12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
April 11, 2023
in Esai
Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

BERKHAYAL, bisa dibilang salah satu hobi yang masih aku tekuni hingga saat ini. Halu, begitu orang sekarang menyebutnya. Memikirkan hal-hal yang indah dan menyenangkan, yang membuat kita bahagia. Bukan suatu hal yang buruk memang, namun fatal jika dilakukan secara berlebihan.

Selain mempunyai hobi mengkhayal, julukan overthinker pernah melekat pada namaku. Ya, overthinker “yang terlalu over” kalau kata para sahabat. Tak satu hari pun aku lalui tanpa berangan-angan akan sesuatu, terlebih lagi pada malam hari.

Berbaring di atas tempat tidur, ditemani boneka beruang dan kucing berwarna kuning aku mulai merangkai cerita hidup. Dari a-z, hingga z-a. Huft! Terkadang aku selalu memikirkan hal-hal yang sangat tinggi, entah pada kenyataannya itu bisa kugapai atau tidak… Hehe.

Pikiranku berkecamuk banyak hal, mulai dari andai aku tidak pulang ke Singaraja; andai aku menjadi pelukis; andai aku bisa bermain gitar; andai aku pergi ke Labuan Bajo bersama keluargaku; andai aku bisa pergi ke Korea bertemu Taehyung Oppa; andai aku bisa pintar matematika seperti Jerome Polin; atau andai aku bisa menjadi penulis novel yang terkenal hingga andai aku punya…em… pintu ke mana saja.

Pintu kemana saja, yaps, pikiran random yang masih aku pikirkan sampai sekarang. Seperti Doraemon yang bisa membawa Nobita ke mana pun ia mau, andai aku berteman dengan Doraemon, ya (ups… kan jadi berandai lagi).

Rasanya menyenangkan bukan, jika kita memiliki pintu ke mana saja? Terlalu anti mainstream memang, dan tak mungkin menjadi nyata.

Kerandoman ini muncul tak lain dan tak bukan hanya karena aku ingin kembali ke masa lalu, sekadar ingin mencoba apa yang sepatutnya dicoba, menekuni apa yang waktu itu aku jalani.

Penyesalan selalu datang di akhir bukan? Kalau di awal itu namanya pendaftaran. Segudang penyesalan selalu berlalu-lalang di dalam otak—otak yang kapasitasnya tak melebihi ruang penyimpanan pada smartphone usangku ini.

Banyak masa kecil yang ingin aku ulang kembali. Menjadi anak perempuan berkepang dua yang patuh dan tekun. Bukan seorang pembangkang, hanya saja sering menanti-dulukan segala sesuatu.

***

Waktu kecil aku berseragam putih merah, bersekolah di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Aku dan keluarga merantau di salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata itu. Bule berlalu lalang, sudah biasa, menjadi santapan pertama yang aku lihat dari jendela kontrakan.

Bapakku bekerja di bidang pariwisata. Tentu saja, dulu anak-anaknya diarahkan ke jalan yang sama pula. “Satu hari, lima kosa kata.” Begitulah kira-kira wejangan yang selalu mengisi penuh ruangan kontrakan di pinggir jalan itu.

Lihat saja, di atas meja belajar itu, tersusun rapi kamus Bahasa Jepang, kamus Indonesia-Inggris dan sebaliknya. Dengan covernya yang warna-warni, menarikku untuk menyentuhnya. Tetapi, setelah dibuka, aku lebih banyak kecewa, sebab isinya seperti taman tanpa bunga (hanya satu warna, tulisan tanpa gambar).

Bukan tak ingin pintar bahasa, waktu itu aku malas untuk membuka kamus setebal bantal oleh Hassan Shadily dan John M. Echols itu—yang “tidak akan pernah habis dibaca,” pikirku.

“Nanti saja, Pak.” Kalimat template yang sering aku suarakan untuk menghindari buku-buku tebal itu. Tapi Bapak tidak kehabisan akal, dia mengajakku pergi ke supermarket Bintang yang beralamat di Jl. Raya Sanggingan, Sayan, untuk membeli kamus bergambar agar aku tertarik untuk membuka dan membaca isinya.

Saat kecil bisa dibilang aku sedikit licik, selalu memberikan syarat akan sesuatu. Misalnya, aku akan membaca kamus bergambar yang baru dibelikan bapak kalau aku dikasi makan ice cream saat itu juga, atau membeli keju slice (untuk dijambal); atau membeli Majalah Bobo (aku penggemar Oki dan Nirmala).

Saling menguntungkan, pikirku dulu. Padahal aku yang diuntungkan, memperbanyak kosa kata dengan kamus yang dibelikan iya, mendapatkan ice cream iya, menambah koleksi Majalah Bobo juga iya. Bapak yang harus mengeluarkan uang untuk menuruti keinginan anak perempuannya yang banyak maunya ini.

***

Seandainya dulu aku patuh akan nasehat orangtuaku, mungkin sekarang aku sudah sangat mahir berbahasa asing dan terlihat keren tentu saja. Terkadang, aku merasa gregetan, “kenapa nggak dari dulu sih?” Tapi ya sudahlah, sedikit mengerti percakapan ringan Bahasa Inggris saja bukanlah suatu hal yang teramat buruk.

Sampai hari ini, sesekali bapak masih bertanya atau menjawab pertanyaanku menggunakan Bahasa Inggris. Kalau aku mengerti akan kutanggapi, kalau tidak tentu aku akan berpura-pura tidak mendengarnya. Sampai bapak sudah hafal dengan gerak gerik klise itu, dan akan mengungkit-ngungkit penyakit malasku.

Kala itu banyak hal sebenarnya mulai aku coba, mulai dari belajar melukis di galeri dekat tempat tinggalku, hingga les menari. Kegiatan yang aku jalani itu sebenarnya juga menjadi wadah untuk aku belajar bahasa asing. Karena tidak hanya anak lokal saja yang ada di sana, maka kami berbaur dengan anak-anak berambut pirang yang memiliki bintik-bintik coklat di pipinya.

Tapi, entah mengapa aku tidak memanfaatkan kesempatan emas itu dengan baik, bodoh memang. Aku dan kakakku tak ada yang ikut les bahasa. Aku dengan kegemaranku dan kakak malah ikut les komputer.

Lagi dan lagi, seandainya aku tekun belajar melukis dan menari mungkin aku sudah menjadi pelukis dan penari yang andal.

***

Hingga aku kembali ke Kota Singaraja, tempat kelahiranku. Aku tak lagi belajar melukis, tapi menari tetap aku lakukan. Bukan suatu yang mudah beradaptasi sebagai siswa pindahan dengan logat khas Ubud yang masih sangat melekat padaku.

Sampai pada akhirnya, ada sesuatu yang baru, aku dan ketiga kawanku dipersiapkan mewakili sekolah untuk mengikuti beberapa olimpiade matematika dan sains di salah satu Universitas ternama di Singaraja.

Aku cukup penat di masa-masa itu. Setiap hari Sabtu harus mengikuti pembinaan entah itu di sekolahku sendiri atau di sekolah lain dan les privat berempat di rumah. (Kala itu guruku di sekolah yang mencarikan guru les untuk empat sekawan ini.)

Andai aku serius untuk belajar matematika, dulu, mungkin sekarang aku akan menjadi pintar dan mengikuti olimpiade nasional seperti Jerome Polin. Iya, Jerome Polin Sijabat, seorang Youtuber dari Surabaya yang berkuliah di Negeri Matahari Terbit itu. Sudah tampan, pandai, business man pula. Aarrghh! Seandainya aku rajin, mungkin aku akan menjadi Jerome Polin versi perempuannya… Hehehe.

Begitulah, andai aku punya pintu ke mana saja, akan kutengok sebentar masa depan yang masih abu-abu itu dan akan lebih banyak menghabiskan waktu di masa lalu untuk berbenah. Menata semua yang berantakan, mengisi semua ruang kosong.

Menyesal sudah pasti, tapi aku bersyukur dan merasa beruntung telah melewati beberapa pengalaman yang tidak mungkin bisa aku ulangi lagi.

Hah, sudah-sudah! Sepertinya haluku semakin menjadi, tidak hanya pintu ke mana saja, sekarang aku juga ingin punya baling-baling bambu, mesin waktu, alat pembaca mimpi dan masih banyak lagi.

Teruntuk Doraemon, maukah kamu menjadi temanku?[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gabut Berkedok Self Healing dan Saran untuk Mengatasinya
Sebuah Awal, Bagaimana Jika Semua Tidak Baik-baik Saja?
Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan
Tags: ceritaCerita Masa Kecilesai
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Sukses Karena Proses, Bukan Protes

Next Post

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co