2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memuliakan Perempuan Bukan Hanya di Hari Ibu

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 20, 2022
in Opini
Memuliakan Perempuan Bukan Hanya  di Hari Ibu

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

HARI IBU yang diperingati setiap tanggal 22 Desember bertujuan bukan hanya untuk memuliakan kaum Ibu tetapi untuk memuliakan perempuan. Peringatan hari ibu di Indonesia berbeda dengan peringatan mother’s day yang mana ibu diistimewakan pada hari itu. Peringatan hari Ibu untuk menghargai jasa perempuan dalam berjuang  untuk kemerdekaan Indonesia. Penghargaan terhadap kaum perempuan tidak hanya dilakukan pada saat peringatan hari Ibu tetapi bagaimana masyarakat menghargai dan memposisikan perempuan dalam berkehidupan sosial.

Pemuliaan perempuan hanya bisa dilakukan apabila ideologi suatu masyarakat terhadap perempuan juga mengalami perubahan. Ideologi merupakan sudut pandang. Ideologi tersebut diibaratkan sebuah lensa yang dipakai untuk melihat masyarakat, isu-isu sosial, segala bentuk aktivitas, dan kejadian-kejadian yang ada dalam masyarakat. Secara umum ideologi dipakai untuk menentukan kepercayaan, nilai-nilai, dan menkonstruksi prinsip-prinsip personal melalui kehidupan sehari-hari. Cara pandang inilah yang perlu diubah sehingga kedudukan perempuan setara dengan laki-laki.

Teori Gender memandang bahwa dalam suatu masyarakat ada perbedaan ideologi gender. Dengan perbedaan pandang tersebut, dengan jelas dibedakan antara perempuan dan laki-laki. Ciri pembeda tersebut dipengaruhi oleh  Teori Nature dan Teori Nurture. Teori Nature memandang bahwa perbedaan antara perempuan dan laki-laki disebabkan oleh  perbedaan fisiologis dan biologis (Abdullah, 1998:12).

Karena perbedaan fisiologis tersebut wanita memang ditakdirkan secara alamiah sebagai makhluk yang lemah (secara fisik) dibandingkan dengan laki-laki. Dengan pandangan itu, masyarakat secara alamiah pula dapat mengodifikasi perbedaan pekerjaan antara laki-laki dengan perempuan. Laki-laki secara umum mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih banyak, sedangkan perempuan mengerjakan pekerjaan yang  tidak terlalu membutuhkan tenaga.

Teori Nurture melihat perbedaan antara laki-laki dan perempuan bukan dari ciri fisik seseorang, melainkan perbedaan tersebut diakibatkan oleh perbedaan cara pandang masyarakat terhadap laki-laki dengan perempuan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial budaya (Budiman, 1981).

Kedua teori tersebut saling memengaruhi sehingga melahirkan teori interaksi Nature dan Nurture. Teori ini memandang perbedaan gender karena adanya elaborasi antara perbedaan pandangan berdasarkan jenis  kelamin (secara biologis) antara perempuan dan laki-laki dengan pandangan sosial terhadap perempuan dan laki-laki. Interaksi kedua faktor itu membawa pengaruh pada perbedaan gender.

Secara biologis antara perempuan dengan laki-laki bisa dibedakan: perempuan  memiliki vagina, mengalami haid, memiliki susu untuk menyusui, memiliki alat reproduksi seperti sel telur, kandungan dan lain-lain. Sebaliknya, laki-laki memiliki penis, jakun, memiliki pelir untuk memproduksi sperma, otot-otot lebih kuat dibandingkan dengan perempuan. Jenis kelamin mulai dibedakan sebelum lahir segera setelah masa konsepsi, sedangkan  sosiologi maskulin dan feminin, yaitu perbedaan gender dibedakan setelah lahir ( Chambers, 2003 :117).

Dengan kata lain gender merupakan elaborasi faktor sosial dan faktor biologis. Pemahaman orang tentang perbedaan gendersebagai laki-laki dan perempuan adalah proses sosial. Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada bersifat biologis. Orang tidak dilahirkan dengan gender, tetapi mempelajari perilaku dan sikap yang sesuai dengan jenis kelaminnya (Muhith,2003:11).

Begitu bayi lahir, bayi itu sangat bergantung pada orang tuanya. Ini merupakan proses sosial antara bayi dengan lingkungan terdekatnya.Pola perlakuan lingkungan akan membentuk peran gender. Masyarakat pada umumnya memperlakukan bayi laki-laki dengan bayi perempuan dengan cara yang berbeda. Hal tersebut bisa dicermati dari cara berbicara dengan bayinya. Orang tuanya akan menggunakan lebih banyak diminutive (yang mengindikasikan hal yang kecil seperti  kitty, doggie) kepada bayi perempuan dibandingkan dengan bayi laki-laki. Laki-laki diberi banyak larangan karena kecenderungan anak laki-laki adalah lebih nakal dibandingkan dengan perempuan (Eckert dan McConnell-Ginet, 2003:17).

Proses sosial seperti ini kemudian melahirkan fenomena sosial, misalnya perempuan dikenal lembut, keibuan, sedangkan laki-laki dikenal kuat, jantan, perkasa. Kelembutan seorang perempuan dapat dilihat dari cara berbicara yang lembut dan lebih sopan dibandingkan dengan laki-laki (Cameron, 1992: 43).

Coates (1986:12) menyatakan bahwa perempuan sebagai anggota dari suatu masyarakat mempunyai status  sosial  yang berbeda dengan laki-laki. Kaum perempuan merupakan  grup inferior yang posisinya selalu berada di bawah grup suferior (laki-laki).  Dengan status ini, berakibat pada perbedaan bahasa yang mencerminkan tiap kelompok sosialnya.

Selanjutnya Coates (1986) menekankan bahwa  perbedaan pendekatan atau cara pandang terhadap laki-laki dengan perempuan diakibatkan oleh dua pendekatan yang ada pada masyarakat. Pertama, pendekatan perbedaan (difference approach) yang memandang bahwa antara  laki-laki dengan perempuan merupakan kelompok yang berbeda. Kedua, pendekatan dominasi (dominant approach), yang memandang bahwa laki-laki sebagai grup atasan memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada perempuan yang merupakan grup bawahan.

Sepanjang ideologi masyarakat tetap memposisikan perempuan sebagai grup inferior dan laki-laki sebagai grup superior, perbedaan perlakukan antara laki-laki dan perempuan akan tetap terjadi. Memposisikan perempuan setara dengan laki-laki  memerlukan proses yang panjang. Hal ini merupakan evolusi sebuah ideologi. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari penulis SUAR ADNYANA

Hari Ibu Bagi Anak yang Tak Tahu Ibu
Kiat Guru dalam Mengatasi Siswa Malas Membaca
Tags: Hari IbuPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Laut Menyatukan Kita | Catatan tentang Film Avatar: The Way of Water

Next Post

Fataji Susiadi, Seniman Pembuat Alat Musik Marimba dari Bantul

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Fataji Susiadi, Seniman Pembuat Alat Musik Marimba dari Bantul

Fataji Susiadi, Seniman Pembuat Alat Musik Marimba dari Bantul

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co