3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Aina Koesherawati by Aina Koesherawati
September 9, 2024
in Kuliner
Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Ayam Gecok, kering kecambah kacang hijau, dan oseng kuncar / Foto Dok.Penulis

DESA Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dikenal sebagai desa wisata yang banyak dikunjungi. Ikon utama desa wisata ini adalah Masjid Saka Tunggal yang dianggap sebagai masjid tertua di Indonesia.

Wisatawan yang berkunjung umumnya bertujuan ziarah ke makam Kyai Mustolih, yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat Desa Cikakak. Jumlah wisatawan akan mengalami peningkatan pada hari atau bulan besar Islam, seperti Maulud dan Syaban. Keberadaan monyet ekor panjang di sekitar masjid menjadi daya tarik tersendiri.

Selain Masjid Saka Tunggal, Desa Wisata Cikakak juga memiliki objek wisata alam Antap. Objek ini berada di lahan milik Perhutani dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ciikakak. Pengunjung akan ramai pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional. Daya tarik objek wisata Antap adalah pasar jajanan tradisional.

Salah satu andalan Desa Wisata Cikakak adalah kuliner Ayam Gecok yang khas. Kuliner ini memiliki campuran aneka rasa; antara pedas, asin, dan gurih. Ayam Gecok banyak diminati pengunjung Desa Wisata Cikakak, terutama pengunjung berombongan.

Sejarah Ayam Gecok

Menurut penuturan Khotimah, pembuat Ayam Gecok, kuliner ini memiliki sejarah panjang. Ayam Gecok sudah ada dari sejak dulu, dan termasuk makanan tradisional dari Desa Cikakak. Biasanya Ayam Gecok diperuntukkan bagi momen-momen sakral seperti hajatan, pembuatan rumah, sedekah bumi di area Masjid Saka Tunggal dan lain-lain.

Berdasarkan kepercayaan masayarakat, jika Ayam Gecok hendak disajikan pada upacara adat, maka harus ada syarat khusus. Ayam yang akan dimasak haruslah ayam kampung “jengger” jantan. Penyajiannya harus ditemani dengan oseng “kuncar” (sayuran khas dari Desa Cikakak) yang  dicampur dengan tempe, kering kecambah kacang hijau, sayur daun kelor, sayur terong.

Pendopo Pakasa Desa Wisata Cikakak | Foto Dok.Penulis

Secara filosofis, Gecok bermakna membuka. Konteksnya, Ayam Gecok selalu disajikan untuk membuka ritual adat di Desa Cikakak.

“Gecok artinya untuk pembukaan. Setiap ada acara adat masyarakat akan selalu bertanya, Gecoknya mana?”, kata Suto Handoyo, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Cikakak kepada Tim Blusuker Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Pada kesempatan ini Tim Peneliti dari Unsoed datang ke Desa Cikakak untuk menggali data-data terkait potensi wisata. Rombongan Tim Peneliti dipimpin oleh pakar pemberdayaan masyarakat Unsoed, Prof.Dr.Adhi Iman Sulaiman, S.IP, M.Si didampingi pengamat pariwisata Unsoed, Drs.Chusmeru, M.Si.

Bahan dan Cara Memasak

Ayam Gecok dibuat dengan bahan daging ayam kampung jantan. Sedangkan bumbunya terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kencur, garam, gula jawa, dan kelapa sedang atau “semanten”.

Cara pembuatannya, ayam kampung di sembelih, dibersihkan, dibelah tengahnya, kemudian dibersihkan dan diambil bagian dalamnya,karena jeroan ayam tidak dipakai. Kemudian ayam dipanggang menggunakan arang. Dipanggang selama kurang lebih 30 menit-60 menit.

Ayam Gecok, kering kecambah kacang hijau, dan oseng kuncar | Foto Dok.Penulis

Bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kencur, garam, gula jawa dibakar. Kemudian di ulek sampai halus. Siapkan kelapa untuk diparut kemudian disaring untuk diambil santannya. Kemudian, santan tersebut dicampurkan dengan air yang sudah matang atau sudah dimasak.

Selanjutnya bumbu yang sudah diulek dicampurkan dengan santan yang sudah dicampur dengan air. Kemudian, diaduk secara merata. Terakhir, ayam kampung yang sudah dipanggang selanjutnya disuir dan  dimasukkan ke dalam santan yang sudah dicampur dengan bumbu. Hidangan dapat disajikan.

Kuliner Desa Wisata

Meskipun pada awalnya Ayam Gecok adalah makanan untuk acara adat, namun kini ditawarkan sebagai kuliner khas Desa Wisata Cikakak. Biasanya kuliner itu dipesan oleh pengunjung berombongan, seperti dari perusahaan, instansi pemerintah, maupun rombongan mahasiswa.

Ayam Gecok disajikan bersama nasi dengan minuman khas Desa Cikakak, yaitu Es Badeg yang terbuat dari air nira. Rasa manis Es Badeg menambah nikmat rasa Ayam Gecok dan menambah selera makan bagi pengunjung.

Khotimah, pembuat Ayam Gecok | Foto Dok.Penulis

Harga seporsi Ayam Gecok tidak terlalu mahal, hanya 25 ribu rupiah. Sedangkan Es Badeg satu gelas hanya dua ribu rupiah. Harga yang sangat murah bagi pengunjung sambil berziarah dan berekreasi. Ayam Gecok ini lebih nikmat disantap selagi hangat; karena kuliner ini hanya bertahan selama 3-4 jam saja.

Desa Cikakak merupakan desa wisata yang lengkap. Masjid Saka Tunggal menjadi wisata religi bagi pengunjung untuk berziarah. Objek wisata Antap menjadi sarana rekreasi di alam. Ayam Gecok menjadi kuliner pelengkap kunjungan wisatawan. [T]

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng
Gorengan Ores, Makanan Khas Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Nikmatnya Kuliner Bandut dari Desa Pedawa





Tags: banyumasdesa wisataJawa Tengahkulinerkuliner banumas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Next Post

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Aina Koesherawati

Aina Koesherawati

Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails
Next Post
Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co