12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Aina Koesherawati by Aina Koesherawati
September 9, 2024
in Kuliner
Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Ayam Gecok, kering kecambah kacang hijau, dan oseng kuncar / Foto Dok.Penulis

DESA Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dikenal sebagai desa wisata yang banyak dikunjungi. Ikon utama desa wisata ini adalah Masjid Saka Tunggal yang dianggap sebagai masjid tertua di Indonesia.

Wisatawan yang berkunjung umumnya bertujuan ziarah ke makam Kyai Mustolih, yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat Desa Cikakak. Jumlah wisatawan akan mengalami peningkatan pada hari atau bulan besar Islam, seperti Maulud dan Syaban. Keberadaan monyet ekor panjang di sekitar masjid menjadi daya tarik tersendiri.

Selain Masjid Saka Tunggal, Desa Wisata Cikakak juga memiliki objek wisata alam Antap. Objek ini berada di lahan milik Perhutani dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ciikakak. Pengunjung akan ramai pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional. Daya tarik objek wisata Antap adalah pasar jajanan tradisional.

Salah satu andalan Desa Wisata Cikakak adalah kuliner Ayam Gecok yang khas. Kuliner ini memiliki campuran aneka rasa; antara pedas, asin, dan gurih. Ayam Gecok banyak diminati pengunjung Desa Wisata Cikakak, terutama pengunjung berombongan.

Sejarah Ayam Gecok

Menurut penuturan Khotimah, pembuat Ayam Gecok, kuliner ini memiliki sejarah panjang. Ayam Gecok sudah ada dari sejak dulu, dan termasuk makanan tradisional dari Desa Cikakak. Biasanya Ayam Gecok diperuntukkan bagi momen-momen sakral seperti hajatan, pembuatan rumah, sedekah bumi di area Masjid Saka Tunggal dan lain-lain.

Berdasarkan kepercayaan masayarakat, jika Ayam Gecok hendak disajikan pada upacara adat, maka harus ada syarat khusus. Ayam yang akan dimasak haruslah ayam kampung “jengger” jantan. Penyajiannya harus ditemani dengan oseng “kuncar” (sayuran khas dari Desa Cikakak) yang  dicampur dengan tempe, kering kecambah kacang hijau, sayur daun kelor, sayur terong.

Pendopo Pakasa Desa Wisata Cikakak | Foto Dok.Penulis

Secara filosofis, Gecok bermakna membuka. Konteksnya, Ayam Gecok selalu disajikan untuk membuka ritual adat di Desa Cikakak.

“Gecok artinya untuk pembukaan. Setiap ada acara adat masyarakat akan selalu bertanya, Gecoknya mana?”, kata Suto Handoyo, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Cikakak kepada Tim Blusuker Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Pada kesempatan ini Tim Peneliti dari Unsoed datang ke Desa Cikakak untuk menggali data-data terkait potensi wisata. Rombongan Tim Peneliti dipimpin oleh pakar pemberdayaan masyarakat Unsoed, Prof.Dr.Adhi Iman Sulaiman, S.IP, M.Si didampingi pengamat pariwisata Unsoed, Drs.Chusmeru, M.Si.

Bahan dan Cara Memasak

Ayam Gecok dibuat dengan bahan daging ayam kampung jantan. Sedangkan bumbunya terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kencur, garam, gula jawa, dan kelapa sedang atau “semanten”.

Cara pembuatannya, ayam kampung di sembelih, dibersihkan, dibelah tengahnya, kemudian dibersihkan dan diambil bagian dalamnya,karena jeroan ayam tidak dipakai. Kemudian ayam dipanggang menggunakan arang. Dipanggang selama kurang lebih 30 menit-60 menit.

Ayam Gecok, kering kecambah kacang hijau, dan oseng kuncar | Foto Dok.Penulis

Bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kencur, garam, gula jawa dibakar. Kemudian di ulek sampai halus. Siapkan kelapa untuk diparut kemudian disaring untuk diambil santannya. Kemudian, santan tersebut dicampurkan dengan air yang sudah matang atau sudah dimasak.

Selanjutnya bumbu yang sudah diulek dicampurkan dengan santan yang sudah dicampur dengan air. Kemudian, diaduk secara merata. Terakhir, ayam kampung yang sudah dipanggang selanjutnya disuir dan  dimasukkan ke dalam santan yang sudah dicampur dengan bumbu. Hidangan dapat disajikan.

Kuliner Desa Wisata

Meskipun pada awalnya Ayam Gecok adalah makanan untuk acara adat, namun kini ditawarkan sebagai kuliner khas Desa Wisata Cikakak. Biasanya kuliner itu dipesan oleh pengunjung berombongan, seperti dari perusahaan, instansi pemerintah, maupun rombongan mahasiswa.

Ayam Gecok disajikan bersama nasi dengan minuman khas Desa Cikakak, yaitu Es Badeg yang terbuat dari air nira. Rasa manis Es Badeg menambah nikmat rasa Ayam Gecok dan menambah selera makan bagi pengunjung.

Khotimah, pembuat Ayam Gecok | Foto Dok.Penulis

Harga seporsi Ayam Gecok tidak terlalu mahal, hanya 25 ribu rupiah. Sedangkan Es Badeg satu gelas hanya dua ribu rupiah. Harga yang sangat murah bagi pengunjung sambil berziarah dan berekreasi. Ayam Gecok ini lebih nikmat disantap selagi hangat; karena kuliner ini hanya bertahan selama 3-4 jam saja.

Desa Cikakak merupakan desa wisata yang lengkap. Masjid Saka Tunggal menjadi wisata religi bagi pengunjung untuk berziarah. Objek wisata Antap menjadi sarana rekreasi di alam. Ayam Gecok menjadi kuliner pelengkap kunjungan wisatawan. [T]

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng
Gorengan Ores, Makanan Khas Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Nikmatnya Kuliner Bandut dari Desa Pedawa





Tags: banyumasdesa wisataJawa Tengahkulinerkuliner banumas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Next Post

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Aina Koesherawati

Aina Koesherawati

Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails
Next Post
Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co