22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 29, 2024
in Esai
Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Henry Manampiring saat menjadi narasumber dalam panel diskusi "Filsafat, Sains, dan Sastra" bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

—Terkhusus buat Gen Z

ADA perasaan mengganjal selepas mengikuti diskusi bersama dua penulis nasional, Dewi Lestari dan Henry Manampiring yang dilaksanakan di Museum Buleleng pagi hingga siang akhir pekan kemarin, Sabtu, 24 Agustus 2024. Antusias peserta mengajukan pertanyaan membuat waktu dua jam tak terasa, bahkan terik matahari Kota Singaraja yang terkenal menyengat tak surutkan niat peserta untuk mengikuti diskusi ini sampai akhir. Panel diskusi tersebut bertajuk “Filsafat, Sains, dan Sastra”, salah satu mata acara dalam Singaraja Literary Festival 2024.

Saya dapat kesempatan pertama untuk mengajukan pertanyaan, dan saya pilih menyampaikan kesan saya pada karya Dee. Untuk menghormati peserta lain yang juga antusias bertanya, pertanyaan untuk Henry Manampiring yang sudah saya siapkan beberapa hari sebelumnya terpaksa tak jadi saya ajukan saat itu. Biar tak mubazir, pertanyaan itu akan saya tuliskan hari ini dengan dua harapan. Pertama, media yang saya kirimi memuatnya. Yang kedua, Henry Manampiring, sebagai pihak yang dituju sempat membaca tulisan ini.

Penulis (baju putih) duduk di antara peserta panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Pertanyaannya sangat singkat, “Apakah masih berguna kita membaca filsafat hari ini?”

Saya berkaca pada dua hal yang menggelitik. Saya sempat membaca sebuah meme, entah benar atau cuma rekaan, dialog seorang wanita muda dengan kenalannya seorang mahasiswa. Segalanya terlihat sempurna, sampai saat ditanya jurusan/fakultas si pria.

Saat yang bersangkutan menjawab kuliah filsafat, langsung ditanggapi dengan tragis. “Sepertinya kita tak boleh berhubungan lagi. Kata ibu saya, pria yang belajar filsafat nanti gampang menjadi gila,” begitu kata si wanita.

Betapa menyedihkan kenyataan ini. Situasi berikutnya saya ingat terjadi polemik hangat terkait peran filsafat dibanding sains dalam menyelesaikan persoalan dunia (ini sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu). Goenawan Mohamad (GM) di pihak filsafat sudah langsung angkat tangan, dengan ungkapannya tentang filsafat. “Filsafat itu ibarat burung pungguk Minerva, yang baru keluar kandang di senja hari, saat burung lainnya sudah pulang ke rumah”.

Tak perlu rasanya saya jelaskan pesimisme beliau akan guna filsafat dalam kehidupan kita bermasyarakat. Akhirnya pertanyaan itu mendapatkan pembenarannya kembali, untuk apa kita bersusah-susah membaca buku filsafat, saat banyak buku pilihan lain yang tersedia, saat tak banyak lagi orang yang berniat membaca buku. Betapa tragisnya pilihan kita tetap ber-filsafat.

Sesungguhnya bung Henry Manmpiring telah menjelaskannya panjang lebar, dengan indah dan telihat sangat masuk akal dalam tulisannya sebelum acara diskusi ini berlangsung dan dimuat di media kesayangan kita (Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat).

Singkatnya dari tulisan itu, filsafat menurut beliau akan memperkaya sudut pandang kita dalam kegitan menulis. Membuat tulisan kita akan lebih dalam, komperehensif, dan menimbulkan sudut pandang baru bagi pembacanya, clear.

Henry Manampiring saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Membaca filsafat akan sangat berguna untuk para penulis atau mereka yang tertarik pada dunia tulis menulis. Pertanyaan besarnya, apa manfaat filsafat bagi kita yang bukan penulis, apa manfaat filsafat bagi masyarakat secara luas.

Rasanya waktu dua jam tak akan cukup untuk menjawab pertanyaan ini secara memuaskan.

***

Saya akan coba membedahnya berdasarkan pemahaman pribadi saya, manfaat filsafat pada dua bidang yang saya tekuni dan cukup membuat saya antusias. Manfaat ilmu filsafat pada remaja, generasi penerus kita, dan manfaat filsafat untuk gangguan mental individu atau masyarakat.

Remaja, generasi muda semestinya tersentuh filsafat dalam skala sederhana untuk kehidupan mereka yang lebih berarti nantinya. Lalu ini tanggung jawab siapa? Begitu pertanyaan selanjutnya.

Saya pernah baca seorang GM yang menyukai sastra, filsafat, pada masa mudanya, memilih kuliah psikologi karena dia menganggap di sana dia akan menemukan semua yang menjadi kegemarannya itu. Meskipun beliau tak sampai tamat di sana, saya sepakat yang paling mendekati urusan ini adalah ilmu psikologi, para psikolog.

Beberapa minggu yang lalu saya menghadiri acara promosi doktoral seorang sahabat psikiater, selintas saya dengar presentasi beliau tentang peningkatan kapasitas guru BK untuk menangani masalah mental ringan anak-anak kita di sekolah.

Saya mengambil kesimpulan ringan, guru BK yang sedikit tahu tentang teori Eksistensialisme (ucapan Bung Henry waktu diskusi) akan lebih mampu mengarahkan anak didik kita, tentang siapa diri mereka, apa tujuan hidup mereka nantinya. Saya berkeyakinan mereka yang lebih awal mengetahui tujuan hidupnya akan lebih berbahagia nantinya, terlepas dari kesuksesan yang mereka raih.

Kalau dari awal mereka lebih mengenali dirinya, mengetahui tujuan hidupnya dan ini mencakup lebih banyak remaja kita hari ini, generasi emas 2045 tak akan berubah menjadi generasi cemas 2045.

Hal lain yang saya tangkap dari diskusi kemarin. Filsafat tak seribet itu, apapun yang bisa membuatmu lebih bijaksana, yang membuatmu punya sudut pandang yang luas itulah filsafat. 

Sebuah contoh sederhana, yang mudah-mudahan tak menyinggung siapapun, bisa saya tuliskan seperti ini. Pembangunan yang massif, jaminan kesehatan seluruh rakyat, subsidi bahan bakar yang dibiayai dari utang mestinya bisa kita awasi bersama.

Sikap-sikap mula keto, cerminan pikiran sempit dan pendek musti kita buang jauh-jauh. Karena politik maka pantas kotor, mana ada politik bersih. Sikap membandingkan yang asal, semua negara di dunia berutang, kenapa kita tidak.

Dee Lestari saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Kalau hal-hal seperti itu bisa dikurangi apalagi dihilangkan oleh generasi Z hari ini, saya merasa kita bisa cukup optimis, tahun 2045 bukan lagi emas, mungkin bisa jadi generasi berlian.

Manfaat filsafat berikutnya yang mungkin lebih bisa kita rasakan nanti adalah terkait kesehatan mental individu atau masyarakat. Mengapa saya menulisnya begini, karena saya sempat membaca feature Bung Henry di majalah Tempo alasan pertama beliau menyukai filsafat karena beliau sempat mengalami depresi.

Masalah kesehatan mental ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Koran nasional KOMPAS membuat tulisan bersambung sampai 19 edisi yang sangat komperehensif tentang kesehatan mental.

Seandainya Bung Henry Manampiring bisa membuat tulisan yang bagus tentang peran filsafat bagi kesehatan mental individu/masyarakat. Itu akan menjadi tulisan ke 20 yang akan membuat tulisan investigasi Kompas Itu menjadi paripurna.

Sebuah harapan kecil dari seorang pembaca Kompas dan penikmat tulisan Bung Henry Manampiring, semoga..[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Tags: filsafatsainssastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sawah Sudah Tak Ada, di Mana Manusia akan Menanam?

Next Post

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

by Early NHS
July 20, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

Read moreDetails

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

by Chusmeru
July 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

Read moreDetails

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
0
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

Read moreDetails

Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

by Hairunnisa Br. Sagala
July 19, 2026
0
Krisis Baru Abad 21: Ketika Mesin Berpikir, Manusia Berhenti Merenung?

KONON, yang membedakan manusia dari makhluk lain bukan semata kemampuan berbicara, melainkan kemampuan merenung. Dari renungan lahir kebijaksanaan. Dari kebijaksanaan...

Read moreDetails

Langsung ke Intinya: Siapa Juara Piala Dunia?

by Nur Inayah Yushar
July 19, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BAGI kelompok orang yang tidak mengikuti sepak bola, riuh rendah Piala Dunia sering kali terasa seperti latar belakang suara yang...

Read moreDetails

Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

by Agung Sudarsa
July 19, 2026
0
Bangkitlah Bali: Kesadaran Selalu Dimulai dari Keberanian Mengakui Kenyataan

"People will do anything, no matter how absurd, in order to avoid facing their own souls." Manusia rela melakukan apa...

Read moreDetails

Dari Stres Jadi Rileks: Menjadikan Musik Sebagai Pertolongan Pertama Emosi

by Muhammad Syahrul Wafda
July 19, 2026
0
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

MENGINGAT banyaknya pengguna media sosial saat ini, orang-orang gemar membagikan musik yang mereka dengarkan di platform seperti Instagram, WhatsApp, dan...

Read moreDetails

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails
Next Post
Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co