21 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
January 1, 2023
in Panggung
Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa

SEKEHA TERUNA (ST) Udyana adalah salah satu organinasi kepemudaan di bawah lingkup Banjar Taman Kelod, Keluruhan Ubud, Desa Pakraman Peliatan, Kecamatan Ubud. Pada penghujung tahun tepatnya tanggal 28 Desember 2022 mereka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 45 serta pelantikan pengurus pemuda periode masa bhakti 2023 sampai dengan 2024.

Adapun sebagai pucuk kordinasi yang disebut dengan kelihan pemuda anyar (baru) yaitu Gusti Putu Ary Wedangga meneruskan pengabdian yang telah berlalu dari Gusti Ngurah Pala Sentana Yoga.

Acara puncak HUT dan pelantikan pengurus baru dari ST Udyana dikemas dengan penyajian yang dapat dikatakan tidak biasa. Melampaui tradisi dan ritus tumpengan atau potong kue. Bahkan sangat jauh dari hingar bingar kebiasan perayaan HUT era ini seperti meletupkan kembang api. Jika kita masih membawa ekspektasi sensional perayaan pada umumnya, maka kita sudah berhasil dikecoh. Dikecoh dengan sebuah tawaran yang sangat unik, tidak terduga dan bernilai yang dalam.

Mereka menyajikan sebuah suguhan yang diberi tajuk “Ngupapira” yang bermakna merawat — merawat sebuah warisan dan kemudian dikembangkan sesuai dengan kontekstual sezamannya. Warisan berupa semangat berkreativitas tanpa henti dalam mendayagunakan energi dan spirit kepemudaan yang berkobar selayaknya api yang membara.

Tema Ngupapira sebagai sebuah pemaknaan perawatan juga digunakan sebagai pijakan dalam mengkemas acara inagurasi pelantikan pengurus ST Udyana yang baru. Prosesi pemilihan petugas spiritual yang disebut dengan nyanjan di Desa Batur mereka gunakan sebagai pijakan.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Gusti Ngurah Dika Pratama selaku konseptor penyajian inagurasi ini mengatakan bahwa, prosesi nyanjan petugas spiritual seperti halnya dilakukan di desa-desa tua di Bali digunakan sebagai dasar pijakan. Prosesi nyanjan yang dalam kaidah aslinya adalah sebuah pemilihan dengan metode melantukan puja permohonan kepada Hyang Maha Esa untuk diberikan tanda-tanda alam berupa munculnya energi supranatural yang merasuki subyek yang dikehendaki oleh langit.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan legitimasi yang kuat sebagai titah langit dalam mengemban dan mempimpin segala kegiatan yang bersifat spiritual. Ngurah Dika melihat prosesi nyanjan ini sangat menarik untuk dikemas dalam bentuk pertunjukan inagurasi pemilihan kelihan pemuda dan pengurus barunya.

Selain untuk mendapatkan penyajian yang dalam, Dika juga berharap akan dianugrahi tuah langit dari Ida Betara-Betari yang melingga stana di Banjar Taman Kelod sehingga dapat melaksanakan masa bhakti dengan penuh kreativitas dan inovasi.

Kemudian gagasan nyanjan tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk pertunjukan dramatikal Lelintihan Negara Udyana dengan menggunakan tembang kekidungan gubahan baru, tembangn sesanghyangan dan lantunan gending Selonding sebagai media ungkapnya.

Lelintihan Negara Udyana

Mendengar “Lelintihan Negara Udyana” yang digunakan judul pada inagurasi pelantikan kelihan dan pengurus baru ST Udyana, penulis sudah digerakkan pada penelurusan dari akar katanya. Lelintihan ialah tatanan dan Negara Udyana yang dimaksud adalah ruang lingkup ST Udyana sendiri. Maka dalam dramatikalnya mereka akan menyuguhkan kita tatanan mengenai sistem tata kelola “masyarakat” pemuda yang bernaung di dalamnya.

Benar saja, mereka memulai dengan sebuah suguhan tarian dari para wanita yang sudah berusia sepuh namun masih enerjik nan gemulai menimpali tarian lincah para bocah. Sampai bagian ini mereka sudah membentangkan sebuah siklus waktu yang tak pernah berhenti yang tua berganti muda, serta yang muda meneruskan yang tua. Hal inilah yang penulis lihat terdapat sebuah konsep pengembangan tradisi yang ingin disampaikan sebagai frame dari pergerakan nyata organisasi kepemudaan ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Setelah itu panggung mendadak dikerubungi oleh kepulan asap beraroma kemenyan dan pandan harum yang semerbak. Nuansa wingit hadir disertai dengan kedatangan para pemuda pemudi dengan berpakaian adat era Bali Kuno nuansa hitam putih, sekilas ikatan udeng para pemuda mengingatkan saya dengan gaya udeng ‘saet mingmang’ khas Desa Adat Manukaya Let Tampaksiring.

 Begitu juga busana para pemudi yang dibalut kain pepledoan dari Tenganan, Karangasem mempertegas kesan lawas yang sangat mendukung imajinasi menuju kesan dalam. Pemuda-pemudi tersebut kemudian bersila dan bersimpuh seakan memohon restu langit agar dianugrahi pengurus pemuda yang mampu mengayomi mereka kelak. Lantunan kekidungan dilantunkan sebagai tanda permohonan yang disebut dengan penuwur telah dimulai. Khidmat juga sangat artistik.

Melaui lantungan kidung yang ditembangkan disertai dengan dentingan gamelan Selonding sebagai medium komunikasi antara dimensi imanen dan transenden coba dihadirkan. Calon pengurus pemuda dihadirkan tepat dibelakang kepulan asap dupa pasepan untuk menunggu hadirnya wangsit langit.

Tanda dan petanda diolah secara apik untuk mengesankan para pengurus nantinya terpilih oleh legitimasi spiritual. Bagian ini kemudian dinamakan bagian ‘nyanjan’. Memohon keputusan spiritual langit dengan tanda-tanda alam berupa energi supranatural. Masih menggunakan idiom syair yang disajikan dalam bentuk tembang sesanghyangan.

Tembang sesanghyangan dilantunkan secara terus menerus hingga kemudian muncul sebuah tanda, seorang pemuda seolah dirasuki energi supranatural seraya menyebut-nyebut nama salah seorang kandidat pengurus pemuda yang telah bersila sebelumnya menghadap pasepan. Nama yang disebut itu kemudian dinobatkan sebagai kelihan pemuda untuk masa bhakti selanjutnya. Setelah berhasil dinobatkan maka kemudian ditutup dengan bagian penuntun yang bermakna menuntun agar nantinya pengurus pemuda ini dapat menjalankan tugasnya sebagai pengayom dari pemuda-pemudi.

Rangkaian ritual tersebut kemudian mereka sebut dengan Lelintihan Negara Udyana yang bermaksud tata cara pengaturan sistem tata pamong organisasi kepemudaan yang berlandaskan spirit agama dan adat sebagai pijakan untuk berkreativitas, berinovasi dan berkembang sesuai dengan situasi dan jiwa zaman.

Perayaan yang Tidak Biasa

Ritual yang penulis jelaskan pada sub tulisan sebelumnya adalah sebuah pertunjukan dramatikal. Pertunjukan dramatikal yang terinspirasi dari proses penuwuran dan penyanjan tokoh pemimpin, pemangku dan pemegang wewenang spiritual di desa-desa kuno di Bali. Disublimasi dalam bentuk musik-teatrikal untuk menyajikan inagurasi pelantikan pengurus pemuda yang baru.

Inagurasi ini digarap apik oleh I Kadek Janurangga yang merangkai syair dan melodi tembang, sedangkan koreografinya ditata oleh Gede Krisna Dwipayana. Mempelajari warisan pendahulu, mempelajari, memahami kemudian digarap dalam bentuk yang lebih baru.

Sekeha Teruna (ST) Udyana Banjar Taman Kelod boleh dikatakan memilih jalan lain dalam memaknai hari jadinya. Memilih jalan lain selayaknya perayaan popular lainnya seperti menggelar konser atau mendatangkan artis lokal maupun nasional. ST Udyana lebih memilih makna dan nilai. Tidak banyak yang berani dan mengambil jalan seperti ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Tidak terlihat kue, apalagi sampai memotong kue. Tidak terlihat pula nampan yang berisi tumpeng, namum yang terlihat adalah akar kebudayaan Bali yang dipindahkan ke tanah yang lain, kemudian ditanaman serta dirawat dengan cara pandang baru mereka. Inilah yang kemudian mereka maksud dengan “Ngupapira”.

Ngupapira adalah sebuah tindakan tidak hanya merawat secara konvensional, melainkan merawat sembari mengembangkan. Mereka seakan sadar tumbuh berkembang dengan genetik bhisama (titah) sebagai pengabih Puri Peliatan dan Puri Ubud secara kebudayaan. Bertulang legenda atas pencapain maestro I Gusti Nyoman Lempad sebagai seniman dan undagi tersohor di Bali. Berdarah keberlanjutan untuk tetap berkreativitas sesuai dengan zaman yang dilalui.

Sungguh perayaan yang tidak biasa. Perayaan yang mengajak kita tenggelam menyelami makna mengapa ada organisasi kepemudaan?. Organisasi kepemudaan di Bali tidak saja hanya berkutat untuk membantu kebijakan dinas dalam sekup banjar, namun juga berperan sebagai pengayom agama dan adat Bali yang begitu adi luhung.

Selain itu juga pada acara HUT ST Udyana yang ke 44 tahun juga diserahkan Surat Pencatatan Hak Cipta atau Produk Hak Banyumili yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI atas ciptaan karya Banyumili produksi dari ST Udyana, Banjar Taman Kelod oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud.

Sertifikat Haki ini diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud yaitu Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati didampingi oleh Sekretaris Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud Cokorda Gde Bayu Putra. [T]

“Amrtatula” di Ubud Campuhan Budaya, Pentas Tubuh dengan Balutan Geguritan
Sesolahan Ratu Paksi dalam Calonarang Bahula Duta di Catus Pata Ubud | Sebuah Sajian Tari Paksi Tunggal
Ida Ratu Lingsir Tedung Jagat Ubud
Tags: Desa Ubudkesenian balipemudaSekeha TerunaUbudupacara nyanjan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Next Post

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Mangku dari Undiksha Masuk  20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang
Pendidikan

UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

 “Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya.” Pesan Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta,...

by Dede Putra Wiguna
August 19, 2026
Merawat Warisan Budaya Kolonial…
Esai

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

by Pande Susan
August 19, 2026
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         
Khas

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

by Agung Sudarsa
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co