4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Musti Ariantini by Musti Ariantini
April 10, 2023
in Esai
Pantai, Tempat Berkumpulnya Orang-orang Stress

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

PANTAI KALA SENJA, memang salah satu lukisan Tuhan yang layak dinikmati, mungkin dengan segelas kopi, ditambah sepotong lumpia dengan bumbu khasnya. Deburan ombak dan desir angin— yang hanya bisa ditemukan di pantai—membawa euphoria tersendiri. Maka tak heran pantai tak pernah sepi, ya kecuali hujan tentunya.

Pantai selalu menjadi pilihan untuk dikunjungi; selalu ada alasan untuk menginjakan kaki pada butiran-butiran pasir yang halus, yang menggelitik kaki, sembari memandangi semburat cahaya jingga yang terlukis di ufuk barat (kata-kata yang saya pinjam dari kamus anak indie).

Dulu saya pernah mendengar celetukan seseorang. Begini katanya, “Pantai itu tempatnya orang-orang stress berkumpul”. Saat itu saya menampik ungkapan tersebut. Bagaimana mungkin tempat yang begitu indah dan menenangkan menjadi tempat untuk orang-orang stress?

Sampai suatu waktu saya memikirkan kembali kalimat tersebut sembari memiringkan sudut pandang dan percaya tidak percaya memang begitulah adanya.

Entah keajaiban apa yang dimiliki oleh pantai, dan matahari tenggelam, sehingga mampu membius banyak orang untuk menikmatinya dan meredakan stress dari masalah hidup meski hanya sejenak—atau pantai memang memiliki keajaiban untuk memulihkan energi-energi negatif?

Ya, mungkin saja. Hal ini juga dibuktikan secara ilmiah dalam penelitian yang dilakukan di Washington University dan UC Irvine.

Dalam penelitian tersebut dinyatakan bahwa berlibur ke pantai mampu mengurangi depresi dan kecemasan serta mengembalikan Kesehatan mental. Pernyataan tersebut diperkuat dengan beberapa alasan diantaranya:

  • Adanya efek bioklimat

Pantai memiliki peredaran udara dan radiasi ultraviolet yang kuat dari waktu ke waktu, kondisi ini sangat bagus untuk pernapasan.

Bioklimat pada pesisir pantai memiliki sifat yang sedatif, menenangkan dan mampu memulihkan dari beberapa penyakit, salah satunya depresi, salah duanya serangan jantung, untuk salah tiga dan seterusnya, bisa kawan-kawan tanyakan pada Mbah Google.

  • Deburan ombak

Deburan ombak yang saling bersahutan ketika menabrak batu karang, bisa menenangkan pikiran dan merangsang produksi bahan kimia dalam tubuh seperti serotonin dan dopamin yang terasa menengangkan di tubuh kita, sehingga mood bisa meningkat dan stress berkurang.

Kalau tidak percaya cobalah kawan-kawan berkelah ke pantai, resapi deburan ombak sembari menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Bentangkan pandangan sejauh lautan lepas.

  • Warna biru lautan

Warna biru laut yang dipadukan dengan birunya langit pada cakrawala luas, mampu mendatangkan inspirasi, ketenangan dan kenyamanan. Maka tak heran ketika berada di pantai kita merasa nyaman dan damai.

Ditambah suara deburan ombak dan desir angin yang mampu mengaktifkan sistem saraf, sehingga membuat kita lebih rileks, setelah menjalani hari-hari yang berat dan penuh tekanan.

Ketika berada di pantai, kita cenderung merasa mengantuk, namun pada esok harinya ketika terbangun dari tidur, kita akan bersemangat dan penuh energi positif.

Hal tersebut karena suasanan pantai dapat memproduksi hormon yang baik dalam tubuh seperti serotonin yang memberikan dorongan energi dan mendorong pemikiran positif.

***

Dalam keseharian, saya juga merasakannya, atau barangkali kawan-kawan juga merasa bahwa pantai tempat yang cocok untuk meredakan stress.

Ketika mengalami hari yang berat dan permasalahan yang memenuhi setiap sudut kepala, hal yang terlintas pertama mestilah pantai. Dan ajaibnya, setiap permasalahan akan mereda bahkan tak jarang bertemu solusinya, ketika saya berada di pantai.

Entah itu masalah keluarga, persahabatan, karier, kuliah, percintaan atau masalah-masalah hidup lainnya yang seperti tidak ada habisnya.

Begitupun dengan sahabat-sahabat saya, ketika mereka dilanda penyakit saraf ringan (depresi/stress) akan masalah hidupnya, sudah pasti ajakan ke pantai yang pertama kali terucap.

Di pantai kita bisa menemukan berbagai ekspresi orang-orang, entah sedih, bahagia, merenung, meratapi nasib, bahkan tak jarang menangis.

Mengeluarkan segala penat dan keluhannya akan dunia yang mungkin terkesan tidak adil. Barangkali mereka tidak memiliki pendengar sehingga memilih bertutur pada desau angin dan riak ombak.

Ya, ternyata benar, pantai adalah tempat orang-orang stress, atau mungkin saya perhalus, bahwa pantai tempat untuk meredakan stress. Yuk, mantai![T]

Pantai Pasir Putih di Buleleng Barat, Tempat Asyik Untuk Pacaran Sehat
Suatu Senja di Pantai Amed
“Perselingkuhan” yang Indah dan Membanggakan di Pantai Karang Sewu Gilimanuk
Suatu Senja di Pantai Batu Belig, Seorang Perempuan dan 50 Anjing
Tags: esaikehidupanSenja di Cakrawalastres
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Andai Aku Punya Pintu ke Mana Saja

Next Post

Kopdar Bike 10: Melihat Keberagaman Singaraja dari Atas Sadel Sepeda

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Kopdar Bike 10: Melihat Keberagaman Singaraja dari Atas Sadel Sepeda

Kopdar Bike 10: Melihat Keberagaman Singaraja dari Atas Sadel Sepeda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co