23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Luh Putu Anggreny by Luh Putu Anggreny
June 28, 2023
in Tualang
Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Berpose bersama teman-teman dari negara lain yang ikut program di Temple University, Philadelphia | Foto: Dok Anggreny

HARI PERTAMA hingga hari keempat, hari singkat yang sangat melekat di hati. Sejak pertama menginjakkan kaki di Philadelphia, kami (Indonesian cohort) masih merasa ini mimpi.

Sejak kapan kami sampai di benua yang berbeda dengan benua tempat kami lahir dan besar? Kami seakan tiba-tiba saja berada pada waktu dan suasana sangat jauh berbeda dari yang kami alami seperti biasanya.

Hari pertama kami hanya melakukan makan malam bersama, sembari menunggu delegasi negara yang belum sampai. Itulah hari pertama kami mencoba makanan dengan menu baru yang bukan menu Indonesia. Terkejut. Itulah hal pertama yang saya dan teman-teman Indonesia rasakan.

“Kok gini rasanya,” ucap Yusuf.

“Aneh,” sambung Farah.

Ya, kurang lebih itulah ekspresi kami ketika pertama kali mencoba makanan di luar ekspektasi kami.

Terasa banyak merica, asin, sangat aneh di lidah kami. Tapi mau bagaimana lagi, hanya itu makanan yang tersedia untuk makan malam perdana.

Bersama teman-teman yang ikut program di Temple University | Foto: Dok Anggreny

Pengalaman yang benar-benar luar biasa. Ternyata hari pertama saja kami sudah mendapatkan culture shock.  Makanan yang berbeda, cuaca yang seharusnya panas namun dingin bahkan hujan.

Yang paling membuat kami terkejut adalah: Jam 8 malam matahari, di langit masih bersinar terang. Dan fenomena matahari tenggelam, sunset baru kami temukan pukul 9 malam.

***

Menuju pagi hari besoknya saya terbangun pukul 4 pagi. Dan benar saja. Matahari sudah mulai bersinar terang.  Benar-benar malam yang sangat singkat. 

Di samping itu, bangun pagi bersama beberapa teman kamar kami yang berasal dari timur tengah pun membuat kami merasakan culture shock lainnya. Mereka terbiasa bangun pukul 8 atau pukul 9 pagi.

Sementara sangat berbeda dengan budaya di Indonesia yang kebanyakan akan bangun pada pukul 6 atau pukul 7 pagi. Contoh saja di keluarga saya sendiri, ibu saya bangun pada pukul 5 pagi dan langsung siap-siap untuk memasak.

Ternyata begitu banyak perbedaan yang kami rasakan.

Namun ada hal sungguh berkesan yang kami temukan. Warga setempat di sekitaran universitas sangat taat lalu lintas. Mereka akan tetap membiarkan pejalan kaki menyeberang terlebih dulu walaupun lampu lalu-lintas untuk pengendara sudah menyaloa hijau.

Selain itu teknologi mereka yang benar-benar canggih membuat saya kagum. Kereta api bawah tanah, pengairan tanaman dari bawah sedemikian rupa, dan masih banyak lagi  Dengan hanya menggunakan satu kartu saja sudah bisa mengakses sebagian besar transportasi di sini. Jadi, sangat modern.

Bangunan-bangunan kampus pun beberapa bagian terlihat sangat unik. Seperti kastil-kastil di kerajaan, megah dan terlihat mewah. Orang di sini pun terlihat tidak peduli, mereka cenderung cuek dan bekerja sendiri. Namun bahayanya, karena daerah ini melegalkan senjata, jadi harus tetap waspada dan tidak merespon orang yang tidak dikenal.

***

Berlanjut pada pembelajaran hari pertama. Kami mendapatkan orientasi kampus mengenai Temple University, tempat kami belajar. Di mana titik titik amannya dan ternyata banyak sekali telepon darurat yang tersedia di sekitaran kampus. Mereka benar-benar menjamin keselamatan dan kenyamanan mahasiswanya.

Kemudian pembelajaran hari kedua, kami mengunjungi museum. Di sana kami mendapat penjelasan mengenai sosok William Penn. Yang ternyata merupakan pendiri dari Pennsylvania.

Kami belajar | Foto: Dok Anggreny

Disamping itu kami juga mempelajari tentang George Fox, yang merupakan pendiri dari Kaum Quaker. Ah, saya jadi ingat dengan Quaker oatmeal yang terkenal itu, mungkin saja sama pendirinya sehingga namanya pun sama, Hahaha.

Kami juga diajak mengunjungi gereja, dimana merupakan gereja bersejarah yang ada di Philadelphia.

Berlanjut hari ketiga dan keempat, aktivitas kami disibukkan dengan workshop pluralisme dan leadership, juga action plan yang akan kami rencanakan ke depannya setelah program yang kami ikuti ini selesai.

Aktivitas pembelajaran yang singkat, namun melekat. Dan banyak waktu kosong untuk kami eksplor lebih jauh mengenai tempat kami berada.

Sore hari kami diajak wisata ke City Hall. Tempat itu bisa dibilang alun-alun kota, dimana ada banyak tempat bersejarah disana. Terutamanya saja, patung William Penn yang berada di atas gedung yang sangat tinggi.

Pertama kalinya juga saya merasakan sensasi naik kereta di bawah tanah. Kemudian berkeliling menuju Chinatown. Mencoba Hot Pot, bersama teman-teman seharga 330$ yang kalau di Indonesia bisa untuk membeli satu buah ponsel keluaran terbaru.

Luar biasa sekali pengalaman ini.

Hari Sabtu dan Minggu kami libur. Namun kami isi dengan aktivitas olahraga atau sekedar berkeliling untuk melihat kampus dan tempat berfoto ria. Ternyata waktu berjalan, tidak terasa kami sudah menghabiskan satu minggu di tempat ini.

Pernah suatu malam saya dan teman saya merindukan rumah. Rindu masakan Indonesia, dan orang-orang nya yang ramah. Hingga kami sampai pada pemikiran, mengapa orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri bisa berlama-lama.

Kami yang baru satu minggu saja terasa sudah bertahun-tahun lamanya. Ah, saya jadi ingat kata Tuk Dalang di animasi Upin Ipin. “Walaupun negara orang lain hujan uang, dan negara sendiri hujan batu. Memang lebih baik di negara sendiri”.

Ya, saya baru merasakan ini, culture shock yang beberapa kali membuat saya ingin cepat pulang.

Foto: Dok Anggreny

Namun, meski rindu kampung halaman, kami tetap semangat untuk belajar di negeri ini. Kami tentu tak akan mau menyia-nyiakan kesempatan. Culture shock adalah hal biasa, dan hanya orang-orang yang punya keinginan belajar-lah yang bisa melewati culture shock dengan tenang.

Soal kuliner? Ah, saya tentu harus belajar membiasakan lidah. Dalam ilmu komunikasi (ilmu yang saya pelajari di STAHN Mpu Kuturan Singaraja), saya belajar komunikasi lintas budaya, dan tentu di dalamnya ada juga komunikasi kuliner, komunikasi menggunakan lidah dan indra pengecap.

Satu minggu adaptasi, kami benar-benar mencoba membiasakan diri. Ya semoga saja, tetap bisa bermimpi untuk di sini, namun juga tak lupa dengan tanah air yang kami miliki. [T]

Mulailah Perjalanan Penuh Emosi  | Catatan dari Philadelphia [1]
Diskon Hotel dan Jaket Baru | Terima Kasih, Pemerintah Jepang
Jepang, Aku Kembali! Tadaimaaa | Ini Cerita Awal Tentang Kota Atami
London: Riuh Wisatawan dan Atmosfer Diskusi | Catatan dari Inggris [3]
Tags: Amerika SerikatPendidikanPhiladelphiaSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Biografi [Bukan] Malin Kundang

Next Post

Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Luh Putu Anggreny

Luh Putu Anggreny

Penikmat kata dan halaman-halaman sunyi. Menyukai menulis dan membaca, serta hal-hal kecil yang sering terlewat. Sejak lama jatuh cinta pada senja—karena dari sanalah ia belajar bahwa keindahan sering datang bersama kefanaan. Dapat dijumpai di Instagram: @pt.anggreny_

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co