2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 27, 2024
in Panggung
Tribute to Cok Sawitri: Merawat Ingatan, Mengalirkan Pengetahuan

Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

INI pertunjukan seni modern, tetapi konsep dan beberapa unsur dalam pertunjukan tersebut seperti menggunakan sistem kesenian tradisional tempo dulu. Mereka tak menggunakan naskah, namun itu dibicarakan sebelum pentas. Mereka membagi diri, baik itu tentang peran, tugas dan lainnya sesuai dengan pengalaman dan kenangan yang pernah dirasakannya.

Itulah pementasan teater bertajuk “Tribute to Cok Sawitri” dalam Singaraja Literary Festival 2024 di halaman Gedong Kirtya Buleleng, Sabtu (24/8/2024). Pentas seni itu tak hanya menampilkan pertunjukan teater—kalau boleh dibilang begitu—secara utuh, tetapi juga dipadu dengan diskusi panel yang membicarakan perjalanan penyair dan sastrawan alm. Cok Sawitri, dari proses kreatif hingga kepulangannya ke alam nirwana.

Gus Sena dan Thaly Kasih dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

Garapan seni ini menampilkan Ayu Laksmi, Tini Wahyuni, Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Dayu Ani), serta dua penari dan artis film layar lebar, Gus Sena dan Thaly Kasih. Mesti tanpa latihan secara serius, masing-masing pemain mampu mengekpresikan tema yang diberikan oleh panitia. Hal itu tentu tak masalah, karena masing-masing pemain memiliki segudang pengalaman di atas panggung.

Gus Sena dan Thaly Kasih menari lincah tanpa beban. Mereka menari dan sesekali manembang sehingga menciptakan suasana lebih khusuk. Thaly yang memang penyanyi dan pemain teater lebih banyak menari dan matembang daripada Gus Sena. Jenis tembang bukan pupuh ataupun kidung, melainkan sesanghyangan yang mampu menciptakan suasana menjadi magis dan penuh makna.

Kedua penari muda itu menari dengan perasaan senang, seperti dua sejoli yang bahagia. Terkadang bergerak bersama-sama, lalu menari secara bebas kemudian saling mengisi dengan pola lantai yang sangat rapi. Musik iringannya spontanitas, namun kreatif yang mengidupkan setiap gerak itu. Lalu, diujung tembang itu, Thaly menari ke panggung lalu direspon Ayu Laksmi.

Ayu Laksmi yang memang seorang penyanyi ternama, kemudian menampilkan lagu-lagu sambil memainkan penting (alat musik tradisional Karangasem, Bali). Lagu-lagu itu tidak dibawakan seperti ceclantungan, memanfaatkan melodi yang sudah ada lalu dipadu dengan kata-kata yang lahir secara spontanitas.

Ida Ayu Wayan Arya Satyani (Dayu Ani) dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

Dayu Ani yang membuat konsep pertunjukan itu sedikit menari, namun mampu menghidupkan suasana pentas. Meski memiliki banyak kenangan dengan Cok Sawitri, namun Dayu Ani tampaknya lebih banyak memberi kesempatan pada Thaly dan Gus Sena, sehingga garapan tersebut didominasi oleh kedua penari muda ini.

Tini Wahyuni juga memainkan alat penting, namun petikannya seperti memainkan gending-gending gamelan angklung (jenis gamelan tradisional) yang lumrah dipakai untuk mengiringi upacara ngaben. Pada sesi berikutnya, Tini bercerita kisah tentang pertemanannya dengan Cok Sawitri. Termasuk penggalan-penggalan kalimat yang kemudian menjadi sebuah buku.

Setelah itu, masing-masing pemain mengungkapkan kenanngannya bersama Cok Sawitri. Pentas teater Tribute to Cok Sawitri kemudian memberikan kesempatan kepada penonton untuk menyampaikan kenangan dan pengalaman bersama Cok Sawitri. Baik itu kenangangan yang menarik ataupun yang menyedihkan. Dayu Ani bahkan tak kuat menahan air mata saat berkisah.

Penonton turut berbagai kenangan pada kesempatan itu. Berbagi kenangan itu diawali dari Kadek Sonia Piscayanti, penggagas Singaraja Literary Festival. Lalu Sani (pelukis), Redika (pelukis dan pencinta sastra), Oka Rusmini (panyair dan sastrawan), dan Ayu Weda yang menceritakan pertemannya dengan Cok Sawatri yang begitu akrab.

Tini Wahyuni dan Ayu Laksmi dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

“Konsep garapan ini adalah refleksi sebenarnya. Kami bertiga masing-masing mengenang dan memaknai kedekatan kami dengan Cok Sawitri. Termasuk, apa yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini refleksi awal, yang masing-masing mempunyai kisah,” papar Dayu Ani usai pementasan.

Kebetulan pula, Sonia memilih Jirah untuk Tribute to Cok Sawitri. Mulai dari Jirah, masing-masing pemain kemudian membawakan kenangannya bersama Cok Sawitri. Pengalaman dari masing-masing pemain kemudian diramu dalam kisah Jirah karya Cok Sawitri. “Ini sesungguhnya tentang generasi keberlanjutan tentang pemikiran-pemikiran Cok Sawitri supaya bertumbuh,” jelasnya.

Lalu, tentang elemen-elemen dari puisi dalam garapan ini diambil dari novelnya Cok Sawitri. Sebut saja kalimat apa yang harus dihindarkan dari hidup itu. “Hal itu, salah satu kalimat yang menyentuh pertama kali saya untuk memandu hidup ini. Apa yang harus dilakukan, yakni harus dihadapi,” ungkapnya.

Lalu, terkait dengan teks-teks yang ada dalam garapan itu, semuanya merupakan peninggalan Cok Sawitri saat menggarap sebuah karya bersama Bhumi Bajra. Sebut saja lagi “kija” yang ditembangkan Thaly. Itu sesungguhnya tentang hidup, akan dibawa kemana air itu mengalir. Termauk pula gending-gending sesanghyangan. “Itu semua jejak-jejak Cok Sawitri yang membekas di kami di Bhumi Bajra,” tegasnya.

Garapan ini bisa jadi sebuah gambaran perjalanan Cok Sawitri melalui karya-karya sastranya yang dipadu dengan gabungan kenangan spesial antara masing-masing pemain dengan Cok Sawitri. “Kenangan itulah dirangkai, sehingga menampilkan spirit Cok Sawitri yang sesungguhnya. Intinya adalah pengetahuannya, bukan personil lagi,” sebut Dayu Ani.

Wulan Dewi Saraswati Tini Wahyuni dan Ayu Laksmi dalam Tribute to Cok Sawitri di SLF 2024 | Foto: SLF/Amri

Sore itu, sahabat-sahabat alm. Cok Sawitri berkumpul untuk berbagi kenangan, membacakan karya-karya sastra, serta membahas pengaruh dan warisan Cok Sawitri terhadap kebudayaan Bali dan Indonesia secara keseluruhan. “Acara ini tidak hanya sekadar penghormatan, tetapi juga pemaknaan atas kekayaan budaya dan intelektual yang telah beliau wariskan,” kata Wulan Dewi Saraswati yang memandu diskusi itu.

Dengan mengangkat tema kebudayaan dan spiritualitas yang sering ditemukan dalam karya Cok Sawitri, “Tribute to Cok Sawitri” menjadi momen refleksi bagi teman-temannya semua untuk mengenang seorang seniman besar yang dedikasinya terhadap kesenian dan budaya Bali akan selalu dikenang, termasuk ide-ide dalam buku warisan Cok Sawitri yang berpengaruh terhadap kebudayaan Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

“Tribute to Cok Sawitri” adalah sebuah acara penghormatan untuk mengenang kontribusi besar dari seorang seniman, penulis, dan budayawan Bali, Cok Sawitri. “Acara ini dirancang untuk mengapresiasi perjalanan dan karya-karya Cok Sawitri yang telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia sastra dan kebudayaan Bali,” tegas Wulan.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Tambal Sulam Ekranisasi Teks Lama ke Film
Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini
Tags: Cok SawitrisastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelusuri Jejak Pembahasan Pertanian dalam Sastra Dulu dan Kini

Next Post

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co