12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Jaswanto by Jaswanto
August 29, 2024
in Khas
Free Kids Corner: Ruang Ramah Anak untuk Belajar dan Bermain di SLF 2024

Program Free Kids Corner di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

PAGI dan sore hari, di belakang gedung Sasana Budaya, di samping kanan gerbang masuk Museum Buleleng, anak-anak usia TK dan SD bergerombol, duduk lesehan di tikar sederhana yang digelar di sana. Di depan masing-masing anak terdapat meja lipat berbagai ukuran. Dan beberapa anak cukup rela berbagi meja.

Anak-anak yang kini sedang melipat-lipat kertas warna-warni menjadi burung yang cantik itu (mereka sedang belajar origami), berasal dari berbagai penjuru. Mereka tidak hanya orang Singaraja, tapi juga banyak dari luar negeri. Lihatlah, bule-bule kecil itu membaur begitu saja dengan anak-anak pribumi seusianya. Mereka seolah telah menciptakan dunianya sendiri—dunia tanpa diskriminasi satu sama lain.

Seorang anak terlihat kebingungan. Tampaknya ia tak mengerti lipatan berikutnya. Dia mencoba menoleh ke samping untuk mendapat jawaban, tapi teman di sampingnya juga tak bisa. Mereka berdua tertawa. Beruntung, perempuan muda yang sedari tadi berdiri di depan anak-anak sambil memeragakan tahapan lipatan itu, turun tangan. Dengan sabar ia memperlihatkan kepada manusia-manusia kecil itu bagaimana cara melipat kertas yang baik dan benar.

Anak-anak sedang menempel burung-burung kertas di Free Kids Corner Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Seekor burung kertas lahir dari tangan mungil seorang bocah perempuan manis yang duduk di depan, dekat dengan orang-orang yang mengajarinya. Ia bersorak gembira. Disahut anak-anak lain yang juga telah menyelesaikan tugas mahaberat itu. Suasana menjadi gaduh. Bapak-ibu yang duduk di dekat mereka wajahnya berseri-seri sambil menyalakan kamera gawai masing-masing.

“Kalau burungnya sudah jadi, silakan ditempel di kertas itu ya!” seru perempuan muda yang kini sudah berdiri di depan anak-anak sambil menunjuk kertas manila biru yang digelar tanpa alas di paving block belakang Sasana Budaya. Di atas kertas itu tertulis dengan tinta spidol kuning: Jangan kwawatir karena penciptamu memperhatikanmu. Benar. Kwawatir, bukan khawatir. Dan burung-burung kertas warna-warni itu kemudian mengelilingi kredo yang salah tulis itu.

Mercy Jane Lumempouw, perempuan muda yang mengajarkan origami itu, dengan keceriaan berlebih, membimbing dan memastikan anak-anak menempel hasil karyanya dengan benar. Rupanya ia tak sendiri. Monika King, yang berusia lebih tua dari Jane, dengan senang hati membantu menertibkan anak-anak.

Anak-anak sedang bersiap belajar dan bermain di Free Kids Corner Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Sore itu, sekali lagi, di belakang Sasana Budaya, menjelma dunia anak yang ramah dan menyenangkan. Ruang anak ini dibikin oleh Jane dan Monika bersama teman-temannya. Kegiatan yang bertajuk “Free Kids Corner” ini merupakan bagian dari Singaraja Literary Festival 2024. Dalam program tersebut anak-anak dapat mendengarkan dongeng, bermain games, mewarnai, bernyanyi, belajar menulis cerita, dan membuat origami. Kegiatan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Penyelenggara hanya mengimbau untuk membawa meja lipat masing-masing.

Jane dan Monika hanya sukarelawan sebenarnya. Penggagas program ini tak mau disebutkan namanya. Tetapi yang jelas, program ini, sekali lagi, menjadi bagian dalam SLF 2024. Jane dari Manado, kuliah di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Sedangkan Monika seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Bandung yang kini tinggal di Singaraja. Keduanya mengaku sangat senang dengan kegiatan bersama anak-anak.

“Ini program dadakan. Setelah berkomunikasi dengan Bu Sonia [Kadek Sonia Piscayanti, Direktur SLF], kami langsung sebarkan pamflet dan ternyata banyak yang daftar,” ujar Mercy Jane seusai kegiatan, Sabtu (24/8/2024) sore. Selain mengajari anak-anak seni melipat kertas, Jane juga membacakan dongeng tentang jalak bali yang dilindungi. “Itu supaya anak-anak juga tahu kondisi jalak bali sekarang,” jelasnya.

Anak-anak sedang belajar origami di Free Kids Corner Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Hadirnya ruang anak seperti yang digerakkan Jane dan kawan-kawannya menjadi bukti bahwa Singaraja Literary Festival dapat diakses segala umur. Bukan hanya orang dewasa saja yang memiliki hak berpartisipasi, ikut-serta dalam festival, tapi anak-anak juga berhak.  Belakangan ini, beberapa festival di Indonesia memang sudah memerhatikan ruang-ruang yang ramah anak dengan menyediakan tempat penitipan anak dan area bermain untuk anak-anak, sehingga orang tua tak khawatir membawa buah hati mereka.

Eti Noviyanti, seorang ibu dan guru di SMKN 1 Seririt, sepulang mengajar langsung mengantarkan anaknya untuk ikut-serta dalam kegiatan “Free Kids Corner” ini. Ia mengaku mengetahui informasi program ini dari sebuah grup WA les bahasa Mandarin Undiksha—tempat anaknya belajar bahasa tersebut. Eti, saking senangnya mendapati program ini, menemani anaknya sampai selesai. “Pulang ngajar, siap-siap, langsung berangkat ke sini, tanpa istirahat,” kata Eti sembari tersenyum dan mengawasi gerak-gerik anaknya.

Menurut Eti, sejak kecil putrinya sudah suka membaca dan menulis. Oleh sebab itu, pada saat mendapat pamflet “Free Kids Corner”, tanpa berpikir panjang ia langsung mendaftarkan anaknya. “Kegiatan ini bagus dan penting sekali untuk anak-anak. Lihat, anak saya sangat senang. Dia memang suka dengan cerita, dan saya sangat excited melihatnya,” ujar Eti sambil menunjuk gadis kecilnya.

Anak-anak sedang bermain di Free Kids Corner Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Gadis kecil Eti masih duduk di bangku kelas tiga SD. Dan ia merasa khawatir kalau gawai akan merebut waktu anaknya. Oleh karena itulah Eti sangat bersyukur dengan kegiatan-kegiatan yang dapat sejenak menjauhkan anaknya dari telepon pintar.

“Hari ini kan anak-anak tidak bisa lepas dari HP. Tapi dengan adanya kegiatan seperti ini kan mereka diberi kesempatan untuk sementara melupakan HP. Juga menyalurkan hobinya, bercerita dan menulis, gitu,” Eti menegaskan.

“Free Kids Corner” hari itu telah usai. Jane, Monika, dan kawan-kawan sukarelawannya memperlakukan anak-anak dengan lembut dan penuh kasih sayang. Bahkan sebelum membubarkan diri mereka sempat bernyanyi sambil membereskan alat-alat dan segala rupa secara bersama-sama.

Anak-anak terlihat senang, gembira, dan ini yang terpenting, aman dan nyaman. Tak ada asap rokok di sekitar tempat mereka bermain dan belajar. Tak ada gambar-gambar tak senonoh. Tak ada ujaran-ujaran yang tak pantas. Ini dunia mereka. Tempat ini milik dan hak mereka.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan
Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024
Tags: ruang ramah anakSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Manfaat Filsafat di Zaman Milenial

Next Post

Kilas Balik Jegeg Bagus Karangasem 2024: Kreativitas dalam Kebudayaan untuk Menjaga Kesucian Alam

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Kilas Balik Jegeg Bagus Karangasem 2024: Kreativitas dalam Kebudayaan untuk Menjaga Kesucian Alam

Kilas Balik Jegeg Bagus Karangasem 2024: Kreativitas dalam Kebudayaan untuk Menjaga Kesucian Alam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co