2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 25, 2023
in Esai
Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

APA YANG AKAN Anda lakukan, ketika melihat seorang anak kecil sekitar umur 7 tahunan, berpostur kurus, pakaiannya lusuh, kumal dan memelas, datang menghampiri Anda dengan menyodorkan tangannya yang penuh daki sembari meminta belas kasihan?

Sebelum Anda jawab, saya kasih tahu, tulisan ini adalah pengalaman saya dengan seorang anak kecil yang terlihat kurang beruntung itu.

Anak kecil itu—yang seluruh tampilannya meyakinkan untuk disantuni (jika berperan menjadi anak malang di sinetron pasti tanpa proses casting terlebih dulu sebab malangnya otentik) dan terlihat jauh dari kasih sayang orangtua—datang menghampiri saya sembari menengadahkan tangannya dan berkata, “Kak, minta uangnya, Kak.” Sementara wajahnya penuh dengan keprihatinan.

Siapa yang tidak tersentuh hatinya jika dihadapkan dengan suasana sentimentil semacam itu? Dan tentu sudah dapat ditebak apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Ya, dengan ringan tangan saya mengeluarkan beberapa lembar uang untuk saya kasih ke dia (jumlahnya saya lupa). Tak hanya uang, saya juga memberinya sebungkus pentol cilok—yang satu butirpun belum saya nikmati.

Cilok itu pemberian seorang teman. “Lumayan, untuk mengganjal perut sampai di tempat tujuan,” pesannya. Tapi melihat anak itu, tubuhnya yang kurus, bibirnya yang kering dan gemetar ketika berbicara, membuat hati saya (yang baik ini) tak tega.

Saya berprasangka baik, barangkali memang ia lebih membutuhkan cilok itu dari pada saya; barangkali ia belum makan sedari pagi atau ia sedang menahan lapar berhari-hari. Maka, adegan heroik itu pun terjadi. Toh saya sempat makan sebelum berangkat, pikir saya waktu itu.

Tetapi, buru-buru saya sampaikan, jangan dulu Anda mengira saya dermawan, baik hati dan tidak sombong, jangan! Sekali lagi, jangan! Karena kejadian selanjutnya membuat seluruh upaya niat baik saya itu malah menjadi aib dan kesalahan.

Begini adegan selanjutnya.

***

Setelah anak kecil kumal itu mendapatkan uang dari saya, ia segera lari menghampiri kerumunan bapak-bapak di seberang jalan. Awalnya saya pikir anak itu akan melanjutkan “misi” meminta-mintanya. Tetapi, demi Tuhan, hati saya maktratap setelah saya tahu uang itu untuk apa.

Lihatlah. Kurang ajar. Demit alas kecil itu duduk bersila sambil menyantap cilok dengan bumbu kacang melimpah di depan papan judi dadu. Lailahaillallah, ternyata anak itu mengemis untuk judi bersama bapak-bapak kurang kerjaan itu. Dalam hati saya mengumpat sejadi-jadinya.

Miris. Saya tak tahu ia belajar judi dari mana. Tapi saya curiga, orang-orang tua brengsek itu yang mengajari dan bahkan menyuruhnya untuk mengemis.

Saya kecewa bukan main. Tetapi saya tak merasa dirugikan atau dibodohi, tidak sama sekali. Saya hanya menyesal karena dua alasan: Pertama, saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena terintimidasi oleh penampilannya (saya kecolongan, bapak-ibu).

“Seorang yang seluruh tampilannya meyakinkan dan kepadanya aku tidak menaruh kecurigaan,” sabda Prie GS (alm), esais kondang itu dalam esai “Berkah Seorang Penipu“. Benar. Benar sekali. Karena “seluruh penampilannya meyakinkan” itu saya terkecoh.

Namun, dan ini alasan yang kedua, yang paling membuat saya menyesali kejadian itu adalah: saya merasa bahwa apa yang saya berikan kepadanya telah memberikan jalan untuk berjudi. Padahal, untuk anak seumurannya, seharusnya ia tak mengenal dunia iblis itu (setidaknya sampai ia berusia 17 tahun—eh).

Tetapi, semua itu sudah terjadi. Yang jelas, dari kejadian itu saya belajar. Seperti kata Al Ghazali, tokoh sufi dunia Tassawuf, berkata, “Karena amal tanpa dilandasi oleh ilmu akan ditolak dan akan menjadi perbuatan yang sia-sia tanpa mendapatkan pahala di sisi Allah.”

Entahlah, kejadian tersebut merupakan rejeki anak kecil itu atau malah musibah bagi saya.

Dan di negara ini, misalnya, atas kecurigaan saya, saat kemiskinan seolah dianggap aset, angka putus sekolah tinggi, dan ketimpangan sosial lainnya tumbuh subur, mungkin kejadian itu tak hanya menimpa saya. Barangkali di kota-kota lain, juga banyak hal serupa.

Di kota-kota besar, pemandangan anak-anak mengemis dan mengamen sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, sekadar menyebut satu contoh, di lampu merah tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, sebagian besar dari anak-anak itu dieksploitasi dan disuruh untuk menadahkan tangan meminta sejumlah uang kepada para pemotor dan penumpang di atas angkutan umum perkotaan (angkot).

Sementara lainnya, tak sedikit bayi dan balita—yang digendong perempuan-perempuan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)—dicubit lengan atau kakinya supaya menangis kesakitan sehingga mendapat kasihan dari para pemotor dan penumpang di atas angkot.

Selain lampu merah Cijago, di Jalan Raya Cinere juga banyak diserbu PMKS. Pada Jumat 22 April 2022, menurut laporan Media Indonesia, di sana terjadi kasus eksploitasi anak berusia 7-12 tahun. Anak-anak itu dijadikan sebagai badut dan manusia silver.

Namun sayang, saat disisir oleh Satpol PP Kota setempat, manusia badut dan manusia silver tersebut telah lenyap dari jalanan.

***

Terlepas dari eksploitasi anak yang marak, bercermin pada kejadian yang menimpa saya, maka saya mendapat kesimpulan bahwa kebaikan tanpa pengetahuan adalah sebuah kesalahan.

Anak kecil yang “merampok” saya secara halus dan kemudian berjudi itu tidak salah—karena ia anak kecil. Anak kecil adalah peniru yang baik. Atau barangkali ia salah bukan hasil dari kejahatan, tapi karena cinta dan kasih sayang saya terhadapnya.

Akhirnya, saya teringat, sekali kali, sabda Prie GS, “Kebaikan tanpa ilmu ternyata bukan hanya tidak ada gunanya, tapi ia amat berbahaya. Kita bisa mencintai seseorang, sambil pelan-pelan membunuhnya tanpa menyadarinya.”[T]

Mie Ayam Uncle Sam: Anda Kenyang, Saya Bahagia
Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya
Nasib Sang Burung dan Nasib Kita, Sebuah Renungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Thomas Elisa | Tamu Masa Lalu

Next Post

Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co