23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
April 11, 2023
in Esai
Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

BERKHAYAL, bisa dibilang salah satu hobi yang masih aku tekuni hingga saat ini. Halu, begitu orang sekarang menyebutnya. Memikirkan hal-hal yang indah dan menyenangkan, yang membuat kita bahagia. Bukan suatu hal yang buruk memang, namun fatal jika dilakukan secara berlebihan.

Selain mempunyai hobi mengkhayal, julukan overthinker pernah melekat pada namaku. Ya, overthinker “yang terlalu over” kalau kata para sahabat. Tak satu hari pun aku lalui tanpa berangan-angan akan sesuatu, terlebih lagi pada malam hari.

Berbaring di atas tempat tidur, ditemani boneka beruang dan kucing berwarna kuning aku mulai merangkai cerita hidup. Dari a-z, hingga z-a. Huft! Terkadang aku selalu memikirkan hal-hal yang sangat tinggi, entah pada kenyataannya itu bisa kugapai atau tidak… Hehe.

Pikiranku berkecamuk banyak hal, mulai dari andai aku tidak pulang ke Singaraja; andai aku menjadi pelukis; andai aku bisa bermain gitar; andai aku pergi ke Labuan Bajo bersama keluargaku; andai aku bisa pergi ke Korea bertemu Taehyung Oppa; andai aku bisa pintar matematika seperti Jerome Polin; atau andai aku bisa menjadi penulis novel yang terkenal hingga andai aku punya…em… pintu ke mana saja.

Pintu kemana saja, yaps, pikiran random yang masih aku pikirkan sampai sekarang. Seperti Doraemon yang bisa membawa Nobita ke mana pun ia mau, andai aku berteman dengan Doraemon, ya (ups… kan jadi berandai lagi).

Rasanya menyenangkan bukan, jika kita memiliki pintu ke mana saja? Terlalu anti mainstream memang, dan tak mungkin menjadi nyata.

Kerandoman ini muncul tak lain dan tak bukan hanya karena aku ingin kembali ke masa lalu, sekadar ingin mencoba apa yang sepatutnya dicoba, menekuni apa yang waktu itu aku jalani.

Penyesalan selalu datang di akhir bukan? Kalau di awal itu namanya pendaftaran. Segudang penyesalan selalu berlalu-lalang di dalam otak—otak yang kapasitasnya tak melebihi ruang penyimpanan pada smartphone usangku ini.

Banyak masa kecil yang ingin aku ulang kembali. Menjadi anak perempuan berkepang dua yang patuh dan tekun. Bukan seorang pembangkang, hanya saja sering menanti-dulukan segala sesuatu.

***

Waktu kecil aku berseragam putih merah, bersekolah di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Aku dan keluarga merantau di salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata itu. Bule berlalu lalang, sudah biasa, menjadi santapan pertama yang aku lihat dari jendela kontrakan.

Bapakku bekerja di bidang pariwisata. Tentu saja, dulu anak-anaknya diarahkan ke jalan yang sama pula. “Satu hari, lima kosa kata.” Begitulah kira-kira wejangan yang selalu mengisi penuh ruangan kontrakan di pinggir jalan itu.

Lihat saja, di atas meja belajar itu, tersusun rapi kamus Bahasa Jepang, kamus Indonesia-Inggris dan sebaliknya. Dengan covernya yang warna-warni, menarikku untuk menyentuhnya. Tetapi, setelah dibuka, aku lebih banyak kecewa, sebab isinya seperti taman tanpa bunga (hanya satu warna, tulisan tanpa gambar).

Bukan tak ingin pintar bahasa, waktu itu aku malas untuk membuka kamus setebal bantal oleh Hassan Shadily dan John M. Echols itu—yang “tidak akan pernah habis dibaca,” pikirku.

“Nanti saja, Pak.” Kalimat template yang sering aku suarakan untuk menghindari buku-buku tebal itu. Tapi Bapak tidak kehabisan akal, dia mengajakku pergi ke supermarket Bintang yang beralamat di Jl. Raya Sanggingan, Sayan, untuk membeli kamus bergambar agar aku tertarik untuk membuka dan membaca isinya.

Saat kecil bisa dibilang aku sedikit licik, selalu memberikan syarat akan sesuatu. Misalnya, aku akan membaca kamus bergambar yang baru dibelikan bapak kalau aku dikasi makan ice cream saat itu juga, atau membeli keju slice (untuk dijambal); atau membeli Majalah Bobo (aku penggemar Oki dan Nirmala).

Saling menguntungkan, pikirku dulu. Padahal aku yang diuntungkan, memperbanyak kosa kata dengan kamus yang dibelikan iya, mendapatkan ice cream iya, menambah koleksi Majalah Bobo juga iya. Bapak yang harus mengeluarkan uang untuk menuruti keinginan anak perempuannya yang banyak maunya ini.

***

Seandainya dulu aku patuh akan nasehat orangtuaku, mungkin sekarang aku sudah sangat mahir berbahasa asing dan terlihat keren tentu saja. Terkadang, aku merasa gregetan, “kenapa nggak dari dulu sih?” Tapi ya sudahlah, sedikit mengerti percakapan ringan Bahasa Inggris saja bukanlah suatu hal yang teramat buruk.

Sampai hari ini, sesekali bapak masih bertanya atau menjawab pertanyaanku menggunakan Bahasa Inggris. Kalau aku mengerti akan kutanggapi, kalau tidak tentu aku akan berpura-pura tidak mendengarnya. Sampai bapak sudah hafal dengan gerak gerik klise itu, dan akan mengungkit-ngungkit penyakit malasku.

Kala itu banyak hal sebenarnya mulai aku coba, mulai dari belajar melukis di galeri dekat tempat tinggalku, hingga les menari. Kegiatan yang aku jalani itu sebenarnya juga menjadi wadah untuk aku belajar bahasa asing. Karena tidak hanya anak lokal saja yang ada di sana, maka kami berbaur dengan anak-anak berambut pirang yang memiliki bintik-bintik coklat di pipinya.

Tapi, entah mengapa aku tidak memanfaatkan kesempatan emas itu dengan baik, bodoh memang. Aku dan kakakku tak ada yang ikut les bahasa. Aku dengan kegemaranku dan kakak malah ikut les komputer.

Lagi dan lagi, seandainya aku tekun belajar melukis dan menari mungkin aku sudah menjadi pelukis dan penari yang andal.

***

Hingga aku kembali ke Kota Singaraja, tempat kelahiranku. Aku tak lagi belajar melukis, tapi menari tetap aku lakukan. Bukan suatu yang mudah beradaptasi sebagai siswa pindahan dengan logat khas Ubud yang masih sangat melekat padaku.

Sampai pada akhirnya, ada sesuatu yang baru, aku dan ketiga kawanku dipersiapkan mewakili sekolah untuk mengikuti beberapa olimpiade matematika dan sains di salah satu Universitas ternama di Singaraja.

Aku cukup penat di masa-masa itu. Setiap hari Sabtu harus mengikuti pembinaan entah itu di sekolahku sendiri atau di sekolah lain dan les privat berempat di rumah. (Kala itu guruku di sekolah yang mencarikan guru les untuk empat sekawan ini.)

Andai aku serius untuk belajar matematika, dulu, mungkin sekarang aku akan menjadi pintar dan mengikuti olimpiade nasional seperti Jerome Polin. Iya, Jerome Polin Sijabat, seorang Youtuber dari Surabaya yang berkuliah di Negeri Matahari Terbit itu. Sudah tampan, pandai, business man pula. Aarrghh! Seandainya aku rajin, mungkin aku akan menjadi Jerome Polin versi perempuannya… Hehehe.

Begitulah, andai aku punya pintu ke mana saja, akan kutengok sebentar masa depan yang masih abu-abu itu dan akan lebih banyak menghabiskan waktu di masa lalu untuk berbenah. Menata semua yang berantakan, mengisi semua ruang kosong.

Menyesal sudah pasti, tapi aku bersyukur dan merasa beruntung telah melewati beberapa pengalaman yang tidak mungkin bisa aku ulangi lagi.

Hah, sudah-sudah! Sepertinya haluku semakin menjadi, tidak hanya pintu ke mana saja, sekarang aku juga ingin punya baling-baling bambu, mesin waktu, alat pembaca mimpi dan masih banyak lagi.

Teruntuk Doraemon, maukah kamu menjadi temanku?[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Sebuah Awal, Bagaimana Jika Semua Tidak Baik-baik Saja?
Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan
Tags: ceritaCerita Masa Kecilesai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Next Post

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co