3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
May 12, 2024
in Cerpen
Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Ilustrasi tatkala.co

MATAKU masih terantuk pada beberapa judul lagu yang ringan, pada malam yang ranum berpendar cahaya bulan sekaligus sebal. Menghela kantuk yang tak berkesudahan juga hati yang penuh dengan kesepian. Sungguh ini coretan yang begitu absurd, seberapa dewasa manusia tidak akan terlepas juga dari sifat kanaknya.

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar tuk menyusuri lengkung jalan dan bertualang sendirian, sembari berbenah diri dan menunggu waktu berpihak padamu. Seringkali langkahku terhenti di persimpangan melewati kerikil tajam penuh keraguan. Namun aku selalu percaya dan selalu kutanamkan pada benakku, jalan hanya ditemukan oleh mereka yang mau berjalan.

Tiba di satu malam yang dinantikan, nampaknya semesta juga sedang bermurah hati. Ponsel itu tetiba menampakkan namamu, lalu aku terburu-buru membuka pesan singkatmu, isinya soal pelangi. Ya aku teringat cuaca tadi sore yang mengantarkan bulir lembut juga rasa manis seusai hujan. Ada dua lengkung pelangi di kaki gunung, yang kami tertawakan juga guyonan kami soal apa yang ada pada ujung pelangi. Entah itu bidadari atau harta karun, dua hal yang membuat kami penuh tanya.

Bertanya membuat kami saling mencari dan saling menemukan. Yang tampak dekat tak juga tampak, pertemuan itu seperti membuka sekotak harta karun, betapa manisnya racikan sebuah perjalanan.  Kau takkan pernah menduga siapa yang akan kau temui dan siapa yang akan berdampak pada hidupmu. Isi sebagian kepala tak pernah beranjak dari memori itu-itu saja. Bagaimana tidak? Lelaki itu menarik rasa penasaranku.

Pertemuan pertama dengan penuh tatap juga senyum malu yang membuncah, juga irama jantung yang mulai tak beraturan dan agak berdebar, menjerat kami pada semacam siklus yang melengkapi, selalu saja ada pengait yang membawa kami pada perkenalan dalam lingkaran ini. Begitu tidak tahu kalau kami ternyata sedang jatuh cinta, maka sungguh kitalah teka-teki itu.

Ada cemas yang reda, ini tentang hidup dari sebuah pertemuan ke pertemuan lain. Mencari, menemukan lalu berbagi senyuman. Seperti menemukan rumah yang tepat, berteduh dan bernaung di sana dari gerak-gerik cuaca yang takkan pernah habis dibaca.

Seperti lelaki yang menawarkan keteduhan dan kehangatan, lelaki melankolis yang kegemarannya memburu mentari pagi, lelaki yang teramat sungguh bagi yang begitu kukuh. Meski seringkali nyaman menjadi skeptis. Jejalin pikirannya sederas ombak, seringkali kami habiskan waktu dengan obrolan bergizi soal isu kemanusiaan, mengamati manusia lain bereaksi termasuk mempelajari masing-masing dari kami.

Lelaki yang selalu bergegas dan tak pernah main-main untuk hidup yang terlewat serius ini. Lebih daripada itu, ada sisi lain yang sering kau tunjukkan berupa beberapa ketakutan ketika kau merasa disayang, kadang juga ada rasa ketidakpercayaan, juga gambaran-gambaran masa depan yang mempertanyakan perihal tujuan hidup.

Aku tahu kamu sudah melalui banyak hal, dan lucunya lagi semua kerumitan perasaan menjadi bagian utama dari keseluruhan cinta. Semakin kubaca semakin kutemukan. Mengenalmu semakin membuatku ingin menemanimu. Aku harap hebatmu selalu membuat dirimu tetap rendah hati. Sungguh hanya orang-orang yang mengerti, paham betapa terjal dan kerasnya jalan yang sudah kau tempuh. Tumbuh dan merdekalah sepenuhnya menjadi diri sendiri. Sebab, kamu tak perlu mengikuti kebanyakan.

Hidup harus tetap dirayakan, meski terbatas tapi masih bisa dirayakan dengan kebersamaan. Kita memang sedang berjarak, tapi karena jarak juga yang membuat kita saling merindu. Kalau boleh aku diagnosis rasa-rasanya rindu ini sedang akut. Seperti pelukan yang tak berjangkau. Ada setangkup haru dalam rindu yang tak berkesudahan. Letupan-letupan perasaan yang bergiliran mencuat, dan kamu membuatku berpikir lebih sering.

Perkara-perkara rindu, kaulah yang paling paham sebenarnya rindu itu kau tujukan pada siapa. Rindu memang selalu menyihir, tak mampu dilumat oleh kata-kata. Sulit rasanya menahan rindu, tapi sekali lagi ada kamu yang menguatkan. Ternyata kita diam-diam saling mengagumi lalu sama-sama berjalan.

Mari bersama-sama belajar soal mencintai dan dicintai, bukan sesuatu yang sembunyi-sembunyi juga rahasia, karena itu memuakkan. Sepasang untuk saling menyembuhkan segala luka dan larut dalam romansa.  Tentang September dan hari-hari yang akan datang, aku masih menunggumu menyelesaikan misi perjalananmu berkeliling dunia. Lalu siap membagi cerita di kartika masa. Salam hangat selalu dari perempuan yang menyimpan rindu. [T]

BACA tulisan lain dari penulis MEISA WULANDARI

Rindu Kemesraan Kata-Kata | Cerpen Meisa Wulandari
Seorang Dokter yang Tak Pernah Pulang | Cerpen Putu Arya Nugraha
Mors Vincit Omnia | Cerpen Kiki Sulistyo
Tags: Cerpencerpen tentang cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku “Ki Pasek Badeg”, Alih Aksara dan Alih Bahasa dari Lontar Kandan Pasek

Next Post

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co