4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 29, 2024
in Esai
Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Henry Manampiring saat menjadi narasumber dalam panel diskusi "Filsafat, Sains, dan Sastra" bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

—Terkhusus buat Gen Z

ADA perasaan mengganjal selepas mengikuti diskusi bersama dua penulis nasional, Dewi Lestari dan Henry Manampiring yang dilaksanakan di Museum Buleleng pagi hingga siang akhir pekan kemarin, Sabtu, 24 Agustus 2024. Antusias peserta mengajukan pertanyaan membuat waktu dua jam tak terasa, bahkan terik matahari Kota Singaraja yang terkenal menyengat tak surutkan niat peserta untuk mengikuti diskusi ini sampai akhir. Panel diskusi tersebut bertajuk “Filsafat, Sains, dan Sastra”, salah satu mata acara dalam Singaraja Literary Festival 2024.

Saya dapat kesempatan pertama untuk mengajukan pertanyaan, dan saya pilih menyampaikan kesan saya pada karya Dee. Untuk menghormati peserta lain yang juga antusias bertanya, pertanyaan untuk Henry Manampiring yang sudah saya siapkan beberapa hari sebelumnya terpaksa tak jadi saya ajukan saat itu. Biar tak mubazir, pertanyaan itu akan saya tuliskan hari ini dengan dua harapan. Pertama, media yang saya kirimi memuatnya. Yang kedua, Henry Manampiring, sebagai pihak yang dituju sempat membaca tulisan ini.

Penulis (baju putih) duduk di antara peserta panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Pertanyaannya sangat singkat, “Apakah masih berguna kita membaca filsafat hari ini?”

Saya berkaca pada dua hal yang menggelitik. Saya sempat membaca sebuah meme, entah benar atau cuma rekaan, dialog seorang wanita muda dengan kenalannya seorang mahasiswa. Segalanya terlihat sempurna, sampai saat ditanya jurusan/fakultas si pria.

Saat yang bersangkutan menjawab kuliah filsafat, langsung ditanggapi dengan tragis. “Sepertinya kita tak boleh berhubungan lagi. Kata ibu saya, pria yang belajar filsafat nanti gampang menjadi gila,” begitu kata si wanita.

Betapa menyedihkan kenyataan ini. Situasi berikutnya saya ingat terjadi polemik hangat terkait peran filsafat dibanding sains dalam menyelesaikan persoalan dunia (ini sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu). Goenawan Mohamad (GM) di pihak filsafat sudah langsung angkat tangan, dengan ungkapannya tentang filsafat. “Filsafat itu ibarat burung pungguk Minerva, yang baru keluar kandang di senja hari, saat burung lainnya sudah pulang ke rumah”.

Tak perlu rasanya saya jelaskan pesimisme beliau akan guna filsafat dalam kehidupan kita bermasyarakat. Akhirnya pertanyaan itu mendapatkan pembenarannya kembali, untuk apa kita bersusah-susah membaca buku filsafat, saat banyak buku pilihan lain yang tersedia, saat tak banyak lagi orang yang berniat membaca buku. Betapa tragisnya pilihan kita tetap ber-filsafat.

Sesungguhnya bung Henry Manmpiring telah menjelaskannya panjang lebar, dengan indah dan telihat sangat masuk akal dalam tulisannya sebelum acara diskusi ini berlangsung dan dimuat di media kesayangan kita (Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat).

Singkatnya dari tulisan itu, filsafat menurut beliau akan memperkaya sudut pandang kita dalam kegitan menulis. Membuat tulisan kita akan lebih dalam, komperehensif, dan menimbulkan sudut pandang baru bagi pembacanya, clear.

Henry Manampiring saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Membaca filsafat akan sangat berguna untuk para penulis atau mereka yang tertarik pada dunia tulis menulis. Pertanyaan besarnya, apa manfaat filsafat bagi kita yang bukan penulis, apa manfaat filsafat bagi masyarakat secara luas.

Rasanya waktu dua jam tak akan cukup untuk menjawab pertanyaan ini secara memuaskan.

***

Saya akan coba membedahnya berdasarkan pemahaman pribadi saya, manfaat filsafat pada dua bidang yang saya tekuni dan cukup membuat saya antusias. Manfaat ilmu filsafat pada remaja, generasi penerus kita, dan manfaat filsafat untuk gangguan mental individu atau masyarakat.

Remaja, generasi muda semestinya tersentuh filsafat dalam skala sederhana untuk kehidupan mereka yang lebih berarti nantinya. Lalu ini tanggung jawab siapa? Begitu pertanyaan selanjutnya.

Saya pernah baca seorang GM yang menyukai sastra, filsafat, pada masa mudanya, memilih kuliah psikologi karena dia menganggap di sana dia akan menemukan semua yang menjadi kegemarannya itu. Meskipun beliau tak sampai tamat di sana, saya sepakat yang paling mendekati urusan ini adalah ilmu psikologi, para psikolog.

Beberapa minggu yang lalu saya menghadiri acara promosi doktoral seorang sahabat psikiater, selintas saya dengar presentasi beliau tentang peningkatan kapasitas guru BK untuk menangani masalah mental ringan anak-anak kita di sekolah.

Saya mengambil kesimpulan ringan, guru BK yang sedikit tahu tentang teori Eksistensialisme (ucapan Bung Henry waktu diskusi) akan lebih mampu mengarahkan anak didik kita, tentang siapa diri mereka, apa tujuan hidup mereka nantinya. Saya berkeyakinan mereka yang lebih awal mengetahui tujuan hidupnya akan lebih berbahagia nantinya, terlepas dari kesuksesan yang mereka raih.

Kalau dari awal mereka lebih mengenali dirinya, mengetahui tujuan hidupnya dan ini mencakup lebih banyak remaja kita hari ini, generasi emas 2045 tak akan berubah menjadi generasi cemas 2045.

Hal lain yang saya tangkap dari diskusi kemarin. Filsafat tak seribet itu, apapun yang bisa membuatmu lebih bijaksana, yang membuatmu punya sudut pandang yang luas itulah filsafat. 

Sebuah contoh sederhana, yang mudah-mudahan tak menyinggung siapapun, bisa saya tuliskan seperti ini. Pembangunan yang massif, jaminan kesehatan seluruh rakyat, subsidi bahan bakar yang dibiayai dari utang mestinya bisa kita awasi bersama.

Sikap-sikap mula keto, cerminan pikiran sempit dan pendek musti kita buang jauh-jauh. Karena politik maka pantas kotor, mana ada politik bersih. Sikap membandingkan yang asal, semua negara di dunia berutang, kenapa kita tidak.

Dee Lestari saat menjadi narasumber dalam panel diskusi “Filsafat, Sains, dan Sastra” bersama Dee Lestari dan Henry Manampiring | Foto: SLF/Gus Prim

Kalau hal-hal seperti itu bisa dikurangi apalagi dihilangkan oleh generasi Z hari ini, saya merasa kita bisa cukup optimis, tahun 2045 bukan lagi emas, mungkin bisa jadi generasi berlian.

Manfaat filsafat berikutnya yang mungkin lebih bisa kita rasakan nanti adalah terkait kesehatan mental individu atau masyarakat. Mengapa saya menulisnya begini, karena saya sempat membaca feature Bung Henry di majalah Tempo alasan pertama beliau menyukai filsafat karena beliau sempat mengalami depresi.

Masalah kesehatan mental ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Koran nasional KOMPAS membuat tulisan bersambung sampai 19 edisi yang sangat komperehensif tentang kesehatan mental.

Seandainya Bung Henry Manampiring bisa membuat tulisan yang bagus tentang peran filsafat bagi kesehatan mental individu/masyarakat. Itu akan menjadi tulisan ke 20 yang akan membuat tulisan investigasi Kompas Itu menjadi paripurna.

Sebuah harapan kecil dari seorang pembaca Kompas dan penikmat tulisan Bung Henry Manampiring, semoga..[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Tags: filsafatsainssastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jika Sawah Sudah Tak Ada, di Mana Manusia akan Menanam?

Next Post

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co