29 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
January 1, 2023
in Panggung
Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa-Biasa Saja

Sekeha Teruna Udyana, Taman Kelod, Ubud, Merayakan HUT dengan Tidak Biasa

SEKEHA TERUNA (ST) Udyana adalah salah satu organinasi kepemudaan di bawah lingkup Banjar Taman Kelod, Keluruhan Ubud, Desa Pakraman Peliatan, Kecamatan Ubud. Pada penghujung tahun tepatnya tanggal 28 Desember 2022 mereka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 45 serta pelantikan pengurus pemuda periode masa bhakti 2023 sampai dengan 2024.

Adapun sebagai pucuk kordinasi yang disebut dengan kelihan pemuda anyar (baru) yaitu Gusti Putu Ary Wedangga meneruskan pengabdian yang telah berlalu dari Gusti Ngurah Pala Sentana Yoga.

Acara puncak HUT dan pelantikan pengurus baru dari ST Udyana dikemas dengan penyajian yang dapat dikatakan tidak biasa. Melampaui tradisi dan ritus tumpengan atau potong kue. Bahkan sangat jauh dari hingar bingar kebiasan perayaan HUT era ini seperti meletupkan kembang api. Jika kita masih membawa ekspektasi sensional perayaan pada umumnya, maka kita sudah berhasil dikecoh. Dikecoh dengan sebuah tawaran yang sangat unik, tidak terduga dan bernilai yang dalam.

Mereka menyajikan sebuah suguhan yang diberi tajuk “Ngupapira” yang bermakna merawat — merawat sebuah warisan dan kemudian dikembangkan sesuai dengan kontekstual sezamannya. Warisan berupa semangat berkreativitas tanpa henti dalam mendayagunakan energi dan spirit kepemudaan yang berkobar selayaknya api yang membara.

Tema Ngupapira sebagai sebuah pemaknaan perawatan juga digunakan sebagai pijakan dalam mengkemas acara inagurasi pelantikan pengurus ST Udyana yang baru. Prosesi pemilihan petugas spiritual yang disebut dengan nyanjan di Desa Batur mereka gunakan sebagai pijakan.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Gusti Ngurah Dika Pratama selaku konseptor penyajian inagurasi ini mengatakan bahwa, prosesi nyanjan petugas spiritual seperti halnya dilakukan di desa-desa tua di Bali digunakan sebagai dasar pijakan. Prosesi nyanjan yang dalam kaidah aslinya adalah sebuah pemilihan dengan metode melantukan puja permohonan kepada Hyang Maha Esa untuk diberikan tanda-tanda alam berupa munculnya energi supranatural yang merasuki subyek yang dikehendaki oleh langit.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan legitimasi yang kuat sebagai titah langit dalam mengemban dan mempimpin segala kegiatan yang bersifat spiritual. Ngurah Dika melihat prosesi nyanjan ini sangat menarik untuk dikemas dalam bentuk pertunjukan inagurasi pemilihan kelihan pemuda dan pengurus barunya.

Selain untuk mendapatkan penyajian yang dalam, Dika juga berharap akan dianugrahi tuah langit dari Ida Betara-Betari yang melingga stana di Banjar Taman Kelod sehingga dapat melaksanakan masa bhakti dengan penuh kreativitas dan inovasi.

Kemudian gagasan nyanjan tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk pertunjukan dramatikal Lelintihan Negara Udyana dengan menggunakan tembang kekidungan gubahan baru, tembangn sesanghyangan dan lantunan gending Selonding sebagai media ungkapnya.

Lelintihan Negara Udyana

Mendengar “Lelintihan Negara Udyana” yang digunakan judul pada inagurasi pelantikan kelihan dan pengurus baru ST Udyana, penulis sudah digerakkan pada penelurusan dari akar katanya. Lelintihan ialah tatanan dan Negara Udyana yang dimaksud adalah ruang lingkup ST Udyana sendiri. Maka dalam dramatikalnya mereka akan menyuguhkan kita tatanan mengenai sistem tata kelola “masyarakat” pemuda yang bernaung di dalamnya.

Benar saja, mereka memulai dengan sebuah suguhan tarian dari para wanita yang sudah berusia sepuh namun masih enerjik nan gemulai menimpali tarian lincah para bocah. Sampai bagian ini mereka sudah membentangkan sebuah siklus waktu yang tak pernah berhenti yang tua berganti muda, serta yang muda meneruskan yang tua. Hal inilah yang penulis lihat terdapat sebuah konsep pengembangan tradisi yang ingin disampaikan sebagai frame dari pergerakan nyata organisasi kepemudaan ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Setelah itu panggung mendadak dikerubungi oleh kepulan asap beraroma kemenyan dan pandan harum yang semerbak. Nuansa wingit hadir disertai dengan kedatangan para pemuda pemudi dengan berpakaian adat era Bali Kuno nuansa hitam putih, sekilas ikatan udeng para pemuda mengingatkan saya dengan gaya udeng ‘saet mingmang’ khas Desa Adat Manukaya Let Tampaksiring.

 Begitu juga busana para pemudi yang dibalut kain pepledoan dari Tenganan, Karangasem mempertegas kesan lawas yang sangat mendukung imajinasi menuju kesan dalam. Pemuda-pemudi tersebut kemudian bersila dan bersimpuh seakan memohon restu langit agar dianugrahi pengurus pemuda yang mampu mengayomi mereka kelak. Lantunan kekidungan dilantunkan sebagai tanda permohonan yang disebut dengan penuwur telah dimulai. Khidmat juga sangat artistik.

Melaui lantungan kidung yang ditembangkan disertai dengan dentingan gamelan Selonding sebagai medium komunikasi antara dimensi imanen dan transenden coba dihadirkan. Calon pengurus pemuda dihadirkan tepat dibelakang kepulan asap dupa pasepan untuk menunggu hadirnya wangsit langit.

Tanda dan petanda diolah secara apik untuk mengesankan para pengurus nantinya terpilih oleh legitimasi spiritual. Bagian ini kemudian dinamakan bagian ‘nyanjan’. Memohon keputusan spiritual langit dengan tanda-tanda alam berupa energi supranatural. Masih menggunakan idiom syair yang disajikan dalam bentuk tembang sesanghyangan.

Tembang sesanghyangan dilantunkan secara terus menerus hingga kemudian muncul sebuah tanda, seorang pemuda seolah dirasuki energi supranatural seraya menyebut-nyebut nama salah seorang kandidat pengurus pemuda yang telah bersila sebelumnya menghadap pasepan. Nama yang disebut itu kemudian dinobatkan sebagai kelihan pemuda untuk masa bhakti selanjutnya. Setelah berhasil dinobatkan maka kemudian ditutup dengan bagian penuntun yang bermakna menuntun agar nantinya pengurus pemuda ini dapat menjalankan tugasnya sebagai pengayom dari pemuda-pemudi.

Rangkaian ritual tersebut kemudian mereka sebut dengan Lelintihan Negara Udyana yang bermaksud tata cara pengaturan sistem tata pamong organisasi kepemudaan yang berlandaskan spirit agama dan adat sebagai pijakan untuk berkreativitas, berinovasi dan berkembang sesuai dengan situasi dan jiwa zaman.

Perayaan yang Tidak Biasa

Ritual yang penulis jelaskan pada sub tulisan sebelumnya adalah sebuah pertunjukan dramatikal. Pertunjukan dramatikal yang terinspirasi dari proses penuwuran dan penyanjan tokoh pemimpin, pemangku dan pemegang wewenang spiritual di desa-desa kuno di Bali. Disublimasi dalam bentuk musik-teatrikal untuk menyajikan inagurasi pelantikan pengurus pemuda yang baru.

Inagurasi ini digarap apik oleh I Kadek Janurangga yang merangkai syair dan melodi tembang, sedangkan koreografinya ditata oleh Gede Krisna Dwipayana. Mempelajari warisan pendahulu, mempelajari, memahami kemudian digarap dalam bentuk yang lebih baru.

Sekeha Teruna (ST) Udyana Banjar Taman Kelod boleh dikatakan memilih jalan lain dalam memaknai hari jadinya. Memilih jalan lain selayaknya perayaan popular lainnya seperti menggelar konser atau mendatangkan artis lokal maupun nasional. ST Udyana lebih memilih makna dan nilai. Tidak banyak yang berani dan mengambil jalan seperti ini.

Perayaan HUT Sekeha Teruna Udyana, Ubud

Tidak terlihat kue, apalagi sampai memotong kue. Tidak terlihat pula nampan yang berisi tumpeng, namum yang terlihat adalah akar kebudayaan Bali yang dipindahkan ke tanah yang lain, kemudian ditanaman serta dirawat dengan cara pandang baru mereka. Inilah yang kemudian mereka maksud dengan “Ngupapira”.

Ngupapira adalah sebuah tindakan tidak hanya merawat secara konvensional, melainkan merawat sembari mengembangkan. Mereka seakan sadar tumbuh berkembang dengan genetik bhisama (titah) sebagai pengabih Puri Peliatan dan Puri Ubud secara kebudayaan. Bertulang legenda atas pencapain maestro I Gusti Nyoman Lempad sebagai seniman dan undagi tersohor di Bali. Berdarah keberlanjutan untuk tetap berkreativitas sesuai dengan zaman yang dilalui.

Sungguh perayaan yang tidak biasa. Perayaan yang mengajak kita tenggelam menyelami makna mengapa ada organisasi kepemudaan?. Organisasi kepemudaan di Bali tidak saja hanya berkutat untuk membantu kebijakan dinas dalam sekup banjar, namun juga berperan sebagai pengayom agama dan adat Bali yang begitu adi luhung.

Selain itu juga pada acara HUT ST Udyana yang ke 44 tahun juga diserahkan Surat Pencatatan Hak Cipta atau Produk Hak Banyumili yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI atas ciptaan karya Banyumili produksi dari ST Udyana, Banjar Taman Kelod oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud.

Sertifikat Haki ini diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud yaitu Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati didampingi oleh Sekretaris Umum Yayasan Janahita Mandala Ubud Cokorda Gde Bayu Putra. [T]

“Amrtatula” di Ubud Campuhan Budaya, Pentas Tubuh dengan Balutan Geguritan
Sesolahan Ratu Paksi dalam Calonarang Bahula Duta di Catus Pata Ubud | Sebuah Sajian Tari Paksi Tunggal
Ida Ratu Lingsir Tedung Jagat Ubud
Tags: Desa Ubudkesenian balipemudaSekeha TerunaUbudupacara nyanjan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Next Post

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Mangku dari Undiksha Masuk  20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Dewa Mangku dari Undiksha Masuk 20 Ilmuwan Terbaik Indonesia Versi AD Scientific 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi
Esai

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

by Angga Wijaya
April 28, 2026
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co