2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
March 13, 2023
in Esai
Huda: Alasan Memancing dan Nasib Sialnya

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

INI BUKAN SEBUAH gosip. Bukan pula rasan-rasan. Ini cerita betulan.

Di Singaraja, saya memiliki banyak teman.  Tapi, dari sekian banyak itu, tampaknya tak ada yang lebih gila dan nyeleneh  ketimbang teman yang satu ini. Huda, namanya. Pemuda dari Pulau Kangean itu benar-benar gila memancing. Ini hal yang wajar, mengingat, Huda memang “anak pulau”.

Kami dipertemukan di tanah rantau, Singaraja, untuk tujuan yang sama, yakni kuliah.  Berteman sejak awal masuk kuliah sampai sekarang. Pertemanan kami sudah  masuk tahun ke 7—dan itu membuat kami kenyang akan cerita-cerita (pahit-manis) kehidupan di tanah rantau.

Sekadar informasi, Pulau Kangean itu jauh dari Jawa maupun Bali. Salah satu dari beberapa pulau yang masuk ke dalam wilayah kepulauan Madura, Jawa Timur. Pulau yang jarak tempuhnya hampir 10 jam menggunakan transportasi laut dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi—bahkan dari Pelabuhan Kalianget Madura saja, memerlukan kurang lebih 9 jam untuk sampai ke Pulau Kangean. Benar-benar pulau yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota.

Saya sering mendengarkan cerita-cerita Huda tentang ironisnya keadaan masyarakat di pulaunya. Untuk akses kesehatan saja, mereka lebih memilih untuk ke Bali dengan menggunakan perahu kecil yang jauh dari kata Safety. Maklum saja, jarak tempuh dari Pulau Kangean ke Buleleng lebih singkat daripada ke Jawa.

“Hanya 7 jam,” katanya. Meski begitu, kita akan menjadi manusia paling alim juga soleh saat melakukan perjalanan ke sana. “Segala macam doa akan kamu baca. Dan seketika itu kamu akan mengingat Tuhan—karena goncangan ombak yang sampai membasahi sekujur tubuh,” kata Huda mejelaskan. (Sepertinya pemerintah harus lebih banyak mendengar dan membaca kisah-kisah masyarakat Kangean.)

Tapi kali ini saya tak akan membahas tentang Kangean yang dianak tirikan itu. Saya hanya ingin menceritakan sahabat saya, Huda—pemuda dekil dari Kangean itu.

***

Entah setan apa yang telah menyerang ketenangan hidup pemuda yang serba selow itu. Setiap kali kami bertemu, sapaan pertama yang terlontar dari mulut berbisanya bukan menanyakan kabar, “sudah makan apa belum?” atau sapaan klise lainnya. Tetapi, sapaannya saat bertemu saya pasti, “Cuk, ayo mancing!”

(Kami berdua memang saling memanggil satu sama lain dengan sapaan “cuk”. Rasanya aneh saja kalau pertemanan yang sudah kami bangun 7 tahun ini masih memanggil satu sama lain dengan sebutan nama. Menurut saya itu kurang ada kemistri.)

Hampir setiap hari kami memancing. Entah pagi maupun sore (kadang sampai lupa waktu—bahkan kami pernah memancing di Pantai Skip, dari matahari baru nongol sampai matahari tepat di atas kepala kami. Berapa jam itu?)

Kami tinggal di kos yang berbeda. Saya di Perumahan Jalak Putih, dia kos di kamar belakang sekretariat HMI Cabang Singaraja di Jalan Abimanyu. Meskipun berbeda tempat tinggal, rutinitas pertemuan kami (inten) hampir setiap hari—karena satu kegiatan: memancing.

Awalnya saya kira memancing adalah caranya menghilangkan kejenuhan lantaran lamaran kerjanya tak kunjung mendapatkan hasil (Huda lulus lebih dulu daripada saya). Tapi, lama kelamaan saya menaruh curiga dengannya dan kegiatan memancingnya.

Begini. Ia, setiap kali ngajak mancing, selalu request umpan udang. Tak mau dia memancing dengan umpan lain. Memang benar. Hal ini tampak biasa. Secara teori dunia permancingan, di kalangan angler mania, umpan udang memang umpan istimewa. Selain gampang penggunannya, biasanya hasil yang diperoleh juga ikan-ikan predator yang berukuran lumayan besar.

Tetapi bangsatnya, teori itu tak berlaku untuk teman saya ini. Meskipun umpan udang, seingat saya, tak pernah joran pancingnya melengkung drastis karena sambaran ikan. (Kalau melengkung karena nyangkut di batang kayu atau sampah itu sudah pasti.)

Kalaupun ada sambaran, itu hanya ikan karang yang kecil-kecil itu. Alih-alih kenyang, kalau digoreng, itu hanya akan mencemari minyak goreng saja. Memang lebih cocok sebagai ikan hias.

Tapi kecurigaan saya benar-benar terbukti. Ternyata, umpan udang yang selalu jadi permintaannya sebagai umpan memancing itu adalah solusi alternatifnya kalau tak dapat ikan. Begini ucapannya yang selalu saya ingat sampai sekarang di saat memancing tak membuahkan hasil: “Kan masih ada udang, Cuk,” dengan senyum licik yang terpancar dari raut wajah yang nggatheli itu.

Benar-benar jawaban yang sangat menjengkelkan. Tampaknya bagi kami, mahasiswa perantauan, kalau tidak memiliki uang, memancing adalah pilihan terbaik. Selain untuk mencari kesenangan, juga menjadi ajang mencari tambahan nutrisi kalau dapat ikan.

***

Terlepas dari alasannya memancing dengan umpan udang itu, saya juga merasakan betul tentang kenehan teman saya ini. Tampaknya kekecewaan dan nasib buruk telah utuh menjadi takdir hidupnya selama di Singaraja.

Pernah satu waktu, pas di kampus, nasi sebungkus yang dia gantung di motor hasil pinjaman itu, raib di santap seekor anjing. Padahal, bungkusan nasi itu hanya ia tinggal sebentar masuk ke dalam kampus yang entah untuk urusan apa. Dan tragisnya, itu adalah uang terakhirnya di minggu itu. Benar-benar sial sekali hidupnya.

Atau tentang sepatu pantofel hitam yang sekilas mirip sepatu Aladinkarena tampilannya yang runcing dan melengkung ke atas.  Ini benar-benar menggelikan dan tidak masuk akal. Sepatu yang menjadi andalannya untuk kuliah itu—ia sangat menyayangi sepatu itu—telah terkoyak dengan sangat memprihatinkan karena keganasan anjing di kosnya yang sebelumnya. Sebelah kiri kalau tidak salah ingat.

Saat itu, umpatan dan hinaan ia lontarkan via telpon bukan kepada hewan najis yang telah mengkoyak sepatunya, tapi kepada saya. Ia bercerita dengan penuh amarah. Awalnya saya tertawa terpingkal-pingkal sebelum saya iba kepadanya.

Sebenarnya banyak kegilaan lainnya yang lahir dari perjalanan hidup pemuda dengan postur tubuh yang serba kurang itu selama di Singaraja. Dari ikut demo menggunakan baju bertuliskan Transformer dan kemeja coklat yang sangat Prabowo itu benar-benar melekat diingatan saya. Mengingatnya membuat saya tersenyum geli.

Terakhir, dari tulisan ini, setidaknya ada dua hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, saya sedih karena faktanya dia lulus terlebih dahulu dan memutuskan untuk pulang ke pulaunya (Kangean), dan kedua, saya bersyukur, karena saya tidak akan pernah memancing lagi dengannya.[T]

Mie Ayam Uncle Sam: Anda Kenyang, Saya Bahagia
Nasib Sang Burung dan Nasib Kita, Sebuah Renungan
Saya Belum Lulus, dan Itu Pilihan Saya
Tags: bulelengKepulauan KangeanmahasiswamemancingSingarajaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berbagi Makanan atau Berbagi Postingan Makanan

Next Post

Ginjalku Sayang, Ginjalku Malang

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Ginjalku Sayang, Ginjalku Malang

Ginjalku Sayang, Ginjalku Malang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co