4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 27, 2024
in Panggung
Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

PENTAS seni, biasanya diawali dengan latihan untuk menyatukan ide, konsep atau pun hal-hal lain yang mendukung sebuah pementasan. Latihan itu penting agar mengerti apa peran serta tugas yang dilakukan di atas pentas. Latihan berkali-kali dapat meminimalisir kesalahan dalam sebuah pementasan.

Lantas, bagaimana kalau pertunjukan seni itu tanpa diawali latihan? Nah, itu yang menjadi dalam pertunjukan kolaborasi 9 seniman Bali Utara dalam ajang Singaraja Literary Festival 2024 di Sasana Budaya Buleleng, Sabtu, 24 Agustus 2024 malam. Pentas musik dengan durasi waktu sekitar 20 menit itu, memang menyajikan sebuah proses musik.

Suasana penonton di Sasana Budaya saat pementasan Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Malam itu Sasana Budaya seperti donat yang dikerumuni banyak semut, begitu ramai. Orang-orang itu, dengan debar masing-masing, menunggu penampilan kolaborasi sembilan seniman, modern dan tradisional, Bali Utara, yang terdiri dari Made Danu Damas Satria, Gede Teguh Rendra, Agus Herman Swihartana Giri (Konot), Made Yogi Sastrawan, I Komang Aristiana Gunawan, Kadek Widiasa, Kadek Wahyudi Prasancika, I Made Tegeh Okta Maheri, dan Susan Tyo Riski. Barangkali hampir semua orang bertanya, karya apa yang hendak dipertontonkan?

Susan Tyo Riski dalam garapan Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Lampu sorot meredup saat seniman musik dan vokal berdiri di atas panggung. Sebuah tembang membuka pertunjukan. Seorang perempuan berkebaya hitam, dengan suara panjang dan jernih, menembang dan diiringi suling, gitar, drum yang diketuk sesekali, piano, dan beberapa alat musik modern lainnya. Tembang tersebut disambung dengan lagu “Nyanyian Kecil untuk Sawah” karya Relung Kaca yang dinyanyikan grup band Empat Detik Sebelum Tidur.

Sorak-sorai penonton menambah ramai suasana. Dua orang penari merespon musik dan lagu yang dimainkan di atas panggung. Penari itu, keduanya laki-laki, meliuk-liuk di lantai, di depan panggung. Tampak gerakan-gerakan dalam pertanian, seperti mencangkul dan gerakan-gerakan eksplorasi tubuh lainnya.

“Kami memang menampilkan konsep petunjukan musik jam session. Jadi sebuah proses membuat musik. Semua musisi memainkan elemennya masing-masing tanpa harus berlebihan,” kata koordinator 9 seniman, Aristiana atau yang yang akrab disapa Jack usai pentas.

Jack dan Konot dalam garapan Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Saat itu, 9 seniman yang tampil bukan merupakan satu grup musik yang sudah jadi, melainkan diambil secara acak. Artinya, pemain itu bukan berasal dari satu grup, tetapi dicomot-comot untuk mendukung sebuah pertunjukan musik. “Masing-masing dari kami memiliki definisi yang sama di depan panggung,” ucap Jack.

Pementasan itu, menurut Jack, seperti menjadi tantangan buatnya. Ketika ditawari oleh panitia, ia langsung mengiyakan. “Saya ingin sesuatu yang beda. Konsep jam seasons saya mau, karena perlu menunjukan sesuatu yang beda. Menunjukan sebuah proses ketimbang membawakan sesuatu yang sudah fiks atau selesai,” ceritanya polos. 

Jack menegaskan, walau menampilkan sebuah proses, tetapi ada satu line atau garis yang mesti diikuti bersama. Lagu-lagu yang ia ditulis atau dibawakan mesti mencerminkan atau sesuai dengan tema Singaraja Literary Festival tahun ini, yaitu “Dharma Pemaculan”—terkait dengan tuntunan para petani dalam mengelola pertanian di Bali.

Meski tanpa didahului dengan latihan, 9 seniman Bali Utara ini mampu memberikan sajian seni musik yang menghibur, bahkan tampil sangat atraktif, sebab dipadukan dengan tarian kontemporer ala I Made Tegeh Okta Maheri, atau akrab dipanggil Dek Geh.

Dek Geh dan Wahyudi saat menari dalam garapan Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Alat musik yang dimainkan bukan hanya musik modern, seperti keyboard, drum, gitar, dan lainnya, tetapi juga memadukan dengan alat gamelan tradisional berupa suling dan gangsa. Aksi mereka mampu membakar apresiasi para pengunjung.

Sajian seni kontemporer itu menampilkan konsep jam session. “Kami dari musisi hanya memberikan spice untuk suasana melalui musik keyboard, suling, dan elemen vokal berupa kidung yang direspon penari. Terkadang, kami yang merespon gerak penari,” ujar Jack.

Malam itu, 9 seniman membawakan sebanyak tiga lagu yang masing-masing menawarkan spirit dalam kehidupan. Sebut saja lagu “Sawah”. Lagu ini tepat dan pas sekali dengan tema “Dharma Pemaculan”. “Kami berharap, makna dalam lagu ini bisa sampai kepada penonton,” kata Jack.

Jack lalu menjelaskan, lagu Sawah ini lahir karena sebuah rasa kekhawatiran dirinya terhadap lestarinya sawah. Kenyataan yang dirasakan saat ini, sawah-sawah semakin hilang, bukannya lestari. “Belakangan, orang mengeluh tentang beras yang mahal, bahkan identik dengan kata kelaparan,” ungkapnya.

Lalu, satu lagu yang mengisahkan tentang dua kutub yang tidak pernah terpisahkan. Cinta dan benci tak pernah terpisah yang selalu ada dalam kehidupan. Itu merupakan konsep masyarakat Hindu di Bali yang mengenal warisan budaya berupa “rwa bineda”. Dua hal berbeda yang selalu ada dalam kehidupan manusia.

Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024 | Foto: SLF/Amri

Lagu ini tak dirilis secara spesial, tetapi hanya diunggah dalam channel YouTube. Dalam festival ini, lagu itu dimainkan secara live. Kebanyakan lagu sudah ada, tetapi disajikan kembali dengan pemain yang berbeda dan masing-masing memiliki satu kesamaan.

Berikutnya adalah “Frekuensi Cinta”. Lagu ini mengisahkan kekhawatiran terhadap maraknya media sosial. Bahkan, media sosial itu masuk ke banyak lini masyarakat. Sayangnya, kapasitas masyarakat belum terlalu fasih untuk menerima perbedaan, sehingga sering membuat dilema baru.

Melihat komentar-komentar masyarakat yang beragam, seperti belum bisa menerima pikiran semua orang—karena apa yang dia pikirkan terkadang nyeleneh dan tak masuk akal. “Hal itu seperti Kurukshetra dialektika, bergemuruh dengan frekuensi cinta,” papar Jack.

Ketika kita menganggap dialektika itu sebuah peperangan menuju cinta, itu akan biasa saja. Tetapi, dari situ mungkin juga bisa menjadi perang benaran. “Itu pesan lagu merdeka yang ada dalam pidato Bung Karno yang memperkenalkan Pancasila di muka dunia,” tutup Jack bersemangat.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan
Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Tags: Singaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan

Next Post

Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co