23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 28, 2023
in Esai
Dinding Bandara: Saksi Pelukan Paling Tulus Daripada Altar Pernikahan

Ilustrasi diolah dari Canva

Barangkali benar adanya, dinding bandara lebih banyak menyaksikan pelukan paling tulus ketimbang altar pernikahan.

TEPAT TANGGAL 20 Juni 2023, untuk pertama kalinnya saya menapakan kaki di bandara, tepatnya Bandara Ngurah Rai, Bali, untuk mengantarkan seseorang menjemput mimpi di negeri Paman Sam.

Pagi itu kami berangkat menuju Bandara Ngurah Rai dari Singaraja yang jaraknya kurang lebih 95 km. Kami melewati lika-liku jalan Gitgit yang telah banyak terjamah pembangunan.

Perasaan gelisah, takut, haru, sedih bercampur menjadi satu mengiringi perjalanan kami. Bahkan, riuhnya kendaraan dan bunyi klakson yang tak pernah henti seakan tak mampu mengalihkan perasaan tersebut.

Sesekali percakapan-percakapan kecil hadir untuk sekadar mengusir ilusi-ilusi buruk yang menghinggapi pikiran, hingga sedikit ketenangan menelusup dari sela-sela tawa kecil kami.

Namun, hal tersebut tak berlangsung lama, ketika plang bandara tampak dijangkauan mata, perasaan sesak seakan menghimpit lagi. Bulir keringat yang timbul dari sela-sela jari seakan membekukan telapak tangan. Kepala berdengung riuh dengan kata “perpisahan”.

***

Mobil berhenti di zona drop off terminal keberangkatan, terlihat banyak orang mendorong koper menuju lobby bandara, entah bersama keluarga, kerabat atau mungkin kekasih dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.

Langkah-langkah kecil saya pijakan menelusuri dinginnya lantai bandara penerbangan internasional itu, sembari menghitung detik demi detik waktu yang saya miliki untuk sekadar menggenggam tangannya dan mencium wangi tubuhnya yang khas.

Di lobby bandara terpasang banyak petunjuk dengan berbagai bahasa yang cukup membingungkan, ditulis dengan bahasa maupun huruf asing—barangkali diperuntukan untuk mereka-mereka yang membutuhkan informasi keberangkatan.

Orang berlalu lalang sembari menyeret koper di tangan dan tas-tas besar di punggungnya, bercengkrama dengan berbagai bahasa—wajar saja, mengingat ini bandar udara internasional.

Dengan saksama saya perhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di lobby bandara; ada yang bergerombol ramai-ramai bersama keluarga—barangkali mereka juga mengantarkan orang terkasih—; ada yang hanya berdua; ada pula yang sendirian mengasingkan diri dari keramaian. Mata mereka sembab, barangkali perasaan mereka sama dengan saya, atau mungkin euphoria bandara keberangkatan memang seperti itu?

Pandangan saya terkunci pada sepasang kekasih (dari fisiknya terlihat seperti orang Barat) yang sedang merayakan perpisahan dengan adegan pelukan hangat dan kecupan manis di kening.

Bibir mereka tersenyum namun sayang, cairan bening menyembul dari balik mata mereka. Salah satu dari mereka memasuki ruang administrasi penerbangan sembari menggeret koper, sedang yang lain berdiri mematung.

Seketika saya teringat salah satu adegan iconic dalam film “Ada Apa Dengan Cinta” pada saat Cinta mengejar Rangga yang sebentar lagi akan boarding menuju New York. Pada adegan dramatis itu, dengan tergesa, Cinta menyatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Rangga.

Cinta dan Rangga melakukan adegan perpisahan persis seperti yang dilakukan oleh sepasang kekasih di depan saya; pelukan hangat, ciuman ditambah secarik puisi. Perpisahan yang dikemas dengan romantisme. Dan ya, saat ini saya di sini, dengan kondisi yang sama namun sayang adegannya yang sedikit berbeda.

***

Ketika melihat dia memasuki ruang administrasi dengan koper yang digeret di samping kanannya dan tas hitam tersampir di punggungnya, langkah kakinya tidak terlalu cepat pun tidak terlalu lambat. Lamat-lamat punggungnya menjauh, hilang dari pandangan mata.

Tanpa sadar, cairan hangat menggumpul di pelupuk mata, dengan tergesa saya edarkan pandangan, memandangi dinding-dinding kokoh—yang telah menyaksikan ribuan pelukan tulus manusia (sekali lagi, barangkali pelukan-pelukan pada altar pernikahan tidak setulus pelukan yang terjadi di bandara)—dan langit-langit bandara dengan desain mewahnya yang telah mendengar beribu doa paling tulus ketimbang rumah-rumah ibadah manapun.

Beberapa kali saya mendengar kata “perpisahan paling khusyuk terjadi di bandara”, dulu, dan beberapa kali pula saya menampik ungkapan tersebut. Namun kini saya percaya.

saya tidak pernah membenci bandara, hanya saja tidak menyukai suasana perpisahan yang terjadi di sana. Namun, bukankah hidup juga berjalan secara demikian? Perpisahan dan pertemuan datang bergantian.

Kenapa hanya merayakan pertemuan? Bukankah sebelum pertemuan kita harus berjumpa dengan perpisahan terlebih dahulu? Dan, bukankah perpisahan juga layak di rayakan?

Pada akhirnya, saya hanya bisa bergumam, berkelanalah sejauh mungkin dan pulanglah ketika waktunya telah tiba. Berjanjilah untuk segera pulang bersama setumpuk cerita dan sekantong penuh rindu.[T]

Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja
Memaknai Kehilangan

Sebuah Awal, Bagaimana Jika Semua Tidak Baik-baik Saja?
Tags: bandaraceritacintacinta kasihkisah nyatarindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empat Hari Pertama yang Penuh Kejutan | Catatan dari Philadelphia [2]

Next Post

Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa

Tari dan Tabuh Khas Buleleng Getarkan Panggung Ksirarnawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co