23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Aina Koesherawati by Aina Koesherawati
September 9, 2024
in Kuliner
Ayam Gecok: Kuliner Khas Desa Wisata Cikakak di Banyumas

Ayam Gecok, kering kecambah kacang hijau, dan oseng kuncar / Foto Dok.Penulis

DESA Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dikenal sebagai desa wisata yang banyak dikunjungi. Ikon utama desa wisata ini adalah Masjid Saka Tunggal yang dianggap sebagai masjid tertua di Indonesia.

Wisatawan yang berkunjung umumnya bertujuan ziarah ke makam Kyai Mustolih, yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat Desa Cikakak. Jumlah wisatawan akan mengalami peningkatan pada hari atau bulan besar Islam, seperti Maulud dan Syaban. Keberadaan monyet ekor panjang di sekitar masjid menjadi daya tarik tersendiri.

Selain Masjid Saka Tunggal, Desa Wisata Cikakak juga memiliki objek wisata alam Antap. Objek ini berada di lahan milik Perhutani dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ciikakak. Pengunjung akan ramai pada hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional. Daya tarik objek wisata Antap adalah pasar jajanan tradisional.

Salah satu andalan Desa Wisata Cikakak adalah kuliner Ayam Gecok yang khas. Kuliner ini memiliki campuran aneka rasa; antara pedas, asin, dan gurih. Ayam Gecok banyak diminati pengunjung Desa Wisata Cikakak, terutama pengunjung berombongan.

Sejarah Ayam Gecok

Menurut penuturan Khotimah, pembuat Ayam Gecok, kuliner ini memiliki sejarah panjang. Ayam Gecok sudah ada dari sejak dulu, dan termasuk makanan tradisional dari Desa Cikakak. Biasanya Ayam Gecok diperuntukkan bagi momen-momen sakral seperti hajatan, pembuatan rumah, sedekah bumi di area Masjid Saka Tunggal dan lain-lain.

Berdasarkan kepercayaan masayarakat, jika Ayam Gecok hendak disajikan pada upacara adat, maka harus ada syarat khusus. Ayam yang akan dimasak haruslah ayam kampung “jengger” jantan. Penyajiannya harus ditemani dengan oseng “kuncar” (sayuran khas dari Desa Cikakak) yang  dicampur dengan tempe, kering kecambah kacang hijau, sayur daun kelor, sayur terong.

Pendopo Pakasa Desa Wisata Cikakak | Foto Dok.Penulis

Secara filosofis, Gecok bermakna membuka. Konteksnya, Ayam Gecok selalu disajikan untuk membuka ritual adat di Desa Cikakak.

“Gecok artinya untuk pembukaan. Setiap ada acara adat masyarakat akan selalu bertanya, Gecoknya mana?”, kata Suto Handoyo, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Cikakak kepada Tim Blusuker Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Pada kesempatan ini Tim Peneliti dari Unsoed datang ke Desa Cikakak untuk menggali data-data terkait potensi wisata. Rombongan Tim Peneliti dipimpin oleh pakar pemberdayaan masyarakat Unsoed, Prof.Dr.Adhi Iman Sulaiman, S.IP, M.Si didampingi pengamat pariwisata Unsoed, Drs.Chusmeru, M.Si.

Bahan dan Cara Memasak

Ayam Gecok dibuat dengan bahan daging ayam kampung jantan. Sedangkan bumbunya terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kencur, garam, gula jawa, dan kelapa sedang atau “semanten”.

Cara pembuatannya, ayam kampung di sembelih, dibersihkan, dibelah tengahnya, kemudian dibersihkan dan diambil bagian dalamnya,karena jeroan ayam tidak dipakai. Kemudian ayam dipanggang menggunakan arang. Dipanggang selama kurang lebih 30 menit-60 menit.

Ayam Gecok, kering kecambah kacang hijau, dan oseng kuncar | Foto Dok.Penulis

Bawang putih, bawang merah, cabai, terasi, kencur, garam, gula jawa dibakar. Kemudian di ulek sampai halus. Siapkan kelapa untuk diparut kemudian disaring untuk diambil santannya. Kemudian, santan tersebut dicampurkan dengan air yang sudah matang atau sudah dimasak.

Selanjutnya bumbu yang sudah diulek dicampurkan dengan santan yang sudah dicampur dengan air. Kemudian, diaduk secara merata. Terakhir, ayam kampung yang sudah dipanggang selanjutnya disuir dan  dimasukkan ke dalam santan yang sudah dicampur dengan bumbu. Hidangan dapat disajikan.

Kuliner Desa Wisata

Meskipun pada awalnya Ayam Gecok adalah makanan untuk acara adat, namun kini ditawarkan sebagai kuliner khas Desa Wisata Cikakak. Biasanya kuliner itu dipesan oleh pengunjung berombongan, seperti dari perusahaan, instansi pemerintah, maupun rombongan mahasiswa.

Ayam Gecok disajikan bersama nasi dengan minuman khas Desa Cikakak, yaitu Es Badeg yang terbuat dari air nira. Rasa manis Es Badeg menambah nikmat rasa Ayam Gecok dan menambah selera makan bagi pengunjung.

Khotimah, pembuat Ayam Gecok | Foto Dok.Penulis

Harga seporsi Ayam Gecok tidak terlalu mahal, hanya 25 ribu rupiah. Sedangkan Es Badeg satu gelas hanya dua ribu rupiah. Harga yang sangat murah bagi pengunjung sambil berziarah dan berekreasi. Ayam Gecok ini lebih nikmat disantap selagi hangat; karena kuliner ini hanya bertahan selama 3-4 jam saja.

Desa Cikakak merupakan desa wisata yang lengkap. Masjid Saka Tunggal menjadi wisata religi bagi pengunjung untuk berziarah. Objek wisata Antap menjadi sarana rekreasi di alam. Ayam Gecok menjadi kuliner pelengkap kunjungan wisatawan. [T]

Menikmati Sensasi Baru Menu “Uraban Nyawan” atau “Lawar Lebah” di Desa Tambakan-Buleleng
Gorengan Ores, Makanan Khas Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Klipes Sune Cekuh, Kumbang Air Goreng Khas Desa Kedis
Nikmatnya Kuliner Bandut dari Desa Pedawa





Tags: banyumasdesa wisataJawa Tengahkulinerkuliner banumas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Next Post

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Aina Koesherawati

Aina Koesherawati

Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Pendekatan Bebas Aktif Indonesia terhadap Nonproliferasi Nuklir di Tengah Krisis Kepercayaan Global

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co