12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 25, 2023
in Esai
Kebaikan Tanpa Pengetahuan Adalah Kesalahan

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

APA YANG AKAN Anda lakukan, ketika melihat seorang anak kecil sekitar umur 7 tahunan, berpostur kurus, pakaiannya lusuh, kumal dan memelas, datang menghampiri Anda dengan menyodorkan tangannya yang penuh daki sembari meminta belas kasihan?

Sebelum Anda jawab, saya kasih tahu, tulisan ini adalah pengalaman saya dengan seorang anak kecil yang terlihat kurang beruntung itu.

Anak kecil itu—yang seluruh tampilannya meyakinkan untuk disantuni (jika berperan menjadi anak malang di sinetron pasti tanpa proses casting terlebih dulu sebab malangnya otentik) dan terlihat jauh dari kasih sayang orangtua—datang menghampiri saya sembari menengadahkan tangannya dan berkata, “Kak, minta uangnya, Kak.” Sementara wajahnya penuh dengan keprihatinan.

Siapa yang tidak tersentuh hatinya jika dihadapkan dengan suasana sentimentil semacam itu? Dan tentu sudah dapat ditebak apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Ya, dengan ringan tangan saya mengeluarkan beberapa lembar uang untuk saya kasih ke dia (jumlahnya saya lupa). Tak hanya uang, saya juga memberinya sebungkus pentol cilok—yang satu butirpun belum saya nikmati.

Cilok itu pemberian seorang teman. “Lumayan, untuk mengganjal perut sampai di tempat tujuan,” pesannya. Tapi melihat anak itu, tubuhnya yang kurus, bibirnya yang kering dan gemetar ketika berbicara, membuat hati saya (yang baik ini) tak tega.

Saya berprasangka baik, barangkali memang ia lebih membutuhkan cilok itu dari pada saya; barangkali ia belum makan sedari pagi atau ia sedang menahan lapar berhari-hari. Maka, adegan heroik itu pun terjadi. Toh saya sempat makan sebelum berangkat, pikir saya waktu itu.

Tetapi, buru-buru saya sampaikan, jangan dulu Anda mengira saya dermawan, baik hati dan tidak sombong, jangan! Sekali lagi, jangan! Karena kejadian selanjutnya membuat seluruh upaya niat baik saya itu malah menjadi aib dan kesalahan.

Begini adegan selanjutnya.

***

Setelah anak kecil kumal itu mendapatkan uang dari saya, ia segera lari menghampiri kerumunan bapak-bapak di seberang jalan. Awalnya saya pikir anak itu akan melanjutkan “misi” meminta-mintanya. Tetapi, demi Tuhan, hati saya maktratap setelah saya tahu uang itu untuk apa.

Lihatlah. Kurang ajar. Demit alas kecil itu duduk bersila sambil menyantap cilok dengan bumbu kacang melimpah di depan papan judi dadu. Lailahaillallah, ternyata anak itu mengemis untuk judi bersama bapak-bapak kurang kerjaan itu. Dalam hati saya mengumpat sejadi-jadinya.

Miris. Saya tak tahu ia belajar judi dari mana. Tapi saya curiga, orang-orang tua brengsek itu yang mengajari dan bahkan menyuruhnya untuk mengemis.

Saya kecewa bukan main. Tetapi saya tak merasa dirugikan atau dibodohi, tidak sama sekali. Saya hanya menyesal karena dua alasan: Pertama, saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena terintimidasi oleh penampilannya (saya kecolongan, bapak-ibu).

“Seorang yang seluruh tampilannya meyakinkan dan kepadanya aku tidak menaruh kecurigaan,” sabda Prie GS (alm), esais kondang itu dalam esai “Berkah Seorang Penipu“. Benar. Benar sekali. Karena “seluruh penampilannya meyakinkan” itu saya terkecoh.

Namun, dan ini alasan yang kedua, yang paling membuat saya menyesali kejadian itu adalah: saya merasa bahwa apa yang saya berikan kepadanya telah memberikan jalan untuk berjudi. Padahal, untuk anak seumurannya, seharusnya ia tak mengenal dunia iblis itu (setidaknya sampai ia berusia 17 tahun—eh).

Tetapi, semua itu sudah terjadi. Yang jelas, dari kejadian itu saya belajar. Seperti kata Al Ghazali, tokoh sufi dunia Tassawuf, berkata, “Karena amal tanpa dilandasi oleh ilmu akan ditolak dan akan menjadi perbuatan yang sia-sia tanpa mendapatkan pahala di sisi Allah.”

Entahlah, kejadian tersebut merupakan rejeki anak kecil itu atau malah musibah bagi saya.

Dan di negara ini, misalnya, atas kecurigaan saya, saat kemiskinan seolah dianggap aset, angka putus sekolah tinggi, dan ketimpangan sosial lainnya tumbuh subur, mungkin kejadian itu tak hanya menimpa saya. Barangkali di kota-kota lain, juga banyak hal serupa.

Di kota-kota besar, pemandangan anak-anak mengemis dan mengamen sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, sekadar menyebut satu contoh, di lampu merah tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, sebagian besar dari anak-anak itu dieksploitasi dan disuruh untuk menadahkan tangan meminta sejumlah uang kepada para pemotor dan penumpang di atas angkutan umum perkotaan (angkot).

Sementara lainnya, tak sedikit bayi dan balita—yang digendong perempuan-perempuan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)—dicubit lengan atau kakinya supaya menangis kesakitan sehingga mendapat kasihan dari para pemotor dan penumpang di atas angkot.

Selain lampu merah Cijago, di Jalan Raya Cinere juga banyak diserbu PMKS. Pada Jumat 22 April 2022, menurut laporan Media Indonesia, di sana terjadi kasus eksploitasi anak berusia 7-12 tahun. Anak-anak itu dijadikan sebagai badut dan manusia silver.

Namun sayang, saat disisir oleh Satpol PP Kota setempat, manusia badut dan manusia silver tersebut telah lenyap dari jalanan.

***

Terlepas dari eksploitasi anak yang marak, bercermin pada kejadian yang menimpa saya, maka saya mendapat kesimpulan bahwa kebaikan tanpa pengetahuan adalah sebuah kesalahan.

Anak kecil yang “merampok” saya secara halus dan kemudian berjudi itu tidak salah—karena ia anak kecil. Anak kecil adalah peniru yang baik. Atau barangkali ia salah bukan hasil dari kejahatan, tapi karena cinta dan kasih sayang saya terhadapnya.

Akhirnya, saya teringat, sekali kali, sabda Prie GS, “Kebaikan tanpa ilmu ternyata bukan hanya tidak ada gunanya, tapi ia amat berbahaya. Kita bisa mencintai seseorang, sambil pelan-pelan membunuhnya tanpa menyadarinya.”[T]

Mie Ayam Uncle Sam: Anda Kenyang, Saya Bahagia
Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya
Nasib Sang Burung dan Nasib Kita, Sebuah Renungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Thomas Elisa | Tamu Masa Lalu

Next Post

Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Jas Kuning Adalah Identitas Baru Ridwan Kamil

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co