22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 25, 2023
in Esai
Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

APA YANG AKAN Anda lakukan, ketika melihat seorang anak kecil sekitar umur 7 tahunan, berpostur kurus, pakaiannya lusuh, kumal dan memelas, datang menghampiri Anda dengan menyodorkan tangannya yang penuh daki sembari meminta belas kasihan?

Sebelum Anda jawab, saya kasih tahu, tulisan ini adalah pengalaman saya dengan seorang anak kecil yang terlihat kurang beruntung itu.

Anak kecil itu—yang seluruh tampilannya meyakinkan untuk disantuni (jika berperan menjadi anak malang di sinetron pasti tanpa proses casting terlebih dulu sebab malangnya otentik) dan terlihat jauh dari kasih sayang orangtua—datang menghampiri saya sembari menengadahkan tangannya dan berkata, “Kak, minta uangnya, Kak.” Sementara wajahnya penuh dengan keprihatinan.

Siapa yang tidak tersentuh hatinya jika dihadapkan dengan suasana sentimentil semacam itu? Dan tentu sudah dapat ditebak apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Ya, dengan ringan tangan saya mengeluarkan beberapa lembar uang untuk saya kasih ke dia (jumlahnya saya lupa). Tak hanya uang, saya juga memberinya sebungkus pentol cilok—yang satu butirpun belum saya nikmati.

Cilok itu pemberian seorang teman. “Lumayan, untuk mengganjal perut sampai di tempat tujuan,” pesannya. Tapi melihat anak itu, tubuhnya yang kurus, bibirnya yang kering dan gemetar ketika berbicara, membuat hati saya (yang baik ini) tak tega.

Saya berprasangka baik, barangkali memang ia lebih membutuhkan cilok itu dari pada saya; barangkali ia belum makan sedari pagi atau ia sedang menahan lapar berhari-hari. Maka, adegan heroik itu pun terjadi. Toh saya sempat makan sebelum berangkat, pikir saya waktu itu.

Tetapi, buru-buru saya sampaikan, jangan dulu Anda mengira saya dermawan, baik hati dan tidak sombong, jangan! Sekali lagi, jangan! Karena kejadian selanjutnya membuat seluruh upaya niat baik saya itu malah menjadi aib dan kesalahan.

Begini adegan selanjutnya.

***

Setelah anak kecil kumal itu mendapatkan uang dari saya, ia segera lari menghampiri kerumunan bapak-bapak di seberang jalan. Awalnya saya pikir anak itu akan melanjutkan “misi” meminta-mintanya. Tetapi, demi Tuhan, hati saya maktratap setelah saya tahu uang itu untuk apa.

Lihatlah. Kurang ajar. Demit alas kecil itu duduk bersila sambil menyantap cilok dengan bumbu kacang melimpah di depan papan judi dadu. Lailahaillallah, ternyata anak itu mengemis untuk judi bersama bapak-bapak kurang kerjaan itu. Dalam hati saya mengumpat sejadi-jadinya.

Miris. Saya tak tahu ia belajar judi dari mana. Tapi saya curiga, orang-orang tua brengsek itu yang mengajari dan bahkan menyuruhnya untuk mengemis.

Saya kecewa bukan main. Tetapi saya tak merasa dirugikan atau dibodohi, tidak sama sekali. Saya hanya menyesal karena dua alasan: Pertama, saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena terintimidasi oleh penampilannya (saya kecolongan, bapak-ibu).

“Seorang yang seluruh tampilannya meyakinkan dan kepadanya aku tidak menaruh kecurigaan,” sabda Prie GS (alm), esais kondang itu dalam esai “Berkah Seorang Penipu“. Benar. Benar sekali. Karena “seluruh penampilannya meyakinkan” itu saya terkecoh.

Namun, dan ini alasan yang kedua, yang paling membuat saya menyesali kejadian itu adalah: saya merasa bahwa apa yang saya berikan kepadanya telah memberikan jalan untuk berjudi. Padahal, untuk anak seumurannya, seharusnya ia tak mengenal dunia iblis itu (setidaknya sampai ia berusia 17 tahun—eh).

Tetapi, semua itu sudah terjadi. Yang jelas, dari kejadian itu saya belajar. Seperti kata Al Ghazali, tokoh sufi dunia Tassawuf, berkata, “Karena amal tanpa dilandasi oleh ilmu akan ditolak dan akan menjadi perbuatan yang sia-sia tanpa mendapatkan pahala di sisi Allah.”

Entahlah, kejadian tersebut merupakan rejeki anak kecil itu atau malah musibah bagi saya.

Dan di negara ini, misalnya, atas kecurigaan saya, saat kemiskinan seolah dianggap aset, angka putus sekolah tinggi, dan ketimpangan sosial lainnya tumbuh subur, mungkin kejadian itu tak hanya menimpa saya. Barangkali di kota-kota lain, juga banyak hal serupa.

Di kota-kota besar, pemandangan anak-anak mengemis dan mengamen sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, sekadar menyebut satu contoh, di lampu merah tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, sebagian besar dari anak-anak itu dieksploitasi dan disuruh untuk menadahkan tangan meminta sejumlah uang kepada para pemotor dan penumpang di atas angkutan umum perkotaan (angkot).

Sementara lainnya, tak sedikit bayi dan balita—yang digendong perempuan-perempuan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)—dicubit lengan atau kakinya supaya menangis kesakitan sehingga mendapat kasihan dari para pemotor dan penumpang di atas angkot.

Selain lampu merah Cijago, di Jalan Raya Cinere juga banyak diserbu PMKS. Pada Jumat 22 April 2022, menurut laporan Media Indonesia, di sana terjadi kasus eksploitasi anak berusia 7-12 tahun. Anak-anak itu dijadikan sebagai badut dan manusia silver.

Namun sayang, saat disisir oleh Satpol PP Kota setempat, manusia badut dan manusia silver tersebut telah lenyap dari jalanan.

***

Terlepas dari eksploitasi anak yang marak, bercermin pada kejadian yang menimpa saya, maka saya mendapat kesimpulan bahwa kebaikan tanpa pengetahuan adalah sebuah kesalahan.

Anak kecil yang “merampok” saya secara halus dan kemudian berjudi itu tidak salah—karena ia anak kecil. Anak kecil adalah peniru yang baik. Atau barangkali ia salah bukan hasil dari kejahatan, tapi karena cinta dan kasih sayang saya terhadapnya.

Akhirnya, saya teringat, sekali kali, sabda Prie GS, “Kebaikan tanpa ilmu ternyata bukan hanya tidak ada gunanya, tapi ia amat berbahaya. Kita bisa mencintai seseorang, sambil pelan-pelan membunuhnya tanpa menyadarinya.”[T]

Mie Ayam Uncle Sam: Anda Kenyang, Saya Bahagia
Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya
Nasib Sang Burung dan Nasib Kita, Sebuah Renungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Thomas Elisa | Tamu Masa Lalu

Next Post

Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co