30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
January 1, 2023
in Panggung
Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa

SEKEHA TERUNA (ST) Udyana adalah salah satu organinasi kepemudaan di bawah lingkup Banjar Taman Kelod, Keluruhan Ubud, Desa Pakraman Peliatan, Kecamatan Ubud. Pada penghujung tahun tepatnya tanggal 28 Desember 2022 mereka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 45 serta pelantikan pengurus pemuda periode masa bhakti 2023 sampai dengan 2024.

Adapun sebagai pucuk kordinasi yang disebut dengan kelihan pemuda anyar (baru) yaitu Gusti Putu Ary Wedangga meneruskan pengabdian yang telah berlalu dari Gusti Ngurah Pala Sentana Yoga.

Acara puncak HUT dan pelantikan pengurus baru dari ST Udyana dikemas dengan penyajian yang dapat dikatakan tidak biasa. Melampaui tradisi dan ritus tumpengan atau potong kue. Bahkan sangat jauh dari hingar bingar kebiasan perayaan HUT era ini seperti meletupkan kembang api. Jika kita masih membawa ekspektasi sensional perayaan pada umumnya, maka kita sudah berhasil dikecoh. Dikecoh dengan sebuah tawaran yang sangat unik, tidak terduga dan bernilai yang dalam.

Mereka menyajikan sebuah suguhan yang diberi tajuk “Ngupapira” yang bermakna merawat — merawat sebuah warisan dan kemudian dikembangkan sesuai dengan kontekstual sezamannya. Warisan berupa semangat berkreativitas tanpa henti dalam mendayagunakan energi dan spirit kepemudaan yang berkobar selayaknya api yang membara.

Tema Ngupapira sebagai sebuah pemaknaan perawatan juga digunakan sebagai pijakan dalam mengkemas acara inagurasi pelantikan pengurus ST Udyana yang baru. Prosesi pemilihan petugas spiritual yang disebut dengan nyanjan di Desa Batur mereka gunakan sebagai pijakan.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Gusti Ngurah Dika Pratama selaku konseptor penyajian inagurasi ini mengatakan bahwa, prosesi nyanjan petugas spiritual seperti halnya dilakukan di desa-desa tua di Bali digunakan sebagai dasar pijakan. Prosesi nyanjan yang dalam kaidah aslinya adalah sebuah pemilihan dengan metode melantukan puja permohonan kepada Hyang Maha Esa untuk diberikan tanda-tanda alam berupa munculnya energi supranatural yang merasuki subyek yang dikehendaki oleh langit.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan legitimasi yang kuat sebagai titah langit dalam mengemban dan mempimpin segala kegiatan yang bersifat spiritual. Ngurah Dika melihat prosesi nyanjan ini sangat menarik untuk dikemas dalam bentuk pertunjukan inagurasi pemilihan kelihan pemuda dan pengurus barunya.

Selain untuk mendapatkan penyajian yang dalam, Dika juga berharap akan dianugrahi tuah langit dari Ida Betara-Betari yang melingga stana di Banjar Taman Kelod sehingga dapat melaksanakan masa bhakti dengan penuh kreativitas dan inovasi.

Kemudian gagasan nyanjan tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk pertunjukan dramatikal Lelintihan Negara Udyana dengan menggunakan tembang kekidungan gubahan baru, tembangn sesanghyangan dan lantunan gending Selonding sebagai media ungkapnya.

Lelintihan Negara Udyana

Mendengar “Lelintihan Negara Udyana” yang digunakan judul pada inagurasi pelantikan kelihan dan pengurus baru ST Udyana, penulis sudah digerakkan pada penelurusan dari akar katanya. Lelintihan ialah tatanan dan Negara Udyana yang dimaksud adalah ruang lingkup ST Udyana sendiri. Maka dalam dramatikalnya mereka akan menyuguhkan kita tatanan mengenai sistem tata kelola “masyarakat” pemuda yang bernaung di dalamnya.

Benar saja, mereka memulai dengan sebuah suguhan tarian dari para wanita yang sudah berusia sepuh namun masih enerjik nan gemulai menimpali tarian lincah para bocah. Sampai bagian ini mereka sudah membentangkan sebuah siklus waktu yang tak pernah berhenti yang tua berganti muda, serta yang muda meneruskan yang tua. Hal inilah yang penulis lihat terdapat sebuah konsep pengembangan tradisi yang ingin disampaikan sebagai frame dari pergerakan nyata organisasi kepemudaan ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Setelah itu panggung mendadak dikerubungi oleh kepulan asap beraroma kemenyan dan pandan harum yang semerbak. Nuansa wingit hadir disertai dengan kedatangan para pemuda pemudi dengan berpakaian adat era Bali Kuno nuansa hitam putih, sekilas ikatan udeng para pemuda mengingatkan saya dengan gaya udeng ‘saet mingmang’ khas Desa Adat Manukaya Let Tampaksiring.

 Begitu juga busana para pemudi yang dibalut kain pepledoan dari Tenganan, Karangasem mempertegas kesan lawas yang sangat mendukung imajinasi menuju kesan dalam. Pemuda-pemudi tersebut kemudian bersila dan bersimpuh seakan memohon restu langit agar dianugrahi pengurus pemuda yang mampu mengayomi mereka kelak. Lantunan kekidungan dilantunkan sebagai tanda permohonan yang disebut dengan penuwur telah dimulai. Khidmat juga sangat artistik.

Melaui lantungan kidung yang ditembangkan disertai dengan dentingan gamelan Selonding sebagai medium komunikasi antara dimensi imanen dan transenden coba dihadirkan. Calon pengurus pemuda dihadirkan tepat dibelakang kepulan asap dupa pasepan untuk menunggu hadirnya wangsit langit.

Tanda dan petanda diolah secara apik untuk mengesankan para pengurus nantinya terpilih oleh legitimasi spiritual. Bagian ini kemudian dinamakan bagian ‘nyanjan’. Memohon keputusan spiritual langit dengan tanda-tanda alam berupa energi supranatural. Masih menggunakan idiom syair yang disajikan dalam bentuk tembang sesanghyangan.

Tembang sesanghyangan dilantunkan secara terus menerus hingga kemudian muncul sebuah tanda, seorang pemuda seolah dirasuki energi supranatural seraya menyebut-nyebut nama salah seorang kandidat pengurus pemuda yang telah bersila sebelumnya menghadap pasepan. Nama yang disebut itu kemudian dinobatkan sebagai kelihan pemuda untuk masa bhakti selanjutnya. Setelah berhasil dinobatkan maka kemudian ditutup dengan bagian penuntun yang bermakna menuntun agar nantinya pengurus pemuda ini dapat menjalankan tugasnya sebagai pengayom dari pemuda-pemudi.

Rangkaian ritual tersebut kemudian mereka sebut dengan Lelintihan Negara Udyana yang bermaksud tata cara pengaturan sistem tata pamong organisasi kepemudaan yang berlandaskan spirit agama dan adat sebagai pijakan untuk berkreativitas, berinovasi dan berkembang sesuai dengan situasi dan jiwa zaman.

Perayaan yang Tidak Biasa

Ritual yang penulis jelaskan pada sub tulisan sebelumnya adalah sebuah pertunjukan dramatikal. Pertunjukan dramatikal yang terinspirasi dari proses penuwuran dan penyanjan tokoh pemimpin, pemangku dan pemegang wewenang spiritual di desa-desa kuno di Bali. Disublimasi dalam bentuk musik-teatrikal untuk menyajikan inagurasi pelantikan pengurus pemuda yang baru.

Inagurasi ini digarap apik oleh I Kadek Janurangga yang merangkai syair dan melodi tembang, sedangkan koreografinya ditata oleh Gede Krisna Dwipayana. Mempelajari warisan pendahulu, mempelajari, memahami kemudian digarap dalam bentuk yang lebih baru.

Sekeha Teruna (ST) Udyana Banjar Taman Kelod boleh dikatakan memilih jalan lain dalam memaknai hari jadinya. Memilih jalan lain selayaknya perayaan popular lainnya seperti menggelar konser atau mendatangkan artis lokal maupun nasional. ST Udyana lebih memilih makna dan nilai. Tidak banyak yang berani dan mengambil jalan seperti ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Tidak terlihat kue, apalagi sampai memotong kue. Tidak terlihat pula nampan yang berisi tumpeng, namum yang terlihat adalah akar kebudayaan Bali yang dipindahkan ke tanah yang lain, kemudian ditanaman serta dirawat dengan cara pandang baru mereka. Inilah yang kemudian mereka maksud dengan “Ngupapira”.

Ngupapira adalah sebuah tindakan tidak hanya merawat secara konvensional, melainkan merawat sembari mengembangkan. Mereka seakan sadar tumbuh berkembang dengan genetik bhisama (titah) sebagai pengabih Puri Peliatan dan Puri Ubud secara kebudayaan. Bertulang legenda atas pencapain maestro I Gusti Nyoman Lempad sebagai seniman dan undagi tersohor di Bali. Berdarah keberlanjutan untuk tetap berkreativitas sesuai dengan zaman yang dilalui.

Sungguh perayaan yang tidak biasa. Perayaan yang mengajak kita tenggelam menyelami makna mengapa ada organisasi kepemudaan?. Organisasi kepemudaan di Bali tidak saja hanya berkutat untuk membantu kebijakan dinas dalam sekup banjar, namun juga berperan sebagai pengayom agama dan adat Bali yang begitu adi luhung.

Selain itu juga pada acara HUT ST Udyana yang ke 44 tahun juga diserahkan Surat Pencatatan Hak Cipta atau Produk Hak Banyumili yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI atas ciptaan karya Banyumili produksi dari ST Udyana, Banjar Taman Kelod oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud.

Sertifikat Haki ini diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud yaitu Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati didampingi oleh Sekretaris Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud Cokorda Gde Bayu Putra. [T]

“Amrtatula” di Ubud Campuhan Budaya, Pentas Tubuh dengan Balutan Geguritan
Sesolahan Ratu Paksi dalam Calonarang Bahula Duta di Catus Pata Ubud | Sebuah Sajian Tari Paksi Tunggal
Ida Ratu Lingsir Tedung Jagat Ubud
Tags: Desa Ubudkesenian balipemudaSekeha TerunaUbudupacara nyanjan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Next Post

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Mangku dari Undiksha Masuk  20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co