2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

M Musa Al Hasyim by M Musa Al Hasyim
September 9, 2024
in Opini
Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

M Musa Al Hasim

KEMESRAAN Pyongyang dan Moskow yang dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada 19 Juni 2024 menambah daftar panjang sejarah perseturuan antara blok timur dengan blok barat. Beberapa hari setelah perjanjian itu, blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat bersama Korea Selatan dan Jepang mengadakan latihan militer bersama bernama Freedom Edge di perairan internasional dekat Pulau Jeju Korea Selatan.

Dalam pertemuan trilateral tersebut, Washington menurunkan kapal induk nuklir USS Theodore Roosevelt, Tokyo mengeluarkan kapal perusak berpeluru kendali JS Atago, dan Seoul mengerahkan jet tempur KF-16. Blok barat menyalakan alarm kewaspadaan akan potensi ancaman dari aliansi Korea Utara dan Rusia yang dianggap sebagai tantangan serius terhadap stabilitas regional.

Freedom Edge menjadi babak lanjutan dari Freedom Shield atau latihan musim semi tahunan yang dilakukan bersama antara militer Amerika Serikat dan Korea Selatan. Latihan yang dilaksanakan selama 11 hari tersebut merupakan latihan terbesar sejak Pyongyang membatalkan pakta militer yang pernah mereka sepakati pada 2018 untuk meredam ketegangan. Pihak Korea Utara menyebut latihan itu sebagai invasi dan rencana perang nuklir sementara pihak Korsel mengatakan bahwa latihan itu adalah bagian dari upaya defensif sebagai respons atas ancaman Korea Utara. Dinamika yang fluktuatif di Semenanjung Korea menunjukkan betapa wilayah tersebut sangat rentan dan bisa pecah sewaktu-waktu.

Ketegangan yang meningkat ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi menuju konflik berskala besar, termasuk risiko perang nuklir. Jika aliansi Pyongyang dan Moskow semakin kuat dan memperlihatkan demonstrasi kekuatan militer, termasuk kemampuan nuklir, maka potensi terjadinya konfrontasi nuklir akan menjadi lebih nyata.

Dalam menghadapi situasi yang semakin memanas ini, Indonesia hadir dengan pendekatan kampanye perlucutan senjata dan nonproliferasi nuklir di tengah krisis kepercayaan dunia. Sebagai negara yang memiliki tekad kuat terhadap prinsip-prinsip keamanan global dan perdamaian, Indonesia terus memainkan peran aktif dalam mendorong kebijakan nonproliferasi dan perlucutan senjata nuklir.

Hal ini sejalan dengan amanah Pembukaan UUD RI 1945 yang menekankan urgensi keterlibatan Indonesia dalam menjaga dan mempromosikan perdamaian serta ketertiban dunia sebagai bagian dari tujuan nasional.

Kiprah Indonesia dalam Mewujudkan Perlucutan Senjata dan Nonproliferasi Nuklir

Indonesia, sebagai anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan pendukung Traktat Zona Bebas Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), memilih menghindari proliferasi senjata nuklir. Dalam konteks ketegangan yang berkembang, peran diplomatik Indonesia sebagai negara nonblok semakin mendapat perhatian dunia.

Pengamat hukum internasional Dhey Wego Tadeus menyebut Indonesia bisa menjadi penengah dalam konflik saling unjuk gigi senjata nuklir antar kedua blok. Indonesia memiliki hubungan bilateral yang cukup baik dengan Korea Utara maupun dengan Rusia, di sisi lain Indonesia juga menjalin kerja sama yang kuat dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.  

Indonesia secara konsisten menyerukan perlunya dialog dan kerja sama internasional untuk mengatasi ancaman proliferasi nuklir dan mencegah potensi konflik nuklir di kemudian hari. Selama ini keberadaan lima negara yang dianggap boleh memiliki senjata nuklir—Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris—memicu negara lain untuk turut menggunakan senjata nuklir.

Fisikawan Amerika Serikat Theodore B. Taylor, dalam tulisannya berjudul Proliferation of Nuclear Weapon, menjelaskan bahwa proliferasi senjata nuklir menyebar sangat cepat seperti epidemi. Negara-negara lain seperti India, Pakistan, Iran, Israel, dan Korea Utara ikut berlomba-lomba mengembangkan senjata nuklir karena mereka merasa perlu melakukannya sebagai bentuk antisipasi perang. Kondisi semacam ini akan merusak tingkat kepercayaan dalam hubungan internasional dan mempertebal tembok prasangka antarnegara. Walhasil, dialog dan kerja sama global akan mandek karena masing-masing negara menomorsatukan ego pribadinya di atas kepentingan bersama.

Dalam berbagai ajang forum internasional, Indonesia selalu aktif menyuarakan pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi dan perlucutan senjata. Melalui partisipasinya dalam Presidensi Konferensi Perlucutan Senjata (CD) selama satu bulan dari 26 Februari sampai 1 Maret 2024 di Markas PBB di Swiss, Indonesia berupaya memfasilitasi pembicaraan yang konstruktif antara negara-negara pemegang senjata nuklir dan negara-negara nonpemegang senjata nuklir.

Indonesia mendesak perlunya revitalisasi kemauan politik, pembangunan kepercayaan, pengurangan ketidakpercayaan antarnegara, dengan cara menjembatani perbedaan dan polarisasi antar pihak-pihak yang bertikai. Indonesia meminta negara pemegang senjata nuklir untuk selalu memastikan bahwa teknologi nuklir yang mereka kembangkan digunakan hanya untuk tujuan damai, begitu pula dengan negara yang baru mau memulai bereksperimen atau memperkuat sistem pertahanan senjata nuklirnya. Upaya ini menunjukkan bagaimana Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia menjadi contoh dalam pengelolaan dan perlindungan bahan nuklir.

Lebih lanjut, Indonesia mengutamakan dialog terbuka ketimbang adu senjata. Six Party Talk—dialog terbuka antara Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Korea Utara, Rusia, China—adalah kunci utama dalam membawa pihak-pihak yang terlibat untuk mau mengawali niat baik dengan membuka pintu kepercayaan meski mereka kerap kali berbeda pandangan. Tidak mudah memang menyatukan isi kepala yang bervariasi, satu pihak merasa terancam sementara pihak lain tidak mau buntung. Tembok-tembok kecurigaan antarnegara sudah terlanjur menebal, diperlukan sebuah komitmen tulus untuk menghancurkan tembok-tembok yang dibangun sejak Perang Dingin meletus beberapa dekade silam.

Dengan mengedepankan dialog, kerja sama internasional, dan kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi, Indonesia berusaha keras untuk mengurangi ancaman nuklir. Jika perang nuklir sampai terjadi, bencana yang datang tidak hanya berakibat fatal bagi umat manusia namun juga tempat tinggal beserta seluruh penghuni di dalamnya.

Apa yang dilakukan Indonesia ini cukup krusial, tujuan jangka panjangnya adalah mencegah eskalasi ketegangan dan memastikan bahwa perubahan geopolitik tidak berujung pada konflik besar yang dapat mengancam perdamaian dunia. [T]

Mengungkap Dualisme Kebijakan China terhadap Muslim: Palestina vs Uighur
Demokrasi  dalam  Pilkada dan Partai  Politik
Pilkada Serentak, Harapan dan Tantangan Rakyat Pemilih
Tags: hubungan internasionalpolitik luar negeri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Next Post

Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

M Musa Al Hasyim

M Musa Al Hasyim

Dosen Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Janji Politik Pilkada Bali 2024: Pilih Bandara atau Jalur Kereta?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co