2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengemis Dalam Labirin | Cerpen Krisna Aji

Krisna Aji by Krisna Aji
July 8, 2023
in Cerpen
Pengemis Dalam Labirin | Cerpen Krisna Aji

Ilustrasi tatkala.co

NOVEMBER. Matahari melintas di selatan garis katulistiwa. Sewajarnya rintik hujan menyambut pergantian tahun. Namun musim sering tak sesuai dengan pelajaran anak sekolah. Dan itu menyebalkan.

“Seharusnya sudah hujan,” kata Tony.

“Seharusnya kamu sudah ngurusin AC mobil,” sungut Rara.

Tony diam.

“Panas sekali. Aku tak perlu susah-susah diet. Terus saja jemput aku pakai mobil rongsokan ini. Aku pasti sudah kurus saat tahun baru.” Rara mengangkat kedua kakinya, berjongkok di jok, lalu membesarkan blower AC yang kering tanpa freon.

“Besok pagi aku ngantre di bengkel AC. Deket rumah.” Tony perlahan membuka kedua jendela depan, beberapa detik setelah berhenti di perempatan Gatot Subroto Denpasar. Tony menaruh tangan kanan di celah jendela mobil untuk menopang dagu sambil menunggu antrean kendaraan. Dua ratus meter dari perempatan yang padat merayap. Hampir melamun, Tony tersentak.

“Pak, minta, Pak.”

Seketika tangan kecil menyodorkan bungkus permen. Seketika pula, tangan kanan Tony melambai. Tangan kecil itu tidak berhenti. Tangan kecil itu memang tak akan berhenti sebelum lampu lalu-lintas mwnyala hijau.

Anak kecil pemilik tangan kecil itu tidak sendiri. Ia hanyalah satu di antara banyaknya pengemis yang lalu lalang di tiap perempatan macet kota ini.

“Kok tak dikasi?” tanya Rara sambil mengibaskan tangan ke arah muka yang basah keringat.

“Kamu sudah tahu faktanya, kan? Mereka sedang bekerja. Bukan mengemis.” Tony tetap fokus pada pedal gas dan kopling.

“Aku memang dengar berita itu. Tapi, kan, kasihan. Seandainya mereka memang dipekerjakan oleh bos besar. Atau, mungkin, bos itu adalah orang tua mereka sendiri. Tetap saja kasihan, kan? Anak sekecil itu masih harus berpanas-panasan. Paling tidak, mereka sudah mengeluarkan tenaga untuk mencari makan. Mungkin saja, jika ada pilihan, siapa yang mau jadi seperti mereka?” Kibasan tangan Rara mulai berkurang akibat hembusan angin yang numpang lewat di antara mereka.

“Lalu, apakah mereka perlu ditolong?” Tony masih fokus dengan pedal kopling dan gas, kemudian memasang rem tangan saat lampu kembali merah.

“Tentu saja,” kata Rara.

“Dengan memberi mereka uang di terik panas seperti ini?” Tony menatap Rara.

“Paling tidak, itu cara paling nyata. Yang paling penting, tujuannya baik.”

Mata Tony menatap lampu lalu-lintas yang masih merah, lalu ia menatap Rara perlahan, Tony mulai berceramah,”Kamu pernah dengar tentang tikus di dalam labirin, nggak?”

***

Ada dua tikus laboratorium milik Tuan Skinner. Mereka berusia sama dan dibesarkan dengan cara yang sama. Diberi makan tiga kali sehari seperti manusia. Kebersihan terjaga, begitu juga kesehatannya. Pada suatu saat, Tuang Skinner, sang majikan hendak bermain-main dengan mereka. Majikan membuat labirin sederhana dan hanya ada satu jalan yang tembus sampai ujung. Tidak ada jalan buntu. Sangat sederhana.

Kedua tikus tidak diberi makan seharian. Setelah itu, kedua tikus dimasukkan ke dalam labirin dan diberi keju di pintu keluar labirin. Tidak hanya mendapat keju, tikus yang dapat keluar dari labirin juga akan dibebaskan ke alam liar. Tidak lagi terkurung di laboratorium yang membosankan.

Permainan dimulai dan tibalah waktu untuk tikus pertama. Ia mulai masuk dan menjelajah. Berkali-kali tikus menabrak dinding. Tetapi, dengan penciuman dan kegigihan, ia dapat menemukan jalur yang seharusnya. Karena, secara alami, tikus tidak akan menabrak dinding yang sama lebih dari sekali ataupun berbalik ke arah ia datang. Akhirnya, tikus pertama dapat keluar dari labirin, memakan keju, dan terbebas ke alam liar.

Berbeda dengan tikus pertama, tikus kedua tampak sedikit terhuyung setiap kali menabrak dinding labirin. Karena kasihan, sang majikan akhirnya memberikan remahan keju setiap kali tikus menabrak dinding dengan tujuan agar tikus memiliki tambahan tenaga untuk keluar dari labirin.

Tetapi, apa yang terjadi selanjutnya? Alih-alih mencari jalan lain agar bisa sampai di pintu keluar, tikus kedua akhirnya terus menabrakkan kepalanya ke dinding labirin yang sama demi mendapat hadiah instan. Ia tidak mengubah arah dan terjebak di dalam labirin.

***

“Gimana?”

***

Tony memasukan gigi satu dan menekan pedal gas pelan-pelan bersamaan dengan lampu hijau yang baru saja menyala. Jalanan macet di siang hari itu rasanya tidak berujung. Tepat di kiri mobil, tampak petugas Pamong Praja berkejaran dengan beberapa pengemis yang lari berhamburan.

Di antara kabut fatamorgana, pengemis wanita berusia belasan tiba-tiba terlihat membalikkan badan akibat benda pipih yang terjatuh dari kantongnya. Niatnya dibatalkan oleh petugas yang makin dekat. Berkilau memantulkan cahaya matahari, tampak tiga bulatan kameraserta lambang buah yang tergigit pada benda pipih yang mau tak mau ditinggalkan pemiliknya. Banyak orang setuju, benda pipih itu adalah lambang dari kekayaan, gengsi, dan harga diri. [T]

  • BACA cerpen-cerpen lain
Mahkota Cinta | Cerpen Mas Ruscitadewi
Pernikahan Ketut Sujana | Cerpen Krisna Wiryasuta
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat
Senja di Akhir Luka | Cerpen Ni Wayan Sumiasih
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Putu Dudik Ariawan: Melukis di Atas Lontar dan Mengubah Hobi Menjadi Profesi

Next Post

Legong “Bapang Durga” Pernah Ditarikan Ni Polok

Krisna Aji

Krisna Aji

Psikiater dan penulis lepas

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
Legong “Bapang Durga” Pernah Ditarikan Ni Polok

Legong “Bapang Durga” Pernah Ditarikan Ni Polok

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co