2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Santi Dewi by Santi Dewi
April 11, 2023
in Khas
Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Razan Wirjosandjojo dalam Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi | Foto: Amrita Dharma Darsanam

“Terkadang dalam menjalani rutinitas, kita seringkali tidak jujur dengan diri, maka dalam bergerak, jujur pada perasaan dan tubuh sangat penting untuk membuat kita kembali menjadi diri kita yang jujur!”

Kurang lebih begitulah kata Razan Wirjosandjojo dalam diskusi santai dan hangat usai Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi selesai.

Workshop gerak itu diadakan oleh Mulawali Institute bertajuk Studi Klub Pragina pada Jumat, 07 April 2023 di Penggak Men Mersi, Denpasar. Menghadirkan Razan Wirjosandjojo sebagai narasumber.

Razan Wirjosandjojo sendiri merupakan seniman asal Solo yang memulai praktik seni tarinya sejak tahun 2010. Ia juga mempelajari berbagai disiplin ilmu dari berbagai ruang dan komunitas yang diaplikasikannya lewat karya-karya pertunjukkan dan juga film. Saat ini, Razan adalah murid sekaligus staf paruh waktu di Studio Plesungan.

Kegemaran Razan dalam belajar rupanya menjadi salah satu alasan kedatangannya ke Bali. Hal ini terlihat dari gagasan soal self-sculpting yang ia sampaikan dalam workshop ketika beberapa waktu lalu mempelajari tari Bali bersama salah satu maestro tari yaitu Ni Ketut Arini.

Di awal workshop, Razan menyampaikan bahwa pengalaman belajarnya bersama Ni Ketut Arini memunculkan suatu kesadaran baru bahwa dalam proses mentransfer pengetahuan dalam hal ini adalah konteks menari, sama saja halnya seperti memahat tubuh pelakunya. Maka dari itu, dalam workshop ini, Razan mencoba mengajak para partisipan untuk menelusuri pendekatan self-sculpting.

Gagasan yang ditawarkan Razan pun menarik banyak partisipan. Ada total 20 orang lebih yang hadir dan tertarik untuk mengenal maupun belajar lebih jauh tentang workshop gerak tersebut.

Meski program ini berjudul Studi Klub Pragina, namun partisipan yang hadir ternyata sangat bervariatif; ada pelajar SMP & SMA, mahasiswa, guru, dosen, arsitek, peneliti, penari, dan perupa. Berbagai kalangan hadir dan berkumpul bersama dalam satu tempat untuk merasakan pengalaman gerak yang dibagikan oleh Razan.

Setelah saling berkenalan, workshop yang dipandu Razan pun dimulai dengan pemanasan. Gerakan-gerakan pemanasan yang dilakukan memang lebih banyak pada posisi duduk atau terlentang, namun meskipun posisi yang diambil adalah duduk dan terlentang, gerakan-gerakan yang dilakukan memerlukan pengaturan napas yang baik dan harus berfokus pada core.

Dalam pemanasan itu, Razan juga meminta partisipan membayangkan dan mencoba merasakan detail sesuatu yang sedang digerakkan.

“Bayangkan teman-teman sedang menyentuh awan, atau mungkin sedang mengelus air, atau memegang sutra yang sangat lembut, rasakan lembutnya,” kata Razan saat menginstruksikan kami untuk merentangkan tangan ke samping sembari menggerakkan badan memutar dan tetap fokus pada core.

Di lain gerakan, dalam posisi terlentang di tanah, Razan meminta kami membayangkan sedang ditusuk pada bagian perut. Hal ini membuat efek terkejut sehingga memberikan refleks pada bagian dada ke atas dan kaki menjadi naik dan langsung di-release cepat ke posisi terlentang kembali. Lagi-lagi gerakan ini berpusat pada perut.

“Ingat fokus berada di core!” Razan terus mengingatkan kami.

Dengan instruksi-instruksi yang diberikan Razan, saya sendiri yang juga mengikuti workshop merasa lebih menemukan motivasi untuk bergerak ketika Razan meminta kami membayangkan secara concrete imajinasi kami dan mencoba merasakannya. Sehingga bentuk gerak yang dilakukan tidak hanya sekadar menjadi perpindahan-perpindahan tubuh, tetapi menjadi gerak yang lebih terhayati.

Setelah beberapa gerakan peregangan yang bertitik fokus pada core, Razan perlahan-lahan mulai mengajak kami menyadari tubuh kami masing-masing, terutama bagian tulang punggung.

Razan menginstruksikan kami untuk perlahan menggerakkan dan merasakan tulang punggung, ia juga mengingatkan kami bahwa sebelum kita berbentuk manusia seperti sekarang, ada sejarah panjang di mana evolusi manusia terjadi. Dan barangkali saja, kepurbaan itu masih ada dalam diri kita. Maka dari itu, Razan seperti mengajak kami mengenal lagi tubuh kami sendiri.

Tak hanya berhenti pada tubuh, Razan juga mengajak kami untuk percaya pada tanah, tanah tempat kita berpijak. Saat ini, tak sedikit orang yang seolah-olah takut dengan tanah, maka dari itu Razan mengajak kami untuk merangkak perlahan sambal menghayati bumi yang sedang kita sentuh, merasakan lagi bumi sebagai pusat, dan kembali menyatu dengan semesta.

Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi | Foto: Amrita Dharma Darsanam

Workshop lalu melangkah lebih jauh pada gerak melalui pendekatan Shio. Razan menanyakan Shio kami masing-masing, ia juga meminta kami memilih satu benda padat dan satu benda halus.

“Sekarang bayangkan binatang (menurut Shio masing-masing) tersebut masuk ke dalam tubuh teman-teman, kira-kira seperti apa bentuknya? Jika teman-teman adalah binatang tersebut, seperti apa teman-teman akan bergerak?” kata Razan memberikan gambaran untuk menjembatani kami melakukan gerakan selanjutnya.

Ia lalu meminta kami menutup mata dan perlahan-lahan membiarkan tubuh kami bergerak secara natural dengan acuan binatang sesuai Shio kami masing-masing. Ia juga mengingatkan kami untuk menyingkirkan perasaan takut terlihat jelek karena yang terpenting bukan masalah terlihat bagus atau tidak, tapi bagaimana kita bisa bergerak dengan jujur tanpa dibuat-buat.

Perlahan-lahan, setelah memfokuskan diri, kami pun mulai bergerak dengan definisi dan imajinasi kami masing-masing. Penggunaan Shio sebagai pendekatan gerak yang dipilih Razan menjadi suatu hal menarik di mana saya sendiri melihat ada beragam macam gerak dan interpretasi soal binatang-binatang Shio itu sendiri.

Misalnya saya yang bershio Naga, memiliki gerak yang jauh berbeda dengan teman-teman yang bershio naga juga. Begitu juga teman-teman lainnya yang memiliki shio yang sama, ternyata bentuk gerak yang keluar tidak ada yang terlihat sama, bahkan jika kita tidak mengetahui apa shio orang tersebut, barangkali kita tidak bisa menebak binatang apa yang sedang diterjemahkan melalui gerakannya.

Bagi saya, hal ini sungguh sangat menarik, bagaimana kemudian background, pengetahuan dan keseharian sangat mempengaruhi bagaimana kita membangun imajinasi bentuk, meskipun sesuatu yang dibentuk adalah hal yang sama.

Lalu setelah kami bergerak dengan kesadaran binatang Shio tersebut sambil bersama-sama berjalan menuju satu arah, Razan lalu mulai mengajak kami untuk berimajinasi sedang memahat sebuah patung yang berbentuk shio kami dengan satu benda padat dan satu benda halus yang sudah kami pilih.

Kemudian secara perlahan, imajinasi tentang memahat patung shio dengan 2 hal yang kami pilih tersebut diterjemahkan melalui gerakan-gerakan yang mengekspresikan gabungan tersebut sambil berjalan lagi ke arah sebaliknya.

Setelah melakukan banyak pencarian gerak dari hasil bangunan imajinasi-imajinasi tersebut, di akhir workshop, Razan meminta kami mencari pasangan. Pada momen inilah Razan mengajak kami untuk secara bergiliran menjadi pemahat atau pembentuk, dan satu orang lagi semacam menjadi patung yang dibentuk.

Bagi yang membentuk, Razan mengingatkan bahwa sangat penting untuk memperhatikan setiap detail dari bentuk yang dibuat, dan untuk yang dibentuk harus mencoba merasakan setiap pergeseran tubuh yang diarahkan oleh pembentuk.

Selanjutnya Razan mengajak kami untuk menggabungkan shio satu sama lain dan membayangkan bagaimana bentuk detailnya. Misalnya saya yang bershio naga, dan pasangan saya bershio ayam.

Kami semua harus membayangkan secara detail hewan macam apa yang akan kami buat dari gabungan kedua shio tersebut, apakah naga berkepala ayam atau tubuh ayam berkepala naga? Semua harus kami bayangkan sedetail mungkin dan disimpan dalam imajinasi masing-masing.

Imajinasi itu lalu diwujudkan dengan membentuk pasangan kita yang sedang menjadi patung sesuai dengan hewan yang sudah kita bayangkan, lalu bergantian, bertukar posisi, dan si pembentuk juga menirukan patung yang dibentuknya.

Workshop lalu diakhiri dengan bergerak kembali dengan bangunan imajinasi-imajinasi yang sudah kami simpan dan perlahan-lahan mengambil posisi berdiri ke pinggir.

“Tek” lampu ruangan menyala dan musik berhenti.

Memang sejak awal workshop dimulai, Razan menyajikan backsound musik yang beragam untuk mendukung workshop gerak ini, dan entah mengapa saya rasa musik-musik yang diputar pun mendukung setiap gerakan yang dilakukan. Terkadang pada saat gerakannya lambat, musiknya pun memiliki beat yang lambat.

Suasana santai dalam Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi | Foto: Amrita Dharma Darsanam

Dan ketika sedang bergerak cepat, beat musiknya pun berubah menjadi cepat. Barangkali Razan sudah mempersiapkan betul pilihan-pilihan musik dan gerak yang dibagikan, tapi terlepas dari itu, saya rasa unsur musik memang sangat penting dalam pembangunan suasana, dan bagi saya pribadi, kehadiran musik sangatlah membantu.

Setelah workshop selesai, kami pun saling membagikan pengalaman masing-masing. Beberapa partisipan mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya bagi mereka untuk mengikuti workshop olah gerak dan merasakan pengalaman bergerak sedalam itu.

Partisipan lain mengatakan bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang mudah terbuka jika berada dalam lingkungan baru, tetapi dalam workshop ini, ia mengaku menemukan situasi yang tepat untuk belajar lebih membuka diri tanpa perlu merasa takut dihakimi karena ia bisa bebas mengekspresikan diri. 

Ruang-ruang belajar yang lebih terbuka seperti ini saya rasa menjadi tempat yang baik untuk melihat lebih banyak point of view, temuan, dan juga peluang. Seperti kata Razan Wirjosandjojo dalam diskusi, meskipun sudah bertahun-tahun melakoni, ia tetap menemukan dan mendapatkan hal-hal baru di setiap waktunya.

Begitu juga saya dan barangkali juga teman-teman partisipan workshop yang lain, kami menemui dan belajar mengenal lagi pusat dalam diri. Seperti membuat patung, perlu diamati teliti dan dipahat hati-hati. [T]

Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali
Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Memetakan Arah dan Membangun Seni Kontemporer di Bali
Tags: Mulawali Instituteseni tariteater tubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Winda dari Blahkiuh, Usia 22 Tahun, Mantap Bertani, Susun Jadwal Kerja Bak Pegawai Kantor

Next Post

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Santi Dewi

Santi Dewi

Lahir di Kalimantan, 02 Mei 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Saat ini aktif dalam Teater Kampus Seribu Jendela. Suka menyanyi, teater, dan melukis wajah.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co