2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 12, 2024
in Opini
Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

TIGA Mei 2024 dalam suasana  Hari Pendidikan Nasional, dunia pendidikan Indonesia berduka cita. Seorang taruna  Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Putu Satria Ananta Rustika (19) mahasiswa Tingkat I asal Klungkung meninggal dunia. Berdasar berita di media Putu Satria diduga jadi korban kekerasan dari seniornya, Tegar Rafi Sanjaya. Menurut catatan media, kekerasan di STIP sudah berlangsung sejak 2008 dengan korban Agung Bastian Gultom, pada 2014 dengan korban Dimas Dikita Handoko,   dan  pada 2017 dengan korban  Amirullah Adityas Putra.

Dari informasi media,  Putu Satria Ananta Rustika adalah taruna berprestasi yang dikabarkan lolos seleksi beasiswa ke Cina sebagai mayoret. Jika informasi itu benar, ada dugaan persaingan yang tidak sehat antara senior dan yunior. Senior tidak terima yuniornya berprestasi dan merasa kalah saing. Kecemburuan yang membabi buta telah membutakan mata hati para senior. Hal yang amat bertentangan dengan hakikat pendidikan, yang menekankan kesadaran diri dan ketulusan perhatian dengan cinta kasih. Berulangnya kasus kekerasan di kampus kedinasan berasrama itu dalam 10 tahun terakhir, menandakan kampus tidak aman dan tidak nyaman, bertentangan dengan semangat Merdeka Kampus yang menyenangkan dan menenangkan. 

STIP Jakarta berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dengan kampus berasrama. Dalam banyak kasus, kekerasan lebih sering terjadi di sekolah berasrama padahal mereka diawasi oleh pamong belajar selama 24 jam. Ada apa dengan sekolah berasrama?

Pertama, kasus kekerasan yang terjadi STIP ini makin meyakinkan pendapat bahwa kekerasan di lingkungan mana pun tak terkecuali di dunia pendidikan  dilakukan oleh orang dekat. Mereka yang seharusnya mengampu, mengasuh,  mengamong, dan melindungi malah menghabisi. Hal demikian justru terjadi di sekolah berasrama yang secara institusional berada di dalam pantauan selama 24 jam. Penyelenggara sekolah berasrama perlu merefleksikan diri sebagaimana disyaratkan dalam Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan oleh sekolah reguler setiap akhir kegiatan.

Kedua,perlu dipastikan  pola asuh pamong yang  humanis berbasis teknologi   (teknohumanis) memperhatikan karakteristik peserta didik yang unik dan hebat. Disiplin perlu ditegakkan dengan penyadaran dari dalam, bukan dengan gaya militer , “pukul dulu urusan belakang”. Jika di ujung urusannya penjara karena menghilangkan nyawa sesama anggota perguruan, penyesalanlah muaranya. Reputasi sekolah tercoreng, orang tua merasa gagal, ketakutan menghantui. Dunia pendidikan dalam kegelapan. Padahal, hakikat sekolah adalah menerangi kegelapan. Kata Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Ketiga, tata tertib dan struktur organisasi  di sekolah perlu dibedah tuntas melibatkan stakeholder terkait (pejabat kampus dengan dosen,orang tua, tokoh pendidikan, dan para  taruna) yang diasuh. Struktur organisasi yang membangun relasi kuasa taruna senior-yunior ditiadakan, karena mereka berstatus sama : sama-sama peserta didik. Jangan sampai ada kecemburuan sosial bila prestasi yunior melampaui seniornya karena kehebatan itu beragam adanya. Itulah sebabnya pembelajaran berdiferensiasi diperlukan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyesalkan kejadian itu, bahkan menonaktifkan Direktur STIP Ahmad Wahid dan beberapa pejabat di kampus tersebut. Selanjutnya  tidak akan  menerima calon taruna tahun 2024 untuk memutus mata rantai   senior-yunior yang merugikan. Selain itu, asrama hanya diperuntukkan bagi taruna tingkat I sedangkan taruna senior mengontrak di seputar kampus dan berbaur dengan masyarakat.  Hal itu disampaikan saat melayat ke rumah duka bertemu orang tua Putu Satria Ananta Rustika di Klungkung.  Rasa empati pun ditunjukkan  Budi Karya Sumadi  seraya berjanji akan memberikan beasiswa kepada adik korban. Janji ini harus ada yang mengawal untuk memastikan keterlaksanaannya.

 Janji Menteri Perhubungan itu dapat menghibur sesaat untuk mengobati luka batin keluarga korban. Dalam jangka panjang, sekolah kedinasan tampaknya perlu diintegrasikan ke Perguruan Tinggi pada umumnya (Universitas) dengan membuka sekolah vokasi sehingga penerimaan mahasiswanya pun melalui jalur sebagai mana mahasiswa pada umumnya. Selain tidak diskriminatif, pembiayaannya pun lebih hemat, inklusif, dan demokratis. Rekrutmen juga dapat melalui jalur prestasi sesuai dengan kekhususan yang dikembangkan. Saat ini ada likuran sekolah kedinasan yang tampak gagah dan ekskusif  dengan  pembiayaan pendidikan melalui APBN dan berada di luar Kemendikbud Ristek. Jangan-jangan  20% APBN untuk pendidikan tersedot lebih banyak ke sekolah kedinasan daripada Universitas Negeri Reguler yang biaya UKT-nya kian melambung.

Rumitnya dunia pendidikan Indonesia tidak berada dalam satu kementerian memerlukan sinkronisasi dan koordinasi dengan tetap berpegang teguh pada tujuan fundamentalnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas tidak melaksanakan pendidikan dengan membangun ketakutan dan trauma berkepanjangan. Janji kemerdekaan harus dilunasi dengan pendidikan yang humanis, bijaksana dan berdaya saing. ‘’Menang tanpa ngasorake’’, kata bijak Jawa.  Peran terpenting pendidikan adalah menumbuhkan kesadaran di tengah perbedaan untuk saling menguatkan dalam mencapai puncak segitiga emas. Puncak itu tidak dapat dicapai dengan santai tetapi harus diperjuangkan dengan berakhlak mulia sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Kekerasan yang menewaskan taruna  beberapa kali di STIP Jakarta pada bulan Merdeka Belajar menunjukkan dirampasnya kemerdekaan para taruna muda yang berjuang untuk keluar dari kegelapan. Kekerasan ini melengkapi tragedi pendidikan yang sudah lama berlangsung dengan berbagai varian yang disebut tiga dosa pendidikan.  Bahkan kata Mochtar Buchari kini telah terjadi arogansi intelektual di lingkungan pendidikan. Bersamaan dengan itu, kepalsuan demi kepalsuan dipertontonkan : plagiarisme dan wisuda abal-abal dengan ijazah palsu. Tiba-tiba saya, teringat “Sajak Palsu” karya Agus R. Sarjono.

 Mendung gelap dunia pendidikan mudah-mudahan tidak menimbulkan fobia sekolah bagi anak muda meraih cita-cita dan harapan. Renungan di Bulan Merdeka Belajar di tengah tragedi pendidikan. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: kekerasankekerasan dalam pendidikanPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Next Post

Dua Jam Bersama Luh Menek

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Dua Jam Bersama Luh Menek

Dua Jam Bersama Luh Menek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co