12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kehidupan Perempuan Sebelum dan Sesudah Menikah: Antara Karier, IRT atau Keduanya?

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
February 22, 2023
in Opini
Kehidupan Perempuan Sebelum dan Sesudah Menikah: Antara Karier, IRT atau Keduanya?

Ilustrasi tatkala.co | Jason Aditya

SAYA AWALI tulisan ini dengan sebuah pertanyaan: “Apakah kehidupan seorang perempuan sebelum dan sesudah menikah itu berbeda?” Jawabannya jelas sangat berbeda. Berbeda bukan karena situasinya saja, melainkan juga kondisinya. Yang awalnya mungkin hanya memikirkan diri sendiri,  setelah menikah harus memikirkan suami. Tidak sampai di situ, tanggung jawab seorang perempuan setelah menikah juga semakin bertambah.

Lantas, seperti apa peran dan tanggung jawab seorang perempuan sebelum dan sesudah menikah?

Berbicara soal ini, perempuan yang belum menikah biasanya memiliki sifat yang lebih manja daripada yang sudah menikah. Sebabnya karena orang tua masih bertanggung jawab atas kehidupannya, baik dari segi ekonomi maupun pendidikan. Sehingga, pada masa ini, seorang perempuan hanya memiliki peran dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan─dan berbakti kepada kedua orang tua.

Namun, kita juga tak boleh menutup mata, bahwa banyak juga perempuan yang sebelum menikah sudah bisa mandiri─bahkan tanggung jawabnya seperti perempuan yang sudah menikah. Pertanyaannya, “mengapa demikian?” Karena tak sedikit perempuan─yang kadang usianya belum beranjak dewasa─sudah menjadi tulang punggung keluarganya.

Hal itu bisa jadi disebabkan karena faktor ekonomi atau bisa juga disebabkan karena kedua orang tuanya sudah tiada, sehingga mau tidak mau, untuk melanjutkan kehidupan ia harus bekerja.

Kehidupan perempuan sebelum menikah biasanya juga lebih bebas untuk melakukan atau menjalani apa pun yang dia mau─yang sesuai kata hatinya, entah itu dalam lingkup keluarga, pertemanan atau komunitasnya.

Dan hal tersebut tak jarang berakibat buruk untuk diri seorang perempuan. Narkoba, miras, sex bebas─yang pada akhirnya menyebabkan hamil di luar nikah, terpaksa nikah muda.

Akan tetapi, sekali lagi, banyak juga perempuan, sebelum menikah, yang berhasil menggapai cita-citanya. Buka usaha sendiri, memiliki pekerjaan atau jabatan sesuai yang diinginkan, dan sebagainya─yang biasanya dijuluki sebagai perempuan atau wanita karier.

Berbicara soal wanita karier, menurut saya, itu adalah seorang wanita yang memiliki pekerjaan dan mandiri secara finansial, baik bekerja membuka usaha sendiri, atau bekerja pada orang/perusahaan lain.

Tak sedikit pula perempuan yang belum menikah sudah menjadi wanita karier, bahkan ada juga wanita yang lebih mementingkan kariernya daripada menikah. Mengapa demikian? Karena merasa lebih bebas melakukan apa saja sendiri, seolah-olah tak membutuhkan bantuan orang lain─dan beranggapan bahwa ketika ia menikah akan ada yang mengaturnya, dan itu membuatnya tidak bebas lagi.

***

Ah, lalu, pertanyaan selanjutnya adalah: mana yang lebih baik, setelah menikah, seorang perempuan menjadi wanita karier, ibu rumah tangga atau justru keduanya?

Dari pandangan orang-orang sekitar yang saya lihat, dengar, dan amati, bahwa setelah menikah, wanita memang berhak memilih menjadi apa saja, tentu atas adanya kesepakatan antara suami dan istri terlebih dahulu.

Yang jelas, ada yang dipilih, tentu ada yang dikorbankan. Misalnya, banyak perempuan yang setelah menikah memilih menjadi wanita karier, tapi melupakan kewajibannya sebagai seorang istri─yang pada akhirnya menjadi pemicu hancurnya rumah tangga.

Ada pula wanita setelah menikah lebih memilih menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT), memilih fokus pada keluarga kecilnya─untuk melayani suaminya dengan baik, mengurus rumah, dan fokus pada perkembangan anaknya.

Akan tetapi, banyak yang salah paham di sini. IRT dianggap seperti ART alias asisten rumah tangga atau bisa disebut pembantu─yang bisa disuruh-suruh, harus melakukan semua pekerjaan rumah sediri. Padahal, pekerjaan rumah tidak harus dikerjaan oleh seorang istri saja, tetapi bisa juga dikerjakan oleh seorang suami, atau dikerjakan secara bersama-sama. Kodrat kewajiban seorang perempuan itu hanya ada 3: hamil, melahirkan, dan menyusui. Untuk pekerjaan lainnya bisa dikerjakan secara bersamaan.

Selain dua pilihan di atas, ada juga perempuan yang memilih keduanya. Ia bisa memerankan dua hal sekaligus: menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) sekaligus wanita karier. Di samping mengembangkan kariernya─untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarganya─ia juga menjadi istri untuk suaminya sekaligus ibu untuk anak-anaknya─melayani suami dengan baik, dan menjadi ibu yang hebat untuk tumbuh kembang anaknya.

Pada intinya, perempuan berhak memilih yang terbaik untuk kehidupannya, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Yang terpenting mampu mengimbangi semuanya, jangan sampai salah satu pincang. Dan juga, harus paham risiko-risiko yang akan diambil dalam keputusannya.

Untuk wanita yang sudah berkeluarga, apa pun yang akan Anda lakukan, berdiskusilah terlebih dahulu dengan pasangan Anda. Berikanlah alasan-alasan yang logis untuk misalnya kenapa Anda memilih untuk menjadi wanita karier, ibu rumah tangga, atau memilih menjalani keduanya. Sebab, dalam rumah tangga, komunikasi itu sangat penting. Saya yakin, kalau cara menyampaikannya baik, tujuannya baik, itu tak akan menjadi duri dalam rumah tangga.[T]

Memuliakan Perempuan Bukan Hanya di Hari Ibu
Memikirkan Perempuan Bali di Tengah Budaya Patriarki
Perempuan dan Perubahan Zaman
Perempuan yang Bersuara, Perempuan yang Berkarya || Pengantar Buku “Suara Tepi Hati”
Tags: karirmenikahpemberdayaan perempuanPerempuanPerempuan Baliwanita
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Memilih Tulisan yang Tak Pernah Mudah

Next Post

Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post
Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co