai tantangan serius terhadap stabilitas regional.

Freedom Edge menjadi babak lanjutan dari Freedom Shield atau latihan musim semi tahunan yang dilakukan bersama antara militer Amerika Serikat dan Korea Selatan. Latihan yang dilaksanakan selama 11 hari tersebut merupakan latihan terbesar sejak Pyongyang membatalkan pakta militer yang pernah mereka sepakati pada 2018 untuk meredam ketegangan. Pihak Korea Utara menyebut latihan itu sebagai invasi dan rencana perang nuklir sementara pihak Korsel mengatakan bahwa latihan itu adalah bagian dari upaya defensif sebagai respons atas ancaman Korea Utara. Dinamika yang fluktuatif di Semenanjung Korea menunjukkan betapa wilayah tersebut sangat rentan dan bisa pecah sewaktu-waktu.

Ketegangan yang meningkat ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi menuju konflik berskala besar, termasuk risiko perang nuklir. Jika aliansi Pyongyang dan Moskow semakin kuat dan memperlihatkan demonstrasi kekuatan militer, termasuk kemampuan nuklir, maka potensi terjadinya konfrontasi nuklir akan menjadi lebih nyata.

Dalam menghadapi situasi yang semakin memanas ini, Indonesia hadir dengan pendekatan kampanye perlucutan senjata dan nonproliferasi nuklir di tengah krisis kepercayaan dunia. Sebagai negara yang memiliki tekad kuat terhadap prinsip-prinsip keamanan global dan perdamaian, Indonesia terus memainkan peran aktif dalam mendorong kebijakan nonproliferasi dan perlucutan senjata nuklir.

Hal ini sejalan dengan amanah Pembukaan UUD RI 1945 yang menekankan urgensi keterlibatan Indonesia dalam menjaga dan mempromosikan perdamaian serta ketertiban dunia sebagai bagian dari tujuan nasional.

Kiprah Indonesia dalam Mewujudkan Perlucutan Senjata dan Nonproliferasi Nuklir

Indonesia, sebagai anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan pendukung Traktat Zona Bebas Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), memilih menghindari proliferasi senjata nuklir. Dalam konteks ketegangan yang berkembang, peran diplomatik Indonesia sebagai negara nonblok semakin mendapat perhatian dunia.

Pengamat hukum internasional Dhey Wego Tadeus menyebut Indonesia bisa menjadi penengah dalam konflik saling unjuk gigi senjata nuklir antar kedua blok. Indonesia memiliki hubungan bilateral yang cukup baik dengan Korea Utara maupun dengan Rusia, di sisi lain Indonesia juga menjalin kerja sama yang kuat dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.  

Indonesia secara konsisten menyerukan perlunya dialog dan kerja sama internasional untuk mengatasi ancaman proliferasi nuklir dan mencegah potensi konflik nuklir di kemudian hari. Selama ini keberadaan lima negara yang dianggap boleh memiliki senjata nuklir—Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris—memicu negara lain untuk turut menggunakan senjata nuklir.

Fisikawan Amerika Serikat Theodore B. Taylor, dalam tulisannya berjudul Proliferation of Nuclear Weapon, menjelaskan bahwa proliferasi senjata nuklir menyebar sangat cepat seperti epidemi. Negara-negara lain seperti India, Pakistan, Iran, Israel, dan Korea Utara ikut berlomba-lomba mengembangkan senjata nuklir karena mereka merasa perlu melakukannya sebagai bentuk antisipasi perang. Kondisi semacam ini akan merusak tingkat kepercayaan dalam hubungan internasional dan mempertebal tembok prasangka antarnegara. Walhasil, dialog dan kerja sama global akan mandek karena masing-masing negara menomorsatukan ego pribadinya di atas kepentingan bersama.

Dalam berbagai ajang forum internasional, Indonesia selalu aktif menyuarakan pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi dan perlucutan senjata. Melalui partisipasinya dalam Presidensi Konferensi Perlucutan Senjata (CD) selama satu bulan dari 26 Februari sampai 1 Maret 2024 di Markas PBB di Swiss, Indonesia berupaya memfasilitasi pembicaraan yang konstruktif antara negara-negara pemegang senjata nuklir dan negara-negara nonpemegang senjata nuklir.

Indonesia mendesak perlunya revitalisasi kemauan politik, pembangunan kepercayaan, pengurangan ketidakpercayaan antarnegara, dengan cara menjembatani perbedaan dan polarisasi antar pihak-pihak yang bertikai. Indonesia meminta negara pemegang senjata nuklir untuk selalu memastikan bahwa teknologi nuklir yang mereka kembangkan digunakan hanya untuk tujuan damai, begitu pula dengan negara yang baru mau memulai bereksperimen atau memperkuat sistem pertahanan senjata nuklirnya. Upaya ini menunjukkan bagaimana Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia menjadi contoh dalam pengelolaan dan perlindungan bahan nuklir.

Lebih lanjut, Indonesia mengutamakan dialog terbuka ketimbang adu senjata. Six Party Talk—dialog terbuka antara Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Korea Utara, Rusia, China—adalah kunci utama dalam membawa pihak-pihak yang terlibat untuk mau mengawali niat baik dengan membuka pintu kepercayaan meski mereka kerap kali berbeda pandangan. Tidak mudah memang menyatukan isi kepala yang bervariasi, satu pihak merasa terancam sementara pihak lain tidak mau buntung. Tembok-tembok kecurigaan antarnegara sudah terlanjur menebal, diperlukan sebuah komitmen tulus untuk menghancurkan tembok-tembok yang dibangun sejak Perang Dingin meletus beberapa dekade silam.

Dengan mengedepankan dialog, kerja sama internasional, dan kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi, Indonesia berusaha keras untuk mengurangi ancaman nuklir. Jika perang nuklir sampai terjadi, bencana yang datang tidak hanya berakibat fatal bagi umat manusia namun juga tempat tinggal beserta seluruh penghuni di dalamnya.

Apa yang dilakukan Indonesia ini cukup krusial, tujuan jangka panjangnya adalah mencegah eskalasi ketegangan dan memastikan bahwa perubahan geopolitik tidak berujung pada konflik besar yang dapat mengancam perdamaian dunia. [T]

Mengungkap Dualisme Kebijakan China terhadap Muslim: Palestina vs Uighur
Demokrasi  dalam  Pilkada dan Partai  Politik
Pilkada Serentak, Harapan dan Tantangan Rakyat Pemilih
Tags: hubungan internasionalpolitik luar negeri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Next Post

Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

M Musa Al Hasyim

M Musa Al Hasyim

Dosen Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co