1 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 22, 2023
in Esai
Virus “Lato-Lato” Jadi Ancaman Politik Indonesia

Foto ilustrasi tatkala.co

BEBERAPA BULAN BELAKANGAN ini permainan lato-lato berhasil membuat saya heran. Permainan ini bukanlah hal baru buat saya, dulu pada masa SD saya pun pernah gandrung dengan permainan ini. Kalau di daerah saya, orang menyebutnya dengan nama “tek-tekan”.

Tak hanya digandrungi oleh anak-anak, permainan ini bahkan sempat menghebohkan jagat internasional. Pasalnya lato-lato juga dimainkan oleh Paul Rudd—seorang aktor yang memerankan Ant Man. Semakin heboh jadinya karena ia bermain lato-lato di acara Red Carpet fan event untuk Ant-Man and The Wasp: Quantumania di Hoyts Entertainment Square, Sydney, Australia.

Animo di dalam negeri lebih besar lagi. Tidak hanya kalangan selebriti, lato-lato juga sering dimainkan oleh para pejabat di negeri ini. Mulai dari pejabat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Belakangan yang paling ramai adalah saat Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo diminta bermain lato-lato di sela-sela kunjungannya di Jawa Barat. Tak hanya Jokowi, Ridwan Kamil yang mendampinginya pun tak mau ketinggalan untuk memainkan permainan ini.

Partai politik juga tak mau kalah. Untuk menjadi relevan di tengah masyarakat, partai politik pun mengadakan lomba lato-lato dengan ragam hadiah untuk menarik simpati rakyat, apalagi jelang Pemilu—momen-momen seperti ini wajib dimanfaatkan.

Berhenti sampai di sana? Tentu saja tidak.

Bahkan di Sulawesi Utara, salah satu lembaga negara—saya tidak mau menyebut namanya, menggunakan lato-lato sebagai media untuk membuka secara resmi acara tersebut. Itulah kekuatan lato-lato di negeri ini. Sebuah permainan tradisional yang tidak hanya mampu menyentuh masyarakat kalangan bawah, tapi juga mampu menjangkau dunia internasional. Perlu banyak latihan untuk jago memainkan permainan ini.

Seingat saya, dulu saya sangatlah jago bermain lato-lato. Bahkan kalau dilombakan, mungkin saya masuk tiga besar. Hehe.

Jadi lato-lato ini adalah mainan yang berbentuk dua bola, masing-masing bola diikatkan tali yang bertemu pada sebuah simpul. Kemudian simpul yang mempertemukan dua tali tersebut dipegang, lalu dimainkan hingga dua bola tersebut berbenturan satu sama lain. Benturan tersebut menghasilkan bunyi yang begitu khas—sampai-sampai permainan ini jadi cerita-cerita lucu di pelbagai platform digital.

Seperti itulah kira-kira permainan lato-lato yang berhasil menyita perhatian seluruh kalangan di Indonesia. Permainan yang dulu pernah hadir di masa kanak-kanak saya, kemudian beberapa belas tahun kemudian kembali eksis—bahkan dalam waktu yang cukup lama. Lalu, apa korelasi permainan lato-lato dalam catur perpolitikan Indonesia?

Politik “Lato-Lato”

Seperti yang saya katakan di awal, lato-lato jadi permainan yang sangat digandrungi oleh rakyat Indonesia, termasuk di dalamnya adalah elit-elit politik. Buat saya hal tersebut bukanlah hal baru. Mengikuti tren masa kini bagi sebagian elit adalah sarana untuk masuk lebih jauh ke dalam kehidupan rakyat—saya menyebutnya dengan “gimik politik”. Dan itu sah-sah saja dilakukan.

Menurut saya sendiri, kunci dari permainan lato-lato adalah benturan yang kemudian menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut bisa saja mengganggu, bisa saja menarik—tergantung cara pandang kita.

Bagi saya, akan menjadi bahaya ketika konsep permainan lato-lato diterapkan dalam catur perpolitikan Indonesia hari ini. Para elit yang kini berperan sebagai pemegang kekuasaan sengaja membelah rakyatnya.

Kelompok-kelompok yang terbentuk akibat pembelahan tersebut kemudian dibenturkan satu sama lain, dan para elit memetik hasilnya dalam bentuk suara yang dikonversi menjadi kursi parlemen. Lalu rakyat dapat apa? Rakyat, yaitu saya dan anda sekalian hanya mendapatkan sentimen identitas yang tidak berkesudahan.

Benturan-benturan semacam ini sejatinya kerap kali terjadi. Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 dan Pemilu di tahun 2019 telah memperlihatkan begitu dalamnya dampak dari pembelahan dan benturan yang terjadi. Politisasi SARA jadi bahan yang sangat ‘gurih’ untuk diolah menjadi pemicu pembelahan dan benturan. Perbedaan yang hadir bukannya menyatukan, justru perbedaan menjadi kunci membelah masyarakat.

Bagi Agnes Heller dalam Syafuan Rozi & tim menyebutkan bahwa politik identitas secara sederhana dapat dimaknai sebagai strategi politik yang memfokuskan pada pembedaan dan pemanfaatan ikatan primordial sebagai kategori utama. Ia juga menambahkan di satu sisi politik identitas mampu memunculkan toleransi dan kebebasan. Namun di sisi lain, politik identitas juga dapat memunculkan pola-pola intoleransi, kekerasan verbal-fisik, dan juga pertentangan etnik dalam kehidupan bermasyarakat.

Berangkat dari apa yang disebutkan oleh Agnes Heller, maka keberagaman suku, adat, tradisi, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia menjadi ladang subur bagi politik identitas. Apalagi aspeknya sangat beragam. Penggunaan politik identitas tentang simbol etnik, agama, ataupun masalah-masalah lainnya menjadi sebuah strategi untuk mendapatkan dukungan di saat Pemilu.

Politik identitas sebenarnya hadir di ruang-ruang nyata. Jadi, politik tidak hanya bicara soal hukum, undang-undang, dan institusi pengambil keputusan. Tetapi politik juga berada dalam ruang-ruang kontestasi atau pertarungan kekuasaan politik melalui kekuatan kultural, sosial, ekonomi, dan politik yang bersifat informal dan tidak kasat mata. Hal-hal yang tidak kasat mata semacam inilah yang memiliki dampak dan berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan di isu-isu strategis.

Baiklah, kembali ke lato-lato. Sebagai sebuah permainan, lato-lato memberi banyak dampak positif. Lato-lato mampu mengalihkan perhatian anak-anak Indonesia dari gawainya untuk sementara waktu, dan sibuk memamerkan kemampuannya di depan teman sepermainannya.

Namun apabila konsep permainan ini di bawa ke ranah politik, maka ancaman disintegrasi bangsa akan kembali muncul ke permukaan. Saya juga dibuat heran saat mendengar bahwa salah satu partai politik baru yang berhasil menjadi peserta Pemilu, secara sadar mendeklarasikan diri untuk menggunakan politik identitas sebagai strateginya.

Bagi saya politik identitas tidak bisa dihindarkan—politik identitas adalah sebuah keniscayaan selama bangsa ini menganut sistem demokrasi. Hal yang paling penting adalah bagaimana kita mendewasakan diri, sehingga saya dan anda semua dapat bersikap bijak ketika dihadapkan dengan elit politik yang menggunakan politik identitas demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Lato-lato dalam politik hanyalah sebuah analogi saja, lalu bagaimana menurut kalian soal politik identitas? [T]

BACA artikel lain dari penulis TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA

Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia
Politik Catur Ala Erick Thohir
Mari Berikan Standing Applause Buat “The Atlas Lions”
Tags: lato-latopemiluPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kehidupan Perempuan Sebelum dan Sesudah Menikah: Antara Karier, IRT atau Keduanya?

Next Post

Raka Bujangga, Budiarta Aryawan, dan Andika Darmawan Juara Lomba Foto Bulan Bahasa Bali 2023

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Raka Bujangga, Budiarta Aryawan, dan Andika Darmawan Juara Lomba Foto Bulan Bahasa Bali 2023

Raka Bujangga, Budiarta Aryawan, dan Andika Darmawan Juara Lomba Foto Bulan Bahasa Bali 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co