8 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
January 1, 2023
in Panggung
Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa

SEKEHA TERUNA (ST) Udyana adalah salah satu organinasi kepemudaan di bawah lingkup Banjar Taman Kelod, Keluruhan Ubud, Desa Pakraman Peliatan, Kecamatan Ubud. Pada penghujung tahun tepatnya tanggal 28 Desember 2022 mereka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 45 serta pelantikan pengurus pemuda periode masa bhakti 2023 sampai dengan 2024.

Adapun sebagai pucuk kordinasi yang disebut dengan kelihan pemuda anyar (baru) yaitu Gusti Putu Ary Wedangga meneruskan pengabdian yang telah berlalu dari Gusti Ngurah Pala Sentana Yoga.

Acara puncak HUT dan pelantikan pengurus baru dari ST Udyana dikemas dengan penyajian yang dapat dikatakan tidak biasa. Melampaui tradisi dan ritus tumpengan atau potong kue. Bahkan sangat jauh dari hingar bingar kebiasan perayaan HUT era ini seperti meletupkan kembang api. Jika kita masih membawa ekspektasi sensional perayaan pada umumnya, maka kita sudah berhasil dikecoh. Dikecoh dengan sebuah tawaran yang sangat unik, tidak terduga dan bernilai yang dalam.

Mereka menyajikan sebuah suguhan yang diberi tajuk “Ngupapira” yang bermakna merawat — merawat sebuah warisan dan kemudian dikembangkan sesuai dengan kontekstual sezamannya. Warisan berupa semangat berkreativitas tanpa henti dalam mendayagunakan energi dan spirit kepemudaan yang berkobar selayaknya api yang membara.

Tema Ngupapira sebagai sebuah pemaknaan perawatan juga digunakan sebagai pijakan dalam mengkemas acara inagurasi pelantikan pengurus ST Udyana yang baru. Prosesi pemilihan petugas spiritual yang disebut dengan nyanjan di Desa Batur mereka gunakan sebagai pijakan.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Gusti Ngurah Dika Pratama selaku konseptor penyajian inagurasi ini mengatakan bahwa, prosesi nyanjan petugas spiritual seperti halnya dilakukan di desa-desa tua di Bali digunakan sebagai dasar pijakan. Prosesi nyanjan yang dalam kaidah aslinya adalah sebuah pemilihan dengan metode melantukan puja permohonan kepada Hyang Maha Esa untuk diberikan tanda-tanda alam berupa munculnya energi supranatural yang merasuki subyek yang dikehendaki oleh langit.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan legitimasi yang kuat sebagai titah langit dalam mengemban dan mempimpin segala kegiatan yang bersifat spiritual. Ngurah Dika melihat prosesi nyanjan ini sangat menarik untuk dikemas dalam bentuk pertunjukan inagurasi pemilihan kelihan pemuda dan pengurus barunya.

Selain untuk mendapatkan penyajian yang dalam, Dika juga berharap akan dianugrahi tuah langit dari Ida Betara-Betari yang melingga stana di Banjar Taman Kelod sehingga dapat melaksanakan masa bhakti dengan penuh kreativitas dan inovasi.

Kemudian gagasan nyanjan tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk pertunjukan dramatikal Lelintihan Negara Udyana dengan menggunakan tembang kekidungan gubahan baru, tembangn sesanghyangan dan lantunan gending Selonding sebagai media ungkapnya.

Lelintihan Negara Udyana

Mendengar “Lelintihan Negara Udyana” yang digunakan judul pada inagurasi pelantikan kelihan dan pengurus baru ST Udyana, penulis sudah digerakkan pada penelurusan dari akar katanya. Lelintihan ialah tatanan dan Negara Udyana yang dimaksud adalah ruang lingkup ST Udyana sendiri. Maka dalam dramatikalnya mereka akan menyuguhkan kita tatanan mengenai sistem tata kelola “masyarakat” pemuda yang bernaung di dalamnya.

Benar saja, mereka memulai dengan sebuah suguhan tarian dari para wanita yang sudah berusia sepuh namun masih enerjik nan gemulai menimpali tarian lincah para bocah. Sampai bagian ini mereka sudah membentangkan sebuah siklus waktu yang tak pernah berhenti yang tua berganti muda, serta yang muda meneruskan yang tua. Hal inilah yang penulis lihat terdapat sebuah konsep pengembangan tradisi yang ingin disampaikan sebagai frame dari pergerakan nyata organisasi kepemudaan ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Setelah itu panggung mendadak dikerubungi oleh kepulan asap beraroma kemenyan dan pandan harum yang semerbak. Nuansa wingit hadir disertai dengan kedatangan para pemuda pemudi dengan berpakaian adat era Bali Kuno nuansa hitam putih, sekilas ikatan udeng para pemuda mengingatkan saya dengan gaya udeng ‘saet mingmang’ khas Desa Adat Manukaya Let Tampaksiring.

 Begitu juga busana para pemudi yang dibalut kain pepledoan dari Tenganan, Karangasem mempertegas kesan lawas yang sangat mendukung imajinasi menuju kesan dalam. Pemuda-pemudi tersebut kemudian bersila dan bersimpuh seakan memohon restu langit agar dianugrahi pengurus pemuda yang mampu mengayomi mereka kelak. Lantunan kekidungan dilantunkan sebagai tanda permohonan yang disebut dengan penuwur telah dimulai. Khidmat juga sangat artistik.

Melaui lantungan kidung yang ditembangkan disertai dengan dentingan gamelan Selonding sebagai medium komunikasi antara dimensi imanen dan transenden coba dihadirkan. Calon pengurus pemuda dihadirkan tepat dibelakang kepulan asap dupa pasepan untuk menunggu hadirnya wangsit langit.

Tanda dan petanda diolah secara apik untuk mengesankan para pengurus nantinya terpilih oleh legitimasi spiritual. Bagian ini kemudian dinamakan bagian ‘nyanjan’. Memohon keputusan spiritual langit dengan tanda-tanda alam berupa energi supranatural. Masih menggunakan idiom syair yang disajikan dalam bentuk tembang sesanghyangan.

Tembang sesanghyangan dilantunkan secara terus menerus hingga kemudian muncul sebuah tanda, seorang pemuda seolah dirasuki energi supranatural seraya menyebut-nyebut nama salah seorang kandidat pengurus pemuda yang telah bersila sebelumnya menghadap pasepan. Nama yang disebut itu kemudian dinobatkan sebagai kelihan pemuda untuk masa bhakti selanjutnya. Setelah berhasil dinobatkan maka kemudian ditutup dengan bagian penuntun yang bermakna menuntun agar nantinya pengurus pemuda ini dapat menjalankan tugasnya sebagai pengayom dari pemuda-pemudi.

Rangkaian ritual tersebut kemudian mereka sebut dengan Lelintihan Negara Udyana yang bermaksud tata cara pengaturan sistem tata pamong organisasi kepemudaan yang berlandaskan spirit agama dan adat sebagai pijakan untuk berkreativitas, berinovasi dan berkembang sesuai dengan situasi dan jiwa zaman.

Perayaan yang Tidak Biasa

Ritual yang penulis jelaskan pada sub tulisan sebelumnya adalah sebuah pertunjukan dramatikal. Pertunjukan dramatikal yang terinspirasi dari proses penuwuran dan penyanjan tokoh pemimpin, pemangku dan pemegang wewenang spiritual di desa-desa kuno di Bali. Disublimasi dalam bentuk musik-teatrikal untuk menyajikan inagurasi pelantikan pengurus pemuda yang baru.

Inagurasi ini digarap apik oleh I Kadek Janurangga yang merangkai syair dan melodi tembang, sedangkan koreografinya ditata oleh Gede Krisna Dwipayana. Mempelajari warisan pendahulu, mempelajari, memahami kemudian digarap dalam bentuk yang lebih baru.

Sekeha Teruna (ST) Udyana Banjar Taman Kelod boleh dikatakan memilih jalan lain dalam memaknai hari jadinya. Memilih jalan lain selayaknya perayaan popular lainnya seperti menggelar konser atau mendatangkan artis lokal maupun nasional. ST Udyana lebih memilih makna dan nilai. Tidak banyak yang berani dan mengambil jalan seperti ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Tidak terlihat kue, apalagi sampai memotong kue. Tidak terlihat pula nampan yang berisi tumpeng, namum yang terlihat adalah akar kebudayaan Bali yang dipindahkan ke tanah yang lain, kemudian ditanaman serta dirawat dengan cara pandang baru mereka. Inilah yang kemudian mereka maksud dengan “Ngupapira”.

Ngupapira adalah sebuah tindakan tidak hanya merawat secara konvensional, melainkan merawat sembari mengembangkan. Mereka seakan sadar tumbuh berkembang dengan genetik bhisama (titah) sebagai pengabih Puri Peliatan dan Puri Ubud secara kebudayaan. Bertulang legenda atas pencapain maestro I Gusti Nyoman Lempad sebagai seniman dan undagi tersohor di Bali. Berdarah keberlanjutan untuk tetap berkreativitas sesuai dengan zaman yang dilalui.

Sungguh perayaan yang tidak biasa. Perayaan yang mengajak kita tenggelam menyelami makna mengapa ada organisasi kepemudaan?. Organisasi kepemudaan di Bali tidak saja hanya berkutat untuk membantu kebijakan dinas dalam sekup banjar, namun juga berperan sebagai pengayom agama dan adat Bali yang begitu adi luhung.

Selain itu juga pada acara HUT ST Udyana yang ke 44 tahun juga diserahkan Surat Pencatatan Hak Cipta atau Produk Hak Banyumili yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI atas ciptaan karya Banyumili produksi dari ST Udyana, Banjar Taman Kelod oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud.

Sertifikat Haki ini diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud yaitu Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati didampingi oleh Sekretaris Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud Cokorda Gde Bayu Putra. [T]

“Amrtatula” di Ubud Campuhan Budaya, Pentas Tubuh dengan Balutan Geguritan
Sesolahan Ratu Paksi dalam Calonarang Bahula Duta di Catus Pata Ubud | Sebuah Sajian Tari Paksi Tunggal
Ida Ratu Lingsir Tedung Jagat Ubud
Tags: Desa Ubudkesenian balipemudaSekeha TerunaUbudupacara nyanjan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Next Post

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
0
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

Read moreDetails

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
0
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

Read moreDetails

Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 1, 2026
0
Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan...

Read moreDetails

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
0
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

Read moreDetails

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

Read moreDetails

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
0
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

Read moreDetails

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
0
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

Read moreDetails

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Mangku dari Undiksha Masuk  20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa
Ulas Rupa

BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

“Ring wwang haywa nirāśrayeka gawayen tekeng mahānaśraya” – Niti Sastra SENI rupa kontemporer tidak lagi menekankan pada aspek pemaknaan sebuah...

by Dewa Purwita Sukahet
July 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

by Sugi Lanus
July 7, 2026
Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja
Esai

Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

ADA yang janggal dari cara kita merayakan pembangunan hari ini. Setiap kali sebuah kawasan dipoles, dicat ulang, ditata dengan lampu-lampu...

by Satria Aditya
July 7, 2026
Era Chatting Telah Berlalu
Esai

Era Chatting Telah Berlalu

MENGOBROL, berdiskusi, atau berdebat secara daring, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut chatting, pelan-pelan ingin saya tinggalkan. Bukan karena saya...

by Angga Wijaya
July 7, 2026
Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan
Esai

Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

SINGARAJA Literary Festival (SLF)  IV   berlangsung sangat meriah selama 3 hari (Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026) di Kawasan Pusat Peradaban Bali...

by I Nyoman Tingkat
July 7, 2026
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar
Khas

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Negeri yang Sakit dan Ambulans yang Berbelok-Belok

PENGALAMAN mendengar Ambulan Zig Zag karya Iwan Fals memang seperti mendengar sirene yang tak pernah benar-benar berhenti. Sirene itu tidak...

by Ahmad Sihabudin
July 7, 2026
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya
Pameran

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali
Esai

Disobedience Day dan For Hati Baki, Ketika Keberanian Bertanya Menjadi Bentuk Cinta kepada Bali

TIDAK semua bentuk ketidakpatuhan merupakan tindakan negatif. Dalam sejarah peradaban manusia, justru banyak perubahan besar lahir dari keberanian seseorang mengatakan...

by Agung Sudarsa
July 6, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

BISA jadi akan muncul celetukan ‘kalo gak cocok sama gaji yah keluar saja, cari perguruan tinggi yang gajinya besar’. Celetukan...

by Nur Inayah Yushar
July 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co