2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika Sawah Sudah Tak Ada, di Mana Manusia akan Menanam?

Son Lomri by Son Lomri
August 29, 2024
in Khas
Jika Sawah Sudah Tak Ada, di Mana Manusia akan Menanam?

Agus Wiratama saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Dharma Pamaculan dari Perspektif Pegiat Teater Bali” di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Gus Prim

DI Museum Buleleng, instalasi seperti kincir angin dan orang-orangan sawah, saung kecil sebagai tempat berteduh, membawa suasana diskusi tentang “Dharma Pamaculan dari Perspektif Pegiat Teater Bali” di Singaraja Literary Festival 2024 menjadi lebih hidup. Suasana yang akrab dengan sawah ini memang cocok dan patut diapresiasi.

Tetapi itu hanya suasana yang diciptakan oleh seniman seni rupa, nyatanya, imajinasi tentang pertanian, khusus di Bali, telah mengalami pengalihfungsian lahan pertanian menjadi gedung semacam hotel atau villa. Tentu hal ini adalah salah satu imbas dari wacana pariwisata—sebagaimana yang telah diagungkan oleh pemerintah dalam menaikan pendapatan daerah.

Adapun mereka yang barangkali masih bertahan dengan sawahnya dan statusnya masih sebagai petani itu, di tengah ruang-ruang pariwisata mereka terlihat aneh, menjadi instalasi dalam sebuah tabung pariwisata di tengah sawah-sawah yang sudah berhasil dialihfungsikan itu.

Agus Wiratama saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Dharma Pamaculan dari Perspektif Pegiat Teater Bali” di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Gus Prim

Agus Wiratama, seorang aktor seni pertunjukan (teater) dan film, membawa para peserta untuk memikirkan kembali bagaimana lahan pertanian di Bali Selatan dalam kurun 10 tahun terakhir. Di selatan, pertanian mengalami perubahan signifikan. Hal itu menjadi perhatiannya dalam membahas bahwa manusia dan tanah, adalah satu kesatuan yang erat kaitannya dalam menjalankan hidup.

“Hari ini, kita berada pada situasi sulit, di mana di satu sisi kita ingin mempertahankan sawah, tapi di sisi lain, sawah bukanlah jawaban atas kebutuhan ekonomi kita hari ini, tidak seperti beberapa puluh tahun lalu, di mana kita tidak peduli dengan token listrik, tidak peduli dengan kuota internet, bahkan mencari air minum pun kita tidak perlu berpikir panjang,” kata Agus, Minggu (25/8/2024) pagi.

Baling-baling masih saja berputar-putar ditiup angin di dekat saung kecil itu. Orang-orangan sawah mematung di tengah 25 orang yang sedang menyimak khusyuk di balai bengong di dekat Museum Buleleng.

Naasnya, kata Agus, perubahan ini mengingatkannya pada kemandegan kebudayaan Bali, khususnya. Bayangkan, alat-alat pertanian yang dipakai untuk menggarap sawah, yang dulu dibuat oleh petani sendiri, atau anggota komunitasnya, kini harus kita impor dari Cina atau Jepang.

Agus Wiratama saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Dharma Pamaculan dari Perspektif Pegiat Teater Bali” di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Gus Prim

“Situasi ini sama persis dengan teknologi pengolah sampah yang orang Bali sebut Teba, yang kini sudah tidak berfungsi ketika bertemu dengan sampah-sampah modern,” Agus menggebu-gebu. Peserta diskusi mengangguk-angguk.

Agus secara kritis mempertanyakan fenomena di Bali itu dengan beberapa pertanyaan menukik seram pada zaman yang serba cepat berubah ini—dengan kering.

“Jika kita yakini bahwa sawah ‘sempat’ menjadi laboratorium produksi kesenian, pertanyaan pesimis saya adalah, apa yang mampu kita produksi dengan situasi pertanian yang seperti saat ini? Atau pertanyaan yang lebih spesifik, pertunjukan yang seperti apakah yang akan lahir dari konteks keruangan seperti saat ini?”

Tentu pertanyaan tersebut dilatarbelakangi dirinya yang seorang seniman. Ia juga menjelaskan tentang begitu apiknya hubungan tubuh manusia dalam kesenian dan tanah atau bumi dalam pandangan teatrikalnya. Bagaimana di setiap tarian di Bali, katanya, sangat lekat kakinya dengan menyentuh tanah secara dominan.

Agus Wiratama saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Dharma Pamaculan dari Perspektif Pegiat Teater Bali” di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Gus Prim

“Hal demikian menandakan jika bumi atau tanah, manusia menghubungkan dirinya melalui seni untuk itu. Tapi, ke mana kita semua akan menanam jika lahan pertanian sama sekali tidak ada lagi suatu saat?” terang Agus sekaligus melontarkan pertanyaan kritis dan mendasar.

Peserta terdiam, menyimak, setelah membayangkan kemungkinan-kemungkinan tentang lahan pertanian jika benar-benar tidak ada itu apa yang akan terjadi. “Tanamani diri sendiri (dengan ilmu)!” jawab Agus Wiratama.

Seniman senior, Putu Satria Kusuma—yang juga menjadi pembicara pada panel itu, seperti memberikan kesempatan pada seniman muda di sampingnya itu dengan ikut menyimak dengan saksama. Di akhir panel, pada saat Agus hendak mengakhiri materinya, ia menukil syair Ida Pedanda Made Sidemen, “Saya Setuju itu. Nandurin Karang Awak.”[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari
Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024
Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan
Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Tags: Dharma PemaculanpertanianSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kata Grodog  dan Onomatope | Ini Cerita Tentang Lemari

Next Post

Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co