22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selamat Jalan Sastrawan IDK Raka Kusuma

Jaswanto by Jaswanto
August 6, 2023
in Khas
Selamat Jalan Sastrawan IDK Raka Kusuma

IDK Raka Kusuma

BERITA DUKA datang dari sebuah WAG (WhatsApp Group, red). Penyair Bali IDK Raka Kusuma meninggal dunia Sabtu, 5 Agustus 2023, pukul 20.10 Wita. Sejak meninggalkan Bali akhir 1989, baru tanggal 13 Mei 2023 lalu saya bisa bertemu kembali dengan Mas Raka (begitu saya memanggil Beliau kalau berhadapan langsung dengan orangnya, red), di rumahnya, di Karangasem. Itu pun tak lebih dari 15 menit. Karena kondisi sakit dan tidak bisa duduk lama, hanya bisa berbaring di tempat yang sudah dibuat khusus. Rupanya itu pertemuan terakhir kami. Berita pagi tadi (Minggu, 6 Agustus 2023, red) sungguh sangat mengejutkan. Selamat jalan, Mas Raka. Damailah di Alam Abadi.

Kata-kata itu adalah status Facebook penyair dari Banyuwangi, Gimien Artekjursi, terkait kabar duka berpulangnya sastrawan IDK Raka Kusuma.

Tak hanya Gimien, Raudal Tanjung Banua, sastrawan yang sekarang bermukim di Yogyakarta itu, juga menuliskan duka mendalamnya di Facebook. “… Pagi ini, saya membaca kabar bahwa Bang IDK Raka Kusuma yang lama sakit, yang saya doakan dalam paragraf pembuka esai itu [maksudnya esai Produktivitas di Suatu Masa: Nyoman Rasta Sindhu di Majalah Horison dan Sastra 1969], telah tiada… Duka cita kami yang sedalam2nya untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga lapang jalanmu, Bang.”

Selain Gimien Artekjursi dan Raudal Tanjung Banua, banyak sastrawan menulis status Facebook terkait berpulangnya sastrawan dari Bali timur itu. Belum lagi ucapan duka yang mengalir pada WAG atau WA-WA pribadi.

IDK Raka Kusuma memang sastrawan senior yang disegani dan dihormati  rekan-rekan sesama sastrawan, baik yang muda maupun yang juga sama-sama senior.

Sahabat almarhum, I Gusti Made Sukawidana, tidak bisa berkata apa-apa atas kepergiannya. Made Sukawidana mengatakan sangat dekat dengan almarhum pada masa lalu. Menurut dia, Raka sangat bijak dan santun.

“Ketika suatu waktu saya berseteru dengan seorang sahabat di Gedung PWI, saat karya puisi saya dicap bergaya sama dengan puisi dua sahabat lain, almarhum menyebut kami Trio Payau. Kata almarhum, ibarat BTN, puisi kami bentuknya sama, tapi kalau masuk ke dalam, isinya berbeda,” ungkap GM Sukawidana, Minggu, 6 Agustus 2023 ditemui di Jatijagat Kehidupan Puisi, Jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar.

Penyair sekaligus Redaktur Sastra Balipolitika, I Wayan “Jengki” Sunarta, juga mengungkapkan dukanya yang mendalam atas kepergian IDK Raka Kusuma.

Sama dengan GM Sukawidana, Jengki mengungkapkan penyesalannya karena tak sempat menjenguk almarhum saat sakit. “Saya sempat izin menjenguk ke Kecicang, Karangasem. Ini saya sesali. Beliau menghindar saat hendak dijenguk,” tuturnya, menyesal.

Perjalanan dalam Dunia Sastra

Dalam laman basabali.org, IDK Raka Kusuma memiliki nama asli Dewa Nyoman Raka Kusuma. Ia lahir di Getakan Klungkung, 21 November 1957 dan tutup usia pada Sabtu, 5 Agustus 2023, pukul 20.10 Wita.

IDK Raka Kusuma sudah memiliki kegemaran mengarang karya sastra sejak mengawali menjadi guru di sekolah dasar. Ia adalah salah satu pengarang senior sastra Bali modern.

Semasa hidupnya, Raka Kusuma menulis banyak karya sastra, baik berbahasa Indonesia maupun bahasa Bali. Dalam bukunya Heterogenitas Sastra di Bali (2021), I Nyoman Darma Putra menyebut bahwa di Bali, yang memiliki kreativitas menulis dalam lebih dari satu bahasa selain IBW Widiasa Keninten, Ida Bagus Pawanasutha, I Putu Supartika dan A.A.A. Mas Rucitadewi, juga tampak pada IDK Raka Kusuma.

Penyair IDK Raka Kusuma awalnya menulis puisi, esai, dan prosa dalam bahasa Indonesia, namun belakangan menulis puisi, cerpen, prosa liris dalam bahasa Bali. Produktivitas Raka Kusuma juga tampak dalam kreativitasnya menerjemahkan puisi Indonesia ke dalam bahasa Bali.

Raka Kusuma memilih puisi-puisi Sapardi Djoko Damono yang termuat dalam antologi Hujan Bulan Juni dan Perahu Kertas untuk diterjemahkan dalam bahasa Bali dan dimuat dalam satu antologi yang diberikan judul Sunaran Bulan Tengah Lemeng (1999).

Bersama beberapa pengarang dari Karangasem, almarhum mendirikan Sanggar Buratwangi dan menjadi salah satu pengelola pada sanggar tersebut. Melalui media majalah Buratwangi, ia mendapat penghargaan Sastra Rancage tahun 2002 karena berjasa dalam pengembangan sastra Bali. Sedangkan lewat “Sang Lelana” (2010) dan “Bégal” (2012), Raka kusuma mendapatkan penghargaan Widya Petaka dari Gubernur Bali tahun 2012.

Dikutip dari dictionary.basabali.org, karangan-karangan almarhum yang berbahasa Bali dimuat pada Bali Orti (Bali Post), Mediaswari (Pos Bali), Bali Aga, Jurnal Kawi, Suara Saking Bali, serta Canang Sari.

Sedangkan karangan-karangan IDK Raka Kusuma yang berbahasa Indonesia dimuat di Bali Post, Nusa Tenggara, Karya Bakti, Warta Bali, Nafiri, Warta Hindu Dharma, Minggu Pagi, Kedaulatan Rakyat, Mimbar Indonesia, Suara Nusa, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Sinar Harapan, Berita Buana, Republika, Singgalang, Analisa, Cak, Kolong, Romansa, tatkala.co, basabasi.co, dan sejumlah media lainnya.

Dalam upaya mengarang sajak berbahasa Indonesia, almarhum belajar dari Umbu Landu Paranggi dan mengarang cerita dipelajari dari Putu Arya Tirtawirya.

Mengenai hal tersebut, penyair Jengki Sunarta menilai almarhum berangkat dari proses intim bersama Mahaguru Umbu Landu Paranggi. “Pak Raka adalah murid kesayangan Umbu. Umbu kalau ke Karangasem nginap di rumah Pak Raka. Semasa hidup, Pak Raka banyak memotivasi saya untuk tekun menulis puisi. Beliau sangat rajin memberikan informasi-informasi seputar sastra,” ujar Jengki.

Karangan-karangannya yang diterbitkan menjadi buku, di antaranya Kidung I Lontar Rograg (Prosa Liris Bahasa Bali, 1991, 2001), I Balar (2006), Ngambar Bulan (Cerita Pendek, 2006), Sang Lelana (Prosa Liris, 2010), Rasti (Novelet, 2010), Bégal (Cerita Pendek, 2012), Ngantih Bulan (Puisi, 2013), dan Batan Moning (Puisi, 2014).

Hingga akhir hayatnya, IDK Raka Kusuma menetap di BTN Kecicang Amlapura dan sehari-hari bekerja sebagai guru di SD Saraswati Amlapura hingga pensiun.

Keras Kepala Merawat Sastra

Dalam rubriknya “Sosok”, Harian Kompas pada Sabtu, 7 Maret 2020, menyebut Raka Kusuma sebagai sosok yang “keras kepala dalam merawat sastra”. Artikel yang ditulis Khaerul Anwar itu, menyampaikan bahwa “kecintaannya yang keras kepala kepada sastra Bali modern, membuat IDK Raka Kusuma (63) dicap pengkung alias bandel. Kebandelannya itu justru melahirkan karya-karya yang mumpuni. Ia bahkan menerbitkan majalah sastra Bali.”

Dikutip dari Balipolitika, Redaktur Sastra Balipolitika yang meraih penghargaan Buku Puisi Terbaik Anugerah Hari Puisi Indonesia 2021 lewat antologi puisi Jumantara, Wayan Jengki, menyebut almarhum Raka Kusuma sangat tekun mendokumentasikan karya sastra, khususnya yang ditulis sastrawan Bali di berbagai media massa nasional atau koran luar.

“Pak Raka kerap kirim kliping koran ke saya, khususnya yang memuat karya saya. Waktu Beliau sakit parah sekitar 2 tahun lalu, Beliau masih sangat berkontribusi susun buku Umbu Beliau memberikan data kliping-kliping soal Umbu dalam kondisi sakit,” ungkap Jengki.

Sosok Pak Raka, imbuh Jengki, termasuk seorang penyair dan sastrawan yang tekun, baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali. Di luar kesusasteraan, Raka Kusuma merupakan dokumentator yang tekun.

“Kadang saat kawan yang tidak punya dokumentasi, beliau punya arsipnya. Beliau menjadi ensiklopedia sastra di Bali; tempat kami bertanya tentang kepenyairan di masa lalu, khususnya saat basis kesusasteraan berupa media cetak. Saya banyak belajar dari karya Beliau yang bertema mistis dan magis,” katanya.

Dalam posisi IDK Raka Kusuma sebagai  seorang dokumentator yang mumpuni, Jengki berharap keluarga almarhum “mengamankan” warisan almarhum berupa buku-buku dan arsip untuk publik yang lebih luas.  Tak hanya keluarga, Jengki pun berharap Pemkab Karangasem maupun Pemprov Bali juga tergerak untuk “menyelamatkan” warisan IDK Raka Kusuma.

“Ketekunan almarhum sangat jarang dilakukan oleh penyair lain di Indonesia, khususnya Provinsi Bali. Harapan saya data dan arsip ini diselamatkan untuk publik yang lebih luas, misalnya dengan mendirikan rumah baca,” tutupnya.[T]

  • Baca esai, cerpen dan puisi IDK Raka Kusuma DI SINI
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Kusamba dan Lain-lain
Basur dan Sisi-sisi Baik
Jayaprana
Wayang
Kutukan
Kekuasaan
Tags: in memoriamsastrasastra bali modernSastra Indonesiasastrawansastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Apakah Pendidikan Anti Korupsi Sebuah Utopia?

Next Post

In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co