23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kehidupan Perempuan Sebelum dan Sesudah Menikah: Antara Karier, IRT atau Keduanya?

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
February 22, 2023
in Opini
Kehidupan Perempuan Sebelum dan Sesudah Menikah: Antara Karier, IRT atau Keduanya?

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

SAYA AWALI tulisan ini dengan sebuah pertanyaan: “Apakah kehidupan seorang perempuan sebelum dan sesudah menikah itu berbeda?” Jawabannya jelas sangat berbeda. Berbeda bukan karena situasinya saja, melainkan juga kondisinya. Yang awalnya mungkin hanya memikirkan diri sendiri,  setelah menikah harus memikirkan suami. Tidak sampai di situ, tanggung jawab seorang perempuan setelah menikah juga semakin bertambah.

Lantas, seperti apa peran dan tanggung jawab seorang perempuan sebelum dan sesudah menikah?

Berbicara soal ini, perempuan yang belum menikah biasanya memiliki sifat yang lebih manja daripada yang sudah menikah. Sebabnya karena orang tua masih bertanggung jawab atas kehidupannya, baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Sehingga, pada masa ini, seorang perempuan hanya memiliki peran dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan─dan berbakti kepada kedua orang tua.

Namun, kita juga tak boleh menutup mata, bahwa banyak juga perempuan yang sebelum menikah sudah bisa mandiri─bahkan tanggung jawabnya seperti perempuan yang sudah menikah. Pertanyaannya, “mengapa demikian?” Karena tak sedikit perempuan─yang kadang usianya belum beranjak dewasa─sudah menjadi tulang punggung keluarganya.

Hal itu bisa jadi disebabkan karena faktor ekonomi atau bisa juga disebabkan karena kedua orang tuanya sudah tiada, sehingga mau tidak mau, untuk melanjutkan kehidupan ia harus bekerja.

Kehidupan perempuan sebelum menikah biasanya juga lebih bebas untuk melakukan atau menjalani apa pun yang dia mau─yang sesuai kata hatinya, entah itu dalam lingkup keluarga, pertemanan atau komunitasnya.

Dan hal tersebut tak jarang berakibat buruk untuk diri seorang perempuan. Narkoba, miras, sex bebas─yang pada akhirnya menyebabkan hamil di luar nikah, terpaksa nikah muda.

Akan tetapi, sekali lagi, banyak juga perempuan, sebelum menikah, yang berhasil menggapai cita-citanya. Buka usaha sendiri, memiliki pekerjaan atau jabatan sesuai yang diinginkan, dan sebagainya─yang biasanya dijuluki sebagai perempuan atau wanita karier.

Berbicara soal wanita karier, menurut saya, itu adalah seorang wanita yang memiliki pekerjaan dan mandiri secara finansial, baik bekerja membuka usaha sendiri, atau bekerja pada orang/perusahaan lain.

Tak sedikit pula perempuan yang belum menikah sudah menjadi wanita karier, bahkan ada juga wanita yang lebih mementingkan kariernya daripada menikah. Mengapa demikian? Karena merasa lebih bebas melakukan apa saja sendiri, seolah-olah tak membutuhkan bantuan orang lain─dan beranggapan bahwa ketika ia menikah akan ada yang mengaturnya, dan itu membuatnya tidak bebas lagi.

***

Ah, lalu, pertanyaan selanjutnya adalah: mana yang lebih baik, setelah menikah, seorang perempuan menjadi wanita karier, ibu rumah tangga atau justru keduanya?

Dari pandangan orang-orang sekitar yang saya lihat, dengar, dan amati, bahwa setelah menikah, wanita memang berhak memilih menjadi apa saja, tentu atas adanya kesepakatan antara suami dan istri terlebih dahulu.

Yang jelas, ada yang dipilih, tentu ada yang dikorbankan. Misalnya, banyak perempuan yang setelah menikah memilih menjadi wanita karier, tapi melupakan kewajibannya sebagai seorang istri─yang pada akhirnya menjadi pemicu hancurnya rumah tangga.

Ada pula wanita setelah menikah lebih memilih menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT), memilih fokus pada keluarga kecilnya─untuk melayani suaminya dengan baik, mengurus rumah, dan fokus pada perkembangan anaknya.

Akan tetapi, banyak yang salah paham di sini. IRT dianggap seperti ART alias asisten rumah tangga atau bisa disebut pembantu─yang bisa disuruh-suruh, harus melakukan semua pekerjaan rumah sediri. Padahal, pekerjaan rumah tidak harus dikerjaan oleh seorang istri saja, tetapi bisa juga dikerjakan oleh seorang suami, atau dikerjakan secara bersama-sama. Kodrat kewajiban seorang perempuan itu hanya ada 3: hamil, melahirkan, dan menyusui. Untuk pekerjaan lainnya bisa dikerjakan secara bersamaan.

Selain dua pilihan di atas, ada juga perempuan yang memilih keduanya. Ia bisa memerankan dua hal sekaligus: menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) sekaligus wanita karier. Di samping mengembangkan kariernya─untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarganya─ia juga menjadi istri untuk suaminya sekaligus ibu untuk anak-anaknya─melayani suami dengan baik, dan menjadi ibu yang hebat untuk tumbuh kembang anaknya.

Pada intinya, perempuan berhak memilih yang terbaik untuk kehidupannya, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Yang terpenting mampu mengimbangi semuanya, jangan sampai salah satu pincang. Dan juga, harus paham risiko-risiko yang akan diambil dalam keputusannya.

Untuk wanita yang sudah berkeluarga, apa pun yang akan Anda lakukan, berdiskusilah terlebih dahulu dengan pasangan Anda. Berikanlah alasan-alasan yang logis untuk misalnya kenapa Anda memilih untuk menjadi wanita karier, ibu rumah tangga, atau memilih menjalani keduanya. Sebab, dalam rumah tangga, komunikasi itu sangat penting. Saya yakin, kalau cara menyampaikannya baik, tujuannya baik, itu tak akan menjadi duri dalam rumah tangga.[T]

Memuliakan Perempuan Bukan Hanya di Hari Ibu
Memikirkan Perempuan Bali di Tengah Budaya Patriarki
Perempuan dan Perubahan Zaman
Perempuan yang Bersuara, Perempuan yang Berkarya || Pengantar Buku “Suara Tepi Hati”
Tags: karirmenikahpemberdayaan perempuanPerempuanPerempuan Baliwanita
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Memilih Tulisan yang Tak Pernah Mudah

Next Post

Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co