23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

I Made Sujaya by I Made Sujaya
August 6, 2023
in Esai
In Memoriam | IDK Raka Kusuma dan Umbu

Buku-buku karya IDK Raka Kusuma | Foto: Dok. I Made Sujaya

SUATU SORE sekitar pertengahan tahun 1998, seorang lelaki kurus mengenakan kemeja dan topi, dengan berjalan kaki dari arah pasar, menyambangi rumah seorang siswa kelas II SMA di Desa Kusamba, Klungkung. Dia mengenalkan dirinya dengan nama Idk Raka Kusuma.

Saat itu, remaja belasan tahun itu baru memulai belajar menulis di Bali Post Minggu yang diasuh Umbu Landu Paranggi. Dia tentu saja terkejut dengan kunjungan itu. Sebelumnya dia hanya tahu nama IDK Raka Kusuma dari puisi-puisinya di Bali Post Minggu dan cerita dari mentornya, I Wayan Suartha, penyair Klungkung yang juga kawan akrab IDK Raka Kusuma.

“Tiang diutus Kak Umbu untuk bertemu Dik Made. Kak Umbu meminta Dik Made ikut acara apresiasi sastra Sanggar Kata di Karangasem. Usahakan datang, Made. Kalau tidak, nanti Kak Umbu tak akan memuat puisi-puisi Made,” katanya.

Pengarang muda itu tak tahu apakah “ancaman” Umbu itu benar atau hanya taktik IDK Raka Kusuma agar dia datang ke Karangasem. Yang jelas, dia akhirnya datang dalam acara apresiasi sastra di Karangasem bersama dua orang teman sekolahnya. Kala itu pula, dia berkenalan dengan sejumlah teman sesama pengarang muda, antara lain Ni Wayan Adnyani, Ida Ayu Wayan Sugiantari, Ida Ayu Basmiari, I Wayan Sumadiyasa, dll.

Kunjungan sastrawan Gde Aryantha Soethama ke rumah IDK Raka Kusuma (kanan), Agustus 2020 / Foto: Dok. Made Sujaya

Akhir tahun 1998, IDK Raka Kusuma kembali menyambangi rumah anak pesisir itu bersama Komang Berata. Kali ini membawakannya piala sebagai salah satu pemenang Sayembara Mengarang Puisi Bahasa Bali se-Bali yang digelar Sanggar Saraswati Tabanan. Pengarang belia itu tak bisa hadir dalam penyerahan hadiah karena sakit.

“Terus nulis ya, De. Nanti Pak Dewa kirimi buku-buku puisi,” pesannya ketika hendak pamit.

Beberapa bulan kemudian, bersama teman-temam di sekolahnya di SMA 1 Dawan, Klungkung, anak muda itu tergerak mendirikan sebuah sanggar sastra. Namanya, Sanggar Tutur. Seolah merespons Sanggar Kata di Karangasem yang didirikan IDK Raka Kusuma bersama Nyoman Tusthi Eddy, I Wayan Arthawa dan Komang Berata.

***

Begitulah cara IDK Raka Kusuma memotivasi anak-anak muda agar tekun menulis. Mirip dengan gurunya, Umbu, dia menggunakan cara-cara gerilya dan pendekatan personal.

Melalui majalah Buratwangi yang diasuhnya, misal, sejak tahun 1999, IDK Raka Kusuma tak pernah lupa “mengontak” para pengarang muda agar terus menulis dalam bahasa Bali.

Jika hari ini sastra Bali modern bergeliat dengan pengarang-pengarang mudanya yang bergairah, tentu tak lepas dari peran seorang IDK Raka Kusuma. Karena itu, sangat wajar jika Yayasan Rancage menganugerahinya penghargaan sastra Rancage untuk kategori jasa pada tahun 2002 dan kategori karya pada tahun 2011 untuk buku kumpulan puisi “Sang Lelana”.

Edisi perdana Buratwangi yang didirikan dan diasuh secara konsisten oleh IDK Raka Kusuma / Foto: Dok. Made Sujaya

Kerap kali dia menghadiahi “anak-anak didiknya” buku sastra agar semangat menulis mereka tetap terjaga. Saking intensnya mengikuti perkembangan para pengarang muda itu, Raka Kusuma tahu keunggulan tiap-tiap pengarang pemula itu. Bahkan, dia sampai menyimpan kliping karya mereka dan menghadiahinya suatu ketika. Padahal, si pengarang muda itu justru tak menyimpannya lagi.

“Apa yang saya lakukan di sastra Bali modern memang diilhami cara-cara gerilya Kak Umbu,” tuturnya suatu ketika.

IDK Raka Kusuma memang dikenal dekat dengan Umbu. Dia tergolong “murid kesayangan” Umbu. Dia menyimpan sajak-sajak dan tulisan tentang Umbu. Akhir tahun 2019, saat sastrawan kelahiran Getakan, Klungkung, 21 November 1957 itu mulai jatuh sakit, Umbu secara khusus mengunjunginya di rumahnya di BTN Kecicang, Karangasem.

Tatkala Umbu wafat pada 6 April 2021, IDK Raka Kusuma merasa sangat kehilangan. Yang menarik, rasa kehilangan yang dalam itu mengilhaminya menulis sajak-sajak tentang Umbu. Tak hanya satu dua sajak, tapi 60 sajak yang kemudian diterbitkan menjadi buku dengan judul “Pukul Nol Tiga Lima-lima” pada tahun 2022 dalam rangka penerimaan penghargaan Bali Jani Nugraha untuknya pada tahun 2021.

Buku kumpulan puisi karya IDK Raka Kusuma untuk mengenang gurunya, Umbu Landu Paranggi / Foto: Dok. Made Sujaya

“Candi puisi” persembahan IDK Raka Kusuma itu terbilang unik dalam sejarah sastra Indonesia karena sangat jarang kepergian seorang sastrawan dikenang dengan satu buku kumpulan puisi tunggal karya seorang sastrawan.

Minggu, 6 Agustus 2023, Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) mulai menggelar Festival Umbu Landu Paranggi sebagai upaya mengenang jasa-jasa sang guru para penyair Indonesia. Pada pagi itu juga, kabar dan ungkapan duka cita atas kepergian IDK Raka Kusuma berseliweran di media sosial.

Ternyata, Raka Kusuma sudah berpulang Sabtu, 5 Agustus 2023 malam di RS Balimed Amlapura dalam usia 65 tahun. “Sang Lelana” telah menyusul gurunya “menuju sorga paling sorga”.

Selamat jalan, Pak Dewa Raka Kusuma. Terima kasih atas karya-karya dan pengabdianmu bagi dunia sastra di Bali.[T]

Selamat Jalan Sastrawan IDK Raka Kusuma
Semarapura Rumah Sejarah: Membaca Klungkung dalam Sajak
Kamerad Léningrad: Merajut Catatan Reformasi ke Dalam Puisi
Kekerasan dan Kepiluan dalam Realita Sosial – Ulasan Buku Kumpulan Cerpen “Begal”
Tags: in memoriamsastrawansastrawan baliUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Jalan Sastrawan IDK Raka Kusuma

Next Post

KPK Masuk Desa, Sebuah Keharusan!

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
KPK Masuk Desa, Sebuah Keharusan!

KPK Masuk Desa, Sebuah Keharusan!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co