24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Ritaro Hari Wangsa by Ritaro Hari Wangsa
March 31, 2023
in Esai
Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023. Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Mengusung tema “Kuasa dan Pertunjukan”, Mulawali Institute berupaya merefleksikan kembali keterkaitan seni dan kekuasaan di Bali dengan mengundang akademisi sebagai pemantik diskusi. Kelas Wacana Mulawali dibagi menjadi 4 skema yang secara intensif membahas sejumlah topik.

Pemaknaan seni (khususnya pertunjukan) dan kekuasaan bukanlah hal yang lumrah untuk dibincangkan utamanya dalam penyelenggaraan seni pertunjukan di Bali. Umumnya, konteks seni hanya dilihat sebagai seni itu sendiri dan konteks kekuasaan cenderung berporos pada negara. Pembayangan mengenai keterkaitan seni dan kekuasaan yang terbesit mungkin hanyalah bentuk-bentuk protes pada pemerintah melalui karya seni. Namun, pembayangan tersebut belum cukup untuk dapat memahami seni dan kekuasaan secara mendalam, lebih-lebih kaitannya dengan konteks hari ini.

Beranjak dari hal tersebut, Kelas Wacana Mulawali tahun ini mengangkat tema bertajuk “Kuasa dan Pertunjukan”. Sebagai sebuah program tahunan, Mulawali Institute berupaya memberikan ruang untuk berbagi pengetahuan dengan format diskusi, ceramah, dan pengkajian bersama.

Kelas Wacana Mulawali tahun ini menghadirkan Gede Indra Pramana yang merupakan seorang peneliti di Prakerti dan dosen Ilmu Politik Universitas Udayana sebagai pengampu. Kelas ini dilaksanakan secara luring selama 2 (dua) minggu dengan 4 kali pertemuan, di mana pada pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan di Taman Baca Kesiman, Denpasar, dan dua pertemuan selanjutnya dilaksanakan di Kulidan Kitchen and Space, Guwang, Sukawati-Gianyar.

Dengan waktu pendaftaran yang kurang dari satu minggu dan pembatasan jumlah peserta, kegiatan kelas ini diikuti oleh dua belas orang dengan latar belakang yang beragam. Selama kegiatan, para peserta difasilitasi dengan sejumlah materi yang telah dikurasi pemateri sesuai dengan topik pada masing-masing pertemuan, serta pelengkap diskusi, seperti alat tulis dan snack.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Dharsanam

Pembacaan Ulang Konsep Kuasa dan Pertunjukan

Pertemuan pertama yang dilaksanakan tanggal 11 Maret 2023 mengangkat topik “Refleksi atas Konsep Kuasa di Asia Tenggara” sebagai fondasi pembelajaran pada tema terkait. Indra Pramana menyebutkan pemahaman terhadap konsep kuasa di Asia Tenggara penting untuk membantu merefleksikan asumsi-asumsi yang sudah dibangun tradisi keilmuan, baik dalam ilmu politik ataupun bidang ilmu lainnya. Adapun materi yang menjadi landasan diskusi pertemuan ini, salah satunya adalah Revisiting Ideas of Power in Southeast Asia oleh Hjorleifur R. Jonsson (2022).

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute,Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Sebelum masuk dalam pembahasan yang lebih mendalam mengenai konsep kekuasaan di Asia Tenggara, kelas disuguhkan dengan 2 cuplikan video Analisis Kuasa oleh Cornelis Lay, sebagai titik berangkat partisipan memahami kekuasaan. Pada materi yang disajikan tersebut, dibahas pula hasil temuan dari Benedict Anderson, Lucien Hanks, Clifford Geertz, dan James C. Scott yang menggambarkan bagaimana ilmuan Barat mendefinisikan kekuasaan di Asia Tenggara, dan bagaimana hubungan kekuasaan dalam realitas sosial.

Berangkat dari pemahaman mengenai konsep kekuasaan, pertemuan kedua mengangkat topik “Ritual dan Pertunjukan pada Masyarakat Bali”. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2023. Para peserta disajikan film dokumenter “Trace and Dance in Bali” yang direkam oleh antropolog Margaret Maed dan Gregory Bateson saat mereka datang ke Bali pada 1930-an. Film tersebut menampilkan pertunjukan Barong dan Rangda, dan menggambarkan posisi pertunjukan sebagai bagian dari ekspresi atas keyakinan masyarakat yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat Bali.

Tulisan Hildred Geertz yang berjudul “A theatre of Cruelty: The Contexs of a Topeng Performance” yang terhimpun dalam buku State and Society in Bali (1991), yang membahas mengenai konteks kekuasaan, masyarakat, kesenian, dan ritual menjadi referensi pertemuan Skema II. Hasil laporan etnografi Geertz telah memberikan gambaran secara kongkret bagaimana kekuasaan bekerja dalam konteks masyarakat Bali yang rupanya berkaitan dengan kesenian.

Diskusi selanjutnya membahas mengenai keterkaitan seni dan kebudayaan dengan negara dalam konteks pengoperasian kekuasaan negara pada level global. Pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada 18 Maret 2023 ini, fokus pada seni dan budaya sebagai soft-power yang berperan penting bagi diplomasi negara. Selain itu, pada pertemuan ini juga dibahas bagaimana negara hadir dan mempengaruhi situasi kesenian di Indonesia.

Tulisan dari Matthew Isaac Cohen (2019) dengan judul “Three eras of Indonesian Arts Diplomacy” menjadi pokok bahasan dalam diskusi pertemuan ini. Tulisan tersebut menunjukan bagaimana pengaruh kepemimpinan pada penggunaan budaya dalam diplomasi. Selain dalam bentuk pendekatan top-down, praktik kesenian juga berkembang dengan pendekatan bottom-up. Hal ini dapat dilihat dalam konteks proses berkesenian yang ditempuh “Devi Dja”.

Devi Dja merupakan seorang penari Jawa-Bali yang pada akhir tahun 1930-an hingga awal 1940-an telah melakukan tur dunia secara mandiri dan memperkenalkan Indonesia dengan wajah yang berbeda dari stereotip yang telah terbangun di Barat melalui tarian dan partisipasinya dalam perfilman Barat. Warisan yang ditinggalkan Devi Dja tersebut pada akhrinya mempermudah dunia untuk menggambarkan Indonesia yang sangat kompleks.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Kembali lagi pada konteks lokal, praktik kesenian pada akar rumput di Bali menjadi sorotan diskusi skema kelas IV dengan topik “Sastra Realisme Sosialis Putu Shanty Sebagai Catatan Sejarah”. Diskusi diawali dengan pemutaran film “Sekeping Kenangan” garapan Hadhi Kusuma bersama Komunitas Taman 65. Dikutip dari laman YouTube Taman 65, film tersebut merupakan sebuah rekaman proses awal pembuatan album kompilasi Prison Songs: Nyanyian yang dibungkam. Film ini dibuat sebagai upaya pengarsipan sejarah melalui dialog dengan pencipta atau yang terlibat dengan tembang-tembang dari penjara Pekambingan-Denpasar.

Sebagai pengantar diskusi, film tersebut membantu peserta dalam melihat seni sebagai media ekspresi, namun dapat juga menggambarkan situasi masyarakat pada periode tertentu. Hal serupa ditunjukkan oleh salah satu intelektual pada pertengahan abad ke-20, yakni Putu Shanty. Diskusi pada pertemuan ini juga berangkat dari artikel “The Social Realist Stories of Putu Shanty as Historical Record: Balinese Culture and Indonesian National Politics in the 1950s” karya I Nyoman Wijaya, I Nyoman Darma Putra, dan Adrian Vickers, yang memberikan gambaran atas kebudayaan Bali dan situasi politik Indonesia pada tahun 1950-an.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Selama berjalannya diskusi pada Kelas Wacana Mulawali, baik dari Mulawali Institute ataupun partisipan yang hadir turut aktif bertukar gagasan. Menariknya, selain memberikan wawasan baru terkait masing-masing topik, pemateri selalu menyisipkan lelucon dan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membuat partisipan menjadi lebih santai sambil membahas hal-hal yang serius.

Di samping itu, diskusi semakin seru dengan kehadiran partisipan dengan latar belakang yang beragam, baik dari pelaku seni hingga pelajar. Para peserta berpartisipasi memberikan pandangan berdasarkan pengalaman masing-masing. Hal tersebut menjadi nilai tambah selama mengikuti kelas ini, karena beragam insight baru yang disampaikan oleh para peserta.

Tentu dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak luput dari beberapa kekurangan seperti situasi pencahayaan yang menjadi kendala penampilan video pada skema kelas I. Namun, hal tersebut, tak menyurutkan atensi seluruh partisipan dalam menyimak materi yang diberikan. Selain menjadi ajang belajar terkait dengan konsep kekuasaan dan sisi lain dari pertunjukan, salah satu partisipan juga menyebutkan bahwa kelas ini menjadi wadah untuk membangun inspirasi dalam menciptakan karya baru. [T]

Tags: baliMulawali InstituteSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Refleksi Dies Natalis VII Mpu Kuturan Singaraja : Progres Fisik, SDM dan Peningkatan Status Terus Digenjot

Next Post

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Ritaro Hari Wangsa

Ritaro Hari Wangsa

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Udayana yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan jurnalis dan tim penelitian di Ilmu Politik Udayana.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co