3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Ritaro Hari Wangsa by Ritaro Hari Wangsa
March 31, 2023
in Esai
Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023. Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Mengusung tema “Kuasa dan Pertunjukan”, Mulawali Institute berupaya merefleksikan kembali keterkaitan seni dan kekuasaan di Bali dengan mengundang akademisi sebagai pemantik diskusi. Kelas Wacana Mulawali dibagi menjadi 4 skema yang secara intensif membahas sejumlah topik.

Pemaknaan seni (khususnya pertunjukan) dan kekuasaan bukanlah hal yang lumrah untuk dibincangkan utamanya dalam penyelenggaraan seni pertunjukan di Bali. Umumnya, konteks seni hanya dilihat sebagai seni itu sendiri dan konteks kekuasaan cenderung berporos pada negara. Pembayangan mengenai keterkaitan seni dan kekuasaan yang terbesit mungkin hanyalah bentuk-bentuk protes pada pemerintah melalui karya seni. Namun, pembayangan tersebut belum cukup untuk dapat memahami seni dan kekuasaan secara mendalam, lebih-lebih kaitannya dengan konteks hari ini.

Beranjak dari hal tersebut, Kelas Wacana Mulawali tahun ini mengangkat tema bertajuk “Kuasa dan Pertunjukan”. Sebagai sebuah program tahunan, Mulawali Institute berupaya memberikan ruang untuk berbagi pengetahuan dengan format diskusi, ceramah, dan pengkajian bersama.

Kelas Wacana Mulawali tahun ini menghadirkan Gede Indra Pramana yang merupakan seorang peneliti di Prakerti dan dosen Ilmu Politik Universitas Udayana sebagai pengampu. Kelas ini dilaksanakan secara luring selama 2 (dua) minggu dengan 4 kali pertemuan, di mana pada pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan di Taman Baca Kesiman, Denpasar, dan dua pertemuan selanjutnya dilaksanakan di Kulidan Kitchen and Space, Guwang, Sukawati-Gianyar.

Dengan waktu pendaftaran yang kurang dari satu minggu dan pembatasan jumlah peserta, kegiatan kelas ini diikuti oleh dua belas orang dengan latar belakang yang beragam. Selama kegiatan, para peserta difasilitasi dengan sejumlah materi yang telah dikurasi pemateri sesuai dengan topik pada masing-masing pertemuan, serta pelengkap diskusi, seperti alat tulis dan snack.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Dharsanam

Pembacaan Ulang Konsep Kuasa dan Pertunjukan

Pertemuan pertama yang dilaksanakan tanggal 11 Maret 2023 mengangkat topik “Refleksi atas Konsep Kuasa di Asia Tenggara” sebagai fondasi pembelajaran pada tema terkait. Indra Pramana menyebutkan pemahaman terhadap konsep kuasa di Asia Tenggara penting untuk membantu merefleksikan asumsi-asumsi yang sudah dibangun tradisi keilmuan, baik dalam ilmu politik ataupun bidang ilmu lainnya. Adapun materi yang menjadi landasan diskusi pertemuan ini, salah satunya adalah Revisiting Ideas of Power in Southeast Asia oleh Hjorleifur R. Jonsson (2022).

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute,Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Sebelum masuk dalam pembahasan yang lebih mendalam mengenai konsep kekuasaan di Asia Tenggara, kelas disuguhkan dengan 2 cuplikan video Analisis Kuasa oleh Cornelis Lay, sebagai titik berangkat partisipan memahami kekuasaan. Pada materi yang disajikan tersebut, dibahas pula hasil temuan dari Benedict Anderson, Lucien Hanks, Clifford Geertz, dan James C. Scott yang menggambarkan bagaimana ilmuan Barat mendefinisikan kekuasaan di Asia Tenggara, dan bagaimana hubungan kekuasaan dalam realitas sosial.

Berangkat dari pemahaman mengenai konsep kekuasaan, pertemuan kedua mengangkat topik “Ritual dan Pertunjukan pada Masyarakat Bali”. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2023. Para peserta disajikan film dokumenter “Trace and Dance in Bali” yang direkam oleh antropolog Margaret Maed dan Gregory Bateson saat mereka datang ke Bali pada 1930-an. Film tersebut menampilkan pertunjukan Barong dan Rangda, dan menggambarkan posisi pertunjukan sebagai bagian dari ekspresi atas keyakinan masyarakat yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat Bali.

Tulisan Hildred Geertz yang berjudul “A theatre of Cruelty: The Contexs of a Topeng Performance” yang terhimpun dalam buku State and Society in Bali (1991), yang membahas mengenai konteks kekuasaan, masyarakat, kesenian, dan ritual menjadi referensi pertemuan Skema II. Hasil laporan etnografi Geertz telah memberikan gambaran secara kongkret bagaimana kekuasaan bekerja dalam konteks masyarakat Bali yang rupanya berkaitan dengan kesenian.

Diskusi selanjutnya membahas mengenai keterkaitan seni dan kebudayaan dengan negara dalam konteks pengoperasian kekuasaan negara pada level global. Pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada 18 Maret 2023 ini, fokus pada seni dan budaya sebagai soft-power yang berperan penting bagi diplomasi negara. Selain itu, pada pertemuan ini juga dibahas bagaimana negara hadir dan mempengaruhi situasi kesenian di Indonesia.

Tulisan dari Matthew Isaac Cohen (2019) dengan judul “Three eras of Indonesian Arts Diplomacy” menjadi pokok bahasan dalam diskusi pertemuan ini. Tulisan tersebut menunjukan bagaimana pengaruh kepemimpinan pada penggunaan budaya dalam diplomasi. Selain dalam bentuk pendekatan top-down, praktik kesenian juga berkembang dengan pendekatan bottom-up. Hal ini dapat dilihat dalam konteks proses berkesenian yang ditempuh “Devi Dja”.

Devi Dja merupakan seorang penari Jawa-Bali yang pada akhir tahun 1930-an hingga awal 1940-an telah melakukan tur dunia secara mandiri dan memperkenalkan Indonesia dengan wajah yang berbeda dari stereotip yang telah terbangun di Barat melalui tarian dan partisipasinya dalam perfilman Barat. Warisan yang ditinggalkan Devi Dja tersebut pada akhrinya mempermudah dunia untuk menggambarkan Indonesia yang sangat kompleks.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Kembali lagi pada konteks lokal, praktik kesenian pada akar rumput di Bali menjadi sorotan diskusi skema kelas IV dengan topik “Sastra Realisme Sosialis Putu Shanty Sebagai Catatan Sejarah”. Diskusi diawali dengan pemutaran film “Sekeping Kenangan” garapan Hadhi Kusuma bersama Komunitas Taman 65. Dikutip dari laman YouTube Taman 65, film tersebut merupakan sebuah rekaman proses awal pembuatan album kompilasi Prison Songs: Nyanyian yang dibungkam. Film ini dibuat sebagai upaya pengarsipan sejarah melalui dialog dengan pencipta atau yang terlibat dengan tembang-tembang dari penjara Pekambingan-Denpasar.

Sebagai pengantar diskusi, film tersebut membantu peserta dalam melihat seni sebagai media ekspresi, namun dapat juga menggambarkan situasi masyarakat pada periode tertentu. Hal serupa ditunjukkan oleh salah satu intelektual pada pertengahan abad ke-20, yakni Putu Shanty. Diskusi pada pertemuan ini juga berangkat dari artikel “The Social Realist Stories of Putu Shanty as Historical Record: Balinese Culture and Indonesian National Politics in the 1950s” karya I Nyoman Wijaya, I Nyoman Darma Putra, dan Adrian Vickers, yang memberikan gambaran atas kebudayaan Bali dan situasi politik Indonesia pada tahun 1950-an.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Selama berjalannya diskusi pada Kelas Wacana Mulawali, baik dari Mulawali Institute ataupun partisipan yang hadir turut aktif bertukar gagasan. Menariknya, selain memberikan wawasan baru terkait masing-masing topik, pemateri selalu menyisipkan lelucon dan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membuat partisipan menjadi lebih santai sambil membahas hal-hal yang serius.

Di samping itu, diskusi semakin seru dengan kehadiran partisipan dengan latar belakang yang beragam, baik dari pelaku seni hingga pelajar. Para peserta berpartisipasi memberikan pandangan berdasarkan pengalaman masing-masing. Hal tersebut menjadi nilai tambah selama mengikuti kelas ini, karena beragam insight baru yang disampaikan oleh para peserta.

Tentu dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak luput dari beberapa kekurangan seperti situasi pencahayaan yang menjadi kendala penampilan video pada skema kelas I. Namun, hal tersebut, tak menyurutkan atensi seluruh partisipan dalam menyimak materi yang diberikan. Selain menjadi ajang belajar terkait dengan konsep kekuasaan dan sisi lain dari pertunjukan, salah satu partisipan juga menyebutkan bahwa kelas ini menjadi wadah untuk membangun inspirasi dalam menciptakan karya baru. [T]

Tags: baliMulawali InstituteSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Refleksi Dies Natalis VII Mpu Kuturan Singaraja : Progres Fisik, SDM dan Peningkatan Status Terus Digenjot

Next Post

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Ritaro Hari Wangsa

Ritaro Hari Wangsa

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Udayana yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan jurnalis dan tim penelitian di Ilmu Politik Udayana.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co