12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

IGA Putu Preti Meliani by IGA Putu Preti Meliani
February 23, 2023
in Ulas Buku
Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

Novel Aroma Karsa

DALAM BERBAGAI CERITA kerap perempuan digambarkan sebagai sosok yang tangguh dan tidak mudah mengeluh. Kesibukan perempuan dalam meniti karier, tak berarti dia mesti melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

Hal ini mengingatkan saya akan sebuah novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Aroma Karsa merupakan salah satu buku best seller karya Dee Lestari yang ke-12.

Aroma Karsa adalah novel bergenre fiksi, romansa, dan fantasi yang mengangkat tema aroma dan penciuman yang memiliki relasi kuat dengan parfum, kosmetik, dan daya tarik erotis. Bahkan aromanya kental akan karsa feminisme.

Meskipun bergenre fantasi, Aroma Karsa tidak mengambil latar di dunia rekaan sehingga pembaca tidak kesulitan membayangkan adegan-adegannya.

Novel ini diterbitkan Bentang Pustaka (2018). Dalam novel ini, yang menarik, ada beberapa unsur cerita seperti petualangan, misteri, percintaan, keluarga, dan legenda kuno dari zaman Majapahit yang merupakan perpaduan antara imajinasi dan riset mendalam oleh pengarangnya mengenai folklore, filosofi, budaya, humanisme, kekayaan diksi.

Memang ciri khas Dee Lestari adalah mengangkat kisah-kisah yang berkaitan dengan mitologi, berbau klenik, sejarah, dan petualangan yang kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah cerita.

Dalam novel Arom Karsa diceritakan juga tokoh perempuan yang kuat dan tangguh bernama Raras Prayagung. Raras Prayagung digambarkan sebagai seorang wanita berkelas, anggun, dan sukses rasanya membuat iri para pembaca wanita melihat betapa kuatnya sosok ini.

Novel ini dimulai dengan penceritaan tentang lontar-lontar yang berisi tentang petunjuk keberadaan Puspa Karsa yang memiliki kesinambungan dengan Prasasti Planggatan yang ada di Sukuh, Lawu Karanganyar.

Terdapat satu tempat yang cukup menonjol dalam Aroma Karsa ialah Gunung Lawu dengan segala kompleksitas unsur mistiknya. Kita ketahui sendiri bahwa Gunung Lawu adalah salah satu gunung yang ada di Jawa, yang konon menyimpan hal magis di dalamnya. Tidak semua orang diberi anugerah untuk melihat bahkan mencium wanginya. Untuk itu, pembaca harus mau menembus batas pikir dan logika manusia yang tidak masuk akal.

Puspa Karsa memang bukan bunga biasa, maka itu mencarinya bukanlah hal yang mudah dan harus memasuki alam yang berbeda. Alam yang bukan disinggahi manusia, melainkan Alam Para Dewa. Puspa Karsa adalah sebuah tumbuhan yang digambarkan dengan aroma yang dapat mengubah seluruh dunia.

Di awal cerita Aroma Karsa, pembaca telah dibuat penasaran dengan Puspa Karsa (sebuah bunga Anggrek magis yang diyakini memiliki daya (karsa) yang luar biasa). Apakah benar-benar ada atau hanya fiktif belaka?

Digambarkan tokoh Raras Prayagung yang di masa kecilnya tidak percaya dengan cerita neneknya (Janirah Prayagung), dengan semakin tumbuh besarnya Raras, ia meyakini keberadaan Puspa Karsa bertempat di Gunung Lawu dengan bantuan Profesor Sudjatmiko melalui hasil penelitian dari lontar-lontar kuno. Lokasi taman Puspa Karsa memanfaatkan lingkungan budaya masyarakat Jawa Tengah yang melahirkan beragam mitos, namun masih diyakini kebenarannya.

“Alkisah di sebuah gunung suci, terdapat kerajaan hutan bernama Alas Kalingga. Alas Kalingga bukan hutan biasa. Alas Kalingga terhubung langsung dengan alam dewa-dewi yang disebut Batarawana. Hewan-hewan hidup seribu tahun lamanya, bunga-bunga mekar wangi sepanjang masa. Di sanalah tempat segala dewa-dewi tumbuhan menyebarkan serbuk mereka, sudah saatnya Puspa Karsa yang memiliki daya pikat tiada duanya. Wangi kembangnya membuat apapun dan siapapun tergila-gila, bertekuk lutut pada kehendaknya. Lebah-lebah dan serangga penyerbuk rela datang dari ujung Nusantara hanya untuk mengecap sari Puspa Karsa”. (Aroma Karsa; 419-420)

Lontar-lontar tersebutlah yang membawa Raras Prayagung, sebagai tokoh seorang Direktur Utama, dari Perusahaan Kosmetik dan Parfum terkemuka, Kemara, terobsesi pada bunga memikat yang mampu meredam bau dan memegang kendali tubuh semua makhluk yakni Puspa Karsa dan mengatur sebuah ekspedisi beserta penelitian untuk mengunduh wanginya sang legenda Puspa Karsa.

Tidak hanya itu novel ini juga mengisahkan seorang pemuda yang dibesarkan di kawasan kumuh, TPA Bantar Gebang bernama Jati Wesi. Ia digambarkan memiliki penciuman aroma yang tidak biasa, berbeda dengan orang-orang pada umumnya sehingga ia mampu bekerja di Toko parfum refill Attarwala milik Khalil Batarfi, sebagai peracik parfum.

Di sisi lain Raras Prayagung diceritakan memiliki seorang anak perempuan bernama Tanaya suma yang mempunyai kemampuan serupa dengan jati. Perkenalan antara Jati Wesi dengan keluarga Prayagung bermula ketika Jati wesi memalsukan sebuah parfum buatan PT. Kemara milik keluarga Prayagung.

Aroma Karsa sejatinya adalah kisah perjalanan Suma dan Jati dalam mencari jati dirinya. Suma dan Jati merupakan dua orang yang sama-sama memiliki kemampuan dalam penciuman yang ditakdirkan Tuhan untuk bertemu. Aroma adalah kunci bagi keduanya untuk saling mengerti.

Dua tokoh utama ini menjadi fokus cerita pada akhirnya harus bersama-sama menuruti ambisi Raras Prayagung dalam mencari Puspa Karsa. Ambisi seorang tokoh perempuan, Raras Prayagung untuk menemukan Puspa Karsa merupakan amanat neneknya, Janirah. Raras Prayagung mengabdikan hidupnya untuk mencari Puspa Karsa, dengan iming-iming dunia akan digenggamnya ia pun rela kehilangan banyak.

Terlepas dari itu semua, tak bisa dipungkiri bahwa menjelaskan sebuah aroma merupakan fenomena yang cukup sulit untuk dipahami. Aroma tidak hanya berhubungan dengan persoalan biologis dan psikologis, melainkan juga budaya. Yang terkait dengan kompleksitas sosial dan sejarah.

Dengan menerapkan teori Strukturalisme Claude Levi-Strauss yang berupa miteme yaitu unsur-unsur terkecil dalam mitos, kehadiran Puspa Karsa dan tokoh-tokoh mitologi lainnya memberikan fungsi tersendiri, salah satunya untuk memberikan pemahaman bahwa ada kekuatan lain yang hidup berdampingan dengan manusia.

Tokoh Raras digambarkan memang mempunyai ambisi untuk menemukan Puspa karsa, sebuah tanaman legenda yang hanya memberi petunjuk kepada orang-orang pilihan lewat baunya dan dipercaya mampu mengendalikan kehendak sang pemilik.

Awalnya ia tidak percaya dengan legenda tersebut, namun cerita-cerita yang diceritakan neneknya dan lembaran lontar kuno beserta tiga tube perunggu yang ditemukan neneknya membuat Raras menjadi yakin bahwa Puspa Karsa benar-benar ada.

            Porsi pertama akan mengubah nasibmu.

            Porsi kedua akan mengubah nasib keturunanmu.

            Porsi ketiga akan mengubah dunia sebagaimana keinginanmu. (Aroma Karsa; 9)

Ketika manusia dikendalikan oleh ambisi maka tak satupun hal yang dapat menghalangi. Obsesi tokoh Raras pada novel Aroma Karsa dalam memburu Puspa Karsa yang dikenal sebagai bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan hanya mampu diidentifikasi melalui aroma itu, mengalami banyak lika-liku perjalanan yang sulit dilalui.

Dimulai dari ekspedisi pertamanya yang gagal sehingga mengakibatkan kakinya lumpuh total. Namun, hal itu tetap tidak mematahkan tekad bulat Raras untuk berambisi menemukan Puspa Karsa. Siapa sangka ambisi bisa mengalahkan segalanya, sementara ekspedisi kedua, yang masih dalam kontrol Raras, tak cukup dengan kemampuan anak tunggalnya, Tanaya Suma, Raras nekat memanfaatkan kemampuan Jati yang mempunyai kemampuan serupa dengan anaknya untuk memenuhi hasrat dan keinginannya demi mendapatkan Puspa Karsa yang diincarnya.

Sayangnya niat busuk Raras untuk memperalat Jati dan Suma guna mendapatkan Puspa Karsa perlu dibayar dengan nyawanya. Raras meninggal sebelum ia benar-benar tahu apa dan bagaimana persisnya bentuk serta aroma Puspa Karsa itu.

Demikianlah akhir perjalanan dari lika-liku ambisi perempuan dalam novel Aroma Karsa. Akhir yang begitu tragis bukan? bagi seorang perempuan yang ambis, rela mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi yang penuh ambisi tetapi juga sekaligus menjadi penjemput ajalnya. Cerminan seorang perempuan yang penuh ambisi sangat melekat pada tokoh Raras Prayagung, di dalam novel Aroma Karsa benar-benar terpampang jelas disetiap alur ceritanya, namun akhir cerita yang dibuat ’menggantung’ tentunya akan menimbulkan banyak pertanyaan dibenak para pembaca.

Meskipun berhasil dalam karier, seorang tokoh Raras Prayagung gagal menjadi sosok ibu yang baik bagi anaknya, sehingga berbanding terbalik dengan perempuan pada umumnya yang lebih mementingkan anaknya melebihi nyawanya sendiri. Kendati demikian, tidak mesti menyurutkan pembaca untuk tetap mencari sisi positif dari tokoh tersebut. [T]

BACA artikel lain tentang ULASAN BUKU

Dunia Patriarki Dalam Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Dunia Penuh Luka Dalam Kumpulan Cerpen “Luka Batu” Karya Komang Adnyana
Tags: Dee LestarinovelPerempuanSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia Patriarki Dalam Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan

Next Post

Kisah Sukses Digitalisasi di Buleleng, Salah Satunya Pengelolaan Parkir di Pasar Anyar

IGA Putu Preti Meliani

IGA Putu Preti Meliani

I Gusti Ayu Putu Preti Meliani. Lahir di Banjar, 1Buleleng. Sekarang sedang menempuh pendidikan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Gemar menulis puisi dan sering mengikuti kegiatan menulis bersama, dalam antologi puisi. Beberapa puisinya sempat terpilih dan dibukukan dalam antologi puisi buku yang berjudul Pesan Dari Hujan/Gerimis Hujan Menyemai Perasaan, Pintu Keluar Toko Kenangan, dan Dialog Senja Di Pelupuk Mata.

Related Posts

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Sukses Digitalisasi di Buleleng, Salah Satunya Pengelolaan Parkir di Pasar Anyar

Kisah Sukses Digitalisasi di Buleleng, Salah Satunya Pengelolaan Parkir di Pasar Anyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co