2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
August 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

DUNIA bisnis kini sedang diramaikan dengan gagasan penerapan konsep ESG. Konsep ini mengacu pada usaha bisnis berkelanjutan yang mengedepankan faktor Environment, Social, dan Governance (ESG).

Melalui ESG, semua usaha bisnis diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan, memiliki tanggung jawab sosial, dengan tata kelola yang baik. Konsep ini sangat urgen untuk diterapkan dalam bisnis pariwisata Tanah Air.

Urgensi penerapan ESG mengacu pada permasalahan di sektor pariwisata yang acapkali berdampak buruk. Pariwisata yang kini dikelola dengan prinsip bisnis, mau tak mau harus menerapkan ESG dalam usahanya.

Nyaris tak ada satu pun usaha pariwisata yang tidak berorientasi pada bisnis. Akomodasi di sektor pariwisata selalu mengejar angka hunian kamar dan lama menginap wisatawan. Artinya; hotel, villa, dan penginapan mengais uang sebanyak-banyaknya dari pariwisata.

Restoran dan rumah makan juga berburu pemasukan dari pengunjung. Karenanya pengusaha jasa kuliner ini akan menggunakan berbagai cara untuk dapat menggaet pelanggan, baik berkaitan dengan lokasi, menu, maupun harga.

Transportasi sebagai sarana untuk mempermudah wisatawan melakukan perjalanan tidak terlepas dari sentuhan bisnis. Kelalaian dalam mengelola transportasi bukan hanya mengakibatkan komplain penumpang, tetapi juga mengancam nyawa manusia.

Begitu pun dengan objek dan daya tarik wisata. Semua dikelola dengan tujuan binis. Itu dapat ditengarai dari pengembangan pariwisata daerah yang selalu mempertimbangkan pasar wisata. Prinsipnya adalah menjual produk wisata sesuai selera pasar.

Indikator Lingkungan

Penerapan ESG penting bagi industri pariwisata. Investasi di sektor pariwisata akan selalu melihat sejauh mana satu perusahaan jasa pariwisata telah menerapkan ESG dalam bisnisnya. Terabaikannya ESG akan membuat investor berpikir ulang untuk berinvestasi di sektor pariwisata.

Salah satu indikator penerapan ESG adalah perhatian yang besar dari usaha binis pariwisata pada faktor lingkungan. Masih banyak usaha bisnis pariwisata yang belum serius memperhatikan dampak lingkungan dalam usahanya.

Penggunaan energi bersih dan pengelolaan limbah merupakan indikator lingkungan dalam ESG. Setiap pengelola bisnis akomodasi dan restoran selayaknya menggunakan energi yang ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang baik, sehingga tidak menghasilkan polusi bagi masyarakat sekitar.

Industri pariwisata diharapkan ikut terlibat dalam konservasi sumber daya alam. Pariwisata selalu menimbulkan tekanan terhadap sumber daya alam. Maka sudah sewajarnya jika pengusaha pariwisata melakukan konservasi sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya.

Perlakuan terhadap flora dan fauna juga menjadi indikator lingkungan dalam penerapan ESG sektor pariwisata. Tidak jarang, suatu destinasi wisata memanfaatkan flora dan fauna sebagai daya tariknya. Memperlakukan tumbuhan dan hewan dengan wajar adalah tuntutan dalam ESG.

Indikator Sosial

Selain faktor lingkungan, hubungan sosial usaha bisnis pariwisata dengan stakeholder di luar perusahaan juga dianggap penting. Perusahaan yang menerapkan ESG dengan baik senantiasa akan menempatkan pihak lain dalam meningkatkan citra dan reputasinya.

Perusahaan di sektor pariwisata diharapkan dapat berbagi keuntungan dengan komunitas sekitar. Bentuknya bisa program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk pemberdayaan kelompok sosial dan budaya di sekitar perusahaan. Dapat pula membantu pendanaan bagi kelompok kesenian untuk program pelatihan dan pelestarian.

Indikator sosial dalam ESG juga menghendaki agar setiap kebijakan yang diambil perusahaan pariwisata selalu berdasar masukan dari masyarakat. Jangan sampai terjadi, sebuah hotel dan restoran dibangun di satu destinasi, namun masyarakat sekitar tidak pernah diminta pertimbangannya. Hal ini tentu sangat rawan terjadi konflik sosial.

Entitas media merupakan bagian yang penting pula dalam penerapan ESG pariwisata. Media partner, media relation, media gathering, familiarization trips, atau apa pun namanya, merupakan bentuk kerjasama bisnis pariwisata dengan media. Melalui kerjasama media ini, perusahaan dapat mengenalkan dan menciptakan citra positif produk wisatanya.

 Tata Kelola

Tata kelola (governance) berkaitan dengan bagaimana bisnis pariwisata memiliki proses yang baik dan berkelanjutan. Bisnis pariwisata diharapkan memiliki budaya perusahaan, standard operational procedure (SOP), dan sistem informasi yang baik. Banyak kasus kecelakaan di destinasi wisata yang menyebabkan tewasnya wisatawan, karena tiadanya SOP dari pengelola.

Transparansi pengelolaan bisnis pariwisata merupakan syarat penerapan ESG. Setiap usaha bisnis pariwisata harus transparan dalam menjalankan perusahaan. Upaya meningkatkan angka hunian kamar hotel misalnya, harus dilakukan secara transparan dan legal. Persaingan dalam bisnis akomodasi saat ini memang ketat, sehingga memungkinkan persaingan yang tidak sehat dengan menggunakan cara ilegal dalam menggaet wisatawan.

Hal paling urgen dalam penerapan ESG dalam bisnis pariwisata adalah tata kelola perusahaan yang bebas dari kontribusi maupun intervensi politik. Ini bisa menjadi ironi dalam industri pariwisata Indonesia.

Sejumlah konglomerat dunia memiliki bisnis perhotelan di Bali. Begitu pula dengan para selebritis Tanah Air. Sepanjang bisnis mereka dijalankan melalui proses yang benar, tentu tidak menjadi masalah. Lain halnya jika hotel yang mereka bangun menyalahi peruntukan atau “kongkalikong” dengan oknum pejabat agar lolos perizinan, maka sangat bertentangan dengan penerapan tata kelola ESG.

Sejumlah menteri juga dikabarkan memiliki properti dan vila di Bali. Bahkan Menteri Perencanaan Pembangunan / Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa menyebut Luhut Panjaitan, Sandiaga Uno, dan Bahlil Lahadalia memiliki vila di Bali Selatan (Detik.com, 29 Mei 2024).

Bukan berprasangka buruk terhadap kepemilikan bisnis pariwisata ketiga menteri itu. Setiap orang pastinya memiliki hak untuk berbisnis dan berinventasi. Meskipun, keterlibatan pejabat dalam bisnis sangat rentan terhadap kontribusi dan intervensi politik untuk memuluskan bisnisnya.

Konsep ESG hakikatnya ingin mewujudkan bisnis yang sehat, bersih, dan berkelajutan. Bisnis pariwisata bertujuan memberikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan. Sangat disayangkan jika dikelola dengan cara-cara yang licik, kotor, dan oportunistik.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata
Kontribusi MICE dalam Ekosistem Pariwisata
Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
Tags: komunikasiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Next Post

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co