15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan | Air Dengan Segala Persoalan yang Ditimbulkan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
January 1, 2022
in Ulasan
Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan | Air Dengan Segala Persoalan yang Ditimbulkan

Siapa pun akan sepakat bahwa air merupakan salah satu sumber kesejahteraan bagi mahluk hidup, spesies apa pun itu. Kehadiran air dapat memudahkan mahluk hidup, khususnya manusia—bahkan tubuh manusia pun didominasi oleh cairan yang harus dijaga keseimbangannya. Apa jadinya jika manusia kekurangan air? Apa dampak yang sekiranya diakibatkan jika air absen dalam kehidupan manusia? Poin-poin inilah yang diangkat dalam cerita berjudul “Sumur” (2021) karya Eka Kurniawan.

Cerita setebal 48 halaman, dilengkapi dengan beberapa ilustrasi ini menggambarkan satu kampung yang mulanya dilimpahkan kesejahteraan dan kesuburan. Namun itu dulu, kini kampung tersebut mengalami krisis air. Segala permasalahan sosial pun timbul ke permukaan—perebutan aliran air ke lahan persawahan salah satunya. Krisis air pun menyulut berbagai konflik di tengah masyarakat. Mulanya adu mulut, dilanjutkan dengan saling tebas parang dan clurit yang kemudian diiringi dengan semburah darah dari tubuh lawan.

Bukan Air, Tapi Darah yang Mengalir

Sejak mula darah sudah dipertontonkan, perkelahian tersebut dilakukan oleh dua orang—Ayah Toyib dan Ayah Siti yang belakangan diceritakan sebagai sepasang sahabat semasa kecil.  Kematian Ayah Siti, dan nasib Ayah Toyib yang berakhir di bui menjadi titik balik kisah asmara dari Toyib dan Siti.

Air menjadi hulu dari persoalan tersebut. Tidak hanya tercabutnya nyawa Ayah Siti, dan terenggutnya kebebasan Ayah Toyib, air juga berhasil menjauhkan Toyib dan Siti. Mengalirnya darah Ayah Siti harus dibayar mahal dengan renggangnya hubungan antar dua keluarga yang mulanya baik-baik saja. Krisis air nampak seiring sejalan dengan krisis sosial yang dihadapi oleh masyarakat kampung, salah satunya adalah Toyib.

Kota Menjadi Tempat Menjanjikan Nasib Lebih Baik

Saya rasa, narasi di atas tidaklah asing kita dengar. Bahkan sampai detik ini narasi tersebut masih dirasakan daya magisnya. Semakin menyusutnya keberadaan air di kampung yang menyisakan satu sumur sebagai sumber air satu-satunya, membuat banyak warga mengambil keputusan untuk meninggalkan kampung beserta lahan mereka, dan menjajal peruntungan di kota. Nyatanya nasib baik tidak banyak dirasakan warga kampung di tanah rantau. Siti menjadi salah satu contoh yang disuguhkan Eka Kurniawan dalam ceritanya. Bekerja sebagai pesuruh di salah satu warung makan, ia malah dipertemukan oleh sopir truk yang kesengsem karenanya. Tidak berhenti sampai di sana, kesialan nampaknya kembali menimpa Siti. Nyatanya, ia menikahi seseorang yang telah beristri—bukan hal yang ia harapkan terjadi dalam hidupnya.

Menjajal peruntungan juga dilakukan oleh Toyib. Krisis di kampungnya benar-benar mengharuskan mereka (Toyib dan Ayahnya) menjajal bidang selain pertanian. Meski pada akhirnya niat itu gagal karena cuaca ekstrem yang berhasil merenggut hidup ayahnya, belakangan Toyib tetap menjajal peruntungannya di kota—dengan hanya bermodalkan semangat, sisanya ya serahkan pada yang di atas (baca: Tuhan).

Kalau Cinta Katakan Saja, Sebelum Berakhir Pada Penyesalan

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Ya, saya coba mengutip judul buku dari Eka Kurniawan yang pada akhir tahun 2021 juga telah difilmkan karena relevan dengan kisah Toyib dan Siti. Rindu merupakan efek dari rasa cinta. Saat jatuh cinta, selain hormon-hormon semacam estrogen, dan testosteron, tubuh juga melepaskan adrenalin, dopamin, dan serotonin. Dopamin inilah yang menciptakan perilaku ksatria pada pria dan keterikatan yang dalam pada wanita.

Tentu produksi hormon-hormon tersebut menciptakan efek ketagihan—ya kurang lebih sama efeknya dengan narkoba atau rokok (ya hanya mengira-ngira saja, kan saya tidak pernah merasakan efek narkoba atau rokok, hahaha). Jika rindu obatnya adalah bertemu, kalau merasakan cinta, maka perasaan tersebut haruslah diungkapkan—kalau tidak bisa saja menimbulkan “sakaw” bagi orang yang merasakannya. Hal tersebut pun dilakukan oleh Toyib dan itu bisa dilihat pada halaman 44:

“Kau tahu,” kata Toyib. Ia tak bisa menahannya lebih lama lagi. “Aku mencintaimu.”

“Aku juga, dari dulu,” kata Siti. Ia tersenyum sambil menundukkan wajahnya, lalu berjongkok membelakangi ember air setelah menutupnya, mengikatnya dengan kain. Ia berdiri berpegangan kepada pokok kayu, dan berjalan meninggalkan Toyib sebelum lelaki itu mengatakan apa pun lagi.”

Persoalan Laten dan Absennya Pemerintah

Buat saya, air hanya digunakan oleh Eka Kurniawan sebagai pengantar dalam menyampaikan pesan kepada pembacanya, bahwa persoalan yang diceritakan dalam “Sumur” ini skerap kali dijumpai di tengah masyarakat—terutama di Indonesia. Kemiskinan struktural masih menghantui masyarakat, mengingat tingkat pendidikan masih rendah; juga soal tidak hadirnya pemerintah sebagai problem solver di setiap persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.

Pendidikan menjadi sangat penting. Melalui pendidikanlah Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkatkan kualitasnya, jika kualitas SDM baik, maka kualitas hidupnya pun membaik. Tidak hanya berguna untuk dirinya sendiri, tapi pengetahuan yang dimiliki oleh setiap orang juga dapat berguna untuk sekitarnya.

Melalui cerita ini, saya melihat Eka Kurniawan bermaksud untuk memberi teguran kepada pemerintah. Pemerintah baiknya jangan hanya sibuk mencitrakan diri merakyat dengan berbagai aktivitas yang “terlihat” dekat dengan rakyat atau hanya sekadar memasang gambar diri di baliho dengan kata-kata minus manfaat buat rakyat. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah menghadirkan kebijakan (public policy) yang dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat. Bener nggak sih? Kalau menurut kalian bagaimana? Hehe. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ciwa Ratri, Momentum Menghentikan Proses Pembusukan Diri

Next Post

SAṂPRADĀYA VAIṢṆAVA (JUGA) MERAYAKAN ŚIVARĀTRI

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Lontar Mpu Kuturan | Sosok Historis atau Mitos?

SAṂPRADĀYA VAIṢṆAVA (JUGA) MERAYAKAN ŚIVARĀTRI

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co