25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Ritaro Hari Wangsa by Ritaro Hari Wangsa
March 31, 2023
in Esai
Merajut Kembali Seni dan Kekuasaan di Bali

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023. Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Mengusung tema “Kuasa dan Pertunjukan”, Mulawali Institute berupaya merefleksikan kembali keterkaitan seni dan kekuasaan di Bali dengan mengundang akademisi sebagai pemantik diskusi. Kelas Wacana Mulawali dibagi menjadi 4 skema yang secara intensif membahas sejumlah topik.

Pemaknaan seni (khususnya pertunjukan) dan kekuasaan bukanlah hal yang lumrah untuk dibincangkan utamanya dalam penyelenggaraan seni pertunjukan di Bali. Umumnya, konteks seni hanya dilihat sebagai seni itu sendiri dan konteks kekuasaan cenderung berporos pada negara. Pembayangan mengenai keterkaitan seni dan kekuasaan yang terbesit mungkin hanyalah bentuk-bentuk protes pada pemerintah melalui karya seni. Namun, pembayangan tersebut belum cukup untuk dapat memahami seni dan kekuasaan secara mendalam, lebih-lebih kaitannya dengan konteks hari ini.

Beranjak dari hal tersebut, Kelas Wacana Mulawali tahun ini mengangkat tema bertajuk “Kuasa dan Pertunjukan”. Sebagai sebuah program tahunan, Mulawali Institute berupaya memberikan ruang untuk berbagi pengetahuan dengan format diskusi, ceramah, dan pengkajian bersama.

Kelas Wacana Mulawali tahun ini menghadirkan Gede Indra Pramana yang merupakan seorang peneliti di Prakerti dan dosen Ilmu Politik Universitas Udayana sebagai pengampu. Kelas ini dilaksanakan secara luring selama 2 (dua) minggu dengan 4 kali pertemuan, di mana pada pertemuan pertama dan kedua dilaksanakan di Taman Baca Kesiman, Denpasar, dan dua pertemuan selanjutnya dilaksanakan di Kulidan Kitchen and Space, Guwang, Sukawati-Gianyar.

Dengan waktu pendaftaran yang kurang dari satu minggu dan pembatasan jumlah peserta, kegiatan kelas ini diikuti oleh dua belas orang dengan latar belakang yang beragam. Selama kegiatan, para peserta difasilitasi dengan sejumlah materi yang telah dikurasi pemateri sesuai dengan topik pada masing-masing pertemuan, serta pelengkap diskusi, seperti alat tulis dan snack.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Dharsanam

Pembacaan Ulang Konsep Kuasa dan Pertunjukan

Pertemuan pertama yang dilaksanakan tanggal 11 Maret 2023 mengangkat topik “Refleksi atas Konsep Kuasa di Asia Tenggara” sebagai fondasi pembelajaran pada tema terkait. Indra Pramana menyebutkan pemahaman terhadap konsep kuasa di Asia Tenggara penting untuk membantu merefleksikan asumsi-asumsi yang sudah dibangun tradisi keilmuan, baik dalam ilmu politik ataupun bidang ilmu lainnya. Adapun materi yang menjadi landasan diskusi pertemuan ini, salah satunya adalah Revisiting Ideas of Power in Southeast Asia oleh Hjorleifur R. Jonsson (2022).

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute,Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Sebelum masuk dalam pembahasan yang lebih mendalam mengenai konsep kekuasaan di Asia Tenggara, kelas disuguhkan dengan 2 cuplikan video Analisis Kuasa oleh Cornelis Lay, sebagai titik berangkat partisipan memahami kekuasaan. Pada materi yang disajikan tersebut, dibahas pula hasil temuan dari Benedict Anderson, Lucien Hanks, Clifford Geertz, dan James C. Scott yang menggambarkan bagaimana ilmuan Barat mendefinisikan kekuasaan di Asia Tenggara, dan bagaimana hubungan kekuasaan dalam realitas sosial.

Berangkat dari pemahaman mengenai konsep kekuasaan, pertemuan kedua mengangkat topik “Ritual dan Pertunjukan pada Masyarakat Bali”. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2023. Para peserta disajikan film dokumenter “Trace and Dance in Bali” yang direkam oleh antropolog Margaret Maed dan Gregory Bateson saat mereka datang ke Bali pada 1930-an. Film tersebut menampilkan pertunjukan Barong dan Rangda, dan menggambarkan posisi pertunjukan sebagai bagian dari ekspresi atas keyakinan masyarakat yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat Bali.

Tulisan Hildred Geertz yang berjudul “A theatre of Cruelty: The Contexs of a Topeng Performance” yang terhimpun dalam buku State and Society in Bali (1991), yang membahas mengenai konteks kekuasaan, masyarakat, kesenian, dan ritual menjadi referensi pertemuan Skema II. Hasil laporan etnografi Geertz telah memberikan gambaran secara kongkret bagaimana kekuasaan bekerja dalam konteks masyarakat Bali yang rupanya berkaitan dengan kesenian.

Diskusi selanjutnya membahas mengenai keterkaitan seni dan kebudayaan dengan negara dalam konteks pengoperasian kekuasaan negara pada level global. Pertemuan ketiga yang dilaksanakan pada 18 Maret 2023 ini, fokus pada seni dan budaya sebagai soft-power yang berperan penting bagi diplomasi negara. Selain itu, pada pertemuan ini juga dibahas bagaimana negara hadir dan mempengaruhi situasi kesenian di Indonesia.

Tulisan dari Matthew Isaac Cohen (2019) dengan judul “Three eras of Indonesian Arts Diplomacy” menjadi pokok bahasan dalam diskusi pertemuan ini. Tulisan tersebut menunjukan bagaimana pengaruh kepemimpinan pada penggunaan budaya dalam diplomasi. Selain dalam bentuk pendekatan top-down, praktik kesenian juga berkembang dengan pendekatan bottom-up. Hal ini dapat dilihat dalam konteks proses berkesenian yang ditempuh “Devi Dja”.

Devi Dja merupakan seorang penari Jawa-Bali yang pada akhir tahun 1930-an hingga awal 1940-an telah melakukan tur dunia secara mandiri dan memperkenalkan Indonesia dengan wajah yang berbeda dari stereotip yang telah terbangun di Barat melalui tarian dan partisipasinya dalam perfilman Barat. Warisan yang ditinggalkan Devi Dja tersebut pada akhrinya mempermudah dunia untuk menggambarkan Indonesia yang sangat kompleks.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Kembali lagi pada konteks lokal, praktik kesenian pada akar rumput di Bali menjadi sorotan diskusi skema kelas IV dengan topik “Sastra Realisme Sosialis Putu Shanty Sebagai Catatan Sejarah”. Diskusi diawali dengan pemutaran film “Sekeping Kenangan” garapan Hadhi Kusuma bersama Komunitas Taman 65. Dikutip dari laman YouTube Taman 65, film tersebut merupakan sebuah rekaman proses awal pembuatan album kompilasi Prison Songs: Nyanyian yang dibungkam. Film ini dibuat sebagai upaya pengarsipan sejarah melalui dialog dengan pencipta atau yang terlibat dengan tembang-tembang dari penjara Pekambingan-Denpasar.

Sebagai pengantar diskusi, film tersebut membantu peserta dalam melihat seni sebagai media ekspresi, namun dapat juga menggambarkan situasi masyarakat pada periode tertentu. Hal serupa ditunjukkan oleh salah satu intelektual pada pertengahan abad ke-20, yakni Putu Shanty. Diskusi pada pertemuan ini juga berangkat dari artikel “The Social Realist Stories of Putu Shanty as Historical Record: Balinese Culture and Indonesian National Politics in the 1950s” karya I Nyoman Wijaya, I Nyoman Darma Putra, dan Adrian Vickers, yang memberikan gambaran atas kebudayaan Bali dan situasi politik Indonesia pada tahun 1950-an.

Kelas Wacana Mulawali yang diadakan oleh Mulawali Institute, Maret 2023 | Foto oleh Amrita Dharma Darsanam

Selama berjalannya diskusi pada Kelas Wacana Mulawali, baik dari Mulawali Institute ataupun partisipan yang hadir turut aktif bertukar gagasan. Menariknya, selain memberikan wawasan baru terkait masing-masing topik, pemateri selalu menyisipkan lelucon dan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membuat partisipan menjadi lebih santai sambil membahas hal-hal yang serius.

Di samping itu, diskusi semakin seru dengan kehadiran partisipan dengan latar belakang yang beragam, baik dari pelaku seni hingga pelajar. Para peserta berpartisipasi memberikan pandangan berdasarkan pengalaman masing-masing. Hal tersebut menjadi nilai tambah selama mengikuti kelas ini, karena beragam insight baru yang disampaikan oleh para peserta.

Tentu dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak luput dari beberapa kekurangan seperti situasi pencahayaan yang menjadi kendala penampilan video pada skema kelas I. Namun, hal tersebut, tak menyurutkan atensi seluruh partisipan dalam menyimak materi yang diberikan. Selain menjadi ajang belajar terkait dengan konsep kekuasaan dan sisi lain dari pertunjukan, salah satu partisipan juga menyebutkan bahwa kelas ini menjadi wadah untuk membangun inspirasi dalam menciptakan karya baru. [T]

Tags: baliMulawali InstituteSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Refleksi Dies Natalis VII Mpu Kuturan Singaraja : Progres Fisik, SDM dan Peningkatan Status Terus Digenjot

Next Post

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Ritaro Hari Wangsa

Ritaro Hari Wangsa

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Udayana yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan jurnalis dan tim penelitian di Ilmu Politik Udayana.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Stand Up Comedy: Tertawa yang Murah Namun Menyehatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co