2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Made Tawa, Kakek  81 Tahun, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Itu pun Diwisuda

Gede Agus Eka Pratama by Gede Agus Eka Pratama
June 5, 2024
in Khas
Made Tawa, Kakek  81 Tahun, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Itu pun Diwisuda

Made Tawa saat menerima ijazah | Foto: Team Mpu Kuturan TV

“JUDUL skripsi saya, Analisis Dampak Pelatihan Customer Service dengan Pendekatan Jendela Johari Terhadap Kualitas Komunikasi Interpersonal dan Kepuasan di PT. Telkom,” cerita pria tua itu dengan nada pelan.

Berawal sebagai pensiunan dari perusahaan plat merah, tepatnya di PT. Telkom Cabang Kota Denpasar, ia mendapatkan sebuah ide dalam membuat judul penelitian skripsinya. Ia berkerja di PT. Telkom pada tahun 1980-an dan memasuki usia pensiun di tahun 2000-an.  

Pria tua itu bernama Made Tawa. Usia senja yang harusnya dinikmati dengan bermain bersama cucunya, ia malah memilih jalan hidup untuk kembali mengejar ilmu pengetahuan.

Pada saat pandemi Covid -19 meluluhlantakkan tatanan, di tahun 2019 ia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di STAHN Mpu Kuturan Singaraja dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi.

Seperti kata pepatah, ilmu itu tidak akan pernah habis untuk dipalajari. Begitulah kata-kata yang menggambarkan sosok laki-laki tua itu. Kulit yang sudah mulai menyusut, warna rambut yang sudah memutih, tetapi semangatnya dalam menimba ilmu masih menyala.

Setelah kurang lebih lima tahun menempuh pendidikan S1-nya, lelaki kelahiran 1 Januari 1944 itu kini telah resmi menyandang gelar sarjananya.

***

Pagi yang cerah di hari Kamis, 30 Mei 2024, Gedung kesenian Gde Manik tampak begitu padat dari hari-hari biasa. Satu persatu kendaraan yang didominasi oleh roda empat itu keluar masuk gedung yang bersejarah di Kota Pendidikan itu.

Gedung itu tampak dipenuhi oleh ratusan mahasiswa yang ditemani kelurganya. Bukan untuk demo menuntut UKT diturunkan seperti yang tengah viral di media sosial, bahwa UKT akan dinaikkan. Tetapi mereka berkumpul bersama kelurganya untuk merayakan hari paling bersejarah bagi mereka yang menuntut ilmu pengetahuan di perguruan tingggi negeri. Biasa orang mengenalnya dengan perayaan wisuda.  

Mahasiswa yang biasanya mengenakan jas almamater, pagi itu sedikit berbeda. Mereka menggunakan pakaian yang begitu gagah dan anggun. Jubah hitam lengkap dengan toga di atas kepala membuat aura di hari itu begitu kuat. Senyuman manis para mahasiswa berserta keluraga yang mendampingi menjadikan hari itu semakin terlihat sakral.

Di dalam gedung yang layaknya seperti bioskop itu, dengan ruangan yang bernuansa merah, terdapat tamu penting, PJ Bupati Kabupaten Buleleng, Ketut Lihadnyana.

Made Tawa saat diwawancarai banyak wartawan | Foto: Team Mpu Kuturan TV

Dan di antara 142 mahasiswa yang diwisuda, Tawa, kakek tua itu, yang paling kelihatan berbeda dari wisudawan lainnya. Ia tampak begitu memancarkan aura yang sangat bahagia. Satu persatu nama mahasiswa dipanggil untuk maju ke atas panggung guna pemindahan tali toga dan penyerahan ijazah.

Ketika MC memanggil nama lengkap Made Tawa, ruangan yang sunyi tiba-tiba dipenuhi dengan suara riuh tepuk tangan dari pada wisudawan dan tamu undanggan. Membuat ruangan itu seperti bergertar tergoncang oleh gempa.

Sambil dipapah oleh anak laki-lakinya, dibantu dengan beberapa panitia, Tawa, dengan langkah tertatih, maju keatas panggung, membuat suasana kala itu mejadi haru. Saat itu sangat tampak sekali perjuangan seorang pria yang sudah berumur 81 satu tahun itu dalam menuntut ilmu pengetahuan hingga mendapatkan gelar S.I.Kom

Tepat pukul 11.00 Wita, acara telah selesai dan banyak wisudawan yang masih sibuk berfoto mengabadikan momen 1 kali dalam seumur hidup itu. Berbeda dengan Made Tawa, baru keluar dari gedung yang sangat kental dengan salah satu parti politik itu, ia sudah ditunggu-tunggu para wartawan.

Di meja bundar yang disediakan oleh panita wisuda, ia duduk bersama dengan anak laki-lakinya yang bernama Made Guna Setiawan. Beberapa handpone disodorkan di dekat mulutnya untuk merekam suara ketika ia berbicara terkait kisahnya sampai bisa sarjana.

Saat itu, dia berbicara dengan nada yang sangat pelan sekali. Kondisi sakit stroke ringan dari tahun 2021, membuat geraknya terbatas. Oleh karena itu, saat maju ke atas panggung ia harus di papah.

“Kendala saya selama ini adalah kodisi tubuh, saya terkena stroke ringan dari tahun 2021 sampai sekarang. Hingga menyababkan saya dulu sempat cuti kuliah untuk proses penyembuhan,” ujar pria yang memiliki cucu 40 ini.

Tawa memang memiliki 10 anak, dan masing-masing anaknnya memiliki 4 orang anak lagi sehingga ia memiliki 40 cucu. Banyak memang—tidak bisa dibayangkan seperti apa ramainya jika 40 cucu itu kumpul dalam satu rumah yang sama.

Ia juga bercerita akan kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. “Habis ini saya akan kembali melanjukan S2 dengan target jurusan teologi—karena masih ada yang ingin saya cari. Katanya itu harus S2, baru bisa ketemu materinya,” cerita pria itu sambil tersenyum di depan para wartawan.

Tawa memiliki semangat yang tinggi dalam hal menuntut ilmu pengetahuan, karena ia memiliki motto “belajar itu tidak ada batas waktunya, tidak ada terlembat untuk menggejar pendidikan”.

Di akhir wawancara, Tawa berpesan kepada generasi muda agar tidak cepat bangga atas apa yang telah dicapai, karena perasaan bangga itu adalah awal dari sebuah kegagalan.[T]

Reporter: Gede Agus Eka Pratama
Penulis: Gede Agus Eka Pratama
Editor: Jaswanto

Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng
Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian
Deyana, Devita dan Novita: Kartini-kartini Muda Kebanggaan Buleleng Dalam Pelestarian Gong Kebyar Bali Utara
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
Gede Ganesha, Bank Sampah, dan Vibrasi Kebaikan dari Bali Utara
Gong Mebarung Banjar Paketan dan Desa Umejero: Karya Rekonstruksi dan Reinterpretasi
Tags: SingarajaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah” karya Alfian Dippahatang

Next Post

Kisah Dio Artayasa, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang Menjadi Panitia Penyelenggara Pemilu 2024

Gede Agus Eka Pratama

Gede Agus Eka Pratama

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Dio Artayasa, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang Menjadi Panitia Penyelenggara Pemilu 2024

Kisah Dio Artayasa, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang Menjadi Panitia Penyelenggara Pemilu 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co