14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 12, 2024
in Opini
Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

TIGA Mei 2024 dalam suasana  Hari Pendidikan Nasional, dunia pendidikan Indonesia berduka cita. Seorang taruna  Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Putu Satria Ananta Rustika (19) mahasiswa Tingkat I asal Klungkung meninggal dunia. Berdasar berita di media Putu Satria diduga jadi korban kekerasan dari seniornya, Tegar Rafi Sanjaya. Menurut catatan media, kekerasan di STIP sudah berlangsung sejak 2008 dengan korban Agung Bastian Gultom, pada 2014 dengan korban Dimas Dikita Handoko,   dan  pada 2017 dengan korban  Amirullah Adityas Putra.

Dari informasi media,  Putu Satria Ananta Rustika adalah taruna berprestasi yang dikabarkan lolos seleksi beasiswa ke Cina sebagai mayoret. Jika informasi itu benar, ada dugaan persaingan yang tidak sehat antara senior dan yunior. Senior tidak terima yuniornya berprestasi dan merasa kalah saing. Kecemburuan yang membabi buta telah membutakan mata hati para senior. Hal yang amat bertentangan dengan hakikat pendidikan, yang menekankan kesadaran diri dan ketulusan perhatian dengan cinta kasih. Berulangnya kasus kekerasan di kampus kedinasan berasrama itu dalam 10 tahun terakhir, menandakan kampus tidak aman dan tidak nyaman, bertentangan dengan semangat Merdeka Kampus yang menyenangkan dan menenangkan. 

STIP Jakarta berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan dengan kampus berasrama. Dalam banyak kasus, kekerasan lebih sering terjadi di sekolah berasrama padahal mereka diawasi oleh pamong belajar selama 24 jam. Ada apa dengan sekolah berasrama?

Pertama, kasus kekerasan yang terjadi STIP ini makin meyakinkan pendapat bahwa kekerasan di lingkungan mana pun tak terkecuali di dunia pendidikan  dilakukan oleh orang dekat. Mereka yang seharusnya mengampu, mengasuh,  mengamong, dan melindungi malah menghabisi. Hal demikian justru terjadi di sekolah berasrama yang secara institusional berada di dalam pantauan selama 24 jam. Penyelenggara sekolah berasrama perlu merefleksikan diri sebagaimana disyaratkan dalam Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan oleh sekolah reguler setiap akhir kegiatan.

Kedua,perlu dipastikan  pola asuh pamong yang  humanis berbasis teknologi   (teknohumanis) memperhatikan karakteristik peserta didik yang unik dan hebat. Disiplin perlu ditegakkan dengan penyadaran dari dalam, bukan dengan gaya militer , “pukul dulu urusan belakang”. Jika di ujung urusannya penjara karena menghilangkan nyawa sesama anggota perguruan, penyesalanlah muaranya. Reputasi sekolah tercoreng, orang tua merasa gagal, ketakutan menghantui. Dunia pendidikan dalam kegelapan. Padahal, hakikat sekolah adalah menerangi kegelapan. Kata Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Ketiga, tata tertib dan struktur organisasi  di sekolah perlu dibedah tuntas melibatkan stakeholder terkait (pejabat kampus dengan dosen,orang tua, tokoh pendidikan, dan para  taruna) yang diasuh. Struktur organisasi yang membangun relasi kuasa taruna senior-yunior ditiadakan, karena mereka berstatus sama : sama-sama peserta didik. Jangan sampai ada kecemburuan sosial bila prestasi yunior melampaui seniornya karena kehebatan itu beragam adanya. Itulah sebabnya pembelajaran berdiferensiasi diperlukan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyesalkan kejadian itu, bahkan menonaktifkan Direktur STIP Ahmad Wahid dan beberapa pejabat di kampus tersebut. Selanjutnya  tidak akan  menerima calon taruna tahun 2024 untuk memutus mata rantai   senior-yunior yang merugikan. Selain itu, asrama hanya diperuntukkan bagi taruna tingkat I sedangkan taruna senior mengontrak di seputar kampus dan berbaur dengan masyarakat.  Hal itu disampaikan saat melayat ke rumah duka bertemu orang tua Putu Satria Ananta Rustika di Klungkung.  Rasa empati pun ditunjukkan  Budi Karya Sumadi  seraya berjanji akan memberikan beasiswa kepada adik korban. Janji ini harus ada yang mengawal untuk memastikan keterlaksanaannya.

 Janji Menteri Perhubungan itu dapat menghibur sesaat untuk mengobati luka batin keluarga korban. Dalam jangka panjang, sekolah kedinasan tampaknya perlu diintegrasikan ke Perguruan Tinggi pada umumnya (Universitas) dengan membuka sekolah vokasi sehingga penerimaan mahasiswanya pun melalui jalur sebagai mana mahasiswa pada umumnya. Selain tidak diskriminatif, pembiayaannya pun lebih hemat, inklusif, dan demokratis. Rekrutmen juga dapat melalui jalur prestasi sesuai dengan kekhususan yang dikembangkan. Saat ini ada likuran sekolah kedinasan yang tampak gagah dan ekskusif  dengan  pembiayaan pendidikan melalui APBN dan berada di luar Kemendikbud Ristek. Jangan-jangan  20% APBN untuk pendidikan tersedot lebih banyak ke sekolah kedinasan daripada Universitas Negeri Reguler yang biaya UKT-nya kian melambung.

Rumitnya dunia pendidikan Indonesia tidak berada dalam satu kementerian memerlukan sinkronisasi dan koordinasi dengan tetap berpegang teguh pada tujuan fundamentalnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas tidak melaksanakan pendidikan dengan membangun ketakutan dan trauma berkepanjangan. Janji kemerdekaan harus dilunasi dengan pendidikan yang humanis, bijaksana dan berdaya saing. ‘’Menang tanpa ngasorake’’, kata bijak Jawa.  Peran terpenting pendidikan adalah menumbuhkan kesadaran di tengah perbedaan untuk saling menguatkan dalam mencapai puncak segitiga emas. Puncak itu tidak dapat dicapai dengan santai tetapi harus diperjuangkan dengan berakhlak mulia sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Kekerasan yang menewaskan taruna  beberapa kali di STIP Jakarta pada bulan Merdeka Belajar menunjukkan dirampasnya kemerdekaan para taruna muda yang berjuang untuk keluar dari kegelapan. Kekerasan ini melengkapi tragedi pendidikan yang sudah lama berlangsung dengan berbagai varian yang disebut tiga dosa pendidikan.  Bahkan kata Mochtar Buchari kini telah terjadi arogansi intelektual di lingkungan pendidikan. Bersamaan dengan itu, kepalsuan demi kepalsuan dipertontonkan : plagiarisme dan wisuda abal-abal dengan ijazah palsu. Tiba-tiba saya, teringat “Sajak Palsu” karya Agus R. Sarjono.

 Mendung gelap dunia pendidikan mudah-mudahan tidak menimbulkan fobia sekolah bagi anak muda meraih cita-cita dan harapan. Renungan di Bulan Merdeka Belajar di tengah tragedi pendidikan. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: kekerasankekerasan dalam pendidikanPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Next Post

Dua Jam Bersama Luh Menek

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails
Next Post
Dua Jam Bersama Luh Menek

Dua Jam Bersama Luh Menek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co