12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
May 12, 2024
in Cerpen
Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Ilustrasi tatkala.co

MATAKU masih terantuk pada beberapa judul lagu yang ringan, pada malam yang ranum berpendar cahaya bulan sekaligus sebal. Menghela kantuk yang tak berkesudahan juga hati yang penuh dengan kesepian. Sungguh ini coretan yang begitu absurd, seberapa dewasa manusia tidak akan terlepas juga dari sifat kanaknya.

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar tuk menyusuri lengkung jalan dan bertualang sendirian, sembari berbenah diri dan menunggu waktu berpihak padamu. Seringkali langkahku terhenti di persimpangan melewati kerikil tajam penuh keraguan. Namun aku selalu percaya dan selalu kutanamkan pada benakku, jalan hanya ditemukan oleh mereka yang mau berjalan.

Tiba di satu malam yang dinantikan, nampaknya semesta juga sedang bermurah hati. Ponsel itu tetiba menampakkan namamu, lalu aku terburu-buru membuka pesan singkatmu, isinya soal pelangi. Ya aku teringat cuaca tadi sore yang mengantarkan bulir lembut juga rasa manis seusai hujan. Ada dua lengkung pelangi di kaki gunung, yang kami tertawakan juga guyonan kami soal apa yang ada pada ujung pelangi. Entah itu bidadari atau harta karun, dua hal yang membuat kami penuh tanya.

Bertanya membuat kami saling mencari dan saling menemukan. Yang tampak dekat tak juga tampak, pertemuan itu seperti membuka sekotak harta karun, betapa manisnya racikan sebuah perjalanan.  Kau takkan pernah menduga siapa yang akan kau temui dan siapa yang akan berdampak pada hidupmu. Isi sebagian kepala tak pernah beranjak dari memori itu-itu saja. Bagaimana tidak? Lelaki itu menarik rasa penasaranku.

Pertemuan pertama dengan penuh tatap juga senyum malu yang membuncah, juga irama jantung yang mulai tak beraturan dan agak berdebar, menjerat kami pada semacam siklus yang melengkapi, selalu saja ada pengait yang membawa kami pada perkenalan dalam lingkaran ini. Begitu tidak tahu kalau kami ternyata sedang jatuh cinta, maka sungguh kitalah teka-teki itu.

Ada cemas yang reda, ini tentang hidup dari sebuah pertemuan ke pertemuan lain. Mencari, menemukan lalu berbagi senyuman. Seperti menemukan rumah yang tepat, berteduh dan bernaung di sana dari gerak-gerik cuaca yang takkan pernah habis dibaca.

Seperti lelaki yang menawarkan keteduhan dan kehangatan, lelaki melankolis yang kegemarannya memburu mentari pagi, lelaki yang teramat sungguh bagi yang begitu kukuh. Meski seringkali nyaman menjadi skeptis. Jejalin pikirannya sederas ombak, seringkali kami habiskan waktu dengan obrolan bergizi soal isu kemanusiaan, mengamati manusia lain bereaksi termasuk mempelajari masing-masing dari kami.

Lelaki yang selalu bergegas dan tak pernah main-main untuk hidup yang terlewat serius ini. Lebih daripada itu, ada sisi lain yang sering kau tunjukkan berupa beberapa ketakutan ketika kau merasa disayang, kadang juga ada rasa ketidakpercayaan, juga gambaran-gambaran masa depan yang mempertanyakan perihal tujuan hidup.

Aku tahu kamu sudah melalui banyak hal, dan lucunya lagi semua kerumitan perasaan menjadi bagian utama dari keseluruhan cinta. Semakin kubaca semakin kutemukan. Mengenalmu semakin membuatku ingin menemanimu. Aku harap hebatmu selalu membuat dirimu tetap rendah hati. Sungguh hanya orang-orang yang mengerti, paham betapa terjal dan kerasnya jalan yang sudah kau tempuh. Tumbuh dan merdekalah sepenuhnya menjadi diri sendiri. Sebab, kamu tak perlu mengikuti kebanyakan.

Hidup harus tetap dirayakan, meski terbatas tapi masih bisa dirayakan dengan kebersamaan. Kita memang sedang berjarak, tapi karena jarak juga yang membuat kita saling merindu. Kalau boleh aku diagnosis rasa-rasanya rindu ini sedang akut. Seperti pelukan yang tak berjangkau. Ada setangkup haru dalam rindu yang tak berkesudahan. Letupan-letupan perasaan yang bergiliran mencuat, dan kamu membuatku berpikir lebih sering.

Perkara-perkara rindu, kaulah yang paling paham sebenarnya rindu itu kau tujukan pada siapa. Rindu memang selalu menyihir, tak mampu dilumat oleh kata-kata. Sulit rasanya menahan rindu, tapi sekali lagi ada kamu yang menguatkan. Ternyata kita diam-diam saling mengagumi lalu sama-sama berjalan.

Mari bersama-sama belajar soal mencintai dan dicintai, bukan sesuatu yang sembunyi-sembunyi juga rahasia, karena itu memuakkan. Sepasang untuk saling menyembuhkan segala luka dan larut dalam romansa.  Tentang September dan hari-hari yang akan datang, aku masih menunggumu menyelesaikan misi perjalananmu berkeliling dunia. Lalu siap membagi cerita di kartika masa. Salam hangat selalu dari perempuan yang menyimpan rindu. [T]

BACA tulisan lain dari penulis MEISA WULANDARI

Rindu Kemesraan Kata-Kata | Cerpen Meisa Wulandari
Seorang Dokter yang Tak Pernah Pulang | Cerpen Putu Arya Nugraha
Mors Vincit Omnia | Cerpen Kiki Sulistyo
Tags: Cerpencerpen tentang cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku “Ki Pasek Badeg”, Alih Aksara dan Alih Bahasa dari Lontar Kandan Pasek

Next Post

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co