14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Santi Dewi by Santi Dewi
April 11, 2023
in Khas
Workshop Gerak Mulawali Institute: Mencari Pusat Diri Dalam Tubuh Setengah Jadi

Razan Wirjosandjojo dalam Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi | Foto: Amrita Dharma Darsanam

“Terkadang dalam menjalani rutinitas, kita seringkali tidak jujur dengan diri, maka dalam bergerak, jujur pada perasaan dan tubuh sangat penting untuk membuat kita kembali menjadi diri kita yang jujur!”

Kurang lebih begitulah kata Razan Wirjosandjojo dalam diskusi santai dan hangat usai Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi selesai.

Workshop gerak itu diadakan oleh Mulawali Institute bertajuk Studi Klub Pragina pada Jumat, 07 April 2023 di Penggak Men Mersi, Denpasar. Menghadirkan Razan Wirjosandjojo sebagai narasumber.

Razan Wirjosandjojo sendiri merupakan seniman asal Solo yang memulai praktik seni tarinya sejak tahun 2010. Ia juga mempelajari berbagai disiplin ilmu dari berbagai ruang dan komunitas yang diaplikasikannya lewat karya-karya pertunjukkan dan juga film. Saat ini, Razan adalah murid sekaligus staf paruh waktu di Studio Plesungan.

Kegemaran Razan dalam belajar rupanya menjadi salah satu alasan kedatangannya ke Bali. Hal ini terlihat dari gagasan soal self-sculpting yang ia sampaikan dalam workshop ketika beberapa waktu lalu mempelajari tari Bali bersama salah satu maestro tari yaitu Ni Ketut Arini.

Di awal workshop, Razan menyampaikan bahwa pengalaman belajarnya bersama Ni Ketut Arini memunculkan suatu kesadaran baru bahwa dalam proses mentransfer pengetahuan dalam hal ini adalah konteks menari, sama saja halnya seperti memahat tubuh pelakunya. Maka dari itu, dalam workshop ini, Razan mencoba mengajak para partisipan untuk menelusuri pendekatan self-sculpting.

Gagasan yang ditawarkan Razan pun menarik banyak partisipan. Ada total 20 orang lebih yang hadir dan tertarik untuk mengenal maupun belajar lebih jauh tentang workshop gerak tersebut.

Meski program ini berjudul Studi Klub Pragina, namun partisipan yang hadir ternyata sangat bervariatif; ada pelajar SMP & SMA, mahasiswa, guru, dosen, arsitek, peneliti, penari, dan perupa. Berbagai kalangan hadir dan berkumpul bersama dalam satu tempat untuk merasakan pengalaman gerak yang dibagikan oleh Razan.

Setelah saling berkenalan, workshop yang dipandu Razan pun dimulai dengan pemanasan. Gerakan-gerakan pemanasan yang dilakukan memang lebih banyak pada posisi duduk atau terlentang, namun meskipun posisi yang diambil adalah duduk dan terlentang, gerakan-gerakan yang dilakukan memerlukan pengaturan napas yang baik dan harus berfokus pada core.

Dalam pemanasan itu, Razan juga meminta partisipan membayangkan dan mencoba merasakan detail sesuatu yang sedang digerakkan.

“Bayangkan teman-teman sedang menyentuh awan, atau mungkin sedang mengelus air, atau memegang sutra yang sangat lembut, rasakan lembutnya,” kata Razan saat menginstruksikan kami untuk merentangkan tangan ke samping sembari menggerakkan badan memutar dan tetap fokus pada core.

Di lain gerakan, dalam posisi terlentang di tanah, Razan meminta kami membayangkan sedang ditusuk pada bagian perut. Hal ini membuat efek terkejut sehingga memberikan refleks pada bagian dada ke atas dan kaki menjadi naik dan langsung di-release cepat ke posisi terlentang kembali. Lagi-lagi gerakan ini berpusat pada perut.

“Ingat fokus berada di core!” Razan terus mengingatkan kami.

Dengan instruksi-instruksi yang diberikan Razan, saya sendiri yang juga mengikuti workshop merasa lebih menemukan motivasi untuk bergerak ketika Razan meminta kami membayangkan secara concrete imajinasi kami dan mencoba merasakannya. Sehingga bentuk gerak yang dilakukan tidak hanya sekadar menjadi perpindahan-perpindahan tubuh, tetapi menjadi gerak yang lebih terhayati.

Setelah beberapa gerakan peregangan yang bertitik fokus pada core, Razan perlahan-lahan mulai mengajak kami menyadari tubuh kami masing-masing, terutama bagian tulang punggung.

Razan menginstruksikan kami untuk perlahan menggerakkan dan merasakan tulang punggung, ia juga mengingatkan kami bahwa sebelum kita berbentuk manusia seperti sekarang, ada sejarah panjang di mana evolusi manusia terjadi. Dan barangkali saja, kepurbaan itu masih ada dalam diri kita. Maka dari itu, Razan seperti mengajak kami mengenal lagi tubuh kami sendiri.

Tak hanya berhenti pada tubuh, Razan juga mengajak kami untuk percaya pada tanah, tanah tempat kita berpijak. Saat ini, tak sedikit orang yang seolah-olah takut dengan tanah, maka dari itu Razan mengajak kami untuk merangkak perlahan sambal menghayati bumi yang sedang kita sentuh, merasakan lagi bumi sebagai pusat, dan kembali menyatu dengan semesta.

Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi | Foto: Amrita Dharma Darsanam

Workshop lalu melangkah lebih jauh pada gerak melalui pendekatan Shio. Razan menanyakan Shio kami masing-masing, ia juga meminta kami memilih satu benda padat dan satu benda halus.

“Sekarang bayangkan binatang (menurut Shio masing-masing) tersebut masuk ke dalam tubuh teman-teman, kira-kira seperti apa bentuknya? Jika teman-teman adalah binatang tersebut, seperti apa teman-teman akan bergerak?” kata Razan memberikan gambaran untuk menjembatani kami melakukan gerakan selanjutnya.

Ia lalu meminta kami menutup mata dan perlahan-lahan membiarkan tubuh kami bergerak secara natural dengan acuan binatang sesuai Shio kami masing-masing. Ia juga mengingatkan kami untuk menyingkirkan perasaan takut terlihat jelek karena yang terpenting bukan masalah terlihat bagus atau tidak, tapi bagaimana kita bisa bergerak dengan jujur tanpa dibuat-buat.

Perlahan-lahan, setelah memfokuskan diri, kami pun mulai bergerak dengan definisi dan imajinasi kami masing-masing. Penggunaan Shio sebagai pendekatan gerak yang dipilih Razan menjadi suatu hal menarik di mana saya sendiri melihat ada beragam macam gerak dan interpretasi soal binatang-binatang Shio itu sendiri.

Misalnya saya yang bershio Naga, memiliki gerak yang jauh berbeda dengan teman-teman yang bershio naga juga. Begitu juga teman-teman lainnya yang memiliki shio yang sama, ternyata bentuk gerak yang keluar tidak ada yang terlihat sama, bahkan jika kita tidak mengetahui apa shio orang tersebut, barangkali kita tidak bisa menebak binatang apa yang sedang diterjemahkan melalui gerakannya.

Bagi saya, hal ini sungguh sangat menarik, bagaimana kemudian background, pengetahuan dan keseharian sangat mempengaruhi bagaimana kita membangun imajinasi bentuk, meskipun sesuatu yang dibentuk adalah hal yang sama.

Lalu setelah kami bergerak dengan kesadaran binatang Shio tersebut sambil bersama-sama berjalan menuju satu arah, Razan lalu mulai mengajak kami untuk berimajinasi sedang memahat sebuah patung yang berbentuk shio kami dengan satu benda padat dan satu benda halus yang sudah kami pilih.

Kemudian secara perlahan, imajinasi tentang memahat patung shio dengan 2 hal yang kami pilih tersebut diterjemahkan melalui gerakan-gerakan yang mengekspresikan gabungan tersebut sambil berjalan lagi ke arah sebaliknya.

Setelah melakukan banyak pencarian gerak dari hasil bangunan imajinasi-imajinasi tersebut, di akhir workshop, Razan meminta kami mencari pasangan. Pada momen inilah Razan mengajak kami untuk secara bergiliran menjadi pemahat atau pembentuk, dan satu orang lagi semacam menjadi patung yang dibentuk.

Bagi yang membentuk, Razan mengingatkan bahwa sangat penting untuk memperhatikan setiap detail dari bentuk yang dibuat, dan untuk yang dibentuk harus mencoba merasakan setiap pergeseran tubuh yang diarahkan oleh pembentuk.

Selanjutnya Razan mengajak kami untuk menggabungkan shio satu sama lain dan membayangkan bagaimana bentuk detailnya. Misalnya saya yang bershio naga, dan pasangan saya bershio ayam.

Kami semua harus membayangkan secara detail hewan macam apa yang akan kami buat dari gabungan kedua shio tersebut, apakah naga berkepala ayam atau tubuh ayam berkepala naga? Semua harus kami bayangkan sedetail mungkin dan disimpan dalam imajinasi masing-masing.

Imajinasi itu lalu diwujudkan dengan membentuk pasangan kita yang sedang menjadi patung sesuai dengan hewan yang sudah kita bayangkan, lalu bergantian, bertukar posisi, dan si pembentuk juga menirukan patung yang dibentuknya.

Workshop lalu diakhiri dengan bergerak kembali dengan bangunan imajinasi-imajinasi yang sudah kami simpan dan perlahan-lahan mengambil posisi berdiri ke pinggir.

“Tek” lampu ruangan menyala dan musik berhenti.

Memang sejak awal workshop dimulai, Razan menyajikan backsound musik yang beragam untuk mendukung workshop gerak ini, dan entah mengapa saya rasa musik-musik yang diputar pun mendukung setiap gerakan yang dilakukan. Terkadang pada saat gerakannya lambat, musiknya pun memiliki beat yang lambat.

Suasana santai dalam Workshop Gerak: Tubuh Setengah Jadi | Foto: Amrita Dharma Darsanam

Dan ketika sedang bergerak cepat, beat musiknya pun berubah menjadi cepat. Barangkali Razan sudah mempersiapkan betul pilihan-pilihan musik dan gerak yang dibagikan, tapi terlepas dari itu, saya rasa unsur musik memang sangat penting dalam pembangunan suasana, dan bagi saya pribadi, kehadiran musik sangatlah membantu.

Setelah workshop selesai, kami pun saling membagikan pengalaman masing-masing. Beberapa partisipan mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya bagi mereka untuk mengikuti workshop olah gerak dan merasakan pengalaman bergerak sedalam itu.

Partisipan lain mengatakan bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang mudah terbuka jika berada dalam lingkungan baru, tetapi dalam workshop ini, ia mengaku menemukan situasi yang tepat untuk belajar lebih membuka diri tanpa perlu merasa takut dihakimi karena ia bisa bebas mengekspresikan diri. 

Ruang-ruang belajar yang lebih terbuka seperti ini saya rasa menjadi tempat yang baik untuk melihat lebih banyak point of view, temuan, dan juga peluang. Seperti kata Razan Wirjosandjojo dalam diskusi, meskipun sudah bertahun-tahun melakoni, ia tetap menemukan dan mendapatkan hal-hal baru di setiap waktunya.

Begitu juga saya dan barangkali juga teman-teman partisipan workshop yang lain, kami menemui dan belajar mengenal lagi pusat dalam diri. Seperti membuat patung, perlu diamati teliti dan dipahat hati-hati. [T]

Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali
Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna
Memetakan Arah dan Membangun Seni Kontemporer di Bali
Tags: Mulawali Instituteseni tariteater tubuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Winda dari Blahkiuh, Usia 22 Tahun, Mantap Bertani, Susun Jadwal Kerja Bak Pegawai Kantor

Next Post

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Santi Dewi

Santi Dewi

Lahir di Kalimantan, 02 Mei 2000. Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha. Saat ini aktif dalam Teater Kampus Seribu Jendela. Suka menyanyi, teater, dan melukis wajah.

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

“Ruwatan Samudera”, Procession Visualization in a Dance Fragments

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co