2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahkota Cinta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
July 1, 2023
in Cerpen
Mahkota Cinta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co

AKU TAHU mahkota itu, aku melihatnya. Sebuah mahkota Wijaya Kusuma, putih terang dibingkai kuning emas berkilauan, mahkota kemenangan cinta kasih. Sebagai ibu aku ingin segera menyematkannya di atas kepalamu 

Tapi kau berkelit, selalu punya alasan untuk berkelit. 

“Hidup ini maya, aku tak ingin menjadi raja, Ibu.”

Kata-kata lirihmu memantul pada daun-daun pinus yang berwarna ungu diterpa matahari sore di  puncak gunung tertinggi itu. Tapi aku nendengarnya seperi lagu rock and roll yang menyentak berontak. 

Ahhh aku lupa, tentu yang kau impikan bukan tangan ibumu yang tua, letih  gemetar ini yang menyematkannya. Aku benar-benar lupa yang saat ini menyeruak keluar tak terbendung dari tubuhnya adalah sosok Karna, tokoh dalam Mahabartha yang merindukan Drupadi, perempuan suci yang terlahir dari api persembahan. Yang karena takdir tak kuasa kau miliki. 

“Takdir,  takdir… .. “

Suara itu bertalu-talu dalam telinganya dari jaman ke jaman, dari yuga ke yuga, dari kelahiran demi kelahiran. Kini ia telah terima takdirnya untuk terlahir kembali demi berbakti pada Ibu Kunti  yang bahkan telah membuangnya, untuk menutupi aib.

Saat hawa panas itu menaruh kakinya, menyedotnya dan menghempaskan ke dunia fana ini, ia bahkan tak sempat membuka mata dalam kekusyukan tapanya. 

“Ibu masih saja lugu, bodoh dan keras kepala sehingga mudah ditipu para Dewa dengan dalih menyelamatkan dunia. Seperti ayahku dulu menitipiku padamu, hanya untuk menambah peran antagonis yang mengundang rasa iba dalam kisah besar keluarga bharata,” gumamnya dalam diam.

Karena takdir bermasa-masa ia telah belajar dan berhasil melewati kata-kata kutukan yang kasar, juga sesalnya pada ibu bapanya. Ketulusan cintanya yang besar pada penerimaan takdir juga cintanya pada Drupadi telah membebaskannya. Menghadiahkannya mahkota WIjaya Kusuma bunga kemenangan cinta 

Dalam diri lelaki gagah itu ada Karna, putra tertua Pandawa, sakti mandraguna terdepan dalam memanah, tak ada satupun sasaran yang meleset dari bidikannya. Hanya Drupadi, hati wanita itu luput, selalu luput dari sasaran panahnya. Tidak saat raja Pancala mencarikan suami bagi putrinya Drupadi. Saat itu Karna yakin menang, sorot mata Drupadi juga menggungkapkan  cinta yang dalam dan tulus.

“Bukankah mata wanita sulit menipu?”

Drupadi wanita suci itu telah jatuh cinta, Karna yakin itu. Tapi Karna kecewa, sangat kecewa, nyaris dendam karena mata Drupadi tunduk pada status Karna yang dianggap bukan ksatria, dan tak berhak mengikuti sayembara. Harga diri Karna terhempas, ia merasa dipermalukan. Itu pertama kalinya putra Dewa Surya ini menelan kecewa. Sebagai ksatria tanpa tanding Karna berjanji pada dirinya untuk mendapatkan Drupadi, melalui kelahiran demi kelahiran, yuga demi yuga, dalam tapa brata dan pengekangan diri yang keras dan berat.

Kini Drupadi adalah takdirnya. Setelah kelahiran terakhir sebagai Bung Karno, Putra Fajar yang diberikan hak memimpin kerajaan Astina yang baru, nusantara, semesta telah mempermainkannya, menyembunyikan Drupadi dalam lipatan waktu. 

Karna nyaris tak percaya pada karma dan kebenaran dharma, karena perjuangan cintanya yang tulus di abad 8 tak mempertemukannya dengan Drupadi yang ada dalam diri Loro Longgrang.

Karma benar-benar marah, karena ayahnya Dewa Surya justru bersekutu dengan wanita yang dicintainya, untuk menggagalkannya mendapatkan Drupadi. Kemarahan yang besar telah membakar kecintaannya itu menjadi batu. Saat itu Karna yang ada dalam raga Bandung Bondowoso, benar-benar dalam puncak kemarahannya. Sehingga Dewa Surya menghiburnya memberikannya kerajaan demi kerajaan yang tak ia minati. 

Kini sungguh Karna juga sudah tak peduli,, dengan kerajaan maupun Drupadi. 

Saat bayangan perempuan cantik itu muncul dengan  mahkota wijaya kusuma di tangan, Karna tak juga membuka matanya  ia masih sibuk dengan lontar-lontarnya dan merakit kisahnya dalam arca -arca peninggalan arkeologi. 

Di pura itu, Karna terpana, nyaris tak percaya, mahkota itu disematkan oleh ibunya, bukan Drupadi seperti yang dijanjikan.

“Ibuku adalah Kunti bukan Drupadi, kecintaanku adalah Drupadi bukan Kunti.” Kecerdasan Karna tak mampu menembus teka-teki itu. Karna sedikit merasa lucu, saat ibunya nengerling genit. 

“Ingat ibu sudah tua, ingat umur,” ejek Karna yang membuat ibunya keki. 

“Ibu masih saja bodoh, lugu dan kepala batu, tugas anak hanya mengungatkan, diterima tidaknya terserah yang diingatkan, ” tandas Karna 

“Bukannya kamu yang mengutukku jadi batu dan  kepala batu?” Ibunya terkekeh. 

Mata Karna mengerjap ngerjap. Mahkota wijaya kusuma itu berpendar-pendar.

Sungguh ia ingin Drupadi, wanita muda dan cantik itu, yang menyematkannya dengan penuh rasa cinta. 

Sialan. [T]

  • BACA cerpen-cerpen lain
Pernikahan Ketut Sujana | Cerpen Krisna Wiryasuta
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat
Senja di Akhir Luka | Cerpen Ni Wayan Sumiasih
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi GM Sukawidana | Rumah Warna Snerayuza

Next Post

Percumbuan Estetik Nawa-Sena

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Percumbuan Estetik Nawa-Sena

Percumbuan Estetik Nawa-Sena

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co