2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Winda dari Blahkiuh, Usia 22 Tahun, Mantap Bertani, Susun Jadwal Kerja Bak Pegawai Kantor

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
April 11, 2023
in Persona
Winda dari Blahkiuh, Usia 22 Tahun, Mantap Bertani, Susun Jadwal Kerja Bak Pegawai Kantor

Ni Made Winda Sumantari

TAHUN 1970-AN KE BAWAH, cerita perempuan muda jadi petani adalah cerita biasa. Tidak ada nilai beritanya. Kini, pada zaman millennial, perempuan muda memantapkan diri jadi petani adalah berita luar biasa.

Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ada seorang perempuan muda, usianya baru 22 tahun, dan memutuskan diri menjadi petani. Nama perempuan itu, Ni Made Winda Sumantari. Ia lahir 23 Juli 2000.

Winda bisa disebut sebagai perempuan luar biasa karena keputusannya yang tak biasa. Pada saat perempuan muda lainnya berlomba masuk kantor, ia justru menjadikan sawah sebagai kantor untuk mendapatkan penghasilan.

***

Saya bertemu Winda pada Senin, 11 April 2023. Saat itu saya mengikuti aktifitas program wisata berkelanjutan, Plesir ke Desa, bersama beberapa teman.

Tepat siang hari pukul 13.00 WITA saya bersama teman berangkat dari Desa Sading, Badung, menuju Desa Blahkiuh. Kami naik bemo.

Hanya membutuhkan waktu 30 menit kami sampai di Desa Blahkiuh. Kami yang melakukan “Perjalanan Wisata Desa” hendak bertemu dan mendengarkan cerita seorang remaja putri yang memantapkan diri jadi petani. Ya, itu,  Ni Made Winda Sumantari.

Winda, begitu perempuan manis ini dipanggil. Ia anak kedua dari pasangan I Made Jana (54 tahun) dan Ni Made Sutami (47 tahun)

Kami sampai pada sebuah jalan desa, dan Winda menyambut kami untuk diajak menuju rumahnya di Banjar Ulapan.

Dalam perjalanan menuju rumah Winda, saya masih bertanya-tanya dalam diri, apa yang akan saya temukan dalam perjalanan ke desa ini. Namun, tak ada yang tidak menarik hati jika sudah berada di sebuah desa. Dan, kemudian saya memang temukan banyak hal yang menarik perhatian, terutama hal-hal yang jarang ditemukan di desa lain.

Di rumah Winda kami disuguhi jamu kumis kucing. Itu jamu yang dibuat dari bahan utama tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Kebetulan banyak tanaman kumis kucing di sekitar rumah Winda.

Kumis kucing memang dipercaya sebagai tanaman obat. Tanaman ini berbatang basah yang tegak dengan bunga menyerupai kumis kucing. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia, tentu saja sampai ke sekitar rumah Winda..

Setelah minum jamu kumis kucing, kami bersiap untuk berjalan-jalan keliling desa, perkebunan dan persawahan. Winda sendiri sebagai tour leader sekaligus narasumber.

Pemandangan sawah di kawasan subak Desa Blahkiuh punya ciri khas tersendiri. Wilayahnya cukup datar, dengan pemandangan gunung-gunung di sebelah utara. Pepohonan masih rindang.

Foto: Trekking di tepi parit menuju persawahan Desa Blahkiuh

Perjalanan dilakukan kurang lebih dua kilometer ini. Sepanjang perjalanan saya pelan-pelan mulai mengerti siapa sesungguh Winda, perempuan muda yang tak biasa  ini.

Setelah Winda menjelaskan sistem subak secara sederhana sambil berjalan-jalan, tibalah saya di sawah yang menjadi  tujuan utama. Kami ngobrol di tengah gubuk yang mungil.

Sebagai petani, Winda menjelaskan berbagai kegiatannya selama ia berada di sawah. Selain menanam padi, ia juga menanam sayur seperti kangkung, sayur hijau, dan kol.

Kami ikut melakukan praktek penanaman. Dan, Winda mengarahkan kami dengan sabar. Kami menyemai bibit kangkung di tray yang sudah disiapkan.

Foto: kami memetik kangkung

Setelah itu, kami diajak intuk menanam bibit kangkung dan menggemburkan tanah. Sebagian besar dari kami sangat  tertarik melakukan apa yang Winda suruh, seraya merasakan bagaimana menjadi petani. Saya sendiri menyadari kegiatan ini lebih dari sesuatu yang bisa dianggap menarik.

***

Ngomong-ngomong, bagaimana Winda bisa memutuskan untuk menjadi petani?

“Saya termotivasi dengan kehidupan orang tua dulu, walaupun menjadi petani tapi masih bisa menghidupi keluarga, menyekolahkan anaknya,” kata Winda.

Winda juga melihat dirinya sendiri yang bisa sekolah karena hasil pertanian di sawah. Karena menyadari dirinya bisa sekolah dari hasil pertanian, ia pun termotivasi menjadi petani dan mau mendalami pertanian.

“Saya meyakinkan diri bisa sukses di pertanian. Jangan takut kotor. Petani itu memang harus kotor,” kata Winda.

Keputusan untuk menjadi petani ternyata juga punya tantangan tersendiri.

“Awalnya tidak didukung orang tua setelah saya memutuskan menjadi petani,” kata Winda.

Orang tua, kata Winda, tak mau anaknya menjadi petani barangkali karena pemikiran orang luar yang menggangap menjadi petani itu adalah satu langkah mundur. Padahal kemajuan banyak orang yang dinikmati sekarang ini ada karena orang tua mereka menjadi petani.

Foto: Pemandangan persawahan Desa Blahkiuh

Tantangan paling berat, kata Winda, saat memeutuskan menjadi petani tepat dua tahun yang lalu ia hanya punya modal Rp 100.000 untuk membeli bibit sayur mayur. “Tapi dengan modal itu saya tetap memulai jalanmenjadi petani. Saya meyakinkan diri untuk tetap berjalan menjadi petani,” kata Winda.

Yang menarik, pola kerja Winda tentu tidak sama dengan pola kerja petani pada umumnya. Dalam bekerja, ia membuat jadwal kerja layaknya pegawai kantoran. Dia memberikan dirinya sendiri jadwal libur.

Soal kemungkinan gagal, Winda punya prinsip sendiri. Aktifitas ini paling tidak sudah memberi banyak sekali pengalaman bagi dirinya. “Karena memang ternyata selalu ada bibit-bibit baik, meski tidak banyak yang tumbuh. Setidaknya ada bibit dan ditanam, dan semua itu harus dirawat dan dikelola dengan baik,” kata Winda.

Semoa tumbuh subur dan berkah buat semua. Terima kasih, Winda. [T]

Pertanian, Pariwisata, Industri Kreatif, Integrasi yang tak Sampai #Kolom Made Metera
Padi, “Guremisasi Petani”, dan Mengembalikan Pertanian kepada Paradigma Budaya
Jika Sarjana Pertanian jadi Pegawai Bank, Apakah Kampus Masih Penting?
Tags: PerempuanPerempuan Balipertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puasa di Masa Kecil dan Kenakalan-kenakalan yang Mewarnainya

Next Post

Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co