31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dunia Patriarki Dalam Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan

Komang Putri by Komang Putri
February 22, 2023
in Ulas Buku
Dunia Patriarki Dalam Novel “Lelaki Harimau” Karya Eka Kurniawan

Novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan

PEREMPUAN ADALAH sosok istimewa yang diciptakan Tuhan.  Perempuan layak untuk dihargai dan dihormati.

Namun seringkali perempuan hanyalah dipandang sebelah mata. Perempuan hanya bekerja di dapur, atau bahkan perempuan hanyalah dianggap budak seks bagi laki-laki.

Jika dalam buku-buku sejarah sudah banyak terjadi fenomena-fenomena kekerasan pada perempuan, maka Eka Kurniawan menyuguhkan sebuah novel berjudul “Lelaki Harimau”.

Novel yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama (2004) ini menghidangkan kisah-kisah perempuan yang mengalami kekerasan fisik dan juga kekerasan bathin.

Dalam novel ini terdapat dua keluarga yang berbeda kasta. Yakni keluarga Komar Bin Syueb yang terdiri dari istrinya Nuraeni, dan tiga anaknya yaitu Margio, Mameh, dan Marian. Dan satu lagi adalah keluarga dari Anwar Sadat yang terdiri dari istrinya Kasia, dan tiga anak perempuan yaitu Laila, Maesa Dewi, dan Maharani. Namun sayangnya pertemuan dua keluarga ini melahirkan sebuah tragedi.

Dunia patriarki mengingatkan saya pada sinetron di TV. Ya pada hampir tiap episodenya menyuguhkan tentang perempuan yang menjadi korban monster patriarki. Perempuan seolah-olah terjebak dalam penjara dunia patriarki itu. Perempuan itu manusia. Ia juga memiliki hak yang sama seperti lelaki.

B.J. Habibie pernah berkata, “Tak perlu yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuat anda bahagia dan berarti lebih dari siapa pun”.

Ya, mantan Presiden yang satu ini merupakan orang sangat amat menghargai wanitanya, Bu Ainun. Sosok Bu Ainun adalah wanita beruntung yang menemukan pangeran baik hati.

Setiap Pak Habibie pulang, Bu Ainun sudah menunggu di depan, dan saat Pak Habibie turun dari kereta kaki empatnya itu mereka akan bergandengan tangan masuk ke dalam istananya.

Namun Nuraeni, dalam novel Lelaki Harimau, tak seberuntung Bu Ainun. Jika Komar Bin Syueb, suaminya, pulang setelah mencukur clien-nya, Nuraeni tak akan mendapat senyuman manis dari Komar atau bahkan bergandengan tangan menuju rumahnya, melainkan hadiah rotanlah yang akan diterimanya.

Nuraeni adalah gadis cantik. Ia dipinang bak pernikahan gambaran jaman Siti Nurbaya. Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya namun tak semua pilihan orang tua itu juga baik. Kala Nuraeni berumur enam belas tahun, usia yang masih dini, ia sudah harus duduk di pelaminan bersama lelaki yang empat belas tahun lebih tua dari usianya. Ia adalah Komar Bin Syueb.

Keinginan untuk berbakti pada orang tuanya memaksa Nuareni duduk di samping Komar saat bejabat tangan dengan penghulu.

“Nyai, kelak kau akan menikah dengan Komar Bin Syueb” —hlm 96

Sejak awal pernikahan inilah kisah bak film The Invisible Man dimulai, Di rumah 131 reot milik seorang janda veteran bernama Ma Rabiah ini terekam kisah pilu Nuraeni yang selalu ditonton Margio dan Mameh anaknya, dan setiap hari-hari berlalu selalu diwarnai dengan pukulan dan sabetan rotan.

Itulah yang membuat Nuraeni seperti orang sinting, tingkah aneh berbicara pada panci dan kompor yang ada di dapurnya sudah menjadi ritual yang dilakukannya setiap hari. Jika bagi setiap pasutri, seks menjadi obat stress, tetapi itu tidak berlaku bagi Nuraeni.

Nuraeni tak pernah menikmati indahnya surga dunia ketika melakukan senggama dengan suaminya. Lelaki bengis itu hanya memuaskan nafsunya saja, tidak peduli apa yang dirasakan istrinya.

Nuraeni adalah wanita yang begitu malang, kekerasan demi kekerasan yang dialaminya tidak dapat terelakkan. Jika dalam perang Bharata Yudha, Abimanyu tidak dapat keluar dalam sangkar Cakrabyuha, maka Nuraeni tidak dapat keluar dari sangkar patriarki ini.

Bercinta memang hal yang diidam-idamkan setiap pasangan, namun rasa enggan nuraeni ketika bercinta dengan Komar membuatnya tidak pernah menikmati getaran-getaran cinta yang dinginkan Nuraeni. Komar kerap kali melemparkan dan menyetubuhi Nuraeni layaknya Ia sedang diperkosa.

“Ayahmu Anwar Sadat meniduri ibuku Nuraeni, dan lahirlah si gadis kecil yang mati di hari ke tujuh Bernama Marian, sebab ayahku mengetahuinya dan memukuli ibuku hingga Marian lahir bahkan telah sekarat,” kata Margio pada Maharani (hal 186)

Bibit-bibit patriarki yang membudaya pada masyarakat akhirnya menjadi alat untuk seseorang melakukan penindasan serta kekerasan pada perempuan. Perlakuan kasar yang kerap diterima Nuraeni menyebabkan ia berpaling pada lelaki hidung belang Anwar Sadat.

Rayuan manis bak madu membuat wanita melayang ke angkasa, namun wanita tidak sadar ada udang di balik batu. Hasil senggama Nuareni dan Anwar Sadat telah membuahkan jabang bayi. Hal ini membuat Nuraeni kembali mendapat kekerasan dari Komar sedangkan Anwar sendiri tidak memperdulikan Nuraeni lagi.

Sementara Kasia, perempuan yang berprofesi sebagai bidan juga merupakan anak dari orang yang kaya raya. Ia dipersunting oleh seniman yang bernama Anwar Sadat, berbeda dengan lelaki pada umumnya yang membanting tulang untuk istri dan anaknya, lelaki simbiosis parasitisme ini hanya menjadi benalu dalam kehidupan Kasia.

Namun nasib Kasia lebih beruntung dari pada Nuraeni. Ia tidak pernah mendapat perlakuan kasar, tetapi perilaku suaminya juga sama menjijikannya dengan Komar Bin Syueb, suami mata keranjangnya itu kerap jajan di luar rumah.

Nuraeni maupun Kasia adalah dua wanita korban patriarki, nasib mereka tidak jauh berbeda, tetapi keduanya adalah wanita tangguh yang mampu menjalani kekerasan dan sakit hati dari suami yang menjadi parasit dalam kehidupannya.

Nuraeni yang mendapat perlakuan kasar dari suaminya dan Kasia yang harus menerima kenyataan bahwa teman hidupnya telah menjadi rafflesia bagi dirinya yang menjadi pohon mangga. Tidak penting seberapa banyak Anwar Sadat bermain perempuan asalkan tidak tercipta jabang bayi.

Pengalaman Nuraeni dan Kasia bukanlah hanya sekedar tayangan suara hati istri dalam sinetron TV lagi, tetapi ini merupakan fenomena sosial yang kerap terjadi.

Masih banyak orang yang mengaggung-agungkan lelaki dan menyepelekan perempuan, karena tugas perempuan dianggap hanya memasak, menjadi budak seks, dan melahirkan anak.

Perspekstif masyarakat seperti inilah yang harus dikesampingkan. Perempuan juga layak untuk mendapat perlakuan sama seperti laki-laki. [T]

Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan: Soal Alam dan Hari Ini
Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan | Air Dengan Segala Persoalan yang Ditimbulkan
Tags: Eka KurniawannovelsastraSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Raka Bujangga, Budiarta Aryawan, dan Andika Darmawan Juara Lomba Foto Bulan Bahasa Bali 2023

Next Post

Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

Komang Putri

Komang Putri

Lahir di Nagasepaha, Buleleng. Saat ini sedang menempuh S1 Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Anggota UKM Dharma Githa dan UKM Kaligrafi, dan sebagai pengurus anggota bidang penelitian dan pengembangan dalam HMPS Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

Lika-liku Ambisi Perempuan Dalam Novel “Aroma Karsa” Karya Dee Lestari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co